Saya masih belum seratus persen kembali menjadi blogger, yang mengetikkan apa yang ada di dalam kepala atau pengalamannya di media blog.
Masih jauh rasanya dari masa dulu dimana 10-12 tulisan bisa dihasilkan dalam satu hari. Sekarang sih, 1-2 saja yang bisa ditelurkan.
Namun, sebenarnya saya “tidak terlalu sedikit” menghasilkan tulisan. Lumayan banyak sih kalau dilihat.
Hanya saja, sebagian di antaranya bukan berbentuk artikel, posting, atau utas di media sosial.
Saya menulisnya di agenda atau tepatnya diary.
Sudah lumayan lama juga, saya melakukan journaling alias menulis jurnal. Bisa dikata sejak tahun yang baru saja berlalu, 2025.
Pertama saya melakukannya menggunakan aplikasi One Note. Kemudian, karena isinya juga bercampur dengan berbagai catatan pekerjaan, saya merasa kurang nyaman.
Akhirnya, saya memutuskan melakukannya dengan cara lama, yaitu dengan menulis pada agenda saja. Walau demikian karena saya juga memiliki 1 blog yang sudah diubah menjadi lebih personal dan menyerupai weblog masa lalu, bisa dikata saya memiliki 2 buku jurnal.
Satu dalam bentuk buku, yang lain dalam bentuk digital berbentuk blog. Bahkan kalau, sebenarnya tiga, karena blog MM, atau si Maniak Menulis juga sifatnya sudah lebih mengarah ke personal, bisa dikata berupa jurnal.
Bedanya hanya isinya saja.
Yang di agenda berisikan berbagai pemikiran, perasaan, atau apapun yang sifatnya lebih pribadi dan saya tidak ingin diketahui orang lain.
Sedangkan di blog Si Anton lebbih bercerita pandangan dan pemikiran terhadap yang dilihat dan dialami dalam keseharian. Blog MM mengambil sudut pandang lainnya, yaitu perspektif seorang blogger.
Namun, sebenarnya ketiganya menjalankan fungsi yang sama karena lebih menekankan pada diri si penulisnya sendiri.
Mungkin, akan ada orang yang bertanya . “Mengapa harus memiliki sampai 3? Bukankah satu saja cukup?”
Bisa jadi benar bagi orang lain, tetapi bagi saya, yang sebenarnya senang sekali menulis segala sesuatu, 1 tidaklah cukup.
Terkadang, rasa ingin menulis timbul di tempat yang tidak “seharusnya”, seperti di kantor, dan saat itu tentu saja saya tidak membawa “diary” tadi. Jadi, saya salurkan di blog.
Ketika di rumah, di saat ingin istirahat, dan mata sudah lelah melihat komputer, ketika rasa gatal ingin menulis hadir, saya bisa mengambil agenda dan membuat coretan kecil.
Dan, dari sana, saya merasakan hal yang sama..
Rasa senang, rasa gembira, rasa lega, atau rasa puas karena sudah menghasilkan “sesuatu”. Tidak peduli bermanfaat atau tidak bagi orang lain, salah satu rasa itu muncul begitu sebuah tulisan dihasilkan.
Baik yang ketika menulis dengan tangan, atau dengan menarikan jari di atas keyboard, hasilnya sama.
Saya senang. Saya bahagia. Saya puas.
Mungkin, saya memang sudah dikembalikan ke masa awal menjadi blogger dengan segala perubahan yang dilakukan belakangan. Saya kembali menulis karena ingin menulis saja.
Tidak lagi menulis untuk menyenangkan orang lain. Tidak lagi untuk mendapatkan komentar. Tidak lagi untuk mengundang perhatian.
Saya rasanya sudah kembali ke asal dimana saya menulis untuk diri sendiri.
I am happy.