Kenapa Threads? Itu pertanyaan saya kepada tim LB Digital dalam rencana pemasaran untuk seorang klien (sebuah perusahaan start-up)
Pertanyaan itu diajukan karena sejak beberapa waktu terakhir, tim LB Digital selalu memasukkan medsos “saingannya” X (Twitter) ini dalam rencana pemasaran mereka.
Bagi saya, seorang marketer, pemasar, harus ada alasan dari pemilihan sebuah platform medsos dalam rencana promosi yang akan dijalankan.
Dan, penjelasannya masuk akal sekali, karena saya sendiri merasakan hal itu. Meski tidak dipergunakan secara rutin, saya pernah mendapatkan 2 juta views, padahal pengikut tidak banyak dan ratusan saja.
Sistem egaliter, dimana sebuah akun tidak perlu harus membesarkan jumlah follower untuk bisa menjangkau banyak orang adalah salah satu alasan utamanya.
Tidak perlu repot dengan berbagai trik untuk menjaring pengikut supaya “sebuah utas” terlihat banyak orang adalah kondisi yang menguntungkan bagi pemasaran digital.
Beban kerja berkurang.
Apalagi, belakangan banyak kasus heboh lahir dari medsos yang satu ini, seperti contohnya “kasus tumbler hilang, pegawai Commuter Line dipecat” yang masuk dalam berbagai media online, setelah ramai di media sosial ini.
Jumlah penggunanya juga tidak sedikit, lebih dari 12 juta orang di Indonesia menurut data dari berbagai media daring terkemuka Indonesia.
Lebih jauh jika dibandingkan dengan si X, yang sudah lebih lama hadir, pengguna aktif Threads lebih besar. Angkanya mencapai di atas 137 juta berbanding 125 jutaan untuk si X.
Kepopulerannya sepertinya sedang naik.
Tentunya, dalam berbagai sisi, tetap masih di bawah X, tetapi jelas sekali perkembangannya sangat positif dan bukan tidak mungkin suatu waktu akan melewati medsos sejenis besutan Elon Musk, si X.
Oleh karena itu, ketika penjelasan dari tim LB Digital mengarah pada hal yang sama dengan yang saya alami, rencana kerja itu, saya setujui. Hal itu akan sangat menguntungkan bagi klien dan masa depan.
Threads, menurut prediksi kami akan berkembang lebih jauh dan kepopulerannya akan semakin besar. Sesuatu yang harus kami waspadai dan pergunakan demi membantu si klien mendapatkan hasil maksimal.
Tentu saja, hal itu bisa saja salah. Namun, kami cukup yakin sekali bahwa kepopuleran si micro blog keluaran Meta ini, setidaknya selama 2-3 tahun ke dapan akan berada di jalur positif.
Sesuatu yang akan sangat membantu sekali memasarkan produk dari si klien.
Bagaimana dengan Anda, Kawan? Apakah Anda memiliki pandangan yang sama?