Tips Menjadi Pembaca Blog Yang Baik

Hola pembaca blog MM yang budiman!

Sudah begitu banyak tips tentang cara menjadi blogging yang “baik dan benar”. Ribuan bahkan jutaan tutorial tentang merubah diri menjadi blogger yang “luar biasa” diterbitkan.

Saking luar biasanya para blogger itu sampai ketika saya memasukkan “cara menjadi pembaca blog yang baik” saja yang muncul adalah tulisan-tulisan tentang cara menjadi blogger yang sukses.

Wadaw.

Padahal, makna keduanya berbeda. Sebuah pertanda bahwa mesin pencari Google belum bisa memahami makna kalimat seutuhnya. Dia hanya akan menyajikan sesuatu yang “paling umum” berdasarkan “asumsi” dari beberapa “kata kunci” yang dimasukkan pencari informasi, bukan makna kalimat secara keseluruhan.

Mesin memang tidak pernah belajar tentang ilmu “makna”, semantik, dan lain-lain.

cara menjadi pembaca blog yang baik

Tapi, yang saya cari bukan cara menjadi blogger yang baik kok. Meski saya tahu, saya blogger yang nyebelin, tetapi kalau sekedar teori sih, saya paham sekali teorinya #walau saya tidak praktekkan semua.

Saya mencari tips atau cara menjadi pembaca blog yang baik.

Kenapa?

Lah, saya pikir salah satu masalah dasar dari penyebaran informasi tidak benar, hoaks, miskonsepsi, dan berbagai “hal buruk” lain adalah kesalahan pada sisi pembaca.

Banyak yang “gagal paham” dan “tidak menerapkan” prinsip kehati-hatian dalam membaca (sebenarnya berlaku untuk semua literatur). Hasilnya adalah banyak informasi yang kurang tepat dan bisa berakibat buruk disebarkan kesana kemari.

Selain itu, tidak jarang juga seorang pembaca merasa terintimidasi oleh apa yang ditulis oleh seorang blogger dan berpengaruh terhadap dirinya sendiri.

Iya kan?

Membaca blog bukan hanya selalu memberikan dampak positif bagi pembacanya, tetapi sangat mungkin menghadirkan pengaruh buruk. Sama halnya dengan hal lain di muka bumi, blog pun adalah pisau bermata dua yang bisa memberikan kebaikan, tetapi juga menghasilkan keburukan.

Jadi, sudah sewajarnya juga kalau pembaca pun harus memiliki kehati-hatian saat berinteraksi dengan blog dan bloggernya.

Belajar dari pengalaman sebagai blogger, yang pastinya juga sebagai pembaca ribuan blog, saya akan memberikan beberapa tips menjadi pembaca blog (dan mungkin bisa dimanfaatkan di media lainnya).

1> Blogger itu manusia!

Sudah pasti tahu kan yang satu ini? Lucu memang saran pertama, tetapi saya cukup sadar kok bahwa banyak yang lupa fakta yang satu ini.

Mereka sering lupa bahwa blogger itu manusia dan manusia tempatnya berbuat salah. Terkadang, karena begitu sukanya terhadap sebuah blog, pembaca sering menafikan adanya kemungkinan kesalahan dalam data, fakta, atau yang disampaikan seorang blogger terkenal.

Penilaian mereka tertutup karena kesukaan terhadap blog dan bloggernya.

Right or wrong is my country diubah “menjadi, benar atau salah, pokoknya gue suka dia”.

Cek , ricek , pertimbangan, harus tetap dilakukan bahkan kepada blog yang disukai karena kesalahan bisa dilakukan dan pasti dilakukan seorang blogger.

2> Blog itu subyektif

Jangankan blog, media atau pers sekalipun tidak bisa 100% obyektif dalam memberitakan sesuatu. Terkadang isinya mencerminkan bias pemikiran dari orang-orang yang “memberitakan”.

Padahal, produk jurnalistik seperti itu sudah mengikuti kaidah-kaidah dan kode etik jurnalistiks, dibahas bukan hanya oleh satu kepala saja sebelum sampai ke pembaca. Tetap saja, pers, yang merupakan pilar ke-empat demokrasi tetap dianggap sesuatu yang berbahaya karena kemampuannya menggiring opini orang banyak.

Apalagi sebuah blog yang mayoritas dikelola oleh satu orang. Berapapun rujukan atau link referensi yang diberikan, hasilnya akan selalu mendekati titik subyektif dibandingkan obyektif.

Jadi, ada baiknya seorang pembaca menempatkan dirinya pada posisi netral saat membaca sebuah blog. Dengan begitu penilaiannya tidak akan tergiring ke arah yang dikehendaki oleh si blogger di luar kemauannya.

3> Konten blog itu bukan kebenaran

Sifat blog yang subyektif pada dasarnya sudah menjadikannya bukan “kebenaran”.

Kebenaran dalam dunia manusia harus melewati sebuah sistem yang disepakati, seperti pengadilan untuk memutuskan “benar” atau “salah” dalam sebuah peristiwa.

Sistem peradilan seperti itu pun masih kerap tidak menghasilkan produk yang “adil” dan “benar”.

Apalagi konten sebuah blog yang tidak melewati sistem.

Seberapapun banyaknya referensi yang diberikan, jangan pernah pandang konten blog adalah sebuah kebenaran. Pandanglah sebagai sebuah sudut pandang saja.

Bahkan, ketika konten itu hanya bercerita tentang pengalaman pribadi si bloggernya, belum tentu apa yang diceritakan memang yang sungguh-sungguh terjadi di dunia nyata.

Mayoritas tulisan seorang blogger secara sadar atau tidak akan melewatkan beberapa bagian, yang bisa jadi disebabkan lupa atau memang karena penulisnya tidak ingin pembacanya tahu.

Jangan pernah pandang tulisan pada sebuah blog adalah kebenaran. Tunda mengklik share sampai Anda yakin bahwa konten tersebut “lebih banyak benarnya” daripada salahnya, lebih banyak membawa manfaat (secara umum) dibandingkan keburukannya.

4> Jangan baper dan sensi

Baper atau sensi menunjukkan ketidakseimbangan dalam diri. Padahal, sebagai pembaca, seseorang sebaiknya berada pada titik netral.

Sebuah hal yang sangat disukai seorang blogger adalah ketika pembaca mengemukakan “emosi”nya setelah membaca. Hal itu menunjukkan artikel atau tulisannya berhasil memicu rasa di dalam diri pembaca.

Mau marah, gemas, kesal, bete, sekalipun, hal itu adalah bentuk ketertarikan pembaca dan memang diharapkan oleh seorang blogger.

Oleh karena itulah, banyak blogger yang memakai gaya berbeda, kasar, dan nyebelin, seperti contohnya Denny Siregar yang tidak henti berceloteh dengan gaya provokatif. Begitu juga dengan tulisan-tulisan di Mojok yang kadang memakai bahasa “luar biasa”.

Kalau tidak kuat mental dan baperan, hasilnya adalah hati yang menguasai dibandingkan logika.

Penilaian tidak akan pernah netral.

5> Baca dengan baik

  • TERBAIK : baca konten secara menyeluruh dengan begitu gambaran tentang apa yang disampaikan sang blogger tertangkap bukan dalam penggalan kata
  • KURANG BAIK : SCANNING & SKIMMING, karena resiko dan potensi salah menangkap isi yang disampaikan membesar
  • SANGAT TIDAK BAIK : MEMBACA JUDUL SAJA karena resiko kesalahan menangkap apa yang disampaikan mendekati 100%

6> Beri jeda

Terinspirasi dan termotivasi setelah membaca sebuah artikel di blog, apalagi dari yang disukai adalah sesuatu yang wajar. Merasa marah, kesal, tersindir, juga bukan sebuah hal yang aneh.

Semua itu sangat mungkin terjadi saat berkunjung ke sebuah blog.

Sebelum melakukan tindakan lanjutan, seperti melakukan share atau memberikan komentar, beri jeda “sesaat”, 10 atau 15 menit pun cukup.

Dinginkan kepala dan hati dan buang jauh-jauh perasaan “excited” dari hati dan kepala.

Baca lagi. Kalau rasa itu masih ada, beri jeda lagi.

Sampai akhirnya semua kembali ke titik netral dan barulah saat itu lakukan tindakan lanjutan yang dikehendaki.

Kecuali, kalau memang sama sekali tidak ada rasa itu timbul, tutup saja browser atau beralih ke blog lain.

7> Pergi bisa lebih baik

Blogger sangat menyukai komentar yang masuk di blognya. Hal itu akan membangkitkan semangat karena berhasil mengundang perhatian dari pembaca.

Tapi, pastinya, mereka tidak berharap pada komentar seperti, “nice info gan”, “thanks for sharing”. Hal itu sering malah bikin geram blogger.

Pergi tanpa jejak bisa merupakan pilihan yang lebih bak.

Hal itu juga berlaku jika Anda merasa marah atau tersindir karena sebuah konten. Daripada menghabiskan waktu dan merendam diri dalam kemarahan, pergi akan sangat membantu menenangkan diri.

8> Jangan terpengaruh “gelar”

Gelar semakin “murah” dewasa ini. Istilah-istilah keren, seperti “founder of AAA”, “writepreneur”, “digital marketer”, “digitalpreneur”, dan sejenisnya adalah “gelar generik” yang sebenarnya tidak memiliki makna.

Sama halnya dengan berbagai “sertifikat”, “ijazah”, atau bentuk pencapaian yang kerap dipajang blogger untuk membangkitkan kredibilitas diri.

Bila timbul dalam pikiran “wah nih blogger pasti orang hebat”, stop membaca dan tenangkan diri dulu. Penilaian Anda terganggu.

Sebagai pembaca, yang Anda perlukan adalah artikel/tulisan/konten, bukan tentang bloggernya punya gelar berapa banyak dan sudah mencapai apa. Inti sebuah blog adalah konten, bukan berapa panjang gelar blogger yang disandangnya.

Pencapaian atau gelar itu urusan pribadi. Kalau kontennya tidak menarik dan tidak bermanfaat bagi Anda, untuk apa harus membacanya.

Hanya satu gelar yang harus diperhatikan saat berkunjung ke sebuah blog. Kalau si blogger memasang gelar Alm. (almarhum/almarhumah), sebaiknya pergi saja daripada ketakutan.

9> Fokus konten

Mario Teguh tidak berani lagi nongol di televisi setelah kasus anak kandungnya yang tidak diakuinya. Karirnya meredup bukan karena masalah rumah tangga.

Tetapi, bukan berarti apa yang pernah diajarkannya melalui media harus diabaikan. Banyak hal baik yang terkandung dalam semua motivasi yang pernah diberikannya.

“Mutiara meski keluar dari mulut anjing sekalipun tetap mutiara”

Inti blog adalah konten. Suka atau tidak suka, penilaian seharusnya didasarkan pada isi dari blognya sendiri.

Tidak perlu terpaku pada foto atau tampilan lainnya, kontennya yang harus menjadi fokus.

10> Berpikir positif

Anda merasa terdorong untuk berinteraksi, baik pro dan kontra dengan si penulis blog, wajar saja. Itulah fungsi kolom komentar.

Ketika komentar Anda tidak berbalas, jangan langsung berpikiran negatif bahwa bloggernya sombong. Mayoritas blogger hanya memiliki waktu yang sangat terbatas.

Sangat mungkin sekali ia tidak punya cukup waktu untuk membalas komentar. Bisa juga ia sedang disibukkan oleh pekerjaan di dunia nyata.

Coba berpikir positif, walau sebenarnya tidak dilarang berpikir negatif, tetapi untuk apa merusak hati sendiri?

Selain itu, banyak blogger yang tidak meloloskan komentar yang “menentang” karena akan menjatuhkan kredibilitas dirinya sebagai penulis.

Tidak perlu marah, dimengerti saja, namanya orang sedang “usaha”.

Walau lagi-lagi, semuanya akan kembali ke diri sendiri, tetapi tidak ada gunanya juga merusak hati dengan rasa kesal dan benci hanya karena hal seperti ini.

Cukup tidak usah berkunjung ke blognya lagi saja, tidak perlu berpikir macam-macam. Toh, tidak ada gunanya juga.

Iya kan?

♥♥♥♥♥

Menjadi blogger yang “baik” itu sulit, tetapi menjadi “pembaca” yang baik pun tidak kalah sulitnya.

Hati kita kerap terdorong untuk melakukan tindakan berdasarkan “perasaan” dan “emosi” yang hadir di dalam hati, bukan penilaian logis.

Yang seperti ini lah yang mendorong banyaknya terjadi mis-informasi dan salah pemahaman.

Kok sarannya seperti saran saat bermedia sosial?

Yah, karena blog pada dasarnya adalah sebuah media sosial juga. Tidak percaya? Coba saja tanyakan kenapa Twitter, sebuah aplikasi medsos kerap disebut dengan aplikasi micro-blogging.

Perlakuan terhadapnya pun tidak akan berbeda jauh satu dengan lain.

Semua butuh kebijaksanaan.

Iya nggak?

(Kalau langsung menjawab IYA, auto TIDAK LULUS tes ala blog MM)

Yuk Berbagi....

32 thoughts on “Tips Menjadi Pembaca Blog Yang Baik”

  1. Huhuhu mas blogger sudah Alm bisa tulis gelar Alm, seram amat mas 🙈

    By the way, saya setuju sama poin yang mas jabarkan, terutama poin komentar saat sudah netral. Saya biasanya baca dulu, kemudian komennya setelah jeda beberapa menit, atau jam 😂

    Alasannya meski lebih karena butuh space nyaman untuk berkomentar while mostly saat baca blog teman sering pakai hape, tapi sebetulnya, dengan memberi jeda, saya jadi lancar dalam berkomentar. Semacam mendalami apa yang dituliskan teman-teman 😁

    Reply
    • Nah kan.. kalau ada yang pake gelar alm, barulah kita waspada.. iya nggak Kakak Eno..

      Hahahaha.. betul Kakak, memang sebenarnya bagusnya kalau mau berkomentar kita pahami dulu apa yang ditulis. Apalagi kalau dengan hati tenang dan kepala dingin, biasanya komentarnya bermanfaat dan memberikan insight baru..

      Terima kasih atas kedatangan Kakak Eno disini dan seperti biasa pasti meninggalkan pandangan baru yang menarik

      Reply
  2. Benar sekali pak, jangankan blog, bahkan website besar juga kadang bias dalam memberikan sebuah berita. Jika media itu dekat dengan orang atau kelompok itu maka akan ditampilkan yang baik sebanyak mungkin, kesalahan dibikin wajar.

    Tapi jika kontra, yang diberitakan ya yang jelek-jelek saja, apalagi tahun kemarin itu, banyak media yang bias dalam ngasih berita.

    Ealah, ini menulis tentang blog, kok malah aku bahas tentang website lain.🤣

    Oh ya ada satu yang kurang pas menurutku pas, Ketika komentar Anda tidak berbalas, jangan hubungi negatif bloggernya sombong, menurutku yang pas, Ketika komentar Anda tidak berbalas, jangan beranggapan negatif bloggernya sombong.

    Reply
    • Pada dasarnya blog atau website sih sama mas Agus cara membacanya. Hanya karena tulisan ini diarahkan ke blog, ya berkisah tentang blog, tetapi bisa diterapkan ke berbagai media yang lain.

      Sudah dikoreksi mas. Saya terlalu terbiasa memakai bahasa obrolan jadi penempatan kata kalau dan bahwa menjadi tercampur aduk. Makasih selalu atas koreksi dan pandangannya mas.. appreciate it a lot

      Reply
  3. Bentar… saya ngakak dulu Pak! wakakakakakakak!
    Ini adalah salah satu alasan saya suka baca blog ini hahahahaha

    Saya berasa punya teman berantem, juga teman yang sekata! 😀
    Salah satu blogger senior yang memang nyebelin emang Pak Anton ini.
    Untungnya saya sama nyebelinnya, jadi klop, wakakakakak

    Sukaaaaa banget ama tulisan ini Pak, isi hati saya banget nih.
    Entah mengapa, saya kok merasa para blogger tuh (sebagian sih, ada lingkaran tertentunya), seolah berlomba memamerkan bahwa ilmu mereka yang terbaik.

    Berlomba nulis, kalau blogger yang baik itu gini, yang bener itu gitu, dan menyalahkan blogger lain yang nggak sesuai dengan esensinya.

    Adapula tepat seperti yang bapak katakan di atas, bahwa sesungguhnya bukan penulis blog yang salah (sepenuhnya), tapi pembaca juga kudu cerdas.

    Bahkan website berita yang punya rambu-rambu dalam menulis aja, bisa saja menulis menggiring opini sesuai sponsor, apalagi blogger yang memang freelance, tanpa bos 😀

    Tidak semua tulisannya langsung benar adanya, kadang juga meneruskan hoax lainnya hahahah.

    Jadi, sangat lucu kalau ada beberapa blogger yang selalu ‘memaksa’ blogger hanya menulis tulisan yang bermanfaat (menurut mereka), jangan asal nulis dan mengotori google kayak sampah.

    Yang suka nulis curcolan kayak saya kan auto sedih bacanya huhuhu.

    Padahal ya, kalaupun tulisan saya salah dan terkesan menggiring opini pembaca, semua juga bukan semata salah saya.
    Tapi pembacanya aja yang kagak bawa sangu saringan hahahaha.

    Dan tentang gelar, bener banget!
    Owner, founder, dan lain semacamnya itu sering banget jadi panutan.

    Kalau saya enggak, semua kembali ke bukti sih, hahahaha.
    Thanks tulisannya Bapak 😀

    Reply
    • Ngakaknya udah belum.. tetangga pada bangun tuh padahal belum subuh. Hahahaha gelo si Rey mah, isuk-isuk (pagi-pagi) udah kelayapan di dunia blogging. Salut dah

      Yuk kita buat klub blogger Nyebelin… kayaknya udah cukup tuh ada dua anggota.. hahahahahaha…

      Yah, biasa Rey. Di dunia nyata bukannya yang seperti itu juga ada. Banyak malah. Kadang ego manusia selalu mengatakan diri mereka yang paling benar dan lupa bahwa sebenarnya dia cuma debu saja di dunia ini.

      Kalau saya pikir, yang seperti itu akan rugi sendiri karena mempersempit pola pandangnya sendiri.

      Pembaca justru harus bawa saringan yang luar biasa canggih. Dengan lubernya infomrasi, tugas mereka harus bisa menyaring dan memilah sebelum kemudian memilih. Kalau mereka menyerahkan sama penulis, wis kelar idup lu dah..

      Hahahaha.. makasih banyak juga kunjungannya Rey..Nggak nyangka dikunjungi blogger kalong sepagi itu

      Reply
      • Masih mending itu jam 4 pagi pak, mbak Rey kadang gentayangan di blog aku jam 1-2 malam. Kupikir lagi jaga lilin.🤣

        Memang kadang-kadang aku lihat ada blog yang seakan menganggap tulisannya sudah tingkat mastah, padahal bagiku masih ada beberapa kekurangan nya, cuma biasanya aku diam saja sih apalagi kalo ngga kenal.

        Yang lebih parah lagi ngaku mastah tulisannya belepotan eh pas lihat profilnya anak SMP apa SMA itu. Kalo dikasih tahu sukanya malah ngajak berantem. 😁

      • Iyah memang Mamak Rey itu mah bener-bener sampe saya pikir bagusnya dia dijadikan hansip saja sekalian ronda. Sayang kan kalau nggak dimanfaatkan tenaganya.

        Hahahaha….iyah, banyak yang memakai topeng secara berlebihan. Nggak tau dia kalau berhadapan dengan juragannya Bang Pepet..

        Banyak mas karena kebanyakan terindoktrinasi kalau mau berhasil harus melakukan branding profesional. Dan itu diterjemahkan dengan bersikap atau berlagak seperti mastah

        Padahal nggak gitu juga kalee, iya nggak sih?

  4. Ini lengkap dan detail Mas Anton!
    Bahkan ada beberapa hal yang aku luput saat jadi pembaca dan ada di sini dong! 👏👏

    Kemarin sempet baper sama tulisan blogger lain, hanya gara-gara dia nulis secara subjektif terkait isu-isu yang sensitif. Tapi ternyata aku pun ikut berperan dalam pengendalian diriku. Seperti kata Mas Anton, usahakan netral, emang marah tapi g sampai ngucap di kolom komentar, ngebatin sendiri 😬

    Bahkan mungkin tulisanku pun masih jauh dari kata objektif, maka dari itu berusaha untuk lebih selektif dalam pemilihan topik tulisan. Dan emang paling pas di daily life.

    Reply
    • Holaa Pipit..Nah itu kan bagus.. memberi jeda sesaat menurunkan emosi dan kemarahan. Nggak masalah sih sebenarnya kalau marah atau tersindir, tetapi jangan ambil tindakan selama marah.. Karena biasanya hasilnya nggak baik.

      Kalau nggak mau komentar, bagus kok..

      Sulit untuk menjadi benar-benar obyektif Pit karena tetap saja pandangan manusia itu lebih dekat ke subyektif dibandingkan obyektif. Dan, langkah yang bagus banget tuh memilih daily life, dan kalau diolah tetap akan memberikan banyak hal kepada pembacanya.. iya loh karena banyak orang yang akan merasa relate…

      Reply
  5. Jiahahaha Kak Anton jadi ikutan manggil Kak Eno dengan sebutan “Kakak” 🤣🤣

    Kedua, tumben ada banyak emot hati bertebaran di tulisan Kak Anton 🤭

    Ketiga, aku juga sama seperti Kakak Eno. Memberi komentar saat sedang netral, meskipun biasanya cenderung ke arah sedang excited dengan tulisan yang aku baca karena kebanyakan blog yang aku baca adalah yang personal hahaha. Kalau blog yang mengangkat isu-isu sosial, politik, aku akan memberi jeda sebelum berkomentar atau nggak memberi komentar sama sekali, hanya jadi penikmat konten aja, sebab kalau menulis isu-isu sosial atau politik itu pembahasan yang sensitif, aku masih menemukan diriku sulit untuk berkomentar netral untuk hal ini, jadi aku diam saja 😂😂

    Terus kadang aku suka skimming kalau topiknya nggak terlalu aku mengerti. Tidak baik ya 😂 aku kurang-kurangi deh wkwk

    Kak, terima kasih remindernyaaa!

    Reply
    • Hahahaha.. abis enak juga ternyata, sekaligus kan ntar ada yang KZL.. Jadi seru.. wakakakakak

      Nyari pembatas seksi dalam tulisan dan nemu karakter di kartu.. hahaha.. jadi lebih bagus dari sekedar garis putus-putus biasa…

      Emang kalau isu politik dan sosial rentan menimbulkan perdebatan panjang Lia, jadi saya maklum sekali kalau ada yang tidak mau berkomentar. Hahaha.. kalau saya malah seneng, soalnya ada medan perang.. wakakakaka…

      Nah, ada jurus lain Lia, kan udah disebutkan bahwa “terkadang pergi lebih baik” .. hahaha.. tidak baik juga menyiksa diri membaca sesuatu yang tidak dimengerti. Jurus ini tidak dilarang dipakai kok..

      Masama Lia-chan

      Reply
      • Kak Anton hobi sekali membuat orang KZL ya 🤣🤣🤣

        Kalau untuk pembatas seksi, gimana kalau pakai yang ini? 👻👻👻👻 Kan hantu suka ngagetin, orang yang dikagetin suka kesal. Efeknya sama bagi para pembaca di blog MM, suka dibuat kesal oleh Kak Anton jadi ini emot yang cocok 🤣🤣🤣

        Hahaha kalau ada peperangan, biasa wanita kan bersembunyi, jadi aku sembunyi aja sambil memantau 😝😝😝

      • Kayaknya bawaan sejak jadi orok Lia itu mah.. hahahahahaha

        Boleh, ntar saya cari.. mudah-mudahan ada icon seperti itu di WP.. hahahaha..Tapi ntar dua kali KZL. Udah sama tulisannya ditambah emot-nya.. pada ngebul nanti loh…

        Halahh… ngumpet sambil sorak-sorak.. wakakakakaka

  6. Nah kaaaan… baru kemaren mbatin, 2 post teratas MM yang tentang baca buku ama yang ini kok timbul tenggelam ya pas kubuka pakai hp…kupikir apa didraft ulang terus publish lagi, abis itu draft lagi terus publish lagi apa gimana #eee barusan kubuka lagi, uda muncul…takpikir kong anton lagi galau atau gemana…hihihi piece ah! Ataukah hengpong jadoelku aja yang lagi error hohoho

    Ow owwwww mengenai topik kali ini, ya aku pun menerapkan hal yang sama di beberapa kondisi

    Kupikir memang benar adanya, blogger itu manusia, tempatnya salah dan khilap, tak selamanya selalu nulis bener…tapi ya tak selalu juga nulis salah.

    Nulis pengalamanpun pembaca harus bisa paham bahwa itu bisa jadi relate dengan orang lain, tapi ya ga menutup kemungkinan kondisi tiyap orang beda-beda, jadi pembaca jangan ‘menuntut’ apa yang dituliskan penulis kok seolah-olah penulis harus tahu semua mua mua mua mua mua mua muaaaaaaanya #pake dialeknya spongebob squarepants yang terkesan nyebelin….apalagi yang terkait pengalaman kesehatan karena kondisi tiap manusia kan beda2…riwayat kesehatannya bagaimana ga sama…masa penulis diberondong pertanyaan kayak dokter sedosis obat-obatnya…atuh yang bener aja pembaca hahhahahahah

    Masalah nemu tulisan yang ga sreg di hati, aku juga milih melipir, malah kalau bisa ga sah dibaca sekalian, daripada ati keloro-loro, iya gasiiih…kok bisa tahu tulisannya bikin keloro-loro, ya mungkin ada keselip khilap sempat baca kata kunci dikit di judul atau beberapa intro hahaha…ya pokoknya mah, aku milih menjaga hati sendiri aja lah dengan sebisa mungkin ga mau nimbrung di tulisan yang terkesan bernada marah-marah entah ke siapa, sindir menyindir, atau apa lah….lelah hatiku membacanya, bukanya seneng malah tambah keloro-loro dan penuh syak wasangka…gabbagus juga buat mental akubya g kadang so fragile #emange ager-ager mbul fragile wkwkkww

    Ya mending aku cari tulisan yang asyik-asyik aja lah ya kayak fiksi dan yang lutju-lutju muahahhahaha

    Begitu dulu deh mas anton segenap komenku kali ini

    Saatnya balik badan dan…bersiap pulaaaang ! 😊

    Reply
    • Tar kucari penyebabnya Mbul, soalnya hampir nggak pernah tulisan yang sudah dipublish ditarik baik. Diperbaiki typo ia, tetapi nggak diswitch to draft. Kupikir masalah cache ini pasti…

      Sebelum bales komen yang lain, gayanya kok agak beda ya Mbul, abis makan apa nih.. hahahaha…

      Kalau kita bicara soal kesalahan, pada dasarnya kita juga berbicara kebenaran Mbul. Kedua hal itu adalah dua sisi mata uang yang hadir bersamaan. Meski salah satunya tersurat dan satu tersirat. Gitu Mbul, saya menekankan pada kesalahan karena kebanyakan pembaca terbiasa berpikir bahwa apa yang ditulis blogger adalah kebenaran.

      Nah, itu sih bener banget Mbul. Blogger pan bukan dewa yang tau segalanya.. hahaha.. blogger juga manusia dan punya keterbatasan. Nggak semua hal bisa dijawab. Cuma kadang ekspektasi pembaca berlebihan juga.

      Kupikir itu langkah yang baik menjaga hati sendiri. Bukankah itu yang terpenting dari semuanya. Kupikir itu memang harus dilakukan seorang pembaca.

      Baiklah, kalau sudah balik badan bayangannya jangan lupa dibawa balik yah… kemaren ketinggalan tuh

      Reply
  7. Mungkin karena isi pikiran manusia itu berbeda-beda makanya apa yang disampaikan seseorang lewat blog atau media ditafsirkan orang berbeda-beda pula. Kadang isinya menurut si A sangat menampar tapi menurut si B biasa aja begitupun sebaliknya.

    Oh ya mas mau tanya kenapa blognya kalau dibuka lewat chrome tidak kelihatan ada post terbaru tapi kalau dibuka lewat Opera mini terlihat ada post baru. Komentarnya pun begitu juga dibuka lewat chrome terlihat tak ada komentar atau terlihat ada komentar tapi jumlah tidak sesuai dengan jumlah komentar sebenarnya tapi kalau dibuka lewat Opera mini normal-normal aja dan anehnya lagi kalau sudah dibuka atau dikomentari lewat Opera mini blognya tampil normal. Apakah ini salah hp saya atau memang settingan blognya?

    Reply
    • Yap, prinsip dasarnya memang itu mas Kal El. Setiap manusia itu berbeda, jadi cara mereka menangkap sesuatu itu juga biasanya berbeda juga. Tidak akan sama. Makanya interpretasi dari sebuah tulisan jelas sangat mungkin berbeda pula, tergantung pengetahuan dan pengalaman masing-masing mas Her.

      Kayaknya bukan hp mas, rasanya masalahnya kayaknya ada dicache.. nanti saya coba bersihkan dulu mas karena mungkin aplikasi cachenya kurang bersih membuang limbah datanya.. Makasih mas sudah diberitahu.

      Reply
      • Kayaknya memang cachenya Mbul.. jadi karena Mbul sudah pernah berkunjung, jadi cache tersimpan, biasanya di yang pakai Chrome. Nah, seharusnya setiap satu hari cache itu terbuang, cuma entah kenapa ini kok tidak dibersihin.

        Sedang coba saya betulkan ya MBul.. makasih buat informasinya..

  8. Wah informasi baru. Saya baru ngeh Denny Siregar itu blogger juga 😅 selama ini tahunya pegiat medsos dan buzzer *disini salah satu contoh pembaca blog yg jgn dicontoh krn suka gagal fokus kalau ngeliat gambar atau pecahan info yg menarik*🤣🤣

    Reply
    • Yah Phebie.. telat… Denny Siregar punya blog sendiri. Isinya ga beda sih dengan yang biasa dia celotehin di twitter atau FB.

      Pakai blogger loh.. dulu yang pertama dihack “musuh besar” tapi yang terakhir pakai Blogspot (custom domoain) jadi lebih aman.. hahahaha… Pasang iklan juga loh..

      Reply
  9. Kayaknya aku kelamaan ngambil jeda mah komen di sini, akhirnya baca ulang lagi hehehe..

    Makasih Mas Anton udah diingatkan huhu.. Kadang masih suka ke-trigger kalau baca blog/artikel yang isinya ga sesuai sama pemikiran atau pengetahuan yang aku punya. Untungnya aku bukan tipe yang suka cari ribut jadi yaa dipendem aja kesel sendiri hahaha… Bener sih, tulisan orang itu subjektif, ga bisa kita berharap selalu sama dengan apa yang kita pikirin.

    Btw suka banget sama kalimat Mas Anton yang ini “Coba berpikir positif, walau sebenarnya tidak dilarang berpikir negatif, tetapi untuk apa merusak hati sendiri?”

    Setuju banget ngapain merusak hati sendiri dengan berpikir negatif kaan 😅

    Reply
    • Hahaha Eya rajin dibaca ulang.. abis ngumpet dimana Eya? #kepo

      Sekalian ngingetin diri sendiri juga Eya karena saya kan tukang berantem #ngaku… Akan selalu subyektif karena sisi pandang tiap orang berbeda-beda. Kalau sama biasanya menyenangkan kalau tidak biasa membangkitkan emosi, iya nggak sih?

      Hahahaha.. iya kan? Kita selalu punya pilihan dan tinggal kita mau yang mana..

      Makasih ya Eya sudah main ke sini.

      Reply
  10. seperti biasa, warbiyasah ulasannya Pak Anton
    aku sepkat mengenai gelar
    kadang aku baca gelar seorang blogger yang banyak banget eh isinya copy paste sebuah bacaan
    kan hmmmm
    dan juga blogger sebenarnya pembuka juga untuk merujuk sumber informasi yang lebih legit

    Reply
  11. Ahahaha… Kalo gelar penulis blognya almarhum, artinya di kuburan juga ada fasilitas internet dong Mas. 🤣

    Setuju ama Mas, blogger juga manusia. Tulisannya tak luput dari kesalahan dan tulisannya bukan sesuatu yang objektif.
    Jadi nikmati aja tulisannya, kalo nggak suka, jangan dihujat, kalo suka, jangan mendewakan juga.

    Reply
    • Ya kan kalau di dalam kuburan kita nggak tahu mas.. Siapa tahu saja ada sarana telekomunikasi.. wakakakakaka

      Yup, sebisa mungkin kita bisa tetap berada netral saat membaca

      Makasih mas sudah berkunjung ke sini

      Reply
  12. Aku komennya harus dari sisi pembaca blog yaa :D.

    Duuuh pas baca yg gelar almarhum, itu aku lgs inget blognya mas cumilebay. Ga tau deh, mas Anton kenal ga Ama dia. Dulu populer bgt. Pas mas cumilebay meninggal, untuk beberapa bulan ke depan aku msh sempet trus mampir ke blognya. Kayak msh g percaya aja mas cum udh g ada. Sampe kemudian shock, Krn ada tulisan baru di situ hahahahaha. Ternyata yg nulis sahabat2 dia :D. Yg ada malah nangis bacanya … Terharu aja mungkin :).

    Sebagai pembaca , aku berusaha untuk ngerti dulu isi konten yg kubaca. Baru kasih komentar. Kalo ga sesuai Ama isinya, aku milih pergi, ga ush komen, drpd mancing keributan. Aku ada Nemu bbrp tulisan dr temen blogger yg rasanya terlalu fanatik agama. Aku ga suka baca yg begitu. Biasa aku lgs close.

    Aku jrg ngelakuin scanning tulisan kecualiiii, tulisan itu udah banyaaaak bgt ditulis, cuma beda gaya bahasa :p. Biasanya tulisan2 yg diikutin dalam perlombaan produk tertentu :p. Sampe aku apal isi nya apa tanpa harus dibaca wkwkwkwkwkwk.

    Tapi balik lagi, aku ga prnh anggab penulis artikel yg kubaca 100% benar dalam menuliskan isi yg ditulis. Ga pernah. Aku anggab itu masukan yang bisa aku pertimbangkan kalo suatu saat ingin memakai/mencoba/membeli produk yg mereka tulis :D. Ngerti kok, kalo tulisan2 dlm blog gini, pasti jrg ada yg bener2 objektif. Namanya aja selera orang beda2 kaaaan :p. Media aja skr udh berat sebelah kalo nulis berita :p

    Reply
    • Bagaimana kalau dari sisi “teman” saja..

      Saya tahu cumilebay dan yah itulah jalan hidup seseorang. Kita tidak pernah tahu kapan akan “berhenti”. Memang sedih, tapi kan tidak ada pesta yang tidak berakhir.

      Betul, memang seharusnya begitu bahwa itu adalah sebuah masukan saja, tetapi sayangnya, kalau Fanny melihat di dunia nyata dan di dunia blog, banyak sekali yang langsung menelan apa yang ditulis oleh seorang blogger. Coba saja lihat di dunia internet marketing atau blogger tutorial. Bahkan ada loh yang menyebut seorang blogger sebagai nabi blogging..

      Ini loh yang berbahaya.. karena kenyataannya memang ada yang menelan apa saja yang dikatakan idola mereka dan mendewakannya

      Reply

Leave a Comment