Ngaku Deh! Belum Tahu Gaya Menulis Yang Mau Dipakai

Saya terus terang sudah semakin menyukai blog MM ini dan yang satu lagi, Si Anton. Suka karena kelihatannya sudah sesuai dengan konsep yang dituju, blog personal jadul.

Cuma, saya harus mengakui, masih agak gagap tentang hal itu. Selama ini saya terbiasa menulis dengan “branding ronin” di sini, garang dan tidak luwes. Belum lagi terbiasa dengan tulisan argumentatif.

Namun, dengan perubahan konsep itu, saya harus merevisi gaya menulis.

Lebih membuat saya gagap lagi, tema masih sama, yaitu tentang blogging, media sosial, dan internet.

Bagaimana memadukan topik itu dengan sisi personal? Bingung-bingung deh.

Biasanya gaya yang dipakai dalam membahas topik terkait hal ini adalah kalau tidak jurnalistik/berita, ya tutorial. Bukan personal.

Tapi, saya tidak mau blog MM menjadi seperti itu. Bakalan membosankan.

Nah, itulah yang membuat saya agak kebingungan.

Walau akhirnya penyelesaian ditemukan untuk masalah tersebut.

Mau tahu?

Yah, saya memutuskan untuk menulis saja tanpa memikirkan gaya bahasa tertentu. Jalani saja dan rutin terus menulis yang saya mau, dibandingkan memusingkan diri gaya mana yang harus dipakai.

Dengan begitu, saya bisa menjadi diri sendiri. Dan itu adalah inti dari blog personal, yaitu ketika si blogger menulis untuk dirinya sendiri.

Bukankah itu memang tujuannya?

Kalaupun ada rasa gagap dan bingung, rasanya hal itu adalah manusiawi saja mengingat perubahan konsep dan juga saya baru kembali dari hiatus yang lumayan lama. Pasti butuh penyesuaian ulang dengan kondisi yang baru.

Rasanya saya hanya perlu membiarkan semuanya seperti air mengalir saja karena pasti nanti akan ada ujungnya.

Saya akan menemukan cara menulis yang nyaman untuk diri sendiri di sini.

Tidak akan gagap lagi.

4 thoughts on “Ngaku Deh! Belum Tahu Gaya Menulis Yang Mau Dipakai”

  1. Saya sendiri masih bingung dengan blog saya inil, pokoknya saya mah nulis aja, nulis apa aja, entah ada yang mau baca atau enggak, bagus apa enggak, itukan relatif, intinya saya lebih suka blog yang menulis keseharian si pemilik blog enggak yang rumit-runit gitu, tutorial atau apalah itu lebih baik googling atau nonton di youtube ajalah.

    Reply
    • Ahh Mbak.. saya justru melihatnya berbeda. Blog mbak baik baik saja, tidak perlu dipikirkan. Banyak cerita menarik di sana dan jelas sudah memiliki ciri khas sendiri. Jadi rasanya nggak perlu ada yang dipikirkan.

      Soal bagus atau tidak mah, bukan urusan kita. Biarkan saja pembaca yang menilai. Buat saya sendiri blog Mbak sudah bagus dan baik sekali. Tidak ada yang harus dipermasalahkan.

      Kalau saya sih, krn emang suka bikin ribet sendiri saja hahahahaha

      Reply
  2. Ini persis masalah yang lagi saya hadapi juga sekarang, Pak Anton. Jujur saja, saya belum puas dengan gaya tulisan saya sendiri. Rasanya penyampaiannya belum enak, belum seperti yang saya angankan di kepala. 😑 Makanya, sudah sebulanan ini saya menghilang dari blog. Tapi satu hal yang jelas, saya kepingin banget bisa menulis seperti Pak Mula Harahap (silakan mampir ke blog beliau jika berkenan, sangat saya rekomendasikan). Tulisan-tulisan beliau mengalir, menarik, indah, dan tajam. Saya juga kepingin banget bisa begitu, tapi saya tahu, pasti butuh latihan bertahun-tahun (atau bahkan seumur hidup?) supaya bisa menulis seperti itu. 😅

    Reply
    • Manusia selalu harus melalui proses, salah satunya belajar, untuk mencapai sesuatu. Mencari gaya menulis tidak semudah yang dipikirkan dan ditulis oleh banyak orang, tinggal tulis dan langsung ketemu.

      Jadi, saya merasa proses yang dialami sebagai sesuatu yang wajar saja dan memang harus ditempuh.

      Ya, saya sudah pernah baca tulisan Mula Harahap. Memang bagus, tetapi, saya sendiri merasa bukan jalan itu yang ingin saya tempuh. Saya tidak lagi ingin tajam atau bagus, saya hanya ingin tulisan itu mencerminkan diri sendiri saja, dan bisa dinikmati oleh saya sendiri, atau orang yang mau saja.

      Itu saja.

      Sederhana ya? Tetapi, ya begitulah adanya saya sekarang ini

      Reply

Leave a Comment