Tanam (Manfaat) Sekarang, Tuai (Uang) Kemudian

Selamat Sore Kawan MM!

Tanam sekarang, tuai kemudian. Siapa tidak mau menanam, ia tidak akan pernah menuai di masa datang.

Pepatah lama yang diajarkan oleh orangtua kepada anaknya. Pepatah yang berlaku dalam segala bidang kehidupan.

Sayangnya, pepatah yang mengandung banyak kebenaran ini seperti sudah dilupakan banyak orang di masa sekarang. Usang, kuno, tidak sesuai zaman begitu katanya.

Tapi, saya orang kuno, jadul, oleh karena itulah saya tetap berpegang pada pepatah tua ini, bahkan dalam kehidupan saya sebagai blogger yang mulai menyentuh sisi bisnis, pandangan orang kuno ini tetap saya pegang.

Hanya sedikit saya modifikasi saja menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan. Pepatahnya dalam hal ini saya ubah menjadi “Tanam (Manfaat) Sekarang, Tuai (Uang) Kemudian”

Saya belum kebanjiran uang dalam hal ini, tetapi saya sudah mulai sedikit demi sedikit menuai recehan darinya.

♦♦♦

“Mas, kata si F, ada yang mau buat toko online lagi. Tokonya pernah memasang iklan di Bantu Promo di lovely Bogor. Katanya, sejak itu banyak pembeli yang datang”

Itu pesan Whatsapp dari adik saya sore ini. Ia mengabarkan kalau kakak angkat saya minggu depan akan mendapatkan lagi seorang pengusaha yang ingin membuat toko online. bagi bisnisnya.

Padahal, #Bantu Promo adalah sekedar ide kecil yang saya keluarkan pada awal pandemi Covid-19 mewabah, tahun 2020. Banyak usaha di Bogor yang mengalami kesulitan melakukan penjualan dan dengan niat membantu sesama warga Bogor, saya menelurkan program itu.

Gratis. Saya tidak memungut bayaran sepeserpun.

Saya hanya meminta yang ingin mempromosikan usahanya, sekecil atau sebesar apapun, untuk mengirimkan foto produk dan juga data/penjelasan tentang usahanya.

Saya tidak tahu seberapa besar dampak yang bisa ditimbulkan oleh blog utama saya tersebut. Saat pandemi blog itu mengalami penurunan luar biasa drastis, tetapi tetap ada 1-2 ribu orang berkunjung setiap harinya.

Dan, saya pikir hal itu akan lumayan membantu menyebarkan nama usaha siapapun di dunia maya. Tidak banyak, tetapi setidaknya akan tetap ada pembaca bagi Bantu Promo.

Permintaan yang masuk ada puluhan, mulai dari warung rumahan, sampai jasa servis AC. Semua saya tayangkan dan tidak dipilah.

Di antaranya yang adalah toko sepatu di Pusat Grosir Sepatu Bogor.

Tidak ada biaya sepeserpun yang diminta kepada mereka, meski saya tahu para usahawan alas kaki di sana jauh lebih berharta dari saya sekeluarga. Tapi, perlakuannya sama.

Tidak banyak laporan yang masuk dari yang iklannya sudah dipasang. Jadi, efektivitas iklan tersebut, saya sendiri tidak tahu.

Hanya saja, pesan yang masuk sore ini menandakan bahwa iklan tersebut ternyata “bermanfaat”. Pesan ini menyusul telpon dari salah seorang pengiklan sebelumnya bahwa kontrakan yang diiklankan di Lovely Bogor sudah terisi semuanya.

Sedikit laporan, tapi semua menggembirakan.

Yang saya tidak duga adalah bahwa iklan tersebut sekarang membuka peluang untuk mendapatkan profit atau uang. Nilainya, bisa diprediksi akan sama dengan beberapa bulan nilai minimal untuk payout Adsense.

Hal yang bermula dari sekedar ingin merasa bermanfaat bagi orang lain saat lahir, ternyata mungkin akan mendorong saya ke arah menuai “uang”.

Senang? Senang lah pastinya. Setidaknya saya sudah merasa bahwa program kecil itu ternyata tidak sia-sia. Bonusnya, saya punya kesempatan untuk berbisnis lagi dan menghasilkan uang.

Itulah mengapa saya semakin percaya bahwa dalam dunia blogging, meskipun tujuan akhirnya kita berharap mendapatkan penghasilan (uang) dari sana, cara terbaik untuk memulainya adalah dengan tidak terlalu memikirkannya. Cara awal terbaik untuk melangkah ke sana adalah dengan mulai menanam (manfaat) bagi siapapun.

Bukankah itu juga cara yang dipakai aplikasi Grab dan Go-Jek dalam membesarkan usahanya? Pernah kah Kawan MM menanyakan mengapa mereka gencar sekali memberikan promo dan diskon pada awal berdirinya?

Semua sebenarnya mendasarinya pada konsep yang sama. Konsep yang berdasar pada pepatah yang sudah dianggap usang, menanam sekarang, menuai kemudian.

Pernah terpikirkan hal itu oleh Kawan MM?

4 thoughts on “Tanam (Manfaat) Sekarang, Tuai (Uang) Kemudian”

  1. Konsep Grab dan gojek itu memang bagus sih :D. Dr awal aku kepikir, bakar2 duit begitu, mereka untungnya dr mana. Tp stlh dipikir, itu cara mereka utk promosi dulu, dan bikin pelanggannya jd ga bisa lepas lagi :D. Skr jujur aja, aku memang ga bisa lepas dr 2 aplikasi itu hahahahah. Pinter trik nya.

    Walo setelah nanti mereka melantai di bursa hama, aku yakin ga akan banyak LG bakar duit kayak skr :D. Statusnya udh publik, pemegang saham pasti kepenginnya laporan keuangan ga minus lagi :D.

    Reply
    • Yoi.. orang seperti dibuat kecanduang dulu supaya terikat, dan baru setelah itu dimanfaatkan untuk keuntungan.

      Sekarang saja diskonnya sudah berkurang jauh dibandingkan awal-awal. Kalau dulu mah gila gilaan sekarang mah sesekali saja, tapi sudah tidak segila dulu..

      Trik yang luar biasa dan butuh duit banyak. Mereka menanam dulu, dan menuai sekarang..

      Reply

Leave a Comment

Daripada nyepam di kolom komentar blog MMDaftarkan saja blog Kawan !

Selain mendapat link do-follow, mereka yang datang ke blog MM mungkin tertarik berkunjung ke blog Anda.

Gratis kok. Tidak perlu bayar. Cuma butuh beberapa menit saja. Boleh juga daftarkan blog saudara, teman. Kalau punya beberapa blog, silakan daftarkan semua saja.

Nggak mau? Yakin? 

Klik yang di bawah ini kalau mau.