Mau Blogpost Terindex Google? Lakukan Cara Ini!

Selamat Pagi Kawan MM!

Sedikit nyuri waktu dan kebetulan ada satu blogpost dari seorang Kawan MM yang menarik perhatian, yaitu dari Mamak Rempong, Mbak Reyne Raea. Topiknya sebenarnya bukan sebuah hal bari dan bahkan sudah jadul pisan kalau menurut pandangan saya. Judul tulisannya adalah Cara Mendaftar dan Menambahkan Blog ke Google Search Console.

Bahasan yang sebenarnya sudah dituliskan ribuan bahkan jutaan kali (kalau digabung dengan tulisan dari blogger luar Indonesia).

Cuma, kembali ada saja hal yang mengusik sehingga tulisan ini. Entah, mungkin sayanya saja yang terlalu kepo dan julid. Namun, saya pikir mungkin ada satu hal terkait masalah peng-indeks-an oleh Google yang kurang sesuai dengan pandangan saya dalam tulisan itu.

Saya maklum sekali, tentunya mayoritas blogger ingin agar blogpost, atau artikel, atau tulisan, atau konten yang mereka buat “terdaftar” di database Google. Dengan begitu, mereka memiliki kesempatan supaya mendatangkan pembaca dari mesin pencari .

Normal saja.

Hanya saja langkah apa saja yang harus dilakukan agar blogpost yang diterbitkan diindeks si Mbah Google?

Mau tahu?

Jawaban saya adalah TIDAK PERLU MELAKUKAN APAPUN.

Nggak masuk akal yah? Bertentangan sekali dengan yang banyak blogger senior katakan, termasuk yang Mamak Reyne Raea tuliskan dalam artikelnya itu.

Tapi, yah benar sekali. Saya sih akan memberi masukan kepada siapapun, tidak perlu repot-repot kalau cuma ingin tulisannya masuk database dan diindex oleh Google. Jangankan langkah spesial, langkah mendaftarkan ke Google Search Console pun sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Kenapa?

Karena otomatis Google akan melakukan itu. Itu jawabannya.

Sebagai contoh saja, saya akan tampilan di bawah ini hasil screenshoot dari blog sendiri, SI ANTON.

Mau Blogpost Terindex Google? Lakukan Cara Ini!

Yap. Itulah hasil pencarian melalui mesin pencari Google terhadap blog personal saya itu. Adanya data yang ditampilkan menunjukkan kalau blog tersebut sudah terindeks dengan baik di database si Raja Mesin Pencari itu.

Padahal….

Saya tidak pernah mendaftarkan blog itu ke Google Search Console atau Google Analytics. Karena itu merupakan blog personal dan isinya kadang kisah-kisah nostalgia, kadang curcol, kadang pemikiran iseng, saya memutuskan dibebaskan dari segala hal. Tujuannya buat menulis iseng saja.

Lumayan tidak perlu memasang Javascript dan memperingan blog.

Tapi..

Kenyataannya, blog itu tetap terindeks kok. Datanya bisa ditelusuri lewat mesin pencari. Padahal saya tidak melakukan apapun, selain menulis.

Hal ini bukan sesuatu yang aneh karena saya sudah melakukannya beberapa kali. Beberapa blog sebelum ini pernah diawali tanpa dihubungkan dengan GSC atau GA sama sekali. Hasilnya sama.

Sebuah blog akan tetap diindeks oleh Google (atau mesin pencari lain seperti Yahoo, DuckduckGo, atau Bing dan sebagainya) walau tidak didaftarkan. Sudah berulangkali kalau ditelusuri, pembaca bahkan datang dari mesin pencari yang kurang populer, padahal saya tidak pernah mendaftarkan apapun.

Mengapa?

Meski saya bukan bagian dari tim mesin pencari, tapi saya pikir, memang itu kerjaan mereka, mengumpulkan dan mengindeks data blogpost, isi website, dan sejenisnya. Memang itu pekerjaan dari tim mesin pencari.

Mereka akan mengumpulkan data dari berbagai website yang ada di dunia maya, kemudian memasukkannya ke sistem database mereka. Hal itu dilakukannya setiap detik. Untuk mencari, mereka menggunakan “bot”, alias “robot” pencari yang sebenarnya berupa algoritma juga.

Untuk apa database itu? Ya untuk pencari informasi. Banyak yang menduga kalau seorang pencari informasi memasukkan kata kunci ke kotak pencarian, si mesin pencari akan berkelana ke dunia maya menemukan tulisan yang cocok dengan kata kunci.

Padahal, sebenarnya tidak. Ketika kata kunci pencarian dimasukkan ke kotak pencarian di Google, misalkan, algoritma Google akan bekerja “mencari”, tetapi bukan ke seluruh dunia. Mereka mencarinya ke database di server mereka, databse yang dibuat oleh si Bot.

Hasil yang relevan akan ditampilkan di halaman SERP (Search Engine Result Page – Halaman Hasil Pencarian). Yang paling memenuhi kriteria mereka di halaman 1 dan seterusnya.

Memang tugas para bot itu mengumpulkan data dan kemudian melakukan pengindeksan. Yang mereka kumpulkan bukan sekedar yang didaftarkan ke GSC saja, “semua”.

Itulah kenapa blog Si Anton tetap bisa tampil di Google, karena datanya sudah dikumpulkan oleh para bot tadi.

Jadi, mau didaftarkan atau tidak ke GSC, sebenarnya tidak berpengaruh apa-apa dalam soal indeks mengindeks. Google akan tetap melakukannya tanpa disuruh sekalipun.

Mau tahu kenapa? Karena itu bisnis mereka. Tanpa mengumpulkan data dan mengindeksnya, mereka tidak punya bisnis, tidak punya apa-apa yang dijual.

Jangan pernah heran kalau tidak mengaitkan blog dengan GSC, tetapi menemukan pengunjung datang dari mesin pencari. Itu bagian kerjaan bot dan sejawatnya.

Tapi kan lebih cepat kalau didaftarkan dan kemudian setiap publish artikel mengirimkan urlnya, minta diindeks?

Cepat atau lambat sebenarnya relatif. Kalau dalam tulisan Mbak Reyne disebutkan dalam 24 jam sudah terindeks setelah mengirimkan url ke GSC.

Itu sih lama menurut saya. Blog Lovely Bogor di bawah 12 jam kalau menerbitkan artikel baru, tulisan itu akan sudah terindeks. DETIK (media online), dalam 1 jam saja tulisan sudah bisa nongkrong di halaman pertama.

Saya tidak tahu DETIK, tetapi saya tahu blog Lovely Bogor, karena itu punya saya. Saya tidak terbiasa mengirimkan url setelah menerbitkan blogpost. Didiamkan saja. Ngapain buang waktu dan nambah kerjaan karena pada akhirnya akan terindeks juga.

Dan, tetap saja, tulisan tersebut akan dimasukkan ke database Google. Tanpa diminta.

Jadi, pertanyaannya untuk apa saya harus mengirimkan url ke GSC? Mempercepat? Yah, yang sekarang saja sudah cepat. Di bawah 12 jam itu sudah cukup buat saya.

Cepat atau tidaknya pengindeksan sebuah tulisan baru menurut saya tergantung pada performa si website di mata Google. Website yang populer dan sering didatangi pengunjung, terutama dari mesin pencari akan mendapatkan pengindeksan lebih rutin dan sering dibandingkan blog biasa.

Tentunya, karena hal itu akan menguntungkan Google. Mereka akan terlihat sangat update dan performanya bagus di mata pencari informasi.

Tapi kan, biar bisa lebih cepat masuk ke Page One Google ? Nah ini salah kaprahnya lagi. Kalau sudah terindeks, dipandang bisa masuk ke halaman pertama (page one) SERP-Google. Kata siapa?

Diindeks bukan berarti otomatis masuk ke peringkat 1, 2, dan tiga. Bisa saja tulisan kita masuknya ke peringkat ke 1.000.000 atau kurang atau lebih. Tidak ada kaitannya dengan pengindeksan dengan peringkat di SERP.

Page one SERP biasanya berkaitan dengan “kualitas” menurut penilaian Google dan algoritmanya. Di sini yang berperan adalah SEO, bukan masalah harus submit url atau tidak.

Saya sebenarnya sudah mengatakan hal ini beberapa kali di masa lalu, cuma yah begitulah kebanyakan orang lebih suka tenggelam dalam wejangan bombastis para “pakar” atau yang mengaku pakar.

Makanya banyak yang suka sekali mengirimkan url ke GSC setiap mempublish blogpost baru. Supaya cepat diindeks Google. Kemudian, dengan bumbu-bumbu lagi, mereka membuat tulisan tentang keuntungan submit url ke GSC, dan bla bla bla.

Hasilnya, mitos terbentuk dan mengaburkan fakta bahwa Google akan mengindeks artikel di website manapun, tanpa disuruh. Bukan karena mereka sayang Anda, tetapi karena mereka butuh itu. Mereka butuh tulisan Anda, saya, dan orang lain untuk menjalankan bisnis mereka.

Tanpa disuruh pun, mereka akan melakukannya. Karena tanpa begitu, mereka bisa mati dan bisnisnya berhenti.

Jadi, kenapa yah harus repot-repot mengirimkan url setiap publish artikel di blog? Buang waktu saja menurut saya mah.

Tapi, ya terserah sih. Waktu ya waktu sendiri, mau dibuang juga terserah sendiri dong. Lagi pula, kebetulan saya bukan pakar dan tidak mengaku pakar, jadi silakan abaikan saja pandangan saya kalau mau.

Dah, ah balik bikin toko online lagi sajah abis julid.

(Tips : mau tahu tulisan sudah terindeks Google atau belum, pakai instruksi di browser “site:namadomain.com. Tips tambahan : nggak usah dipikirin diindeks atau tidak..:-D).

14 thoughts on “Mau Blogpost Terindex Google? Lakukan Cara Ini!”

  1. Barusan saya check pakai site nama blog itu, mas 😂

    Ternyata yang terindex memang hanya tulisan perjalanan atau review saja, hahahahahaha. Yang curcol nggak terindex sama sekali, Google mungkin lelah kalau harus masukkan tulisan curcol ugha ðŸĪŠ Wk.

    Terima kasih infonya, mas Anton 😁 Eh tapi saya bisa mengerti kenapa mba Rey mau pakai sedikit waktunya untuk index blog — (saya nggak bilang buang waktu, sebab mungkin mba Rey nggak merasa membuangnya hohoho).

    Menurut saya, mba Rey melakukan itu karena sudah terbiasa, dan dikarenakan sudah terbiasa, jadi ada feeling jika nggak dilakukan maka tulisan nggak bisa terindex dalam waktu cepat 😆 Wk. Soalnya saya begini, kalau sudah terbiasa lakukan sesuatu, terlepas membantu atau nggak, akan tetap saya lakukan 😂

    For the sake of secure feeling kayaknya 😜✌ Over all, saya thankful sama mas Anton dan mba Rey atas ilmu yang sudah dibagikan. Thank you, mas ðŸĨģ🎉

    Reply
    • Hahaha.. cek ulang Eno, kayaknya sudah semuanya. Karena ada 388 URL artikel Creameno yang terdaftar, bahkan yang judulnya HELLO atau KLEPON saja nongol, belum Never Go to bad angry, May I help you , For granted I Love You so, my travel friend yang isinya panadol extra.. hahaha.. karena Eno pernah bilang ada 300 article kan, angka 388 hasil pencarian (tambah archive dan category). Semuanya (atau hampir semuanya) kok Eno.. ga dipilah.. Totalnya ada 31 halaman SERP..:-D 😀 😀 coba saja compare dan bandingkan.. hahahahaha…

      Well, bagaimana orang lain mau “membuang” waktunya, pada dasarnya terserah masing-masing. Itu hak pribadi masing-masing Eno. Saya tidak bisa mencampuri.

      Tapi… tetap saja buat saya sendiri, yang kayak gitu buang buang waktu apalagi berdasarkan pandangan/teori yang sebenarnya usang sekali . Pandangan yang lebih banyak berdasarkan mitos dan “katanya”. Sudah banyak dibahas dan kebanyakan memang sudah sadar bahwa tidak perlu lagi submit url setiap publish artikel.

      Bagi saya sendiri, tulisan ini sekedar sebuah pengimbang saja, selebihnya silakan pembaca yang memutuskan, apakah mereka mau membuang waktu mereka (memang cuma beberapa menit) untuk mensubmit url atau tidak. Kalau mau, yo monggo. Setidaknya saya sudah memberitahu saja, ini loh faktanya. Saya nggak nyalahin Rey dalam hal ini.. Mau dia buang waktu kayak apa, ya silakan sajah.. hahaha cuma yah saya tetap bilang tindakan kayak gitu buang buang waktu.. wkwkwkwkw #keukeuh karena wat saya tindakan itu ga berfaedah sama sekali…

      Hahaha.. soal mengerti karena kebiasaan? Yah saya mah maklum sajah… hahahaha…

      Reply
  2. Aku tahu sih GSC ini, tapi ga terlalu rutin utk pakai tiap kali ngeblog :D. Apalagi setelah diksh tau mas Anton, bahwa ini sebenrnya ga ush juga dilakuin, google toh bakal ttp mengindeks, makin males kurasa pakai ini :D.

    Siapa yg ga kepengin tulisannya ada di page one Google. Tp buatku kalo mau begitu, ttp aja sih isi tulisan menentukan semua :D. Mau di submit melalui GSC sekalipun ga menjamin kan bakal msk halaman pertama 😀 .

    Reply
    • Yoi banget Fan.. sebenarnya yang masuk Page One itu yang bagus tulisannya. Semakin baik, semakin besar kemungkinan masuk ke Page One.

      Kalau soal index mah ga usah dipikirin. Keindex pasti nantinya.. hahahah aku juga dah jarang banget nengok si GSC.. wakakakak

      Reply
  3. wakakakakakaka, habis dari tulisan sendiri, datang ke sini, lah kok pembahasannya sama, hahaha.

    Pertama, tulisan di blog saya itu, aya tulis buat teman-teman di grup Bapaaakk, ada yang minta diajarin daftarin GSC, daripada saya kirimin screenshootnya aja, mending saya bikin tulisan panjang sekalian, jadi tinggal share url blogpostnya, dan sekali mendayung, udah lemes *lah, maksudnya sekali kerja, dapat 2 hasil.
    hutang saya di grup itu terbayar, plus saya bisa isi blog saya juga hahahaha.

    Yang kedua, sejujurnya saya juga nggak mengindex semua isi tulisan saya di GSC sih, hanya pas ingat saja, kebanyakan sih kalau post berbayar, di mana kliennya sungguuhhhh sangat tak sabaran, meminta segera muncul di google.

    Dan saya punya pengalaman nggak asyik nih tentang hal itu, di mana saya pernah dapat klien, udah lah saya bilang artikel saya biasanya paling enggak 24 jam udah keindex, lah ternyata, sampai 3 hari dong Pak, barulah keindex.

    Waktu itu, entah mengapa GSC lagi ada perbaikan atau apa gitu, sehingga fitur permintaan index lagi nggak bisa digunakan.

    Alhasil selama 3 hari saya bosan dah diterorrr mulu.
    Kliennya ribut aja, nanya, mengapa kok artikel saya nggak ada di google.

    Barulah di hari ke-3 saya lega.

    Sekarang saya jarang ngecek sih, tapi seingat saya memang, kalau pakai GSC lebih cepat indexnya, biarpun nggak di page one.

    Btw, saya juga nggak mengindex semua artikel saya, tapi saya cek di GSC, semuanya udah keindex, memang pasti keindex, selama ga ada kesalahan ini itu, cuman butuh waktu sih 😀

    Dan kalau saya liat memang tergantung performa, dan ini itunya blog, yang saya belom tahu sama sekali sih.

    Jalau dibandingkan dengan media online, mereka mah kagak bisa dipertanyakan lagi, kayaknya keindex dalam hitungan menit, ada caranya juga sih, saya pernah baca di blognya siapa ya itu.
    Tapi saya nggak begitu ngeh, karena pakai kode-kodean 😀

    Kalau saya, yang penting keindex deh, mau 1 hari atau 2 hari, gapapa.
    Asal pas artikel berbayar yang kliennya ga sabaran aja, harus keindex cepat, biar nggak diteror mulu hahaha

    Btw tengkiu tambahan ulasannya Bapaaakk 😀

    Reply
    • Justru sengaja saya buat sebagai pengimbang Rey. Hahahaha.. aku nulis setelah baca tulisanmu.

      Masalah terindeks, pasti diindez, ga usah diberat beratin pikiran. Kalau mau terindex cepat fokus pada sering update dan rutin, biasanya cepat karena selalu ada artikel baru. Butuh waktu, tetapi bukankah itu inti membangun blog.

      Soal janji ke si sponsor, yah saya pikir 1 x 24 jam untuk blog yang rutin diupdate setiap hari mah wajar kok. Segitu mah bisa dapet.

      Saya tidak begitu memperhatikan perkembangan soal GSC, tapi yang saya ingat katanya submit url akan dinonaktifkan. Cuma tidak tahu apakah sudah dijalankan atau tidak.

      Reply
  4. Inilah kenapa saya masih sering stalking maniakmenulis, hal hal perblogingan yang kadang terdengar ruwet bagi saya, dijelaskan dengan bahasa mudah di sini. Saya masih ingin jadi seorang maniak menulis di blog saya 🙂

    Kadang saya heran, Artikel saya yg berkaitan dng materi mengajar mapel saya termasuk banyak dikunjungi. Padahal awalnya hanya saya tujukan untuk kebutuhan saya mengajar murid saya sendiri. Di beberapa postingan materi pelajaran saya kasih tautan latihan soal google form, eh pas iseng saya buka drive, yg ngisi bukan hanya murid saya saja. Ada yg murid dari sma indonesia timur sana. Apalagi pas PJJ ini, makinbanyak yg nengakses. Maka kalau diamati, blog saya itu ramai dikunjungi pas jam kerja, pas weekend sepi. Dan sesuai dengan urutan lazimnya pemberian materi mapel bhs inggris sesuai kurikulum sma kelas xi. Padahal saya tidak pernah kenal index mengindex google ini.

    Bukannya mau bilang optimalisasi blog tidak penting, tapi tulisan di blog biasa saya pun punya hak yang sama jadi page one meski tidak dioptimalkan. Menurut saya blog saya tetap ada yg mengakses dan jadi nongol di page one karena kebetulan isinya pas dibutuhkan orang. Postingannya pas ada kekhususannya,misalnya di saya, kekhususannya pada prmbahasan terkait mapel misalnya. Hehe kok malah jadi curhat. Itu pemikiran saya saja, tidak tahu benar atau salah. Terimakasih artikel artikelnya di mm

    Reply
    • Boleh boleh curhat di sini kok Dew.. ditampung #ambilember.. wkwkwk

      Yap, saya pikir yang Dewi alami itu karena tulisan Dewi dianggap bermanfaat sama Google dan saya tidak akan heran kalau ada di antaranya yang nangkring di Page One Google. Karena mereka memandang tulisan itu berguna bagi pembaca.

      Jadi, saya pikir mah, Dewi tetap saja jalani apa yang dilakukan saat ini. Tuliskan yang berguna wat para siswa, dan Insya Allah bakalan terpilih masuk Page One Google.. hahahah

      Reply
  5. Dapat ilmu lagi dari pak Anton nih.😀

    Memang benar tanpa di indeks ke GSC juga blog kalo rajin update, misalnya seminggu tiga kali apalagi tiap hari akan muncul di pencarian google. Kalo untuk blog sarilah memang jarang sekali aku submit karena kupikir jarang orang nyari cerpen, tapi tetap terindeks di google.

    Apalagi jika orangnya suka BlogWalking maka biarpun tidak daftar kan blognya ke GSC tetap akan terindeks, karena bot biasanya selain mengindeks artikel tersebut juga menelusuri kolom komentar, jika ada link keluar maka bot nya akan kesana juga.

    Tapi itu untuk blogspot dan wordpress sih, aku pernah punya blog di nextwapblog untuk iseng saja. Nulis juga hanya sekedar nya, paling sebulan sekali atau malah seingatnya saja. Setelah beberapa bulan aku iseng cek di pencarian google tidak muncul sama sekali, padahal blog sudah bikin setengah tahun dan ada lima artikel kalo ngga salah, cuma memang tidak aku daftarkan ke GSC.

    Tapi itu dulu sih tahun 2018, mungkin kalo sekarang beda lagi.

    Reply
    • Saya pikir semua sebenarnya terindeks bro… Bahkan, Tumblr yang isinya banyak hal negatif pun bisa ditemukan isinya di mesin pencari.

      Saya tidak tahu nextwapblog tapi saya masih menemukan domain itu di mesin pencari juga, meski sudah berganti pemilik. Jadi saya rasa tetap terindeks…

      Saya yakin itu kalau lihat masih bisanya ditemukan blog blog tak bertuan gentayangan menunjukkan datanya memang tetap ada di server Google

      Reply
  6. hahahaha julid katanya
    dulu aku ga paham beginian pak anton, ya terus kepo kepo juga, dan malah pernah tuh pusying sendiri nyari cara gimana masukin url tulisan. Kok aku ga paham yak wkwkwkwk
    teruss pas ganti template ehhh malah ga connect lagi sama GSC, diutak atik kok ya ga bisa bisa, emang karna aku nya aja yang ga paham kalau soal naruh coding disebelah mananya. yawes sampe sekarang aku biarin ga connect ke GSC

    Reply
    • Kalau ga salah fitur submit url dah dihapus deh.. kalau ga salah inget pengumuman dari Google. Cuma ga tau juga sih soalnya sudah jarang nengok ke sana, kecuali kalo pas butuh wat bahan tulisan atau sedikit evaluasi..

      Kalau ganti template, jangan lupa kode Google Analytics nya dipasang lagi, dan kemudian coba lakukan verifikasi ulang Nun. Biasanya kode verifikasinya itu yang hilang kalau ganti template

      Reply

Leave a Comment