Konsisten Ngeblog Kunci Perkembangan Blog – Neil Patel

Neil Patel, seorang pakar internet marketing dunia, merupakan seseorang yang pandangannya banyak ditangkap secara salah oleh blogger. Setidaknya blogger Indonesia.

Ia, setidaknya yang saya tahu, merupakan orang yang menyarankan memakai prinsip 20% menulis dan 80% promosi kalau ingin mencapai sukses.

Sesuatu yang banyak ditelan mentah-mentah oleh banyak blogger dan diterjemahkan dengan tidak perlu menulis banyak yang penting promosi gencar.

Padahal, sebenarnya tidak juga. Ia pernah mengatakan bahwa konsistensi ngeblog dibutuhkan bagi perkembangan sebuah blog. Tepatnya, ia mengatakan

“If you want to continually grow your blog, you need to learn to blog on a consistent basis.” 

Neil Patel

Terjemahan

“Kalau kamu mau mengembangkan terus blogmu, kamu harus belajar untuk ngeblog secara konsisten.

Neil Patel

Dalam pernyataannya itu, tidak ada kata bahwa seorang blogger cukup menulis sedikit saja. Bahkan, kalau ditelaah lebih jauh, ia menyarankan untuk terus melakukannya secara konsisten.

Bukan hanya menekankan pada promosi saja.

Betul sekali ia menekankan pada artikel panjang dibandingkan yang pendek. Namun, ia sampai sekarang pun masih menulis dan membuat podcast, secara rutin.

Dari sana terlihat konsistensi.

Berbeda dengan yang dilakukan banyak blogger Indonesia, ketika nama sudah terkenal, maka blognya dilupakan. Malahan, blogger baru pun merasa cukup dengan melakukan promosi dan tidak lagi menelurkan posting baru.

Padahal, kalau mereka pernah berkunjung ke blog Neil Patel, salah satu dari tiga blognya, maka mereka akan menemukan satu hal yang mencengangkan.

Di sana ada ribuan artikel, iya ribuan, dan bukan hanya 20-30 artikel panjang saja. Yang ada di sana ribuan artikel panjang dan podcast.

Ia tidak berhenti ngeblog.

Coba saja berkunjung ke blognya tersebut dan kemudian klik tombol “Load More”. Tangan Anda akan pegal karena seperti tidak ada habisnya artikel baru dimuat ke layar monitor.

Yang seperti ini membuat saya bertanya-tanya. Apakah mereka yang merujuk dan memakai namanya sebagai pembenaran untuk menelurkan beberapa artikel saja, lalu promosi terus, sudah benar-benar membaca dan belajar sesuatu di sana?

Ataukah, mereka hanya memungut apa yang mendukung teori mereka saja dan tidak melihat faktanya?

Apa pandangan Anda dalam hal ini? Boleh tahu?

Leave a Comment