(WFC) Work From Cafe, Ternyata Enak Juga

Work From Cafe (WFC)
Foto Tanabumbu Coffee & Kitchen, Dramaga Bogor

Hi Kawan MM,

Pernah melakukan WFC atau Work From Cafe? Kalau kawan dari generasi millenial sih, pasti tidak asing dengan kegiatan ini. Anak saya, si Kribo sudah berulangkali.

Namun, tidak bagi saya yang masuk Generasi X. Tempat yang nyaman buat bekerja adalah kantor, atau rumah. Cafe, coffee shop, atau sejenisnya bukanlah pilihan. Terlalu bising dan membuat sulit untuk berkonsentrasi.

Seumur-umur, saya belum pernah melakukan yang namanya WFC. Kalaupun ke kafe untuk bekerja, ya paling untuk diskusi saja. Tidak buka laptop dan biasanya buku agenda yang dibuka.

Namun, sejak sebulan belakangan, justru saya sering sekali melakukan yang namanya WFC. Seminggu bisa lebih dari 3-4 kali. Yang saya lakukan bukan hanya sekedar brainstorming, diskusi, atau membahas masalah.

Saya juga membuka laptop, membuat spreadsheet, membalas email, dan banyak lagi hal lainnya. Bahkan, sesekali saya menggunakan laptop untuk menjelaskan sesuatu.

WFC perlahan menjadi bagian dari kehidupan saya selama sebulan ini.

Alasannya bukan karena ingin bergaya seperti anak millenial. Tetap saja, saya adalah orang jadul yang lebih suka berada di depan meja tulis saat bekerja.

Yang membuat saya begini karena LB Digital, tim saya, sekarang bukan lagi menyediakan jasa digital marketing, tetapi juga menjadi pengelola cafe.

Tanabumbu Coffee & Kitchen namanya. Pengelolaannya diserahkan kepada kami pada 18 Nopember 2025 yang lalu.

Jadi, suka tidak suka karena banyak pekerjaan yang berkaitan dengannya harus dilakukan menggunakan komputer, ya saya harus menjadikan kafe yang akan buka 20 Desember 2025 ini sebagai tempat kerja.

Pertama sih terasa kurang nyaman, tetapi lama kelamaan lumayan juga rasanya. Mungkin karena situasinya belum ramai karena belum secara resmi dibuka untuk umum. Entahlah nanti kalau sudah ramai dengan pengunjung, saya masih meragukan tempat ini akan menjadi lokasi WFC yang saya sukai.

Tapi, harus saya akui, ada nuansa tersendiri yang membuat saya memahami mengapa anak millenial ke atas menyukainya.

Lumayan tidak membosankan.

Mudah-mudahan saja rasa ini terus ada di dalam hati karena suka atau tidak suka, saya akan sering ke sini untuk mengawasi. Padahal, pekerjaan lainnya, termasuk mengelola LB Digital juga banyak.

Tidak mungkin saya bisa melakukan keduanya kalau tetap di kantor atau rumah. Saya harus bisa melakukan keduanya dan itu hanya bisa terjadi kalau saya melakukan WFC.

Semoga saja terus begini.

2 thoughts on “(WFC) Work From Cafe, Ternyata Enak Juga”

  1. Waaah mas Anton, aku sampe cari di google lokasi tanabumbu di mana. Bogor ternyata yaaa. Ntr kalau aku ke Bogor, mau cobain kopinya deh 😍. Lihat dari IG , tempatnya juga cakeeeeep. Cocok memang buat ketemuan teman2 atau keluarga

    Kalau bicara WFC, aku ga pernah ngerasain. Dulu pas msh kerja, Krn kerja di bank, memang ga bisa sembarangan , soalnya security system mereka kan ketat banget. Wifi aja ga bisa pake punya public. Dan aku yg kerja di operation dept, memang ga boleh buka sistem dari luar kantor. JD hanya bisa pakai PC di kantor. Ga akan bisa kebuka di luar dari itu.

    Tapi dipikir2, kayaknya aku tipe ga bisa kerja di tempat begitu. Ga bisa fokus 😅😅. Jadi cafe buatku ya utk santai, bukan buat kerja. Kecuali sekedar bikin ITIN, yg gitu2 boleh lah.

    Reply
    • Hahaha iya di Bogor Fan. Mampir ya kalau sedang ke Bogor.

      Pasti kalau di bank sulit untuk kerja WFC seperti itu lah karena menyangkut keamanan. Tidak mungkin hal itu akan terjadi.

      Hahaha rupanya ada yang sama yah dengan aku, ga bisa terlalu WFC kayak anak zaman sekarang. Yah kalau bikin ITIN dan sejenisnya sih masih bisa lah tapi kalau benar benar bekerja di cafe, aku juga masih sangat meragukan diri sendiri

      Reply

Leave a Comment