‘Relate‘ kata kuncinya! Bukan hanya di blog, tetapi di media sosial pun posting yang membuat pembaca merasa terhubung memang biasanya mendapatkan view lumayan banyak sampai banyak sekali.

Pelajaran ini saya dapat di media sosial Threads, alias Twitter a la Meta. Belakangan, saya lumayan aktif di sini dibandingkan media sosial yang lainnya.
Sebenarnya bukan berarti benar-benar aktif dan hanya sesekali saja saya melemparkan satu dua pemikiran atau pengalaman di sana. Tidak setiap hari. Namun, kalau dibandingkan Instagram, Facebook, atau Tiktok, jumlah utas yang saya buat lebih banyak (karena rata-rata posting di media sosial lainnya hanya 0-2 setiap bulan)
Nah, meski saya hanya sekedar iseng saja, jelas sekali keterjangkauan akun yang ada sangatlah tidak luas.
Untungnya, Threads tidak mengandalkan pada jumlah follower sebagai pembaca. Mereka-mereka yang meski tidak terhubung, tetap bisa melihat utas kita selama minatnya sama.

Walaupun kurang aktif, setidaknya tiga kali utas yang dipasang mendapatkan respon yang “luar biasa” menurut ukuran saya. Jumlah view-nya bahkan ada yang mencapai 2 juta sedang 2 lainnya di kisaran ratusan ribu saja.
Pengikut saya sendiri hanya 500-an saja.
Posting dengan 2 juta view adalah tentang pelayanan PT KCI (Kereta Komuter Indonesia) dan yang 200 ribu-an, terakhir adalah tentang pelayanan dari Hisense (barang elektronik).
Keduanya saya pikir memang “relate” atau terhubung dengan segmen pasar pengguna media sosial yang luas.
Contohnya saja, KRL atau Commuter Line yang pengguna hariannya saja sudah di atas 1,2 juta orang. Begitu juga pengguna merk Hisense yang meski tidak pernah dihitung, pasti puluhan bahkan ratusan ribu.
Hampir pasti, banyak yang merasa topik yang diulas ‘berkaitan’ dengan kehidupan mereka sendiri. Dan, saya pikir itulah yang menyebabkan mereka membaca, berkomentar, atau sekedar memberi like.
Polanya tidak berbeda dengan ketika menulis di blog dan yang dulu banyak disarankan oleh para blogger terkenal, yaitu membuat pembaca terhubung dengan konten yang dibuat adalah cara terbaik mendapatkan pemirsa.
Cara yang sama juga memberikan hasil yang sama di media sosial.
Jadi, kalau saja ada kawan MM yang memang berniat melakukan branding atau setidaknya jumlah view yang banyak, salah satu cara yang mungkin bisa membantu adalah dengan membuat konten yang membuat calon pembaca merasa terhubung dengan konten tersebut.
Namun, saya tidak menjanjikan dengan kata “PASTI” yah karena saya rasa masih banyak faktor lain yang mempengaruhi, seperti algoritma dan tentunya….
KEBERUNTUNGAN!
Tanpa yang satu ini rasanya sulit bagi seseorang yang tidak begitu aktif seperti saya bisa mendapatkan hasil yang “Waw!” seperti di atas.
Iya kan?