Anton Ardyanto

Forum Replies Created

Viewing 15 posts - 1 through 15 (of 375 total)
  • Author
    Posts
  • Anton ArdyantoAnton Ardyanto
    Keymaster

    Nggak penting sama sekali… 😛 hahahahah kalau ada yang memperdebatkan, berarti mereka ga punya kerjaan… wkwkwkwk

    Saya seorang kutu buku. Si Yayang tidak. Tapi kami baik-baik saja selama 20 tahun.

    Mencari jodoh itu adalah urusan berumahtangga dan menjalani hidup bersama. Membaca buku itu masalah kesukaan dan setiap orang bisa berbeda, bisa sama. Kesamaan hobi tidak menentukan apa-apa bagi perjalanan pernikahan.

     

    Anton ArdyantoAnton Ardyanto
    Keymaster

    Hahaha.. kalau soal “puas”, terus terang saya mah orang yang agak sulit.. wkwkwkwk.. Saya biasa menggali sampai ke dalam terus dan mempertanyakan hal-hal yang menurut saya masih belum bisa diterima oleh saya.

    Saya juga tidak akan menyarankan Bang Zae untuk membahas sesuatu yang tidak Abang kuasai. Hal itu akan memberatkan dan hasilnya cenderung tidak baik.

    Meskipun demikian, tidak berarti karena kita merasa menguasai sesuatu, sesuatu itu harus dituliskan semuanya. Terkadang ada hal yang sebaiknya tidak dituliskan dengan satu dan lain alasan.

    Dalam hal ini, soal semangat, saya masih agak bingung kenapa dianggap spesial. Begitu juga dengan cara eksekusi idenya yang pada akhirnya membuat tulisan itu tidak memiliki beda dengan tulisan-tulisan yang sudah ada di dunia maya.

    Begitu maksud saya Bang..Ide sama, no problem, walau menjadi lebih berat untuk mengolahnya, tetapi kalau diolah dengan cara yang sama, tulisan itu hanya menjadi satu tulisan yang tidak memiliki perbedaan dari yang lain.

    Mungkin Bang Zae berpandangan tulisan itu spesial. Wajar, hanya belum tentu pembacanya memandang itu sama dengan cara Abang.

    Kenapa saya sebut kereta dan NU lebih spesial, karena tema itu sejak awal sudah menjadikan abang berbeda dibandingkan kebanyakan yang lain.

    Gitu loh Bang…

    Simplenya, kalau abang menulis tentang NU dan kereta atau TPQ, saya ga akan komentar panjang seperti ini. Tetapi, karena saya sudah membaca banyak, hasilnya ada tanggapan yang seperti ini.

    Jadi, bukan masalah salah atau benar. Saya hanya mencoba memahami beberapa kebiasaan blogger yang terkadang membingungkan. Kenapa harus mengulang tema yang sudah umum dengan cara yang umum juga?

    Tapi saya paham sekali kok bahwa kebebasan berpendapat itu mutlak. Mau mengulang tema dengan cara yang sudah biasa juga bukan sebuah kesalahan. Semua baik baik saja..

    Hanya kebiasaan saja membuat saya berpikir kenapa harus demikian.Tidak ada cara lainkah? Tidak ada kreasi lain kah?

    Tapi yang jelas saya senang bisa berdiskusi di sini. Jangan dipandang sebagai sesuatu yang merendahkan karena tidak ada pikiran itu. Yang ada adalah keingintahuan terhadap banyak hal dan kebetulan saja tulisan Bang Zae yang memicu keingintahuan saya.

    Salam hormat dari saya

    Anton ArdyantoAnton Ardyanto
    Keymaster

    Cek Lovely Bogor Network Mas Priant.. hahahaha

    Bukan mau sombong, mas bisa lihat di sana kan ada blog yang TLD dan ada yang memakai subdomain. Nah, semua itu hanya memakai satu akun Adsense saja.

    Jadi, jawaban saja BISA.

    Asalkan subdomainnya, seperti yang Mas Bayu katakan, juga sudah didaftarkan dalam akun mas di Google Adsense. Dengan begitu iklan akan ditampilkan.

    Gitu ajah jawaban saya mas Priant

    Anton ArdyantoAnton Ardyanto
    Keymaster

    Kenapa harus minta maaf? Seperti sudah saya jelaskan dalam jawaban saya ke Mas Bayu, setiap blogger bebas kok mau menulis apa saja. Bahkan, mau menulis tema yang sudah ditulis ribuan kali juga bukan sesuatu yang menjadi masalah. Bebas-bebas saja…

    Juga, tidak ada yang salah kok mau mempromosikan pengalaman sendiri ke blogger yang lain, dan mencoba menginspirasi mereka. Sah-sah saja.. no problem, saya malah senang kalau ada yang mau..

    Jadi, tidak perlu meminta maaf kepada saya… Meskipun saya yang membuat forum ini, dan sekarang mengelolanya, tidak berarti harus minta izin kok..

    Saya hanya kebetulan saja “tertarik”, bukan pada tulisannya, tetapi pada temanya. Tema yang diusung sebagai tulisan ini bukanlah sesuatu yang spesial, bahkan bagi saya sendiri masuk pada kategori “membosankan” karena seperti sudah saya bilang sudah ratusan kali dan saya tidak sedang ngibul.. haahhaha… Dari zaman pertama saya ngeblog, sampai sekarang tema yang sudah ini sudah dibahas.

    Saya tertarik ingin tahu mengapa tema yang sudah luar biasa umum ini masih coba diusung dan dibahas kembali. Apa keuntungannya bagi blog penulisnya sendiri? Kalau mas Zae ingin menginspirasi, bagaimana bisa tulisan dengan tema yang membosankan bisa menginspirasi?

    Kenapa tidak mencoba mencari tema baru yang lebih “berbeda”?

    Betul, memang untuk tahu apakah istimewa atau tidak , saya harus membaca, tetapi mas Zae harus berusaha membuat saya tertarik membaca, iya kan? Nah, menurut Kang Zae, apakah memang Kang Zae sudah mempromosikannya dengan baik?

    Ini logika berpikir saya…

    Tambahkan lagi, sebagai seorang blogger, saya tahu kapan semangat saya menurun, kapan naik? Penyebabnya juga sudah diketahui, polanya kapan timbul kapan pergi, juga sudah. Dan, biasanya seorang blogger, apalagi yang sudah lumayan lama bergelut di dunia blogging, mereka akan “melihat” ke diri mereka sendiri untuk menemukan alasan penurunan semangat itu, masalahnya di sana.

    Nah, pertanyaannya, kenapa saya harus membaca pengalaman orang lain kalau masalahnya ada di dalam diri sendiri..:-D 😀 ?

    Kang Zae, jangan maaf maafan terus lum lebaran neh.. wkwkwk 😀 😀

    Tapi, saya sudah berkunjung dan membaca tulisan Kang Zae.. Boleh jujur, tulisan itu mirip sekali (poin-poinnya) dengan salah satu tulisan di blog tempat dulu saya bermain (tema yang sama), namanya Juragan Cipir (bloggernya Indri Lidiawati). Padahal itu blog sudah 5 tahun tidak aktif…

    Itu maksud saya Bang Zae..Salah satu kelemahan dari sistem mengusung tema yang sudah “pasaran”

    Kenapa Bang Zae tidak fokus saja pada dunia santri dan kereta api, NU atau TPQ. Yang seperti ini justru membuat Bang Zae berbeda. Sedangkan masuk ke wilayah Adsense atau blogging, Bang Zae akan terpaksa banyak bersinggungan dengan topik-topik usang yang sudah dibahas ratusan kali oleh mereka yang fokus di bidang itu.

    Bukan berarti tidak boleh, silakan saja kalau mau. Ini dunia bebas tetapi tingkat kesulitannya dan cara menanganinya akan menjadi luar biasa berat. Pasarnya adalah para blogger yang mayoritas sudah paham situasinya… Istilah yang saya pakai untuk meyakinkan penjual kolak membeli kolak itu lebih berat.

    Sekedar tukar pikiran saja yah Bang Zae antar sesama blogger.

    Terakhir, tidak perlu meminta maaf untuk mengungkapkan pendapat, karena di Kafe MM bebas bebas saja kok.. Cuma, ya jangan kaget kalau tiba-tiba dikomentari sama penjaga kafenya yang kalau sedang nganggur gemar mengutak atik pemikiran

     

    Anton ArdyantoAnton Ardyanto
    Keymaster

    Waduh… padahal cuma nanya… Emang kumisnya nakutin yah?

    Sebenernya, saya tidak masuk ke pembahasan tulisan. Memang bener bahwa setiap orang punya gaya penulisan yang berbeda dan pasti punya pangsa pasar sendiri.

    Cuma, pertanyaan saya sebenarnya masih ke bagian “tema”.

    Begini Bay.. Kalau di bulan Ramadhan, makanan yang paling umum dan dibuat semua orang apa hayoo? Jawabannya KOLAK.

    Nah, sekarang,  penjual kolak itu banyak.. iya kan? Kalau Bayu disuruh jualan, kemudian memilih kolak? Apa keunggulan dari kolak Bayu sehingga bisa menarik orang membeli?

    Bayu harus bisa menjelaskan apa keistimewaannya supaya orang tertarik membeli. Iya kan? Kalau cuma jualan kolak, maka orang akan berpikiran kolak ya kolak? Manis dan bersantan..

    Apalagi kemudian Bayu menawarkan kolak kepada penjual kolak, lebih sulit lagi karena untuk apa saya membeli kolak bayu, lha ya saya jualan kolak juga dan bisa buat sendiri? Iya nggak sih.

    Begitu juga dengan tulisan “apa yang membuat semangat blogger turun” . Kenapa para blogger harus baca? Mereka bisa diibaratkan penjual kolak juga kok, mereka tahu situasinya, mereka bisa menulis versi mereka sendiri? Lalu kenapa saya harus baca tulisan orang lain?

    Kenapa saya harus beli kolak orang lain kalau saya bisa buat kolak sendiri?

    Nah pertanyaan saya

    * kenapa milih jualan kolak di bulan Ramadhan yang sebenarnya sudah bejibun penjualnya? Kenapa tidak memilih menu lain supaya “berbeda” (istimewa)

    * kenapa harus bahas soal masalah semangat blogger padahal tahu sudah ada ratusan bahkan ribuan tulisan sejenis dan membuat tema tersebut tidak lagi istimewa di mata pembaca

    * kecuali kalau si penulis menawarkan sesuatu yang “berbeda” / istimewa..

    Jadi pertanyaan saya sebenarnya masih dalam masalah tema.

    Saya cukup sadar kalau setiap blogger bebas mau menulis apapun, tetapi kalau memang ada niatan untuk menjaring pembaca, “bebas” di sini harus diimbangi dengan kreatif. Hanya membahas sesuatu yang berulang, tanpa menjelaskan keistimewaan tulisannya, bisakah mengundang pembaca? Kalaupun membaca, apakah akan menimbulkan kesan?

    Sulit untuk mengesankan pembaca kalau terus berpola memilih ide tulisan yang biasa saja. Blogger harus mau dan berani keluar dari kotaknya dan berpikir tema-tema yang lebih menarik.

    Kayak Bayu dengan Ramadhan versi masak ayam sendiri (beli ayam dipencet dulu dagingnya) dan ditawar 20 rebu.. Itu sesuatu yang berbeda dan secara otomatis sudah menarik, bahkan lebih menarik dibandingkan bicara tentang penyebaba semangat seorang blogger turun…

    Tapi saya tidak menutup kemungkinan bahwa tulisannya memang luar biasa, tetapi itu pun tetap ada masalah karena sudah terbiasa “makan kolak” yang seperti itu, mendengarnya saja, saya sulit terkesan.

    Nah, timbul pertanyaan, promosinya gimana? Kalau barang biasa, bisa dibuat luar biasa oleh promosi, tetapi kalau promosinya biasa saja, ya sulit membuat orang terkesan….

    Jadi, belum masuk ke bahasan tulisan karena saya belum membacanya.

    Gitu Bay…

    Maaf kepanjangan

    Anton ArdyantoAnton Ardyanto
    Keymaster

    Halah.. dia mah.. gue pan iseng mempertanyakan saja, karena tulisan dengan tema seperti ini sudah ratusan bahkan ribuan… Nah pertanyaannya kan, sebagai calon pembeli, spesialnya apa tulisan yang akan saya baca nantinya..

    Hahahaha….

    Sekalian ngajak diskusi saja, sapa tau ada yang berminat…

    Kenapa harus membahas tema yang sudah ditulis ratusan bahkan ribuan kali? Kenapa tidak mencoba mencari tema baru yang belum dituliskan? Kalau memang “terpaksa” harus menulis tema tersebut, bagaimana caranya supaya “berbeda” dari yang ratusan terdahulu..

    Kalau memang tulisannya sebenarnya isinya sama saja, kalau begitu bagaimana supaya memikat pembaca? Cara promosinya gimana supaya pembaca tertarik?

    Nah kira-kira promosi dengan cara tersbut di atas apakah cukup menarik?

    Iya kan?

    Anton ArdyantoAnton Ardyanto
    Keymaster

    Hemmm… sebelum saya pergi ke TKP, boleh nanya apa yang istimewa dari tulisan mas soal alasan kenapa semangat menurun? Hahahaha

    Maklum, saya sudah baca entah berapa puluh tulisan sejenis dan tentunya kalau saya disuruh membaca, saya akan bertanya dulu apa istimewanya dibandingkan tulisan sejenis yang sudah diterbitkan oleh puluhan blogger lainnya..

    😀 😀

    Silakan dijabarkan di sini mas.. mengingat tema yang ini mah sudah dibahas berulangkali dan kenapa saya harus membaca tulisannya.. hahahaha

    #Roninlagikeluarisengnya

    Anton ArdyantoAnton Ardyanto
    Keymaster

    Maksud membahas ulang tuh seperti apa Mas Joko? Apakah melakukan penulisan ulang? atau seperti apa?

    in reply to: Sebutkan 1 buku Favorit Kalian Sepanjang Masa! #8437
    Anton ArdyantoAnton Ardyanto
    Keymaster

    Kalo udah ga baca buku, boleh ikutan jawab kah Peri? Juga saya nggak pernah baca ulang (kecuali komik dan majalah).. hahahahahaha cuma apa yang ditulis keinget terus? Terus komik boleh nggak? Itu buku juga kan? wakakakak nanya banyak beut dah..

    Kalau saya boleh pilih, saya akan memilih GLOBAL PARADOX, John Naisbitt sebagai buku favorit saya. Bukan buku novel, tetapi buku manajemen.

    Buku itu saya baca di tahun 1990-an, isinya tentang prediksi masa datang dengan berbagai perubahan yang akan terjadi di dunia dengan kehadiran internet.

    Kenapa saya bisa ingat, yah karena mayoritas yang dijabarkan di sana, terjadi di masa sekarang, seperti masyarakat jaringan, belanja online, bekerja dari rumah, dan seterusnya. Perubahan dalam struktur masyarakat dunia yang dirasakan sekarang sudah diprediksi puluhan tahun yang lalu dan sepertinya masih ada beberapa yang akan segera terealisasi.

    Jadi, karena saya masih hidup di masa sekarang dan mengalami sendiri, saya bilang ini salah satu buku yang sampai kini isinya masih ada di kepala saya.

     

    in reply to: Sambut Ramadhan #8425
    Anton ArdyantoAnton Ardyanto
    Keymaster

    #sungkemdanciumtanganustadztongdahlansatriadi

    Sama-sama ya Kang, kita suka bercanda dan kalau ada kekhilapan dan salah salah kate, tolong dibukakan pintu maaf yang sebesar besarnya

    Selamat menjalankan ibadah puasa yah… jangan minum sambil ngumpet lo yah

    in reply to: Referensi Beli Domain (tanpa hosting) #8408
    Anton ArdyantoAnton Ardyanto
    Keymaster

    Saya ga pernah ngarahin ke blogger sih, jadi ga bisa komentar. Cuma kalau mengarahkan ke server lain (bukan blogger) nggak susah juga sih.. Cuma ganti nama server dan kemudian mengarahkan ke IP yang baru..

    in reply to: [INFO LOMBA MENULIS] Berhadiah 10 Juta #8405
    Anton ArdyantoAnton Ardyanto
    Keymaster

    Makasih suhu Ajay wat informasinya.. Mudah-mudahan banyak rekan blogger yang mau ikut

    in reply to: [Bisnis6.my.id] Manfaat Blog untuk Bisnis #8404
    Anton ArdyantoAnton Ardyanto
    Keymaster

    Saya masih nyari recehan saja mas.. 😀 Belum sanggup cari yang besar

    in reply to: Resolusi gambar terbaik #8403
    Anton ArdyantoAnton Ardyanto
    Keymaster

    Jangan fokus pada aspek rasio mas.. karena tidak ada kaitan dengan resolusi. Aspek rasio itu cuma perbandingan lebar dan tinggi foto saja.

    Misalkan

    640 x 480 : aspek rasio 4 : 3 (sekitar 40-60 Kilobyte)

    1200 X 900 : aspek rasio 4 : 3 juga (ukuran kilobyte lebih besar, sekitar 133-150)

    1600 X 1200 : aspek rasio 4 : 3 juga (ukuran kilobyte lebih besar lagi, sekitar 175-200 Kilobyte))

    Yang harus dijadikan patokan sebenarnya adalah ukuran lebar karena 640 pixel sudah lebih dari cukup untuk ruang baca blog di komputer atau ponsel.

    Mau bagusan dikit pakai yang lebar 1024 sudah cukup dan cukup juga untuk full width

    Rasio foto awal juga sebaiknya dipertahankan dan jangan diubah karena bisa menghasilkan image yang jelek.

    Contoh kalau sebuah image yang awalnya 16 : 9 diubah menjadi 4:3 maka foto akan terdistorsi dan hasilnya ga enak dilihat. Jadi, bagusnya biarkan saja rasio sesuai aslinya. Yang harus diperhatikan lebarnya saja sementara aspek rasio tetap pertahankan aslinya.

    Misalkan aslinya 1600 : 900 (rasio 16:9), perkecil saja menjadi 640 X 360 (rasio tetap 16:9).

    Gitu mas..

    in reply to: Resolusi gambar terbaik #8395
    Anton ArdyantoAnton Ardyanto
    Keymaster

    Kalau pakai WA masih bisa diperkecil Bayu, pakai Photoscape masih bisa memperkecil ukurannya

Viewing 15 posts - 1 through 15 (of 375 total)