Marathon Bukan Sprint, Jalan Ninja Blogger

Setidaknya, itulah yang saya rasakan. Bahwa menjadi blogger, sebenarnya membutuhkan mentalitas seorang pelari marathon dan bukan sprinter atau pelari cepat.

Semua itu karena semua harus dibangun dari secara perlahan dan tidak bisa cepat.

Sederhananya, Anda tidak akan bisa memiliki blog berisi ribuan artikel kalau harus melakukannya dalam waktu sebentar. Hampir bisa dipastikan Anda akan mengalami burnt out dan putus di tengah jalan kalau dipaksakan.

Ketahanan fisik dan mental manusia tetap ada batasnya. Begitu juga dengan waktu dan tenaga yang ada. Semua akan terkuras habis kalau dipaksakan.

Pada akhirnya, hal ini yang akan membuat Anda berhenti, bahkan sebelum 1/2 perjalanan.

Anda akan bosan, Lelah. Yang paling jelek adalah Anda akan kehilangan motivasi.

Jika mental pelari cepat yang dipergunakan.

Namun, jika mental pelari marathon yang ditiru, maka Anda akan bisa mengatur waktu, ritme, napas, menyesuaikan dengan kemampuan.

Dengan begitu, maka Anda tidak akan kehabisan tenaga. Anda juga akan memiliki waktu untuk mengatur nafas.

Yang terpenting, bisa melakukan evaluasi terhadap yang sudah dijalani. Anda bisa belajar dari kesalahan yang sudah dibuat dan memperbaikinya untuk masa depan.

Saya pernah berada di fase pelari cepat, dan memaksakan semua berjalan dengan cepat. Hasilnya, energi seperti terkuras habis dan kemudian motivasi menghilang begitu saja.

Namun, resiko itu akan berkurang kalau Anda melakukannya secara perlahan dan menikmati perjalanan Anda.

Itu pendapat saya, tetapi tidak ada salahnya Anda berpikiran berbeda. Silakan saja Anda jalani yang dimau. Setiap orang punya jalannya masing-masing.

2 thoughts on “Marathon Bukan Sprint, Jalan Ninja Blogger”

    • Iya bro.. makin susah apalagi kalau kita membebani diri kita sendiri dengan terlalu banyak keinginan dan kemauan. Saya pikir lebih baik kembali ke asal saja, yaitu ngeblog buat penyimpan catatan saja

      Reply

Leave a Comment