Membuat Jadwal Mudah, Memenuhinya Luar Biasa Sulit

Membuat Jadwal Mudah Memenuhinya Luar Biasa Sulit

Salah satu cara yang saya lakukan untuk bisa kembali menjadi blogger adalah membuat jadwal. Cara itu pernah berhasil ‘dulu’ dan memastikan bahwa waktu yang ada tidak terbuang percuma dan menjadi produktif.

Dalam usaha kembali konsisten sebagai blogger, saya memutuskan menggunakan kembali cara ini. Pikiran yang ada di kepala adalah kalau dulu bisa, kenapa sekarang tidak?

Iya kan?

Dan, saya mulai lah membuat jadwal , bukan hanya jadwal blogging, tetapi lebih detail lagi dan mencakup rutinitas sekari-hari, termasuk yang harus dikerjakan di kantor.

Sebagian besar sih bisa dilaksanakan dengan baik, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan di kantor. Dorongan dan tekanan ‘pekerjaan” membuatnya mudah direalisasikan.

Namun, ketika berbicara tentang jadwal blogging, lain urusan.

Saya masih kesulitan dalam memenuhinya. Banyak sekali yang bolong alias tidak terealisasi. Contohnya saja, seharusnya blog MM diisi setiap dua hari sekali, tetapi kenyataannya, rata-ratanya seminggu sekali saja.

Masalah utamanya terletak pada beberapa hal, yaitu

  1. LB Digital masih memerlukan bantuan saya
  2. Rumah merangkap menjadi kantor LB Digital
  3. Saya adalah bapak dan suami

Terkadang, saaat sedang ingin menulis, tim LB Digital minta waktu untuk diskusi atau ada saja masalah yang tidak bisa mereka selesaikan atau membutuhkan keputusan.

Suka atau tidak suka, sisi bisnis Lovely Bogor itu harus didahulukan karena berkaitan dengan klien.

Akhir pekan ini, ada jadwal penerbitan posting di beberapa blog, tapi terlewat karena saya harus hadir dalam brainstorming klien yang sedang mendirikan usaha.

Meski dilakukan di Sabtu malam, tetap saja akhirnya waktu yang tersedia, terpangkas dan bahkan habis untuk kegiatan itu.

Belum lagi kalau sang kumendan rumah tiba-tiba mencolek, tersenyum, dan kemudian berkata, “Mas, kita makan di luar yuk?”. Tidak mungkin lah mengatakan pada manusia kesayangan itu bahwa saya mau ngeblog. Bisa habis dimanyunin selama sebulan kalau hal itu terjadi.

Jadi, sampai saat ini masalah ini belum terpecahkan 100%. Pemenuhan jadwal masih terkendala oleh banyak hal.

Namun, saya juga ingat saat dulu menggunakan sistem yang sama, masalah yang sama juga menjadi tantangan dan hambatan. Saat itu saya berhasil menyelesaikan, setidaknya 80% jadwal bisa terpenuhi.

Dan kali ini pun, saya yakin akan bisa memenuhi, setidaknya, sebagian besar dari jadwal tersebut.

Toh tidak perlu sempurna atau semuanya terpenuhi untuk bisa kembali menjadi blogger aktif.

Hanya, saya harus terus saja meneruskan sistem penjadwalan seperti sekarang dan terus memperbaiki serta menemukan celah yang memungkinkan mengubah waktu idle menjadi produktif.

Toh, inti melakukan scheduling atau penjadwalan adalah itu. Mengubah yang tidak produktif menjadi produktif.

Leave a Comment