Menulis Curhat dan Bercerita Jauh Dari Mudah

Selamat Pagi Kawan MM!

Pernah ada yang bilang ngisi blog personal itu gampang. Isi dengan curhat atau cerita kehidupan sehari-hari saja!

Ingin rasanya saya memanggil orang yang bilang seperti itu dan kemudian menjitak kepalanya.

Karena, saya merasakan sendiri bahwa melakukan hal yang seperti itu ternyata berat sekali. Pengalaman itu saya alami sendiri saat mengelola blog Si Anton.

Blog itu adalah blog personal. Dibuat karena kekaguman saya terhadap tulisan para blogger cewek atau emak blogger. Tulisan mereka cenderung mengalir dan emosi penulisnya terasa sekali.

Masing-masing ditulis dengan gaya yang “rasanya” mencerminkan sang penulisnya, Justawl dengan gaya frontal nan idealis, Lia the Dreamer dengan kelincahan dan keceriaannya, Creameno dengan gaya anggun dan bersahaja, atau Mak Reyne Raea dengan gaya nyablaknya yang khas.

Belum ditambah dengan Mbak Rini Uzegan dengan gaya dewasanya atau si Mbul yang ngapak banget.

Hasilnya, saya sering merasa ikut terhanyut dalam uraian cerita yang seringnya berisi kisah keseharian atau pengalaman kecil saja. “Relate” kata anak muda sekarang.

Sementara, saya terbiasa menulis dalam posisi sebagai orang ketiga, pengamat. Yang kemudian menceritakan kembali cerita itu dalam bahasa orang ketiga yang netral tanpa melibatkan unsur emosi di dalamya.

Tulisan menjadi terkesan “formal”, “resmi”, dan kaku, tidak luwes.

Hanya di blog MM saja agak longgar, tetapi di blog yang lainnya, penggunaan kata “SAYA” itu dibuat seminimal mungkin.

Unsur personal sebisa mungkin tidak dilibatkan saat menulis.

Terasa sekali bedanya.

Dan, sebagai orang yang terbiasa keras kepala, saya tidak mau menerima begitu saja “ketidakmampuan” seperti itu.

“Masa sih saya tidak bisa”. Berdasarkan pemikiran itulah blog si Anton lahir. Tujuannya agar saya bisa “belajar” mencoba dengan melibatkan unsur emosi personal di dalamnya. Untuk itu, nama domainnya memakai nama sendiri.

Dan…

Rasanya berat sekali. Sama sekali tidak mudah.

Blog yang dibuat tahun 2019 sempat terhenti beberapa kali. Yang pertama agak lama karena setelah membaca ulang tulisan disana, saya menyadari satu hal. Posisi yang diambil saat menulis masih sama, sebagai orang ketiga yang netral.

Tidak seperti yang saya mau.

Setelah dipikirkan kembali, masalah utamanya ada pada beberapa hal, yaitu

  • Karena memang saya tidak terbiasa curhat kepada siapapun sejak kecil dan terdidik sebagai cowok yang harus kuat
  • Karena tidak terbiasa menceritakan kehidupan pribadi kepada orang lain
  • Karena terbiasa “berantem” sebagai internet ronin di berbagai forum diskusi dimana memang emosi sebaiknya tidak dibawa

Dan, saya menyadari bahwa hal-hal itulah yang menjadi hambatan besar.

Jadi, kalau ada yang mengatakan mengelola blog personal itu mudah, sini saya kemplang kepalanya.

Susah.

Barulah setelah beberapa lama, dengan memanfaatkan kisah-kisah lama dalam kehidupan saya yang sudah berlalu, “tembok” penghalang itu mulai sedikit terbuka. Beberapa kisah nostalgia yang meninggalkan kesan dalam kehidupan saya bisa dituliskan.

Itupun masih terasa sekali gagapnya. Juga, masih belum bisa bercerita banyak tentang kehidupan saya saat ini, bukan seperti Mak Reyne dan kawan-kawan blogger wanita lainnya.

Belum banyak emosi yang dilibatkan di dalamnya.

Tapi, setidaknya saya sudah memperkaya khasanah gaya penulisan dengan satu gaya lagi, yaitu gaya personal, gayanya blogger, yang menulis sebagai orang “pertama” dan bukan orang ketiga.

Saya pikir penambahan gaya ini penting agar bisa lebih leluasa menulis, terutama karena banyak blog yang perlu diurus. Kesemuanya tidak bisa diurus dan ditulis dengan satu gaya saja.

Masih banyak yang harus dipelajari tentang gaya personal ini, tetapi, saya cukup yakin bahwa suatu waktu saya bisa menulis sedikit lebih “mengalir” seperti para blogger cewek.

Setidaknya mendekati, karena rasanya sulit bisa seperti mereka.

Dan, mungkin kalau boleh memberi saran kepada Kawan MM, terutama blogger wanita, Anda semua punya sesuatu yang berharga. Gaya menulis yang mengalir dan memiliki ciri khas masing-masing.

Jangan diubah hanya karena ingin mengikuti gaya “formal” atau “serius” hanya supaya terkesan membahas sesuatu yang “penting” dan “bermanfaat”. Kawan boleh menambah dengan gaya lain, tetapi tetap pertahankan gaya aslinya.

Sebuah tulisan yang memiliki ciri khas penulisnya lebih susah dikuasai dan ditemukan.

Kawan punya sesuatu yang berbeda.

Yuk Berbagi....

20 thoughts on “Menulis Curhat dan Bercerita Jauh Dari Mudah”

  1. Blog Si Anton itu blog milik mas Anton yang paliiiiiing saya suka numero uno hahahahaa. Kalau MM nomor dua 😝 makanya saya selalu menunggu update terbaru di sana. Sebab cerita-ceritanya lebih personal serasa dikasih tempat untuk mengenal mas Anton, mba Hes dan mas Kribo lebih dalam 😄

    Jadi tau serunya cerita mas Anton as sekretaris RT yang tegas 😂 terus cerita perjalanan mas jadi mahasiswa Sastra Jepang sampai bagaimana mas akhirnya dapat kerja di perusahaan tekstil Jepang. Pokoknya sukaaaaak!

    Mungkin karena saya wanita jadi kalau dikasih materi tulisan personal lebih bisa related 😆 hehe. Gaya kepenulisan mas Anton pun mengalir. Luwes. Seperti dengar cerita kakek jaman muda hehehehehe. Though personal namun sarat makna 😍

    Reply
    • Waduh.. kalau gitu saya fokus ke sana deh.. kan banyak kaum wanita yang seperti Eno dan relate sama cerita-cerita seperti itu… hahaha.. #modus.

      Makasih Eno, seneng ada yang bilang suka sama saya yang masih belajar nulis dengan gaya demikian…

      [Nambahin komentar]

      Yah memang karena saya semakin dekat untuk menjadi seorang kakek.. wakakakakaka

      Reply
  2. Mas kok tema postingannya bisa samaan sih. Waktunya juga. Beda materi tapi wkwk

    Mas Anton karena katanya pengamat mungkin lebih banyak menulis dengan otak kiri. Logika, analisa. Nggak banyak main di emosi dan perasaan. Itu karakter sih mas…menurut saya. Bukan kelebihan atau kelemahan.

    Pilihan juga.. pernah beberapa kali pakai gaya emosional di tempat lain. Namun ada saat rasanya nggak merasa sreg saja…buat beberapa orang pas dan enak belum tentu bagi kita juga…

    Saya suka gaya berceritanya mbak Eno. Gaya teman2 lain juga banyak yg unik..

    Reply
    • O ya.. ntar saya meluncur kesana ahh..

      Iyah Pheb.. memang saya selalu mengedepankan logika, makanya nyaman dengan cara seperti itu. Jadi pengamat dan bukan yang terlibat.

      Sudah karakternya begitu, cuma karena tetap pengen bisa makanya coba belajar..

      Susah kalau harus mengikuti gaya Eno atau Rey. Kayaknya tidak akan bisa seperti itu, harus nemu gaya sendiri.. wakakakaka

      Reply
  3. Semenjak mampir di blog Sarilah, saya mulai berpikir untuk belajar menulis dengan sudut pandang orang ketiga. Selama ini, semua blog saya selalu dari sudat pandang orang pertama. Padahal ada kalany saya ingin menceritakan pengalaman orang lain.

    Ternyata gaya bercerita dengan sudut pandang orang lain tidak mudah. Padahal kadang idenya ada, terus boleh dimodif kalo mau dibikin fiksi seperti cerpen. Tapi memang tidak mudah bagi saya.

    Reply
  4. oiyaaa kok kayak kebetulan gini ya
    jadi tuh dari kemaren aku bertanya tanya bagaimana nasib blog si anton sekarang ya, sebab pas kuklik foto mas yang dari akun profil blogger kan naut ke halaman web lovely bogor tercintah dan MM, nah sejak saat itulah ku jadi pilih kasih dengan ngeklik MM mulu tiyep pagi, e blog si anton jarang ketengok wekekekek…kangen juga baca baca personal cerita mas si luar bidang literasi dan blogging yang cenderung berat namun sarat ilmu 🙄😋

    beydewey mas, rasanya nama terakhir yang disempilin diantara blogger wanitah macam mba cremeno yang anggun dan bersahaja, lia yang ceria dan lincah, mba rini yang dewasa, mba rey yang berkharisma dengan gaya cas cis cusnyah, si mbul merasa minder, hhahahhahahahhahahaha… mereka blogger wanita yang like a lady banget soalnya #tapi perasaan aku ga gitu jawa ngapak tauk mas hahha, eh tapi kadang iya juga sih, di tulisan 😀 #nangis di pojokan 😭

    Reply
    • Pertama… mangaapp eh maaf soal kata ngapak.. hahah abis mikirin ciri unik dari blogmu, tiba-tiba nongol kata itu dan langsung dipakai.. hahahahaha Sama seperti waktu nemu kata “nyablak” untuk rey.. Bukan karena menunjukkan keburukan, tapi justru menunjukkan gaya yang menurut saya unik.. Maaaaaffff.. hahahaha

      Kedua : blog Si Anton masih ada kok Mbul dan mulai aktif lagi. Kemaren-kemaren untuk sementara diabaikan untuk fokus ke satu dua blog yang lain dulu, tetapi sudah pasti akan diaktifkan. Niatnya semua blog saya akan kembali aktif dengan tugasnya masing-masing.. Kebetulan juga kemarin harus menghilangkan banyak broken link dan nggak bisa keurus semua, jadi harus memilih..

      Reply
  5. Aku tim penggemar tulisan kakak di Si Anton, lho. Makanya dari awal, aku langsung ikutinnya blog Si Anton dulu baru Maniak Menulis 🤭
    Aku suka bacain tulisan personal Kak Anton di sana, terlebih lagi ini sisi yang ditulis dari pihak laki-laki yang jarang sekali ditemukan karena rata-rata blogger personal itu kan wanita 🙈
    Sooo, Kak Anton semangat terus untuk berbagi baik di Maniak Menulis maupun di Si Anton ya 🤭

    Reply
    • Hahaha… makasih Lia.. maaf yah soalnya untuk urusan yang satu ini, saya memang sedang belajar banget. Jadi masih kerasa banget kurang banyak disana sini..

      Wokey.. saya akan semangat.. makasih ya Lia..:-D

      Reply
  6. Oya mas anton dkk. Pertanyaan saya gini. Gimana ya cara terbaik untuk menentukan topik yg akan dibahas di blog personal khusus untuk blogger cowok?? Karena sy masih bingung apa yg mau dibahas? Mau curhat gimana gitu… soalny pengen buat blog personal.

    Reply
    • Lah.. Kok nanya saya mas… hahahah kan mas yang paling tahu mengenai Wahid Priyono… wakakakak

      Kalau konsep saya tentang blog personal saya itu

      1. berbicara tentang diri sendiri dan membahas ttg diri sendiri saja
      2. pengalaman saya
      3. nostalgia saya
      4. kehidupan saya

      Untuk pemikiran dan passion saya, sudah ada beberapa blog terpisah, jadi kalau si Anton ini cuma berbicara tentang kehidupan kami sekeluarga saja. Yah selipin dikit pemikiran iseng yang tiba-tiba nongol..

      Saya belum bisa curhat mas, jadi saya belum nulis kesana..

      Coba aja mas ceritakan pengalaman sebagai guru, sebagai anak, sebagai bapak, sebagai suami.. kurasa itu bisa jadi bahan untuk blog personal mas

      Reply
  7. hahahahahaha, si Mbul gayanya apa ya? ada ngapaknya sih, tapi gayanya itu ceria dong Pak, sama bersahaja sih menurut saya.

    Dia ikut juga nyablak, tapi buat dirinya sendiri.
    Dia menjaga banget perasaan orang lain.
    Mencerminkan karakter yang sensitif juga sebenarnya 😀

    Semoga dia nggak baca ini wakakakakkaa
    *kabooorrrr.

    Btw Bapaaakk, itu blog si Anton, blog baru yang dibuat beberapa bulan lalu kah?
    Saya sempat baca awal-awalnya, lalu saya jarang lagi ke situ, seringnya ke sini, karena temanya blogging yang jujur menarik banget.

    Meskipun setelah ini kayaknya saya juga bakal sering ke sana, barusan saya intip, kenapa pula ada Mbak kunti tuh di headernya hiks, kan jadi serem mau buka malam-malam gini 😀

    Oh ya, saya kepooo, pak Anton itu punya buanyaaakk banget blog, hampir semua dengan domain sendiri, itu bayarnya tiap tahun berapa yak? 😀
    Saya aja punya 1 blog rasanya pas bayar agak ceklit-ceklit hahahaha.
    Makanya yang satu saya pilih domain super asal-asalan, sebagai percobaan saja sih 😀

    Nah terlebih pak Anton ini mengelola blog WP, which is sewa hosting juga yak, luwaarrr biasaaahhh 😀

    Reply
    • Hadeuh.. jadi merasa bersalah sama si Mbul.. hahaha.. Tapi sebenernya itu buat saya malah sesuatu yang unik dan menarik. Bukan mencela.. Justru saya menikmati banget gayanya yang seperti itu kadang nyampur bahasa Jawa.. dan dikau dengan gaya seperti gitu..

      1. Blog Si Anton itu udah satu tahunan lebih.. sebelumnya di Blogspot dan dikau pernah mengomentari…cuma terhenti karena saya ngadat ga bisa bebas lepas

      2. Nanti dijelaskan keberadaan dedemit disana.. hahaha saya suka sama foto itu

      3.Berapa bayar setiap tahun? Nanti saya tuliskan yah.. sekalian saja dijadikan tulisan..

      Reply
  8. Gaya dewasa? Nanti malah ada yang ngira tulisannya bergenre 17++ Mas hahaha…

    Jujur saja, sebenernya nulis dengan gaya curhat ini termasuk lebih berat dibanding dengan tulisan-tulisan saya beberapa tahun lalu yang rata-rata fiksi dan rata-rata tulisan-tulisannya untuk lomba. Kalopun ada yang tentang curhat, postingannya ditulis di blog yang saya hidden aja Mas 😅. Tapi karena sekarang niche blog saya bukan tentang fiksi dan udah males ikutan lomba (udah gak pernah menang lagi)😂😅 karena gak punya waktu lagi buat ngeriset dan semacamnya.

    Saya pikir saya ingin mencoba menyumbang sedikit pengalaman hidup, siapa tau bermanfaat atau mungkin bisa mengingatkan diri sendiri dan juga pembaca. Karena saya sendiri juga pernah merasakan manfaatnya jika membaca tulisan tentang pengalaman hidup si empunya blog yang kita kunjungi. Mata hati kita jauh lebih terbuka dan bisa bersiap-siap menerima cobaan dengan tantangan atau masalah yang gak jauh beda, yang mungkin bisa saja suatu hari nanti akan langsung berhadapan dengan kita. Dan ketika itu sudah terjadi, kita gak punya siapa-siapa untuk diandalkan atau tempat mengadu, kita masih punya sesuatu untuk berpegangan (pegangan yang adalah tutorial untuk menghadapi gempuran masalah kehidupan)

    Reply
    • Saya pikir tulisan mbak itu bagus banget loh.

      Banyak sekali pengetahuan yang bisa diambil dari kehidupan, jatuh bangunnya, susah senangnya. Betul sekali yang membaca bisa membuka mata terhadap kejadian-kejadian yang terjadi pada diri orang lain.

      Hahahahah.. boleh juga kalau memang mau bergenre 17++ wakakakaka.. honestly, saya suka tulisan Mbak Rini dan gayanya. Beda sih, lebih tenang dan kalem.. hahaha walau kadang terlihat juga gejolaknya..

      Nggak usah ikutan lomba lagi mbak, gabung sama saya si tim pemalas ikut lomba.. haha #nyaritemen

      Reply

Leave a Comment