Mengejar Keabadian : Bagaimana Nasib Blog Setelah Bloggernya Mati?

Selamat Sore Kawan MM!

Pernah tahu kata-kata mutiara dari Pramoedya Ananta Toer, penulis legendaris kondang Indonesia? Bunyinya seperti di bawah ini.

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian

Pramoedya Ananta toer

Inspiratif? Sangat.

Banyaknya orang yang termotivasi dan terinspirasi oleh apa yang dia katakan. Kutipan ini menjadi booster tersendiri bagi mereka yang bergelut di dunia tulis menulis. Bahkan, di saat sedang loyo karena kurang menelan pil mood, mendengar atau membacanya saja bisa menghadirkan dorongan untuk kembali menulis.

Siapa yang tidak mau namanya abadi dan dikenang terus sepanjang masa.

Saya pernah begitu.

Pernah.

Tidak lagi saat ini.

Kadang, hal itu membuat saya menyesal kalau terlalu mengandalkan logika dalam segala sesuatu, sehingga bahkan kata-kata puitis indah nan memotivasi ini pun diutak atik. Digali lebih dalam, sehingga sampai akhirnya saya berpandangan bahwa meyakini yang seperti ini adalah menyesatkan juga.

Penyesatan yang bagus dan positif, tetapi tetap saja membuat sesat dalam berpikir.

Kutipan ini mendorong orang mengejar “keabadian”. Sesuatu yang bertentangan dengan kehidupan di muka bumi ini.

Tidak pernah ada keabadian. Kehidupan manusia adalah fana.

Segala sesuatunya akan berakhir pada saatnya.

Saya cukup sadar bahwa ada dua contoh yang sering dipakai seorang blogger ketika ia sedang bersemangat, yaitu Cumi Lebay dan Shiq4 .

Keduanya sudah berpulang, tetapi blognya sendiri masih beroperasi dan tulisannya tetap “menginspirasi” banyak orang.

Tidak sedikit juga sesama blogger yang mengambil contoh kedua blog itu sebagai bukti kebenaran pernyataan sang sastrawan ternama Indonesia itu “benar”. Sekaligus, dijadikan contoh bahwa blog berbasis Blogspot atau WordPress (non Self Hosted) akan memberikan keabadian itu.

Dan, saya akan bersikukuh bahwa hal itu tidak merubah apapun. Blog itu akan menghilang pada suatu saat.

Blogspot dan WordPress memang didukung oleh perusahaan besar di dunia saat ini. Kekuatan dana dan sumber dayanya luar biasa sehingga bahkan bisa menampung blog yang bloggernya sudah mati sekalipun

Tapi..

Akankah terus demikian?

Sejarah manusia mencatat betapa banyak perusahaan besar di suatu masa, tetapi kemudian menghilang tanpa sisa. Bukan satu dua, tetapi tidak terhitung karena terlalu banyak.

Pada saatnya, ketika teknologi berkembang lebih jauh, saat itu sangat mungkin kedua perusahaan itu pun tumbang dan menghilang tanpa bekas sama sekali. Tentunya, bersama dengan semua data yang ada di dalamnya.

Sama seperti banyak perusahaan sebelumnya.

Pada saat itu, blog yang berbasis blogspot dan wordpress non self hosted pun akan terbawa sirna.

Mengenai kapannya, entah, tetapi pasti hal itu akan terjadi di suatu masa nanti.

Hal itu bisa dipercepat kalau kemudian Google atau WP tidak lagi memandang menyediakan platform blogging gratis sebagai menguntungkan. Sama nasibnya seperti Google Plus yang dihapus, sekarang Yahoo groups pun akan dihilangkan, dan pasti akan banyak produk perusahaan-perusahaan ini yang dihilangkan ketika tidak lagi memberi untung.

Bagaimanapun, mereka adalah institusi bisnis yang bertujuan mengeruk uang. Ketika tidak ada lagi profit yang diberikan, mereka tidak akan ragu untuk membuangnya.

Bagaimana dengan buku?

Sama saja.

Berapa juta buku pernah terbit 1 abad yang lalu? Apakah mereka masih ada? Sebagian kecil masih tersimpan di perpustakaan atau dalam bentuk digital, tetapi akankah abadi? Tidak juga.

Kodrat kehidupan dan siklusya tidak akan bisa dilawan.

Buku akan lapuk. File digital sangat mungkin terhapus ketika servernya rusak. Server yang terlalu penuh akan memaksa pengurusnya membuang yang tidak perlu, persis seperti kita melakukan decluttering pada komputer.

Semakin lama, potensi menghilang akan semakin besar.

Tidak ada keabadian, seperti yang dikatakan Pak Pram itu.

Semua akan musnah pada saatnya.

Memang, dibandingkan blog berbasis WordPress Self Hosted, Blogspot , WP Non Self Hosted, dan buku, mungkin akan bertahan lebih lama. Blog berbasis WP Self Hosted akan menghilang begitu sewa hosting dan domain tidak dibayar.

Tapi, saya ngeblog bukan untuk mengejar keabadian. Saya ngeblog untuk hari ini dan sedikit masa depan.

Bukan keabadian.

Saya tidak mau berpikir bahwa blog ini akan tetap ada dan terus “menginspirasi” orang. Saya hanya berharap setidaknya ada orang di masa kini yang bisa memanfaatkan apa yang ada di dalamnya.

Kalau nanti ada orang di “masa depan” yang masih bisa membaca dan mengambil manfaatnya, bagus sekali, kalau tidak, bukan sebuah masalah juga.

Jadi, saya hanya akan tersenyum kalau ada yang mengatakan bahwa menulis itu untuk keabadian.

Hal itu tidak mungkin terjadi.

Memang, saya sudah menyiapkan daftar blog, nama, url, dan password dalam catatan terpisah.

Saya berharap, jika saat saya sudah tiba, si Kribo mungkin bisa membuka blog-blog tersebut. Bukan agar nama saya abadi, tetapi karena saya berpikir, mungkin si Kribo bisa memanfaatkannya.

Keputusan selebihnya, saya akan serahkan kepada dia, apakah mau diteruskan atau tidak.

Bukan untuk mengejar keabadian.

Bagaimanapun, setelah mati nanti, saya tidak akan bisa peduli lagi tentang trafik pengunjung, peringkat Alexa, DA dan PA, atau segala sesuatu lainnya.

Bisa jadi, saya sudah sibuk dengan para blogger di akhirat nanti dan lupa pada blogsphere di dunia sekarang.

Tapi, yang sangat mungkin adalah saya terbujur kaku di dalam tanah dimakan cacing.

Tidak bisa lagi memikirkan tentang blog dan keabadian. Jadi, kenapa saya harus mengejar keabadian?

Saya hanyalah blogger, makhluk yang fana.

Keabadian bukan kodrat saya.

Mengejar Keabadian : Bagaimana Nasib Blog Setelah Bloggernya Mati?
Blog cumi lebay yang sudah berubah wujud

Yuk Berbagi....

18 thoughts on “Mengejar Keabadian : Bagaimana Nasib Blog Setelah Bloggernya Mati?”

  1. Saya juga sempat berpikir bahwa blog berbasis blogspot lebih awet dibandingkan yang berbayar, karena meski orangnya menghilang, selama Google masih menyediakan, maka tentu akan bertahan.

    Tapi seperti Pak Antonbilang, tak ada yang tahu sampai kapan Google bertahan. Saya jadi ingat blog pertama saya di Multiply yang cuma sempat berumur beberapa bulan.

    Tapi dari pada memikirkan keabadian, memang lebih baik menulis untuk saat ini dan masa depan, meski tidak sampai di keabadian.

    Duh, jadi ingat lirik lagu,,
    Ku tunggu kau di keabadian,,,

    Reply
    • Hahahaha… musik mana musik…#ikutannyanyi

      Iyah Nisa, saya pikir daripada berpikir tentang keabadian yang tidak jelas, kan lebih baik berpikir tentang hari ini saja dan bicara sedikit ke depan.

      Pada suatu waktu, yang ada di bumi juga pada akhirnya akan berakhir..

      Reply
  2. Mas, obrolan ini pernah dibahas di grup bloger. Ya ampun iya juga ya, saya pun baru kepikiran soal ini. Nanti ilang yaa tulisan-tulisan kita. Eman-eman sih.

    Haduh blog saya self hosted nih, desember ini kudu perpanjangan pula *cekdompetdulu

    Apakah ada tips agar tulisan tetap abadi meski kita sudah dimakan cacing mas? *wajib dijawab ya mas. 😀

    Reply
    • Lha.. nanya keabadian pada makluk fana, bagaimana sih? Bagaimana bisa mengajarkan tentang menjadi abadi, kalau diri sendiri saja suatu waktu akan menghilang.. hahahahahah

      Tidak perlu berpikir berat tentang menjadi abadi Ghina. Hal itu bertentangan dengan kodrat manusianya sendiri.

      Memang, sampai masa tertentu, ingatan atau kenangan tentang kita masih akan ada. Tetapi, pada akhirnya karena yang mengenang dan mengingat kita juga akan mati, pada akhirnya semua juga akan hilang.

      Berusaha sekeras apapun tidak akan menjamin apa-apa. Tidak akan menjamin “nama” kita akan abadi.

      Just do it for today, untuk orang-orang di sekeliling kita.

      Lagian, emang bisa mikirin blog kalau lagi dimakan cacing.. 😛 hahahahaha

      Reply
  3. Yaa mungkin apa yang dikatakan Pramoedya Ananta toer, Agar para penulis lebih konsisten dalam menulis sehingga menjadikan suatu hasil yang pastinya banyak dikenal orang walau si Blogger sudah tiada. Namun yaa tidak semua orang bisa begitu.🤣 🤣

    Yups gw lebih setuju dengan pendapatmu kong, Yahoo saja yang dulu punya nama bisa bisa jadi macan ompong yang pada akhirnya tumbang ditelan zaman.😊

    Keabadian hanya milik sang pencipta, Sedangkan manusia punya batasan yang hanya bisa meninggalkan kenangan entah berharga atau buruk, Yaa kembali kediri mereka sewaktu masih hidup.😊😊

    Kalau ngomongin para Almarhum seperti Cumi lebay, Shiq4, Imah Tasimah ( Blogger Kuliner Makasar ) Dan Kurniawan syah, Lupa nama blognye gw…😁 Apakah merekah Abadi tidak. Hanya ada yang mewarisinya saja atau pengganti. Malah semenjak Cumi lebay & yang lainnya sudah Almarhum saya ogah keblognya lagi bukannya benci, Seandainya kesana juga gaya penulisannya sudah beda. Lain orang lain cara.😊😊

    Seperti penulis paforit gw Bastian Tito setelah ia meninggal, Karyanya digatikan Mike Simon. Namun tetap berbeda, Hingga tak heran banyak penggemarnya yang meninggalkannya dan akhirnya berakhir juga. Jadi yaa memang tak ada yang abadi.

    Kalau saya pribadi ngeblog tak harus menunggu saya mati. Blog bagi saya sebuah pekerjaan yang akan ada pensiunnya. Mungkin usia 50 keatas saya sudah tidak akan aktif lagi dari yang namanya medsos apapun bentuknya.😊

    Masalah mewarisi blog, Saya suda bicarakan sama anak saya dan istri saya. Dan itu sudah saya bicarakan sejak 3 tahun lalu. Saya juga sudah mendidik anak saya soal urusan blog. Bahkan saya juga menjelaskan secara detail beda ngeblog via ponsel dan PC atau laptop. Tujuan sama cuma beda jalan saja.😊😊🤩 Mau apa nggaknya tergantung anak saya, dan semua itu bukan paksaan, Meski sekarang anak saya sudah paham cara mengedit template baik WP & Blogger. Tetapi semua belum waktunya. Inti semuanya blog saja juga akan ada akhirnya. Dan tinggal menunggu waktu saja.😊😊

    Reply
    • Yup tong.. elu bener-bener lagi bijak yah.. Nggak nyangka efek naik Commuter Line merubah dikau sedrastis ini.. 😀

      Mengerti sekali makna si Pram itu. Makanya kan saya sebut penyesatan yang bagus karena memotivasi tujuannya. Tapi, tetap saja sebuah penyesatan, apalagi kalau diadopsi oleh mereka yang hanya melihat kulit saja.

      Memang pasti ada perubahan gaya karena jiwa penulisnya berbeda kalau blog dipindahtangankan, tidak terhindarkan. Makanya banyak yang kecewa ketika orang di belakang layar berganti, karena pada dasarnya memang orang yang berbeda.

      Dari semua blog saya, sebenarnya ada dua yang sulit dipindahkan, satu blog MM dan si Anton.. keduanya sulit untuk dijual atau ditransfer ke orang lain karena terlalu personal.

      Bagus tuh Tong anak sudah diajarin. Sama dong gue juga lagi ngajarin. Cuma, bener banget tuh Tong kalau pada akhirnya memang itu urusan mereka. Kita tidak bisa memaksa..

      Cuma kalau gue harus pensiun umur 50.. berarti kurang dari satu bulan blog MM dan yang lain akan stop beroperasi..Hikss..

      Reply
  4. Sebenarnya bentuk keabadian bukan hanya tulisan atau buku saja. Pemikiran atau filsafat Yunani juga bisa bertahan ribuan. Eh tapi baru ribuan tahun ya, sedangkan yang nama keabadian itu ngga terukur waktu, jadi memang didunia ini sepertinya tidak ada yang abadi kecuali Allah SWT.

    Bahkan alam semesta ini juga tidak abadi. milyaran tahun kedepan matahari akan kehabisan bahan bakar dan meledak menjadi lubang hitam atau bintang Katai putih.

    Nah, Katai putih itu umurnya malah lebih panjang, menurut teori bisa mencapai 5 triliun tahun baru setelah itu benar-benar menghilang tidak ada energi yang tersisa sama sekali.

    Hahaha itu terlalu jauh ya.😂

    Oke, balik lagi ke karya blog. Memang kalo lihat kondisinya baik blogger maupun wordpress sepertinya masih aman karena disokong oleh dua perusahaan besar dunia, tapi seperti yang pak Anton bilang, kalau kedua itu cuma mengejar profit atau keuntungan, jika suatu saat blogger tidak menghasilkan untung bagi google, begitu juga wordpress maka bisa saja dihapus seperti Yahoo groups.

    Jadi ingat dengan mywapblog, dulu nyaman ngeblog disana, eh ternyata tutup layanan juga karena penghasilan dari iklan tidak mencukupi untuk bayar hosting.

    Jadi sebaiknya memang ngeblog hanya untuk fun saja, kalo mengejar keabadian itu tidak ada.

    Reply
    • Nah, satu lagi si Juragan Bang Pepet dan Mbak Kunti memberikan testimoni bahwa keabadian itu tidak ada.

      Hebat banget si Katai Putih itu tong, blognya dimana.. gue pengen liat nih.. hahahaha

      Gue ngerti bahwa filsafat Yunani dan Cina bisa bertahan sampai ribuan bahkan mungkin jutaan tahun, tapi apa pasti seperti itu 10-20 tahun dari sekarang? Bisa jadi filosofinya akan berubah karena perubahan pola pikir di masa depan.

      Jadi, kupikir terlalu berat bagi makhluk seperti kita bicara keabadian.

      Biar saya paham banget apa yang dikatakan si Pramoedya dan berpikir itu penyesatan yang bagus bagi banyak orang, walau tetap saja berpotensi menggiring pada pola pikir yang salah juga

      Iya ga bang Pepet.. eh juragannya

      Reply
  5. Nah tulisan di atas pernah ada “di pikiran saya” dan sempat terpikirkan. Memang semua yang kita miliki tidak ada yang abadi. Harta benda, tahta, jabatan dan semua pernak pernik dunia tidak akan dibawa ke akherat, kecuali 3 hal:
    (1). Seorang anak sholeh/ha yang mendoakn ibu bapaknya;
    (2). Ilmu bermanfaat yang disebarluaskan (termasuk ngeblog dengan diniatkan baik untuk menyebarkan informasi yang berguna);
    (3). Amal jahriah yang tidak pernah putus, seperti sedekah, dll.

    Jadi, tugas kita hanya mengisi era sekarang dimana kita hidup dengan hasil karya terbaik kita. Jadi keabadian itu hal yang absurd bagi seorang manusia dan dunia yang fana. Yang abadi hanya yg menciptakan….

    Reply
    • Hemmm.. kalau saya tidak mau berpikir ke arah sana mas.. terlalu tinggi untuk saya.. jadi saya memilih pola pandang sederhana saja… kalau mati, ya selebihnya bukan urusan saya lagi..:-D tugas sudah selesai..

      Reply
  6. Kak, aku bahkan nggak pernah terpikir jika nanti aku pergi, bagaimana dengan nasib blogku 😂, aku nggak kepikiran untuk selalu diingat atau tulisanku menjadi abadi, dll, sebab aku pikir semua yang ada di dunia ini cepat atau lambat akan sirna. Meskipun tulisanku nanti masih adapun, aku mungkin udah nggak bisa lihat reaksi para pembaca apalagi meresponnya karena mungkin udah sibuk di akherat ngumpul bareng dengan para bloggers lainnya sambil ngeteh(?)

    Reply
  7. kalau menurut saya ABADINYA itu bukan blog, tulisan dan bloggernya. Tapi, abadi itu ILMUnya yang bermanfaat. sebagaimana Hadits Nabi, “ketika anak Adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya, kecuali 3 hal: 1. Ilmu yang bermanfaat, 2. Anak sholegh yang selalu mendoakan orangtuanya, dan 3. Amal Zariya.”. terimakasih.

    Reply
  8. Saya auto cek blognya cumi lebay, trus kok jadi situs judi?
    Mau nanya, eh ternyata emang di bagian bawah dilampirin memang udah berubah.

    Saya lupa tepatnya, tapi kayaknya tahun lalu deh, saya cek blognya masih ada, lengkap dengan tulisannya yang warna warni.

    Sayang banget ya jadinya hilang.

    Kalau saya memang sejatinya menulis bukan untuk menjadi abadi, tapi cuman mau selama mungkin dikenal keturunan saya.

    Karenanya saya sering berpikir, kalau saya udah nggak ada, semoga keluarga ada yang mau membayarkan perpanjangan domain saya, atau menyetel ulang balik ke blogspot biar aman.

    Cuman memang pasword saya masih sering diganti-ganti, bahkan paksu nggak tahu apa pasword saya hahahaha.

    Reply
    • Hahahah… iya Rey.. saya lampirkan untuk menunjukkan bahwa keabadian itu sebenarnya tidak ada.

      Nah itu paradoks banget yah, mau orang membayarkan domain tapi password digonta ganti.. kumaha tah Rey memperpanjangnya…

      Mereka mungkin tahu caranya saja tidak.. hahahahah

      Reply

Leave a Comment