Rekomendasi Laptop Terbaik Untuk Blogger

Selamat Malam Kawan MM!

Boleh tahu apa merk laptop yang kawan pergunakan untuk kegiatan ngeblog? Berapa kecepatan CPU-nya? 4 GHz atau 16 GHz? Berapa kapasitas HD (Hard Disk) nya? iCore berapa?

Rinci sekali yah pertanyaannya. Tentu saja, komputer dalam berbagai bentuk, baik desktop, notebook, atau laptop merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang blogger. Dari sanalah semua konten blog dibuat dan diterbitkan.

Tanpa perangkat ini saya cukup yakin jumlah blogger tidak akan sebanyak sekarang.

Memang, saya cukup tahu bahwa banyak blogger tetap merasa nyaman ngeblog lewat ponsel cerdas a.k.a smartphone (padahal ini juga komputer loh, cuma dibedakan dalam tulisan ini), tetapi bagi saya sendiri, menulis di notebook jelas lebih nyaman. Mata tua saya akan berurai air mata kalau harus melototin layar ponsel yang kecil.

Saya pikir demi kesehatan mata, ngeblog itu yang terbaik dilakukan di depan layar monitor notebook atau komputer.

Namun, beberapa waktu yang lalu saya sempat membaca seorang kawan blogger mengatakan laptopnya lelet dan ia merasa menyesal sudah membelinya karena merasa keleletan komputernya menurunkan produktivitas sebagai blogger.

Kemudian, saya juga menelusuri Google dan menemukan berbagai rekomendasi laptop terbaik untuk blogger. Kebanyakan mengiming-imingi bahwa kemampuan seorang blogger akan meningkat kalau memakai komputer jenis ANU dan INU.

Nah, terdorong oleh semua itu, saya mau ikut meramaikan suasana dengan memberikan rekomendasi notebook terbaik untuk para blogger.

Hanya, karena tidak etis menyebutkan merk/brand,. Juga, supaya tidak membuat pusing kepala dengan istilah perkomputeran, saya akan memberikan anjuran, saran, atau apalah namanya, secara singkat saja.

Saran saya adalah

PAKAI PERANGKAT KOMPUTER APAPUN YANG SEKARANG KAMU PUNYA !! NGGAK USAH PUSING-PUSING DAN BACA BULLSHIT (OMONG KOSONG) TENTANG LAPTOP TERBAIK!!

Maniak Menulis

Rekomendasi yang aneh yah, tetapi, sebelum dianggap saya sekedar beromong-kosong, saya branding diri sendiri dulu yah,

  • saya blogger : jadi jelas saya memiliki pengetahuan cukup tentang kebutuhan rata-rata seorang blogger
  • saya juga bagian IT di kantor : pembelian perangkat komputer/notebook untuk keperluan kantor saya yang menentukan
  • saya bisa merakit komputer sendiri
  • saya juga seorang fotografer dan memerlukan perangkat untuk mengedit foto
  • saya juga seorang pembuat website berbasis wordpress dan jasanya sudah dipergunakan secara komersial juga

Jadi, boleh kan saya berbicara tentang notebook terbaik karena komputer, notebook, laptop sudah merupakan bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan saya.

Nah, kenapa saya menyarankan tidak perlu pusing memikirkan untuk mencari-cari komputer terbaik untuk ngeblog? Ya karena sebenarnya blogger tidak membutuhkan banyak untuk melakukan kegiatannya.

Yang dilakukan blogger hanyalah

  • membuat tulisan (teks)
  • mengedit foto
  • mengutak atik HTML/Coding (jarang sekali)
  • Membuat desain? Ah masa sih, paling juga menggunakan Canva, iya nggak? Tapi OK-lah karena sebagian blogger juga membuat desain sederhana

Nah, perlu spesifikasi notebook seperti apa untuk semua itu?

Baiklah, saya perlihatkan spesifikasi notebook yang saya pakai saat ini.

Nah, itulah spesifikasi komputer yang saya pergunakan sampai sekarang sejak sekitar 4 tahun lalu.

Bukan iCore 7, bukan iCore 5, masih Celeron saja yang katanya secara performa tertinggal jauh dari berbagai versi iCore. Bahkan, mungkin ada kawan MM yang memakainya saat ini, komputer yang tercanggih.

Tapi, sekarang coba, bandingkan hasilnya dalam kaitan dengan urusan blogging

  • 13 blog (sebenarnya lebih sebagian sudah dihapus atau tersembunyi)
  • secara total hampir 5000 tulisan
  • 3 website komersial sudah dihasilkan, 2 sedang dalam proses pengerjaan
  • perhari rata-rata menghasilkan 2000-4000 kata
  • ribuan foto sudah diedit menggunakan komputer ini untuk pengisi blog (selain untuk beberapa sesi prewedding/komersial)
  • beberapa website pro-bono (gratis) untuk organisasi sosial
  • ratusan (ribuan) komentar sudah disebarkan di berbagai blog, ribuan komentar sudah dibalas memakai komputer ini.

Berapa yang Anda hasilkan dengan notebook yang Anda pakai? Bisa melebihi?

Jangan bilang hasilnya di bawah itu yah karena seharusnya sebuah komputer/notebook yang lebih baik, lebih canggih secara spesifikasi, harus memberikan output yang lebih banyak dan lebih baik.

Kalau tidak? Lah, untuk apa beli yang lebih canggih?

Lovely Bogor Network dilahirkan dari sebuah notebook yang lebih tua dan lebih lamban dari notebook HP yang saya pakai sekarang. Tangkai monitornya sudah patah dan spesifikasinya jauh di bawah yang sekarang.

Saya baru berhenti memakainya ketika ia tewas kena serangan jantung secara tiba-tiba.

Mayoritas kegiatan seorang blogger adalah menghasilkan teks dan kebanyakan orang tertipu dengan beranggapan bahwa prosesor yang lebih modern dan lebih cepat akan membuatnya lebih cepat juga.

Padahal sama sekali TIDAK. Mau pakai iCore 5 atau Celeron, kecepatan pengetikan tidak terlalu berpengaruh. Karena intinya, ada pada yang ngetik dan bukan komputernya. Mau pakai iCore7 tapi ngetiknya lama atau malas, ya tetap saja lemot. Apalagi kemudian internetnya lemot juga, hadeh.

Foto? Semua orang tergila-gila pada Adobe Lightroom yang katanya membuat foto “bagus” dan punya tone enak dilihat dan Lightroom butuh komputer yang mumpuni (karena memakai memory yang banyak untuk render dan grafis-nya).

Terus terang, saya tertawa saja karena banyak foto yang diklaim “bagus”, sebenarnya tidak bagus. Garis horison miring, Point of Interest nggak jelas, kadang subyek blur, dan banyak lagi lainnya.

Foto yang bagus bukan berintikan pada aplikasi yang dipakai, tetapi pada orang yang mengoperasikan kamera. Mau notebook iCore 200 sekalipun kalau foto yang dipakai tidak bagus, hasilnya akan ya begitu deh.

Tapi kan yang lebih modern dan canggih lebih ringan dan bisa dibawa kemana saja? Ya, benar notebook sekarang makin ringan. Tapi, saya akan tanyakan saja, berapa banyak tulisan yang Anda hasilkan di jalanan? Banyakan mana dengan yang Anda hasilkan di meja kerja?

O ya, saya lupa bilang, notebook saya baterainya sudah mati. Karena malas dan sepertinya sudah tidak ada penjual baterainya, kemungkinan notebook saya ini tidak akan pernah punya baterai baru. Jadi tidak mungkin dibawa kemana-mana.

Lelet? Memang pernah menghitung selisih waktu ngetik 1000 kata di komputer canggih dengan komputer tua, seperti punya saya? Mana yang lebih cepat? Jawabannya, kalau yang terbiasa mengetik 10 jari dibandingkan yang mengetik dengan 6 jari, biasanya yang 10 jari lebih cepat, meski itupun tergantung orangnya.

Bukan komputernya.

Itulah kenapa segala macam tips dan rekomendasi terkait laptop/komputer terbaik untuk kegiatan ngeblog itu sebenarnya hanya bullshit alias omong kosong saja. Semua hanya gimmick marketing supaya kaum blogger mau mensugesti diri bahwa mereka akan menjadi lebih baik dengan membeli produknya.

Komputer/laptop/notebook memang penting dalam kehidupan seorang blogger, tetapi bukan yang TERPENTING.

Bagian terpenting adalah BLOGGERNYA.

  • Kalau bloggernya punya manajemen waktu, beberapa detik lebih lamban saat komputer dinyalakan atau software dibuka bukanlah sebuah masalah besar karena waktu menunggu bisa dipergunakan untuk mencoret-coret ide di selembar kertas
  • komputer yang tua dan sulit memakai aplikasi Lightroom, TIDAK PERLU MEMAKAINYA. Lightroom diganti dengan aplikasi Photoscape atau GIMP yang lebih sedikit memakan memori, bahkan kadang memakai Paint juga cukup
  • kegilaan pada Canva bisa digantikan dengan Photoscape atau GIMP yang gratis ditambah dengan imajinasi dan kreativitas
  • jika bloggernya kreatif, dengan komputer tua sekalipun, 10 artikel seminggu bisa dihasilkan, kalau malas, 1 sebulan saja sulit

Bukan berarti tidak boleh membeli komputer yang Kawan suka. Bagaimanapun itu terserah individunya, sesuai selera dan budget masing-masing. Kalau memang tertarik dan ingin membeli, beli saja.

Namun, kemukakan alasan yang lebih masuk akal. Bilang saja karena ingin beli atau supaya terlihat lebih keren dan berkelas.

Saya tidak akan berkomentar.

Tapi, kalau alasan yang dipakai adalah untuk meningkatkan kemampuan ngeblog, yah, mungkin saya akan mengajak “berlomba” untuk membuktikan.

Yuk, kita buat 100 artikel 500 kata dalam sebulan. Saya akan tetap memakai si Notebook HP tua dengan Prosesor Celeron saja dan Kawan MM boleh pakai notebook manapun yang terbaru dengan prosesor iCore 7 atau AMD yang terbaru.

Kita coba siapa yang bisa lebih cepat menyelesaikan 100 artikel tersebut.

Pakai komputer atau perangkat apapun yang kita punya.

Tidak perlu terpengaruh omong kosong rekomendasi notebook/komputer terbaik untuk blogger dan kegiatan ngeblognya. Jangan juga beromong kosong menganjurkan untuk memakai komputer merk ini dan itu karena spesifikasinya akan menjadikan Anda blogger yang lebih baik.

Ngeblog tidak butuh banyak perangkat canggih.

Yang dibutuhkan adalah orang yang “canggih”, yang “kreatif”, yang tidak malas.

Yuk Berbagi....

30 thoughts on “Rekomendasi Laptop Terbaik Untuk Blogger”

  1. Pernah saya mengomentari seorang blogger yang sedang promosi sebuah laptop.. Katanya Kalau ingin serius jadi blogger gunakanlah Laptop cap Janda..🤣

    Saya langsung mengomentari… “Semua cuma alat, Yang terpenting Qualitas bloggernya Paul”…. Komentar sayapun tidak terbit… Justru yang terbit komentar2 nggak berbobot.🤣 🤣 🤣

    Semuanya cuma alat yee kong intinya yaa qualitas blogger itu sendiri…😊

    Saya dirumah PC ada, Laptop ada, Smartphone ada… Pernah ngalamin malas nulis, Dan apa yang terjadi 3 alat canggih tersebut tak berfungsi semuanya.😊

    Jadi semuanya cuma alat…Hp butut kalau bloggernya berqualitas bisa jadi tulisan menarik, Contohlah ente yang punya 13 Blog.. 😊

    Kalau saya sekarang nyaman ngeblog pake Hp karena bisa dibawa kemana-mana, Biar simplelah pokoknya…Meski intinya yaa alat2 juga.😊😁

    Udah aah gw lagi nyuci…Cucian gw setumpuk.🤣 🤣

    Reply
    • Titip baju gue Tong Satria.. bini di rumah lagi ngambek nih.

      Pastilah komentarmu tidak diterbitkan, namanya orang lagi usaha/jualan, nah elu ganggu barang dagangannya.. wakakakakak… nasibmu sama kok Tong sama gue. Beberapa kali pernah mengalami komentar tidak terbit karena menentang apa yang ditulis .

      Jadi harap terima nasib yah…

      Tul tong, alat mah alat, tidak banyak ngaruh. Makanya kalau ada yang bilang soal laptop ideal buat blogger, gue akan segera tau, bahwa orang itu pasti sedang ngibul dan mencoba membohongi orang, termasuk dirinya sendiri…Bullshit doang Tong

      Reply
  2. Memang yang utama dari seorang blogger adalah membuat tulisan atau artikel. Mau canggih laptopnya tapi kalo bloggernya malas ya tidak jadi menulis postingan. Dengan laptop lama jika rajin bisalah membuat dua atau tiga artikel per Minggu atau bahkan tiap hari. Daripada laptop canggih harga 20 juta tapi buat nonton YouTube dan main game saja.

    Nah, tapi beda halnya orangnya sama sama suka menulis dan punya waktu ngeblog yang sama. Jika pakai laptop lama maka harus sabar membuat artikel karena kadang loading. Setelah membuat artikel agar bagus dikasih gambar. Tapi mau buka aplikasi gambar di laptop harus sabar karena prosesor nya lambat. Setelah terbuka juga harus sabar mau edit mengedit karena memang lemot. Akhirnya setelah selesai edit mau dimasukkan ke artikel ternyata loading lagi, terus menunggu akhirnya loading selesai, tapi giliran mau dikerjakan eh baterai lowbet, terpaksa di kerjakan besok lagi karena sudah lelah menunggu, sama lelahnya dengan menunggu mantan yang tidak mau diajak balikan. Akhirnya dalam seminggu paling hanya buat dua atau tiga artikel.

    Nah, kalo laptopnya cepat prosesnya maka membuat artikel dan edit gambar jadi mudah. Menulis juga jadi semangat karena prosesnya cepat. Dalam sehari bisa buat satu artikel bahkan mungkin dua. Dalam seminggu bisa buat 7-10 artikel. Lebih banyak yang pakai laptop bagus kan, selain itu juga punya waktu luang lebih banyak sehingga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan bermanfaat lainnya, misalnya nongkrong ngopi di warung janda muda.🤣

    Laptop memang hanyalah alat, yang utama manusianya, tapi menurutku jika laptopnya oke lumayan membantu. Sama seperti jika beli hape yang harganya dibawah sejuta sama yang dua juta, lebih oke yang dua juta.😃

    Reply
    • Juragan Bang Pepet datang.

      Saya mah cuma bisa bilang, ahh itu mah perasaan Den Agus saja. Alasan klasik yang biasa dikemukakan orang saat ingin membeli sesuatu karena menginginkannya. Bukan berdasarkan fakta dan logika.

      1. memang ada mas blogger yang sama kemampuan dan segala sesuatunya? Bahasan teoretis karena hal itu tidak mungkin terjadi, selama manusia berbeda, maka tidak akan ada blogger yang sama. Jadi perbandingan seperti ini murni hanya pada tataran teoretis dan tidak akan pernah terjadi. Lagi juga, mengukur kemampuan blogger seperti apa? Bagaimana caranya?

      2. hahahaha… kelihatannya benar yah… Boleh saya coba tanya sama mas, berapa tulisan yang mas terbitkan dalam satu hari? Berapa banyak kejadian yang mas alami soal loading, lambreta, lobet dalam sehari yang mengganggu pekerjaan sebagai blogger?

      Seorang yang menerbitkan artikel 1 kali dalam satu minggu, kemudian mengeluhkan soal betapa lambannya komputer yang dipakai, sebenarnya menunjukkan sesuatu yang nggak beres. Memang nggak bisa ngatur waktu? Memang nggak bisa menunggu beberapa menit? Padahal cuma 1 artikel seminggu.

      Kalau seorang wartawan yang dituntut mengirimkan konten 10 artikel perhari, maka kecepatan perangkat akan berpengaruh. Makanya, kan saya ajak lomba mas, saya dengan komputer lambreta dan yang punya kompi super canggih, bisakah menghasilkan 100 tulisan dalam satu bulan, atau secepatnya.

      Saya ingin menunjukkan bahwa kebanyakan blogger sebenarnya juga ngebullshit diri sendiri dengan mengatakan butuh komputer super canggih supaya bisa berkembang, padahal tetep saja, 2-3 kali seminggu ajah udah bagus

      3. Seorang blogger yang baru bisa merasa bersemangat kalau punya komputer canggih tidak akan bertahan lama mas. Komputer akan mengalami penurunan performa suatu waktu, internet pasti akan ada downnya. Jadi, setiap ada hambatan, mutung sendiri.

      Seorang blogger seperti mas Agus sendiri tahu harus bisa me-manage diri sendiri menghadapi hal-hal seperti ini dan tidak perlu menunggu dari luar.

      Kalau komputernya dah canggih, terus apa pasti ia akan semangat terus, yah ini satu lagi sebuah omong kosong karena kenyataannya, malas itu juga tidak disebabkan oleh perangkat yang ada. Malas itu lahir dari sebuah hati yang malas.

      4. Sekali lagi, teoretis mas. Laptop 100 juta tidak akan memberikan hasil apa-apa kalau operatornya bego, laptop 2 juta bisa menghasilkan duit besar kalau di tangan orang yang mampu mengolah. Laptop yang baik itu adalah laptop yang produktif bukan yang sekedar bisa dibandingkan harganya atau spesifikasinya. Dan, laptop baru bisa produktif kalau ada orang yang mengoperasikannya.

      Laptop 100 juta kalau dibandingkan dengan yang 2 juta akan tetap sama, laptop. Cuma pikiran manusia digiring dengan marketing bahwa ia akan menjadi superman kalau memakai laptop seratus juta dan hanya menjadi pengemis kalau memakai laptop 2 juta.

      Saya kasih contoh ya mas, di sekitar rumah saya ada seorang tetangga yang punya kamera Mirrorless tipe mahal, harganya 2-3 kali kamera saya. Tapi, kalau ada acara apapun, saya dan si Kribo yang dicari untuk membuat dokumentasi, padahal yang lain tahu kamera si tetangga lebih baik, kenapa mas? Ya karena saya bisa menghasilkan yang lebih baik dengan kamera biasa dan tetangga yang satu cuma bisa motret selfie doang..

      Makanya saya bilang bullshit dan yang mas ajukan adalah alasan klasik karena pada dasarnya tidak ada orang yang sama. Jadi tidak seharusnya ada segala rekomendasi laptop terbaik untuk blogger, yang seperti itu adalah pembodohan dan omong kosong saja. Bohong besar. Pikiran orang hanya diarahkan untuk membeli produk meski sebenarnya menyesatkan

      Reply
      • Kalo laptop saya nyerah deh pak, soalnya saya cuma beli laptop satu kali saja, laptop baru merk-nya tidak usah disebutkan tapi aku beli laptop itu karena tergiur harganya murah, dibawah tiga juta tapi diatas dua juta. Eh laptop apa netbook ngga tahu apa namanya. Dapat duit di mywapblog dulu sebelum tutup.

        Aku padahal cuma install beberapa aplikasi seperti chrome, Opera browser, coral draw dan anti virus sama aplikasi bawaan dari sananya.

        Pertama laptop oke sih, tapi setelah empat atau lima bulan jadi lelet. Kalo chrome buka satu dua tab masih oke, tapi kalo diatas 5 tab loading lama, harus tunggu sekitar setengah menit baru lancar. Terus aku coba buka Mozilla (Chrome lupa ditutup) loadingnya lama. Aku sih maklum namanya juga laptop murah jadinya sabar. Sehari paling buat satu artikel karena memang aku kuli yang tidak banyak waktu pegang laptop atau netbook.

        Nah, kebetulan aku punya ponakan yang kuliah dan punya laptop core i3, katanya beli 5.5 juta. Karena waktu itu laptopnya nganggur lalu aku pinjam.

        Aku kaget, buka chrome lancar saja sampai 10 tab, aku tes buka Mozilla Firefox juga oke dengan lima tab, lancar jaya tanpa harus menunggu semenit loading yang bikin bete. Jadinya semangat buat artikel, dalam sehari bisa buat tiga empat artikel, dalam sebulan bisa lah 50-100 artikel. Kalo pakai laptop lama, paling 25-30 artikel, mentok 40 itu udah bagus.

        Sayangnya ngga sampai dua bulan sudah ditarik lagi karena ponakan saya ada tugas yang harus pakai laptop katanya, terpaksa deh laptopnya dibalikin.🤣

        Saya terpaksa kembali ke laptop yang lelet itu. Setelah itu ada ponakan lainnya yang mau beli laptop, akhirnya aku jual saja dari pada bikin bete dan duitnya buat beli hape buat ngeblog sampai sekarang.

        Iaptop memang hanya alat pak semuanya tergantung pemakainya, tapi jika alatnya agak mumpuni bisa meningkatkan produktivitas.

        Ini sama dengan saya macul dulu. Kalo pakai cangkul yang tajam dan lebar itu hasil suwatan sawahnya cepat kelar. Kalo cangkulnya udah ngga tajam ya tenaga cangkulan harus gede agar tanahnya keangkat banyak tapi cepat bikin capek. Kalo yang tajam ngga terlalu capek, cepat selesai dan bisa ngopi di warung tetangga sebelah.

        Jadi kalo disuruh pilih cangkul yang tajam dan tumpul, tentu saja saya pilih yang tajam agar pekerjaan cepat kelar.

      • Psikologis mas.. barang baru semangat baru, tetapi apakah hal itu berlangsung terus? Karena mas hanya mencoba dua bulan saja.. Tidak lebih dari itu. Sudah diuji setelah lebih dari itu? Belum mas hanya berasumsi, tidak terbukti. Apakah mas terus menghasilkan 40 artikel dengan laptop yang lebih baik?

        Parah sekali kalau produksi turun hanya karena laptop berganti, berarti mental mas agus harus diperbaiki karena mudah sekali terpengaruh.

        Apakah bisa meningkatkan produktivitas atau tidak ya orangnya juga mas… ? Efek barang baru biasanya semangat, tapi apa terus, nggak dijamin.

        Pacul tajam kalau petaninya malas gimana mas? Pacul tumpul adalah karena petaninya malas mengasah paculnya dan jarang memakai pacul, makanya tumpul. Kebodohan berpikir bahwa pacul tumpul terjadi begitu saja dan tidak melalui proses kemalasan dari sang petani mengurus peralatannya

        Apakah barang berteknologi tinggi meningkatkan produktivitas ngeblog, nggak jamin, bullshit saja karena yang menentukan orangnya.

      • Sebenarnya bisa sih nulis lagi sanggahan argumen pak Anton tapi ngga enak, udah kepanjangan soalnya, nanti yang lihat dikira saya bertengkar padahal cuma ngobrol santai ya pak.😁

        Tos dulu lah pak.😃

        Sttt, dulu saya memang saya bikin blog download film tapi sejak domain diblokir kena internet positif akhirnya berhenti, ganti domain sampai 3x diblokir semua, capek belum lagi hasilnya ngga seberapa. Begitu sewa hosting habis tidak aku perpanjang karena duit ngga cukup.

        Aku beli hosting sekitar 250 ribu udah unlimited, mana gratis’ domain lagi. Eh giliran perpanjangan 700k. Ternyata lagi promo waktu itu.🤣

      • Saya percaya mas bisa.. dan sebenarnya justru menunggu sanggahan mas… hahaha malah berharap memang yang membaca berpikir bahwa kita sedang berantem…

        Kan malah seru..

        O yah.. saya hanya menduga saja mas, karena biasanya yang mengerjakan subtitle itu pasti berkaitan dengan download pelem.. hahaha.. berarti tebakan saya bener.. Insaf ya mas.. wakakakakakaka

    • Justru laptop ponakan saya itu lebih lama dibandingkan dengan laptop yang baru saya beli, sudah setahun dibandingkan saya, maklum duitnya harus ngumpulin recehan demi recehan adsense jadi lama. Kalo ponakan saya kan tinggal minta ortunya.

      Tapi saya setuju kalo semua kembali kepada pemakainya, mau punya laptop harganya 15 juta (eh ada laptop harganya 15 juta ya? 🤔) Tapi kalo malas ya ngga bakal bisa bikin satu artikel. Kalo orangnya rajin seperti pak Anton biarpun pakai laptop jadul bisa bikin puluhan artikel.

      Tapi kalo misalnya saya dikasih dua laptop, yang satu jadul dual core 1.8 GHz dan satunya core i3 2.8 GHz jelas saya pilih yang core i3 karena kinerjanya lebih bagus sehingga pekerjaan lebih cepat selesai dibandingkan harus sabar menunggu loading terus. Saya pernah tuh ngerjain edit subtitle film, loading nya lama sekali karena subtitle nya panjang. Saya tunggu sampai lima menit masih loading, ku tinggal bikin mie eh masih loading padahal sudah 10 menit. Akhirnya aku tutup paksa saja, gagal deh buat edit subtitle. Saya lalu ke ponakan dan dibuka gampang, ngga nyampai semenit sudah terbuka semua subtitle nya.

      Tapi memang kembali pada manusia nya, kalo malas biarpun pakai core i7 juga ngga bakal bisa edit subtitle.

      Btw, maaf pak kalo ada yang ngga berkenan, jangan ngambek dong.😂
      (Aku yakin ngga ngambek lah karena pak Anton orang baik.🙂)

      Reply
      • Hahahaha.. nggak lah mas Agus, ngambek mah… justru yang mas utarakan bagus karena mewakili pola pikir kebanyakan orang.

        Nah, saya sih mau tanya, kalau laptop mas 1.8 Ghz saja.. kemudian mas cuma punya itu saja. Lalu apakah mas ganti dengan laptop yang iCore3 supaya ngeblognya lebih baik.

        Ingat yah.. di atas tulisan tentang apa mas Agus? Blog kan?

        Coba aku mau tanya.. ?

        Berapa lama bikin subtitle mas? Berapa beda waktu antara kalau pakai 1.8 Ghz biasa dan pake Core3..

        nah aku cuma mau nanya lagi,

        1) apakah blogging perlu bikin subtitle? Jangan lupa ya mas, saya membedakan antara wartawan, kemudian untuk edit film, dengan ngeblog. Karena ngeblog bukan editing film yah..karena saya paham sekali untuk mengedit film butuh komputer yang lebih kuat.. (mengedit yah)

        2) Bikin subtitle juga ga selalu perlu terus menerus memakai komputer yah… file subtitle bisa dibuat terpisah dan bisa digabungkan dengan mudah…pakai extension film mkv juga bisa, bisa kemudian memakai any video converter diubah jadi mp4 tidka masalah.. lalu dimana masalahnya?

        3) terus terang dengan komputer saya juga nggak masalah untuk mengerjakan subtitle sebuah film sekalipun. Bikin clip video, menggabungkan clip, sampai mengcropping video pun bisa dilakukan. Memasukkan subtitle nggak akan seperti yang mas bilang kalau bikin mie terus ngga beres beres.. mas melebih-lebih kan karena saya sudah berulangkali melakukan itu dan nggak yang seperti mas katakan…

        Jangan buat seakan akan sebuah komputer dengan 1.8 Ghz itu luar biasa lamban dan bego yah.. karena kenyataannya tidak begitu. Maaf maaf saja..penjelasan mas soal bikin mie komputer nggak kelar kelar nggak masuk akal, karena pengalaman saya ngurus komputer, hal itu terjadi kalau komputernya mati…

        Tapi, boleh nanya, emang mas agus ngeblog sampai harus bikin subtitle? Kecuali mas bikin website untuk download film yang artinya sebenarnya bukan blog…

        Ingat ya mas ini komputer cuma celeron dan saya tidak menemukan masalah seperti yang mas bilang..

  3. Plot twist banget mas!!
    Pas baca judulnya, waduh.. aku udah kegi sendiri, soalnya laptopku ini nggak lawas banget sih, cuman ya itu, kalau ditanya rekomendasi, asal laptopku masih sehat walafiat, bisa buat nulis mah gas aja!

    Eh sampai masuk paragraf akhir, buset.. emang Mas Anton ini bisa banget memainkan hati pembaca. Intinya sih, person behind the gun. Mau secanggih apa juga gear nya kalau orangnya males, nggak mau gerak, yo podo ae!

    Btw soal foto, duh kadang suka tersipu malu kalau Mas Anton main ke blog terus bilang bagus, apalagi dengan background kerjaan yang Mas Anton lakoni. Makasih mas, kalau dirasa ada yang kurang dan perlu aku perbaiki, jangan sungkan-sungkan. Ho ho ho..

    Reply
    • Nggak niat bikin plot.. cuma karena saya memahami kebiasaan dan pandangan orang soal laptop, ya saya cuma menggiring saja, kemudian membenturkan pada faktanya.

      Hahahaha.. jangan minder Pipit… karena kalau kita minderan malah nggak bisa bebas berkarya.

      Kan saya mah biasa bilang, kalau bagus dan menarik, ya bagus. Kalau jelek, saya nggak ngomong dan simpen saja dalam hati.

      Reply
  4. merk anu dan inu? hoho apaan tu ya.. jyahahahha

    oh kalau aku sekarang pake henpon cilik nih mas anton, tapi tab ada juga sih tab s yang jadoel keluaran lama yang baterenya uda ngos ngosan…makanya begitu ide udah centring di kepala buru buru takcatet di note abis itu langsung publish aja wong nek ga gitu baterenya dalam itungan jam wes mokad hahhahahah

    kalau foto, aku jarang edit sih, paling takkecilin aja di apps resize n kuwatrmark doang pake collage maker tapi warnanya ya tetep asli, ga di tone tone, pencahayaan dsb..trutama kalau foto makanan ya, kubiarkan alami aja, bahkan biasanya takjepret aja dari hp biasa tapi untuk minimalize noise aku kasih light aja oas njepret biar makanannya juga kelihatan jelas detailnya gimana

    tapi hampir dalam beberapa waktu terakhir uda makin faseh ngetik, ngedit, bahkan upload by hp cilik aja huahaha #mungkin aku cari praktisnya aja soalnya…riweh mau pake leptop ndadak nyolok kabel soale uda ga nyala nek nda dicolokin kabelnya huhu

    Reply
  5. aku awal ngeblog pake komputer canggih punyanya warnet, itupun bertaun-taun. Modal biaya paket sekian jam atau sesuka hati.
    komputer aku sendiri dari jaman kuliah adalah pentium, ini pentium 2 kayaknya, duh kok lupa hahaha dan karena suka eror eror, jadi kalau ngeblog pergi ke warnet.

    mungkin baru sekitar setaun ini aku pakai laptop i3 punya ibuku, yang biasanya dipake adikku. Ini aja udah lelet menurutku, maklum laptop udah 9 tahunan 😀
    Seandainya adikku masih butuh laptop ini, mungkin sampe sekarang aku bakalan sampe malem di warnet. ehh usaha nabung juga biar bisa beli laptop sendiri, maunya

    jadi keinget waktu sempet hiatus dan kembali memperpanjang domain yang untungnya ga ilang, ngutak ngatik coding sampe jam 1 malem di warnet, demi ngeblog lagi

    Reply
    • Terus terang salut saya sama Inun dalam hal semangat ngeblog. Sangat tidak mudah loh pergi ke warnet cuma untuk ngeblog.

      Angkat topi dan saya pikir harus ditiru banyak blogger lain…

      Saya bantu doa saja ya Nun semoga rezekinya tambah lancar supaya Inun bisa beli laptop baru yang lebih cepat.

      Tetap semangat ya…

      Reply
  6. Saya ketampar baca ini Pak, soalnya bukan cuman laptop, bahkan saya mempermasalahkan pendukung lainnya, kayak hape, kamera, ckckckckck.

    Nah laptop ini juga saya sebenarnya nggak aneh-aneh, cuman butuh laptop yang nggak lemot, yang tahan dinyalain berjam-jam, kagak mudah ngambek.

    Soalnya saya nggak sabaran ama laptop lemot.

    Tapi setelah baca ini saya jadi sadar, iya juga ya, biarpun dapat laptop bagus, kalau saya buka laptop malah sibuk lakukan hal yang nggak penting, apakabar ngeblognya? hahahaha

    Reply
    • Gue lama-lama bisa ditangkep polisi ini dianggap namparin orang terus. Ini orang yang merasa tertampar kedua yang hari ini saya baca.. hahahahahah

      Hemm.. lebih mudah menyalahkan pihak lain atas ketidakmampuan kita Rey daripada mencoba melihat ke dalam diri sendiri untuk menemukan akar masalahnya. Apalagi, laptop itu tidak bisa membela diri. Jadi dia akan diem saja mau diomelin ribuan kali pun.

      Tentu saja, saya sependapat dengan mas Agus sebenarnya, bahwa kalau memang ada laptop yang lebih baik di depan mata, ya tentunya lebih menyenangkan. Cuma, tidak seharusnya yang seperti itu dipelihara karena masalah utamanya tidak terselesaikan. Masalahnya ya ada di dalam diri sendiri.

      O ya, saya lupa bilang, memang ide tulisan ini datangnya dari Rey kok, yang ngeluh Asus harga 6 jutaan terasa lemotzzz…Dan, saya browsing datanya asus seperti yang Rey punya jauh lebih baik daripada yang saya pakai sekarang. Menurut sisi pandang pribadi saya, seharusnya Rey bisa lebih baik dari saya…

      Semua peralatan saya jadul Rey.. sudah menemani saya bertahun-tahun dan kemampuannya sudah menurun. hahahaha…

      You can do better Rey dengan semua yang sudah Rey punya…

      Reply
  7. Betul juga, kalo orangnya males ya percuma punya laptop bagus juga. Ujung2nya juga ya bakalan kedodoran…..hahaha. pembahasan yang menarik sekali ya mas.

    Reply

Leave a Comment