“Tidak Ada Yang Membaca Blog Karena Bagus Tata Bahasanya” – Bill Widmer

Tidak Ada Yang Membaca Blog Karena Bagus Tata Bahasany - Bill Widmer

Apa alasan Anda membaca sebuah blog? Mencari informasi? Mencari tutorial? Mencari inspirasi?

Tapi, pernahkah Anda ingin membaca sebuah blog karena tata bahasanya bagus? Jawabannya tidak ada.

Bahkan sebagian besar pembaca tidak mempedulikan kalau tata bahasa di sebuah blog itu sesuai PUEBi atau tida. Penulisan blog biasa menggunakan bahasa percakapan dan bukan bahasa tulisan.

Seorang blogger merangkap internet marketer asal Amerika Serikat, Bill Widmer, yang sudah menulis lebih dari 1000 artikel untuk perusahaan publikasi terkenal, mengatakan

“No one – and I really mean no one – will ever read your blog just because your grammar is spot on. If “good grammar” is the only thing you have going for you, you’ve lost.”

Bill Widmer

Terjemahan

“Tidak ada seorangpun – dan saya serius tidak seorangpun – akan membaca blogmu karena kaidah berbahasamu tepat dan baik. Jika “tata/kaidah bahasa” merupakan satu-satunya yang menjadi fokusmu, kamu akan kalah”

Bill Widmer

Pandangan dari blogger sukses sambil berkelana di atas karavan miliknya ini, memang tepat.

Pada dasarnya, bagian terpenting dari sebuah blog adalah cara menyampaikan idenya, bukan tata bahasanya. Selama ide tersebut tersampaikan dengan baik, dan dengan cara yang menarik, maka peluang blog itu sukses akan semakin besar.

Bukan berarti penulisan harus mengabaikan semua kaidah berbahasa, tetapi tidak seharusnya tata bahasa mendapat perhatian yang berlebih.

Pembaca blog lebih relaks dan mereka hampir tidak pernah mempermasalahkan mengenai titik, koma, atau kesalahan ketik. Selama tidak terlalu mengganggu mereka lebih permisif.

Sebaiknya yang harus dilakukan adalah fokus pada cara penyampaian ide, memikirkan ide yang berbeda, atau memakai waktunya untuk hal yang lebih menunjang blognya.

Bukan fokus pada tata bahasanya.

Kecuali Anda seorang grammar nazy. yang senang mengulik kesalahan berbahasa orang lain.

Ada yang sepakat dengan pandangan si Bill? ataukah lebih condong fokus pada tata bahasa saat menulis?

Kalau saya sih, tanpa dipaksa sepakat dengan si Bill, meski belum sesukses dia yang mendapatkan ratusan ribu dollar pertahun.

Leave a Comment