Masih Jadi Publisher Adsense? Alasannya Apa?

Masihkah Anda menjadi publisher Adsense? Maksudnya orang yang memasang iklan yang disediakan divisi iklan si Google ini di blog atau website mereka. Masih?

Saya masih. Status saat ini memang demikian adanya.

Itu faktanya, de jure.

Namun, sebenarnya, saya bisa dikata sudah melepas diri dari status tersebut. Semua itu karena adanya perubahan dalam tujuan dan target dari kegiatan blogging yang dilakukan.

Tidak ada lagi tujuan untuk mendapatkan uang dari Adsense, baik sebagai tujuan utama atau sampingan.

Sekarang, target tersebut sudah dibebankan kepada LB Digital, agency digital marketing yang saya dirikan bersama si Kribo dan teman-temannya. Yang penghasilannya lebih besar daripada menunggu pembaca mengklik iklan yang tayang di blog.

Kegiatan bloggingnya sendiri sudah dicanangkan dan dipastikan lebih berfokus pada penyaluran hobi dan kesenangan saja.

Yang membuat saya masih menyandang status itu adalah fakta masih ada beberapa blog yang dipasangi iklan, meski hanya 1. Maksudnya 1 iklan saja di 2-3 blog.

Selebihnya sudah kosong.

Saya juga sudah melepas kode Google Analytics (GA) dan Google Webmaster/Search Console (GW/GSC) dari banyak blog. Sudah lama juga tidak masuk ke dashboard untuk mengamati data pergerakan pengunjung/visitor.

Tujuan baru saya tidak lagi memerlukan itu.

Rencananya pada akhirnya, hanya akan ada 1 blog yang dipasangi 1 iklan saja (tanpa GA atau GW/GSC. Hanya keterbatasan waktu saja, rencana itu belum dilakukan.

Mengapa dilepas?

Ya karena secara bisnis, mengandalkan iklan Adsense untuk mendapatkan penghasilan sangat tidak worth untuk dijalani lagi. Tambahkan lagi fakta, dunia blog sedang tidak kondusif dan kalah bersaing dengan media sosial.

Kalkulasinya menunjukkan antara waktu, biaya, dan tenaga yang dikeluarkan tidak akan terbayar jika hanya mengandalkan klik iklan saja. Secara bisnis, langkah logis yang harus dilakukan adalah menghentikan kegiatan itu dan mencari cara lain.

Kenapa tidak dihapus saja semua iklan?

Memento, kawan! Kenang-kenangan.

Supaya status Adsense tidak hilang, iklannya harus “aktif” terpasang. Tidak peduli pemasukannya berapa, iklan itu harus tayang.

Dengan memasang satu iklan di satu blog, setidaknya sinyal ke Google adalah akun Adsensenya aktif dan tidak di-banned.

Itu alasannya saya mengatakan, secara de jure saya masih publisher Adsense, secara de facto, saya sudah menanggalkan status tersebut. Beralih ke hal lain yang lebih menjanjikan.

Bagaimana dengan Anda, kawan? Masihkah menjadi publisher Adsense?

2 thoughts on “Masih Jadi Publisher Adsense? Alasannya Apa?”

Leave a Comment