5 Tips Menghidupkan Kembali Blog Pasca Hiatus

Tips Menghidupakn Kembali blog Pasca Hiatus

Hiatus, vakum, cuti, atau mengambil istirahat agak panjang dalam kehidupan seorang blogger adalah hal yang umum terjadi. Alasannya juga beragam, tetapi bukan sesuatu yang aneh kalau seorang blogger memutuskan untuk berhenti ngeblog dalam jangka waktu tertentu.

Nah, biasanya setelah beberapa lama, ketika kembali memutuskan untuk kembali menjalani kehidupan blogger, banyak sekali hambatan dalam menghidupkan kembali blog.

Rasa malas, bingung, pikiran yang buntu, tulisan yang terasa jelek sekali, belum lagi motivasi yang down kerap menjadi hambatan yang hadir saat ingin ngeblog kembali.

Hal-hal seperti itu sangat wajar terjadi. Bagaimanapun, selama masa hiatus, kebanyakan blogger seringkali sama sekali tidak bersentuhan dengan dunia blog. Jadi, “jarak” antar keduanya tidak lagi sedekat sebelum ia memutuskan berhenti sementara.

Untuk mengatasinya tidak susah, tetapi memerlukan waktu.

Kalau saya sendiri, yang sempat hiatus selama setahun lebih, ada beberapa langkah yang dilakukan ketika kembali

1/ Mengubah tampilan blog

Sangat mungkin salah satu alasan dari seorang blogger mengambil keputusan berhenti sementara adalah karena bosan.

Kembali ke blog yang lama dengan tampilan yang sama dan isi yang masih sama cenderung mengangkat memori kebosanan tadi.

Jadi, yang saya lakukan pertama kali adalah mengutak-atik tampilan blog. Tujuannya menghadirkan suasana yang berbeda.

Langkah ini sekaligus seperti PDKT ulang dengan si blog. Meski belum menulis, setidaknya saya berusaha mendekatkan diri lagi dengan blog.

2/ Mengubah konsep

Bukan tidak mungkin, keputusan istirahat dari dunia blogging adalah karena ketidakjelasan arah ngeblog.

Sekembalinya dari hiatus merupakan saat yang tepat untuk memikirkan ulang tentang konsep yang akan dipergunakan. Mengubah konsep sedikit saja setidaknya akan memberikan “sebuah hal baru” yang bisa membangkitkan motivasi.

Ketika kembali dari masa hiatus, saya mengubah blog MM dari sekedar tempat “berargumen” menjadi konsep majalan dan lebih positif. Lumayan juga hasilnya karena banyak hal baru yang bisa diolah dan membangkitkan semangat.

3/ Mulai menulis

Kalau sudah melakukan yang dua di atas, sebaiknya langsung saja menulis. Apapun topiknya, tuliskan saja.

Mau pendek atau panjang, tidak ada masalah. Just do it!

Jangan khawatir kalau tulisan terasa jelek dan tidak enak dibaca. Maklum saja dan berikan diri sedikit waktu.

Bagaimanapun, otak, intuisi, tangan, dan banyak hal lainnya sudah “berkarat” karena tidak pernah dipakai. Perlu waktu agar “mesin menulis” kita kembali ke titik normal.

Terus menulis juga akan membantu memaksa diri dan menghilangkan kemalasan yang masih tersisa akibat libur panjang.

Jadi, silakan kembali menulis, sebanyak-banyaknya agar bisa cepat kembali normal. Waktunya akan tergantung pada kegigihan individunya, tetapi semakin banyak menulis, maka akan semakin cepat pulih.

Blog juga akan kembali hidup dengan tulisan baru.

4/ Lakukan blogwalking

Untuk menghidupkan kembali semangat, Anda juga perlu beradaptasi ulang dengan lingkungan.

Blogwalking bisa menjadi pilihan. Anda bisa melihat perkembangan dari sesama blogger, menemukan ide atau inspirasi dari rekan-rekan lainnya.

Juga, Anda bisa melakukan promosi blog agar pengunjung kembali berdatangan.

Semakin sering blogwalking setelah hiatus, semakin cepat kembali semangat untuk ngeblognya.

5/ Jangan lihat statistik

Hindari melihat Google Analytics atau Google Search Console selama Anda berusaha menghidupkan kembali blog.

Data yang akan terlihat pasti akan menjatuhkan mental karena pengunjung menurun.

Lebih baik fokus pada mengerjakan hal lain daripada mengamati statistik trafik pengunjung ke blog. Sudah merupakan hal yang biasa kalau blog lama tidak diupdate akan kehilangan pembaca.

Jadi, lupakan saja dulu masalah data, sampai kita kembali normal.

Kok tipsnya kayak saran bagi blogger pemula? Memang. Saran di atas tidak berbeda jauh dengan sebagian dari yang biasa saya berikan pada mereka yang baru menjadi blogger.

Alasannya karena masalah yang dihadapi memang sama. Sekembali dari hiatus, pada dasarnya Anda kembali menjadi “blogger pemula” lagi. Meski tidak seratus persen dari awal, tetapi Anda sudah mundur beberapa langkah.

Yang membedakannya adalah hasilnya. Blogger pemula butuh waktu lebih banyak untuk bergerak maju, tetapi blogger yang kembali dari hiatus tidak akan membutuhkan waktu yang lama. Pengetahuan dan pengalamannya sudah ada dan yang diperlukan adalah waktu adaptasi ulang saja.

Apakah kalau melakukan tips di atas ada jaminan blog akan hidup kembali? Jelas lah. Kalau Anda melakukannya secara rutin, blog Anda akan kembali hidup dan aktif. Perlahan tetapi pasti pembaca pun akan berdatangan dan mesin pencari pun akan memandangnya demikian.

Blog MM sendiri pasca hiatus terakhir sudah kembali normal dan pembacanya perlahan meningkat. Bahkan, tanpa saya melakukan promosi atau blogwalking banyak.

Padahal, saya sendiri masih merasa tidak puas karena hasil tulisan terasa masih tidak enak dibaca. Namun, saya bersyukur karena rasanya sudah mendekati masa sebelum hiatus lama.

Kalau melihat hasil, saya sudah mendekati titik sebelum mengambil cuti agak panjang dari dunia blog.

Nah, pernahkah Anda hiatus ngeblog? Bisa sharing pengalaman Anda untuk mendorong diri kembali?

Leave a Comment