Postinganmu Viral di Threads, Lalu Apa?

Pernah merasakan postingan atau utasmu mendapat hampir 2 juta views?

Saya pernah. Sekali, yaitu saat sebuah utas mendapat 1,9 juta kali lebih tayangan. Ini buktinya.

Kalau yang di atas 200 ribu kali ada 2 utas. Totalnya akun saya di Threads, si Twitter versi Meta, dalam sebulan punya insight lebih dari 3 juta views.

Padahal, waktu itu saya baru sebulan iseng main medsos ini.

Lalu, apa yang saya lakukan? Mau tahu?

Seminggu kemudian, saya memutuskan untuk tidak posting lagi di Threads.

Alasannya sih tidak ada, tetapi karena sepertinya bermedsos bukan passion saya dan walau saat itu, saya sudah mulai memahami cara bermain Threads, tetap saja untuk melanjutkan itu susah.

Nggak nyaman, nggak semangat.

Dulu juga pernah sama, coba bermain ti Tiktok dan ada satu postingan mendapat 139 ribu kali penayangan. Banyak “Like” pastinya, tetapi ujungnya tidak lama berselang, saya cuma scroll saja. Tidak bikin konten lagi.

Di Facebook juga begitu. Akun pribadi bisa mendapatkan 5000 follower, ubah menjadi Pro, dan tidak lama berselang, pilih mundur. Padahal, sudah lumayan juga banyak penggemar seri belajar motret.

Fan Page Lovely Bogor, tanpa dipromosikan saja punya 3,4 K follower.

Namun, semua hanya berujung pada “berhenti”.

Itulah mengapa, saya selalu menulis di blog MM bahwa, saya akan kembali ngeblog. Tidak ada niatan untuk menjadi Facebooker, Youtuber, atau Instagrammer, apalagi Tiktok-er.

Saya paham dengan diri sendiri bahwa passion utama saya ada di blog, weblog. Bukan medsos.

Medsos hanyalah tempat iseng saja, ketika saya jauh dari blog. Tidak pernah menjadi rumah utama.

Jadi, walaupun kalau diteruskan di Threads sebenarnya saya akan dapat banyak peluang untuk memperluas jangkauan, saya memutuskan untuk berhenti.

Palingan, nanti kalau iseng, muncul lagi, meski akhirnya tenggelam lagi.

Bukan karena saya tidak paham manfaat dari medsos bagi sebuah bisnis, tetapi memang “jiwa” saya bukan di sana.

Lagi pula, pengalaman punya posting yang mendapat perhatian luas dan “love” yang banyak juga sudah sangat berguna sekali.

Saya bisa mengatakan kepada tim LB Digital, yang muda-muda, dan paham teori bermedsos yang baik, bahwa terkadang pengalaman lebih berharga. Mereka belum pernah bisa mencapai ini, tetapi saya yang agak jadul ternyata bisa.

Sebuah hal, yang sering sengaja saya pamerkan ke mereka, dengan tujuan agar mereka terpacu meniru dan berusaha mencapai hasil yang sama. Pengalaman ini menjadi alat untuk memecut motivasi mereka dalam berkarya.

Setidaknya itu yang saya dapatkan dari memiliki posting viral di Threads dan medsos lainnya.

Leave a Comment