Saya jadi teringat akan perkataan ini yang berulangkali ditemui selama menjadi blogger, kemaren. Saat itu saya baru saja membantu penyelesaian warga yang bersengketa dan seseorang mengatakan/mendoakan agar saya mendapatkan pahala.
Seketika, di kepala, yang kebetulan sedang semangat ngeblog lagi, terlintas beberapa perkataan yang serupa, tetapi terkait blogging.
Banyak orang yang berpendapat bahwa “berbagi” pengetahuan melalui blog bisa disamakan dengan sedekah karena sangat mungkin ada orang yang tertolong dari yang kita bagikan.
Saya sendiri sebenarnya tidak sepakat dengan perkataan itu, tetapi sangat maklum kalau ada yang melontarkan.
Saya ngeblog ya ngeblog saja.
Mengapa harus dikaitkan dengan ibadah, bersedekah, atau pahala?
Saya menulis, ya karena memang suka saja. Lalu, untuk sesuatu yang sudah menyenangkan hati, kemudian harus mendapat ganjaran spesial berupa “pahala”.
Lagi pula, pahala atau dosa bukanlah urusan saya. Itu urusan Allah SWT dan jajaran staffnya. Manusia bukanlah pemegang wewenang untuk menentukan hal itu.
Lalu, kenapa saya harus memikirkan?
Namun, saya mengerti bahwa kebanyakan orang sangat terikat dengan nilai-nilai dan norma agama masing-masing. Jadi, standar penilaian mereka akan sangat erat berkaitan dengan “kebaikan” akan diganjar dengan pahala.
Dan, banyak orang menilai bahwa tindakan berbagi pengalaman, pengetahuan, atau informasi via blog adalah kebaikan.
Bagi saya sendiri, tidak demikian adanya.
Blogging ya blogging. Blogging adalah tentang menulis dan membuat konten. Kalau mau lebih jauh lagi, blogging adalah tentang berbagi.
Tidak lebih dari itu.
Kalaupun ada yang “bermanfaat” semua itu bukan karena sang bloggernya, tetapi lebih kepada kemampuan si pembaca yang bisa memanfaatkan isi tulisan atau konten.
Itu saja.
Lagi pula, saya sudah mendapatkan ganjaran, berupa rasa senang, bahagia, puas dari mengelola blog sendiri. Haruskah saya serakah untuk berharap hal-hal yang sebenarnya bukan wilayah manusia untuk memikirkan?
Saya memutuskan untuk tidak berpikir terlalu jauh.
Saya hanya ingin menjadi blogger karena menyukainya.
Itu saja. Tidak lebih.
Jadi, selama menjadi blogger, sejak tahun 2014, saya tidak pernah berpikir bahwa akan mendapatkan pahala dari yang saya lakukan.
Berpikir demikian pun tidak, bahkan saya merasa risi kalau ada yang berkata demikian.
Saya ngeblog karena saya seorang blogger, yang merasa bahagia ketika menulis dan membuat konten.
Itu saja.
Tidak lebih. Tidak kurang.
Saya yakin Pak Anton memiliki banyak ilmu dan pengalaman yang sangat bermanfaat untuk dibagi kepada kami yang masih newbie ini.Selama ini, kayaknya sih masih sedikit sekaleee ilmu dan pengalamaan yg dishare kepada kami. 🙂 yuk cemangat menulis 🙂
Hahahaha.. saya rasa pengetahuan yang saya punya terlalu sedikit. Dan kayaknya semakin sedikit. Entahlah apa memang saya masih bisa memberikan sesuatu.
Soal semangat menulis mah, makin semangat ini
Semuanya tergantung pada orang yang membacanya. Jika yang membaca bilang ooh tulisan ini bermanfaat mungkin sesuatu yang syah bagi mereka jika menyebutnya itu berpahala.
Krain ngeblog dapat Paha?? Eehh nggak tahunya Pahala toh.🤣🤣🤣🤣🤣
Yah, tetap, itu bukan urusan saya. Itu urusan yang baca. Hahahhahaa
Susah sama yang punya istri dua mah.. wkwkwkwkw