Membangun Ulang Dari Nol (Lagi)

Yah, begitulah yang saya rasakan belakangan ini. Saat ini saya sedang mencoba kembali ke dunia blog, tentunya secara rutin.

Yang saya temukan adalah blog, dan juga akun medsos yang terbengkalai. “Mereka” kondisinya mirip seperti zombie, alias ada tetapi tidak ada.

Ada karena belum terhapus (kecuali yang sudah dikebumikan), tetapi juga tiada karena isinya hanya konten-konten yang sudah kedaluwarsa.

Tidak ada lagi nafas “kehidupan” yang biasanya ditandai oleh kehadiran posting baru.

Bisa juga dianalogikan sebagai rumah kosong dan hampir runtuh. Penuh dengan gulma dan tanaman rambat liar karena begitu banyaknya spammer dan komentar spam.

Ketika pertama, terus terang saya merasa “berat”, Berbagai pertanyaan muncul, termasuk di antaranya, masih perlu kah saya ngeblog dan menjadi blogger lagi?

Hanya saja, karena saya memang masih ingin tetap menjadi blogger, saya memutuskan “MASIH”. Saya masih perlu menjadi blogger!

Jadi, saya menerima kenyataan bahwa blog-blog yang ada tinggal puing puing saja dan harus dibangun ulang. Bukan demi pembaca, tetapi lebih untuk diri sendiri saja.

Tulisan banyak yang obsolete. Pembaca tidak ada. Spammer banyak. Situasinya ruwet dan memusingkan.

Dari mana saya harus memulai?

Saya memutuskan untuk memulai lagi seperti awal menjadi blogger, dari nol.

Yang saya lakukan saat pertama kali menjadi blogger adalah menulis dan menulis sebebas mungkin. Tidak berpikir branding dan sebagainya. Hanya fokus pada menulis.

Saya berpikir harus membangun mentalitas lagi, kebiasaan, rutinitas yang dulu pernah ada. Dan, itu semua titik nolnya dulu adalah hanya menulis.

Itulah alasan beberapa hari belakangan ini saya memaksakan diri menulis, meski isinya terkadang cuma celotehan dan pemikiran kecil saja.

Toh sasaran saya saat ini bukanlah pembaca, tetapi pembiasaan kembali. Itu saja dan tidak muluk-muluk.

Kalaupun nanti ada yang membaca dan kebingungan blog ini topik utamanya apa, ya itu masalah dia. Bukan saya. Mau suka atau tidak, ya urusan dia. Kenapa saya harus pusing?

Yang saya harus pusingkan dan pikirkan adalah kembali meletakkan fondasi bagi kegiatan blogging saya di masa depan. Dan itu semua harus dibuatkan dasar lagi yang kuat saat ini.

Bakalan capek dan memeras energi, apalagi seperti harus memulai dari awal lagi. Namun, saya sadar hal itu harus dilakukan.

Kalau tidak, yang ada adalah kegiatan timbul tenggelam yang tidak rutin saja.

Dan, kalau itu terjadi saya tidak akan pernah lepas dari titik nol. Saya tidak akan menjadi blogger lagi.

Leave a Comment