Mulut Ke Mulut : Promosi Yang Jangan Dilupakan

Semalam, di grup Tanabumbu (Tanbu), dimana tim LB Digital (termasuk saya) dan juga investor berada, tiba-tiba muncul pesan dari si investor.

Pesannya adalah temannya yang baru saja mendirikan usaha sejenis, bakery & coffee, sepertinya ingin menggunakan jasa LB Digital sebagai pengelola medsosnya.

Padahal, tim LB Digital , jangankan kenal, sama sekali belum pernah bertemu dengan si pemilik usaha tersebut. Si pemilik usaha itu juga tidak pernah melihat medsos LB Digital.

Namun, ia adalah penonton setia Instagram Tanabumbu dan juga sudah beberapa kali berkunjung ke sana. Ia pernah bertanya siapa yang mengelola media sosial Tanbu kepada si investor. owner-nya.

Dan, rupanya, owner Tanbu mengatakan bahwa pengelolaannya diserahkan kepada tim kami.

Hasilnya adalah ketertarikan dari sang pendiri “bakery” baru tadi untuk menyerahkan pengelolaan medsosnya kepada tim LB Digital.

Sebuah hal yang menarik betapa “promosi dari mulut ke mulut” sangat efektif dalam pemasaran di era digital ini. Era dimana katanya, segala sesuatu akan selalu daring.

Banyak mungkin yang beranggapan bahwa pemasaran jenis ini sudah tidak layak dipakai lagi dan tidak efisien. Namun, belajar dari pengalaman selama ini dan klien yang datang, justru peran promosi seperti ini sangat dominan.

Hal itu bisa terjadi karena “trust” dari satu klien (yang sudah terbukti berhasil) seperti ditularkan ke “calon klien” . Jadi relasinya lebih kuat daripada sekedar promosi lewat media lain dimana “rasa percaya” itu masih nol dan calon pengguna masih ada rasa was was.

Dalam promosi mulut ke mulut ini, rasa was was ini dikurangi dan hal itu membantu untuk membangun hubungan bisnis yang lebih kuat. Proses negosiasinya sedikit lebih mudah dibandingkan klien baru.

Dan, saya rasa dalam dunia blogging pun sama juga. Meski promosi biasanya dilakukan lewat media online juga, sebenarnya juga bisa dibangun dengan melakukan promosi dari mulut ke mulut.

Contohnya, berdasarkan pengalaman sendiri, seorang tetangga di rumah yang tahu blog Lovely Bogor, kerap menjelaskan kepada tetangga lainnya tentang blog tersebut.

Tidak jarang ia menekankan bahwa tulisan di sana enak dibaca dan fotonya bagus. Ujungnya entah berapa banyak tetangga lain yang ikut jadi pembaca karena sebagian besar warga di cluster saya tahu saya adalah pemiliknya.

Padahal, saya sendiri jarang menceritakan bahwa saya punya blog itu.

Jadi, walaupun terlihat tidak efektif, jangan pernah lupakan promosi melalui mulut ke mulut karena ternyata promosi jenis ini potensial menghasilkan pembaca yang setia.

Sebaiknya tidak diabaikan.

Leave a Comment