Terus Menginspirasi Meski Sudah Tiada – Shiq4

Menginspirasi Meski Sudah Tiada - Shiq4

Selamat Pagi Kawan MM?

Sekedar bercerita saja, kemarin dalam perjalanan pulang ke rumah, saya melakukan blogwalking ke salah satu blog. Tepatnya bukan blogwalking sih karena saya tidak pernah meninggalkan jejak di blog ini. Mode “stealth” atau mode jelangkung yang dipakai, datang tak diundang, pulang tak diantar.

Dulu, saya rutin jalan-jalan kesana karena gaya tulisannya enak dibaca. Isinya sebagian tentang blogging, tetapi ada juga tentang kehidupan pribadi sang penulisnya. Menarik dan makanya menjadi salah satu blog yang rutin saya datangi.

Kegiatan itu terhenti sekitar tahun 2018-an awal. Setelah itu lama sekali blog itu tidak pernah diupdate yang membuat saya berpikir bahwa bloggernya sudah berhenti ngeblog. Sesekali masih saya tengok sambil berharap penulisnya menelurkan tulisan baru lagi.

Barulah enam bulan kemudian, sebuah posting hadir. Bukan dari si penulis, tetapi dari adiknya. Posting pendek memberitahukan bahwa sang pemilik blog sudah “berpulang”.

Itulah mengapa tidak ada lagi posting baru yang keluar.

Shiq4 Terus Menginspirasi Meski Sudah Tiada A

Saya tidak kenal siapa dia, tetapi entah kenapa saya punya perasaan dia juga sering datang ke Maniak Menulis. Nama aslinya Muhammad Liudin

Dalam salah satu tulisannya, dia pernah menyinggung seorang blogger yang punya target 1000 artikel untuk 3 blognya, dan saya pikir tulisan itu tepat sekali terbit ketika saya mencanangkan target itu.

Jadi, sepertinya sang blogger dan saya sering saling berkunjung, tetapi tidak meninggalkan jejak.

Saya masih kadang menengok kesana.. Sesekali tidak sering karena pasti tidak ada lagi postingan terbaru.

Sempat beberapa kali ada postingan baru, yang tentu saja bukan dibuat oleh Shiq4, tetapi oleh ibunya. Isinya berupa jeritan hati seorang ibu yang kehilangan dan merindukan anaknya.

Yang membuat saya sempat tersentak, dari penuturan ibunya tersebut, sang blogger ternyata mengalami Skizofrenia, semacam gangguan mental yang menyebabkan penderitanya sering berhalusinasi.

Kagum.

Seorang dengan kondisi seperti itu masih bisa menelurkan tulisan yang menurut saya bernas dan menarik. Padahal, pasti ada pergulatan dalam dirinya dengan kondisi mental yang dialaminya

Dan, kemarin, saya kembali ke blog itu, menelusuri tulisan demi tulisan yang pernah dibuatnya. Belum pernah saya berada di sebuah blog selama itu dan mau membaca sebanyak itu, selain tentunya di blog Juragan Cipir.

Banyak dari tulisannya yang sudah pernah saya baca, tetapi saya memutuskan untuk membaca ulang karena saya tahu bahwa tulisannya bagus dan enak dibaca.

Susah untuk dibantah, tetapi saya merasa terinspirasi dengan berbagai hal yang ada di blog itu. Banyak hal yang dulu terlewat, kali ini saya temukan kembali. Saya seperti diingatkan kembali tentang beberapa hal, bukan hanya tentang blogging tetapi juga tentang kehidupan.

Saya diinspirasi oleh seseorang yang sudah meninggal dan sekarang berada di dunia lain.

Pada akhirnya, saya berpikir bahwa pernyataan Pramoedya Ananta Toer itu benar adanya

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian

Buktinya, Shiq4 yang sudah tenang di alam yang berbeda masih tetap bisa membuat orang lain terus terinspirasi dengan tulisannya. Dan, saya bersyukur “saya” adalah salah seorang diantaranya.

(Mau baca tulisannya juga? Silakan kunjungi klik Shiq4

Yuk Berbagi....

6 thoughts on “Terus Menginspirasi Meski Sudah Tiada – Shiq4”

  1. Hebat banget pemilik blog shiq4 ini, bisa tetap menulis disaat kondisi penyakit yang seperti itu, pasti sangat amat tidak mudah.
    Bahkan setelah kepergiannya-pun, blognya tetap menginspirasi dan masih ada yang kunjungi, aku jadi membayangkan, apakah blogku juga bisa seperti itu kelak 😂

    Reply
    • Kamu mungkin tidak akan pernah tahu Lia.. bahwa mungkin dikau sudah menginspirasi banyak orang dengan tulisanmu.

      Percayalah, nggak usah dipikirin, jalani saja. Pada saatnya nanti kamu akan menemukan bahwa apa yang kamu tulis bukan sesuatu yang remeh..:-D

      Reply
  2. Mas Shiq4 ini dulu sering bertandang balas komentar di blog lawas saya. Dia juga sering cerita-cerita di blognya bagaimana dia berjuang dengan schizopernia. Waktu saya wartakan ke sesama kawan blogger WP mereka terkejut. Sama seperti kasus mas Cumi Lebay, kita tidak pernah tahu apa yang ingin disampaikan dalam tulisan seseorang. Karena hal biasa blogger datang dan menghilang. Tulisannya masih bisa dinikmati karena pakai platform gratis. Kalau berbayar pasti sudah hilang…

    Reply
    • Yup blogger datang dan pergi seperti Jelangkung.. Kadang tiba2 nongol dengan berita sedih.

      Yah, memang kenyataan kehidupan blogger juga kadang kita tidak ketahui sepenuhanya…

      Yup. Itulah keuntungan memakai platform gratisan

      Reply
  3. Saya juga sedih pak dulu saya baru beberapa bulan mengenal blog Shiq4, sedikitpun belum pernah berinteraksi dengan pemiliknya, tapi dikejutkan dengan postingan yang memberitahukan bahwa penulis blog tersebut telah meninggal dunia.

    Meski begitu saya sampai sekarang masih bolak-balik kesana, karena benar kata pak Anton, tulisannya sangatlah bagus. Saya bisa membayangkan setiap hal yang terjadi yang ia tuliskan di dalamnya.

    Selain dari blog Maniak Menulis dan Umum Sekali, saya pun terinspirasi dari konsistensinya blog Shiq4 dalam mengupdate tulisan.

    Reply

Leave a Comment