Diary : Menulis Membuatmu Tetap Waras, Benarkah?

Banyak rekan sesama blogger pernah mengatakan bahwa “menulis membuat tetap waras”. Ada juga yang bilang bahwa “menulis itu menyembuhkan”.

Saya tidak pernah 100% sepakat dengan perkataan itu. Semua karena saya merasa bahwa tanpa menulispun manusia bisa tetap waras. Buktinya banyak, salah satunya saya, yang sebelum menjadi blogger dan aktif menulis, tetap waras dan tidak menjadi gila.

Saya katakan “tidak 100% sepakat”, yang menandakan ada sebagian dari diri yang mengakui kebenaran dari perkataan itu.

Memang ada benarnya.

Dari mana saya tahu? Karena saya sekarang melakukan journaling atau menulis jurnal, atau kata emak-emak mah menulis diary.

Sudah lumayan lama juga berjalan.

Saya menulis di agenda/diary dan bukan di blog karena tetap ada sebagian diri yang menolak kalau hal-hal yang bersifat pribadi terlalu diumbar atau dibaca publik.

Nah, dalam perjalanannya saya menemukan alasan dan mengapa “menulis bisa membuat tetap waras”.

Biasanya, di malam hari ketika saya mengisi diary tersebut, setelah selesai menulis, ada rasa lega di hati. Tidak banyak, tetapi selalu ada.

Padahal, biasanya yang saya tulis bukan 100% curcol (curhat colongan) berisi keluh kesah terhadap kehidupan. Kehidupan saya baik-baik saja dan menyenangkan kok.

Hanya cerita-cerita kecil, walau terkadang diselingi umpatan atau ungkapan kekesalan saja.

Dan, itu mendatangkan rasa “lega”. Tidak lama karena setelah itu biasanya akan menghilang karena tertimpa “masalah” baru lagi.

Namun, hal itu sudah cukup. Saya sering mengajarkan kepada si Kribo atau anak-anak muda untuk jangan terus membawa “beban” di hati. Tidak akan ada manusia yang kuat kalau begitu.

Seorang manusia yang pintar dan ingin “sehat”, harus tahu kapan “meletakkan beban” tersebut, sebelum kemudian mengangkatnya lagi. Hal itu harus diulang terus menerus agar seseorang bisa bertahan dan tetap “waras”.

Kalau tidak, ya biasanya efeknya adalah lahirnya stress dan depresi.

Nah, membuat jurnal, atau mengisi diary adalah salah satu cara untuk “melepas beban” di hati, meski untuk sesaat. Dengan begitu, hati yang bisa capek itu mendapat waktu dan ruang untuk beristirahat, serta menjadi kuat lagi untuk melanjutkan perjalanan.

Jadi, ya memang benar, kalau dipergunakan dengan baik, diary atau journal akan bisa membantu manusia untuk bisa tetap waras. Bukan berarti manusia hanya bisa menjadi waras dengan menulis di diary ya!

Karena cara itu akan memberikan kesempatan bagi hati dan otak untuk melepas beban dan menjadi tenang kembali. Kalau dilakukan secara rutin, kayaknya sih akan mengarahkan hati manusia untuk tetap seimbang dan tenang dan menjaga logika tetap normal.

Begitulah menurut saya.

Leave a Comment