
Pasti banyak yang menolak kalau ada yang mengatakan bahwa mengedit foto sama dengan membuat konten AI (konten yang dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan).
Apalagi, kalangan fotografer yang sudah berjuang habis-habisan mendapatkan momen, eh.. disebut sebagai membuat konten AI.
Namun, sebelum Anda ikutan menolak pandangan ini, sebaiknya coba cek sesuatu.
Pernahkah, Anda mengedit foto menggunakan kecerdasan buatan manapun, seperti Gemini? Kemudian Anda menguploadnya ke Instagram atau Facebook?
Kalau ya, perhatikan ada baris kecil tambahan pada posting atau utas yang Anda buat, seperti di bawah ini.

Betul kan? Ada tulisan kecil yang menyebutkan “AI Content”, iya kan? Utas ini ada di Facebook, tetapi saya juga menemukan hal yang sama di Instagram. Untuk Tiktok, belum saya coba. Di Threads tidak ada.
Hal ini sesuai dengan kebijakan beberapa media sosial yang mencoba menghindari terjadinya kasus penipuan dengan memanfaatkan AI. Algoritma mereka diperbaharui sehingga bisa membaca konten yang dibuat memakai AI atau tidak.
Untuk foto sendiri, sebenarnya hasil dari Gemini, yang saya pakai, tidak berbeda dengan berbagai filter foto yang banyak beredar. Namun, suka atau tidak suka, karena foto itu diedit memakai Gemini, maka tetap dianggap sebagai hasil karya AI.
Kalau mau aman dan tidak ingin kontennya diakui AI, sebaiknya lebih berhati-hati dan lebih baik memilih jalan edit manual saja. Mau pakai Photoshop atau Lightroom tidak akan memunculkan tulisan “AI Content” tadi.
Kalau saya sendiri sih, sepertinya akan tetap memakai AI, si Gemini saja. Alasannya karena foto-foto yang saya edit, seperti foto di atas, aslinya sudah hilang karena komputer rusak.
Saya hanya punya simpanan yang ukurannya sudah diperkecil dan kadang kalau dipasang di Instagram atau Facebook, hasilnya blur dan pecah.
Jadi, supaya tetap bisa diperlihatkan kepada orang lain, saya pilih konten diakui sama AI. Toh tidak salah karena saya memakai jasanya memperbaiki foto tersebut.
Entah kalau Anda yah! Tapi, memang begitulah cara saya.