Apakah Iklan Adsense Mengganggu? Benar Sekali!

Selamat Siang Kawan MM!

Boleh saya bertanya, apakah iklan Adsense di blog MM mengganggu? Mungkin, pertanyaan tepatnya, “Seberapa mengganggu iklan di blog ini?”

Ada sebuah pernyataan dari Shintaries, pendiri Komunitas Blogger Perempuan menjawab salah satu pertanyaan di forum komunitas tersebut. Intinya ia mengatakan tidak memakai Adsense karena mengganggu tampilan.

Begini lengkapnya pernyataannya.

Apakah Iklan Adsense Mengganggu? Benar Sekali!

Jadi, ia menganggap iklan Adsense mengganggu, selain karena hasilnya kurang memuaskan, dan memutuskan tidak memakai monetisasi dengan cara ini.

Sebagai pemakai Adsense, saya hanya bisa berkomentar, “BENAR SEKALI!”. Memang iklan , pada dasarnya akan menimbulkan gangguan. Jenis apapun akan membuat pembaca terhenti “sejenak” untuk disuguhi “secara paksa” sesuatu yang bukan bagian dari konten.

Tidak ada bantahan.

Tapi, ada bagian lain dalam komentar tersebut yang menjelaskan pemakaian “afiliasi”, yang konsepnya berbeda. Biasanya kalau dalam dunia blog, sebuah konten akan dibuat supaya terlihat natural, tetapi akan menekankan bahwa produk afiliasinya termasuk “bagus” dan akan tersedia link menuju sumber produk tersebut.

Sistem afiliasi Hampir tidak berbeda jauh dengan sistem “sponsored post” atau “content placement”. Bedanya terletak pada cara pembayaran dimana afiliasi adalah berupa “fee” atau persentase yang diberikan, sedangkan post bersponsor dan content placement berupa harga hasil negosiasi.

Termasuk iklan/promosi? Yah, pada konsepnya tetap iklan., cuma mungkin diperhalus bahasanya menjadi “info komersial”.

Beda antara iklan Adsense dan sistem promosi lainnya adalah bahwa iklan Adsense sudah jelas terlihat bukan bagian dari konten, sedangkan dalam sistem lainnya “iklan dibuat tersamar agar terlihat seperti konten”.

Hal ini dilakukan karena para kreator iklan menyadari kebosanan dan tahu sebalnya pemirsa terhadap sebuah iklan. Oleh karena itu, mereka berkreasi menghadirkan sesuatu untuk “menyamarkan” promosi/iklan mereka supaya tidak terasa seperti iklan. Juga, hal ini untuk menghadirkan unsur tidak terduga.

Contohnya, di televisi sekarang, terutama dalam acara yang ratingnya tinggi, pemirsa kadang disuguhi oleh “adegan” yang sebenarnya bukan bagian dari acara tersebut, tetapi dikemas supaya terlihat sebagai bagian acara.

Iya kan?

Yang seperti ini memang tidak diduga oleh penonton, mereka tidak sempat memindahkan channel dan “terpaksa” harus menonton adegan tersebut, sebelum kemudian menyadari itu pada dasarnya adalah iklan, info komersial, atau apapun namanya, yang jelas mempromosikan produk.

Konsep itulah yang dipakai untuk afiliasi, sponsored post, content placement.

Pembaca umum tidak sejak awal mengetahui bahwa blogpost yang mereka klik adalah sebuah iklan. Mereka menganggap bahwa itu adalah hasil “pemikiran” dari sang blogger. Baru kemudian setelah membaca, mereka akan menemukan bahwa konten yang mereka baca sebenarnya adalah sebuah bentuk promosi alias iklan juga.

Apakah pembaca merasa terganggu juga? Besar kemungkinan sebenarnya sama saja. Apalagi kalau lama kelamaan mereka menyadari polanya, rasa terganggu itu akan hadir dengan sendirinya.

Bedanya, kalau pada iklan jenis Adsense, gangguan di awal dan mereka langsung kesal dan menghindar. Kalau dalam sponsored post/afiliasi/content placement, rasanya akan seperti dibujuk seseorang, baru setelah ngobrol lama, baru kemudian disodori untuk membeli sesuatu.

Semakin sering hal itu dialami, semakin besar rasa terganggunya.

Seperti saya yang merasa “terganggu” ketika berkunjung ke blog yang homepage-nya mirip etalase karena penuh sponsored post/content placement. Pasti ada.

Jadi, benar sekali kalau dikatakan iklan Adsense mengganggu. Saya menyadari sekali akan hal itu.

Tetapi jangan pernah berpikir bahwa memakai monetisasi sistem lainnya, bebas gangguan terhadap pembaca.

Salah besar kalau berpikir seperti begitu.

Semua jenis cara monetisasi akan memiliki dampak karena menimbulkan gangguan dan hanya beda dalam bentuk gangguannya saja.

Bila memang sama sekali tidak mau mengganggu pembaca, maka sebaiknya tidak dimonetisasi dalam bentuk seperti ini. Dengan begitu level gangguannya mencapai 0.

Jadi, apakah Kawan merasa terganggu dengan beberapa iklan Adsense di blog MM? Berapa kadarnya dalam skala 0-10 (semakin tinggi semakin terganggu)?

Bisa berbagi dengan pemiliknya, yaitu saya?

Yuk Berbagi....

22 thoughts on “Apakah Iklan Adsense Mengganggu? Benar Sekali!”

  1. Skalanya 0. Menurutku, aku tidak terganggu sama sekali dengan penempatan iklan di blog MM jika dibuka dari HP. Iklannya tidak berlebihan dan penempatannya juga oke.
    Aku pribadi lebih merasa terganggu dengan iklan yang membombardir dan memaksa untuk diklik seperti pada situs penyedia film yang ketika kita klik suatu judul maka sebanyak 2-3x akan langsung menuju ke iklan. Hal seperti ini yang mengganggu. Selebihnya sih tidak masalah 😀

    Reply
  2. Halo Pak Anton. Apa kabar?

    Pas sekali topik tulisannya, karena sebelum ke sini saya mengeluh di dalam hati, kok iklan adsense di blog saya nampak berlebihan ya? Maksudnya, penempatannya justru membuat saya tidak nyaman saat melihat blog saya sendiri.

    Saya berusaha mencari cara bagaimana saya bisa mengatur penempatan iklan google, tapi belum ketemu caranya. Mungkin Pak Anton bisa membantu.

    Akhirnya cara yang saya pakai sementara ini adalah mengubah theme blog. Semoga iklannya tidak terlalu mendominasi lagi.

    Memang sih, senang rasanya kalau blog saya disetujui oleh google untuk menampilkan iklannya. Walaupun tidak ada yang klik, paling tidak itu seperti sertifikat bahwa blog saya bukan blog asal-asalan. Benar tidak ya, haha,, belum tentu juga mungkin ya.

    Tapi ya penempatan dan jumlah iklannya jangan terlalu mencolok juga sampai menutupi konten blognya sendiri.

    Reply
    • Hola Mas Agung,

      Baik baik.. Gimana kabarnya?

      Pertama : emang ada benernya juga kalau pake Adsense “kesannya” bukan blog abal-abal.. hahahaha.. tetangga saya juga memandang saya begitu, jadi ada pandangan seperti itu.

      Kedua : saya nggak punya settingan khusus mas. Yang saya lakukan cuma

      – homepage : saya setting tanpa iklan, jadi kosong
      – kode iklan cuma satu : saya pasang di sidebar saja
      – auto ads saya aktifkan.. cumaaa.. saya hanya pakai yang in-feed ads. Itupun saya setting pada level minimum (sudah tidak bisa diperkecil lagi)
      – saya buang beberapa penempatan iklan lainnya (masih pakai auto ads) agar di tulisan maksimum hanya 3 ads (itupun tergantung panjang halaman)
      – optimasi ads dinonaktifkan.

      Saya pikir hal itu sangat membantu agar “gangguan” tidak terlalu banyak bagi pembaca.

      Kalau mau ngatur sendiri bisa mas, pakai plugin Ads Inserter / Advanced ads dan auto ads dinonaktifkan. Dengan plugin ini kita bisa mengatur mau dimana posisi iklannya. Juga kita bisa batasi sesuai kemauan..biasanya saya pakai ini, tetapi karena auto ads sekarang bisa disetting seperti itu saya tidak pakai lagi

      Gitu mas

      Reply
      • Baru diomongin, sudah ada ‘keluhan’ dari Mbak Eno, kesulitan komentar di blog saya karena ketutupan adsense. Duh!

        Seingat saya waktu pertama kali google setuju menayangkan iklannya, saya tidak pernah diberi kesempatan mengatur penempatannya. Apa saya yang sembrono ya?

        Hmmm,, terima kasih tipsnya Pak Anton. Saya coba lagi deh.

      • Iyah saya juga baca..

        1) templatenya itu kok ga fix ya mas kalau di mobile jadi sepertinya masih bisa geser padahal kalau responsif seharusnya tidak

        2) coba lihat setting auto adsnya mas.. kalau saya perhatian itu mungkin karena auto adsnya masih dalam level tertinggi atau menengah jadi banyak iklan yang tampil. Coba setting dan lihat previewnya

        Nanti kasih kabar ya mas.. nanti saya coba meluncur ke TKP lagi deh

      • Halo Pak Anton, saya sudah coba masuk ke akun adsense saya. Karena saya bingung mengaturnya, akhirnya saya matikan auto ads-nya dan membuat iklan in-article. Itu pun masih bingung paste kode html nya dimana, akhirnya saya tempel secara manual di draft post-nya. Hehe, katrok.

        Iya saya juga tahu itu template blog yang dimaksud, tidak fix dengan layar ponsel ya Pak. Akhirnya saya ganti, semoga sih lebih enak dibaca di ponsel.

        Ngomong-ngomong, apa Pak Anton pernah survey atau meneliti, sebenarnya orang kalau blogwalking itu lebih banyak pakai ponsel atau pc/laptop, sih?

        Terima kasih ya Pak untuk saran-sarannya, walaupun saya tidak bisa aplikasikan sepenuhnya karena pengetahuan saya yang terbatas tentang blog dan adsense.

      • Holaaa Mas Agung

        1. Gitu juga gpp mas, yang penting mas sudah tidak merasa terganggu dengan iklannya
        2. sebenarnya kalau mas pakai WP self Hosted bisa instal plugin ad inserter atau advanced ads mas.. plugin itu bisa memasukkan kode iklan dimanapun kita mau, jadi tidak usah di draft post dan dia secara otomatis mengikuti apa yang kita mau
        3. Iya yang kemaren layarnya kok tidak fix di ponsel, tapi terakhir kali saya kesana sepertinya sudah settle tuh mas
        4. Ga punya daya untuk survey mas.. Cuma kalau melihat data Google Analytics 50-70% itu sudah memakai ponsel dibandingkan desktop atau perangkat lain. Jadi, bahkan saat blogwalking kemungkinan besar akan memakai ponsel.

        Sama-sama mas, semoga masalah mas sudah terpecahkan

  3. Menurut sy iklan yg dipasang di website siapapun itu sifatnya relative. Jadi tdk semua orang merasa terganggu. Kadang justru dg munculnya iklan di web bisa membantu seseorang untuk menggali bnyk pengetahuan atau menemukan sesuatu yg bisa menjadi peluang usaha misalnya. Bahkan adsense masih yg terbaik untuk memonetisaai konten untuk semua kalangan bahkan orang kampung yg baru ngeblog. Beda kalo afiliasi sulit kalo orang yg blm tersohor…hehe… Oya iklan di blog MM secara umum tdk mengganggu. Tapi tadi sedikit terganggu saat akan komentar di blog MM karena iklan mencul di atas kolom komentar. Jadi pas mau ngetik kolom komentar tertutup iklan. Hehe. Sepertinya mas anton pake iklan otomatis ya??? Oya tolong kasih masukan juga dong iklan di blog sy mengganggu tdk ya???

    Reply
    • Cara pandang positif mas Wahid. Memang kalau melihat iklan sebagai info komersial, sudut pandang itu bagus…Siapa tahu ada rekan lain yang bisa memanfaatkan.. tul betul..

      Betul saya masih pake auto ads karena menghindari pemakaian plugin ads.. resikonya kadang saya ndak bisa kontro seratus persen meski sudah diset ke minimum sekali.. Mohon maaf atas gangguannya nanti saya coba cari solusinya

      Reply
  4. Saya nggak terganggu dengan iklan blog MM hehehe. Kalau buka pakai hape biasanya yang saya klik itu iklan di paling atas sebelum judul dan iklan di tengah post kadang ada satu atau dua 😆 hehehehehe.

    Saya orangnya penyabar kalau sama iklan mas. Sebab setiap main game akan ada masa di mana saya dipaksa menonton iklan buat dapat ‘heart’ alias nyawa hahahahaha 😂 jadi iklan adalah makanan sehari-hari untuk saya 😜

    Reply
  5. Saya barusan hari ini otak-atik adsense, setelah ganti template eaa wkwk

    Emang benerlah kak, apapun yang namanya iklan udah ditakdirkan untuk sedikit membuat terganggu kecuali kalo pengemasan iklannya menarik kayak iklan yang dibuat film pendek. Ada banyak di ytube iklan brand yang dikemas jadi film pendek tapi asik 😀

    Kalau di blognya Kak Anton sendiri rasanya masih normal-normal aja, untung gk ada iklan yg aneh2 (MGID gitu kan bikin kesal) wkwk

    Reply
    • Hahahahaha… semoga tambah terus penghasilannya ya Res seteah diutak atik.

      Ogah pake MGID mah ganggu banget yang itu mah. Saya malah masih ingin terus mengurangi iklan supaya tidak terlalu banyak disini.

      Memang di Youtube lebih fleksibel mengemas iklannya, kalau di blog kan susah..

      Semangat terus Res.. mengejar peghasilan Adsense…

      Reply
  6. Menurutku iklan di blog MM tidak terlalu mengganggu, jadi nilainya 1 saja.

    Memang kalo ngeblog ngga ada penghasilan sepertinya kurang semangat makanya blognya dikasih adsense biar ada pemasukan, minimal bayar domain dan hosting ya pak. Sukur sukur lebihnya bisa buat beli Avanza.😀

    Tapi yang kadang mengganggu itu aku mau komentar tapi kolom komentarnya tertutup oleh iklan, udah refresh tapi iklan tetap menutupi biarpun beda iklannya. Terpaksa di klik tuh iklan baru menghilang. Rasanya gimana gitu ya.😂

    Makanya aku kemarin hilangkan iklan otomatis di blog sarilah, tapi aku lihat tetap masih ada banyak biarpun tidak sebanyak saat iklan otomatis masih aktif.

    Catatan: bukan iklan di blog ini yang menutupi komentar pak.

    Reply
    • Bener sih mas, kalau ada tambahan target.. terutama yang kaitannya dengan DUIT, semangat jadi berlipat ganda.. wakakakaka

      Cuma aku nda mau Avanza mas.. kemurahan.. hahahahahah

      Justru saya sedang nyari iklan yang seperti itu mas, jadi biar bisa disetting khusus supaya pas mas Agus mau komentar, iklannya nutupin.. tapi khusus Mas Agus saja.. pembaca yang lain tidak usah.. ada nggak yah iklan seperti itu?

      Reply
  7. Nggak terganggu menurut saya penempatannya sudah rapih. Musti berguru nih kayaknya.

    Saya tuh plg merasa terganggu kalau masuk di blog atau situs iklannya pop up.
    Atau iklannya jalan2. Apa nggak kepikiran kalau dipajang dg cara begitu kitanya malah sebel. Kalau tujuannya supaya ingat secara nggak sadar rasanya saya malah nggak ingat sama sekali karena fokusnya cuma satu..
    Nyari tanda “X” hahaha

    Reply

Leave a Comment