Nggak tahu benar atau salah yah? Tetapi, banyak warga dimana saya tinggal, mengatakan bahwa mereka “tahu” kalau sebuah pesan pengumuman di grup Info Taman Bunga (grup warga Cluster Taman Bunga dimana saya tinggal), ditulis oleh saya atau bukan.
Mereka menyebutkan bahwa kalau pesan itu terstruktur dan memakai gaya bahasa “santun”, walau terkadang menyentil atau bahkan menampar, bisa dipastikan saya yang menulisnya.
Beberapa dari mereka mengatakan penuturan saya, bahkan dalam dunia chat WA yang harus memakai kalimat pendek-pendek, tetap rapi dan enak dibaca.
Istri saya pun mengatakan demikian.
Ia mengatakan “beda jauh” dengan yang dibuat oleh orang lain, bahkan petugas kelurahan sekalipun.
Runtut, rapi, jelas dan terstruktur.
Dan, setelah membaca banyak pesan WA dari Ketua RT, RW, dan banyak yang lain, saya mau tidak mau mengakui.
Saya sendiri memang membiasakan diri untuk selalu menulis secara rapi dan terstruktur. Tujuannya semata hanya karena yang membaca mudah menemukan inti dan mengerti yang disampaikan. Kebiasaan yang selalu saya lakukan selama jadi blogger.
Sebagai blogger juga saya terbiasa menyesuaikan gaya menulis dan sikon yang ada. Cara itu saya terapkan di Whatsapp yang membutuhkan kalimat pendek-pendek. Jadi, semua informasi saya buat tidak ribet dan memakai sedikit kata saja.
Jadi, rupanya pengetahuan dan pengalaman menjadi blogger pun bisa bermanfaat di dunia nyata. Apalagi, karena situasi mendesak, saya harus kembali mengemban tugas sebagai sekretaris RT demi perbaikan di lingkungan rumah.
Meskipun sudah agak lama vakum, ternyata kemampuan menulis saya belum hilang 100%.
Namun, saya tetap berharap untuk kembali bisa menulis di blog lagi suatu waktu. Karena, saya memang masih ingin tetap menjadi blogger.