Bisnis Hasil dari Blog? Tidak Langsung Sih

Saat ini, tim LB Digital, sayap bisnis Lovely Bogor, blog pertama saya, diberi kepercayaan mengelola sebuah cafe bernama Tanabumbu.

Tepatnya, usul dan konsep cafe itu diajukan sekitar satu setengah tahun yang lalu pada pengelola sebuah hotel. Saat itu, LB Digital mengatakan, “Mengapa restoran? Kenapa tidak cafe atau coffee shop saja?

Eh, ternyata, Mei 2025 yang lalu, yang punya hotel merealisasikan ide tersebut. Setelah kontrak dengan restoran habis, ia langsung merombak dan membangun cafe karena merasa saran kami memang lebih berpotensi.

Bogor merupakan kota wisata dan kebutuhan masyarakatnya akan tempat nongkrong masih terus berkembang.

Saat itu, mereka bilang penanganan pemasaran dan digital marketing akan diserahkan kepada tim LB Digital karena hotelnya sendiri, pemasaran daringnya sudah di tangan kami.

Hanya saja, yang tidak disangka 2 minggu lalu, pemiliknya mengajukan proposal agar tim LB Digital mengelola cafe tersebut.

Betul, bukan hanya pemasaran, tetapi secara keseluruhan, kecuali bagian keuangan. Iya, secara keseluruhan.

Tantangan diterima? Ya jelas lah. Meski sama sekali belum pernah mengelola usaha F&B (Food and Beverage), tetapi kami yakin bisa mengelolanya. Kami paham tentang manajemen dan itu yang diperlukan untuk mengelola sebuah usaha.

Tahu tentang kopi? Tidak lah, saya bukan penikmat kopi, tetapi pengetahuan tentang kopi tidak berperan terlalu banyak dalam mengelola bisnis cafe.

Perhitungan, manajemen, pemasaran akan lebih menentukan daripada sekedar pengetahuan tentang kopi.

Jadi, tantangan itu kami terima dengan senang hati. Kami jadi pengelola cafe sejak dua minggu yang lalu.

Dan, kalau ditarik ke belakang, semua itu lahir karena saya menjadi blogger.

Keberhasilan kecil dalam mengelola blog kecil rupanya membangkitkan kepercayaan si empunya hotel tentang kemampuan kami dalam memasarkan sesuatu.

Pertama ia memulai manajemen media sosial hotelnya sekitar setahun yang lalu.

Kemudian ia merealisasikan ide dan konsep kami terkait cafe, dan terakhir menyerahkan pengelolaan ke tangan kami.

Bisa dikata peluang bisnis yang baru saja kami terima hadir atau diawali karena blog Lovely Bogor. Hadir karena kepercayaan yang dibangkitkan dalam mengelola sesuatu.

Oleh karena itulah, saya berpendapat bahwa blog, mungkin sebaiknya tidak dijadikan mesin produksi, atau mesin penghasil uang. Blog lebih tepat, di masa sekarang, difungsikan sebagai sarana branding dan memasarkan diri.

Dengan begitu, peluang untuk bisnis atau sumber penghasilan lain bisa hadir.

Masalahnya cuma satu, proses ke arah sana panjang sekali.

Saya ngeblog sejak 2014, tetapi baru mendapat kesempatan besar itu saat ini, 11 tahun kemudian.

Bisakah bersabar? Kalau saya sih bisa dan sudah terbukti.

Dalam perjalanan di dunia blogging sebagai blogger, ini bukanlah kesempatan pertama yang hadir. Sudah berulangkali peluang datang dan bisa direalisasikan menjadi pemasukan, yang lebih besar daripada Adsense.

Bisa dikata rejeki “tidak langsung” itu hadir karena saya menjadi blogger.

Mungkin, dengan perkembangan sekarang, para blogger pun harus mulai memikirkan ulang strategi ngeblognya.

Pemasukan iklan, sepertinya sudah tidak lagi menjanjikan, dan mungkin, saatnya berpikir untuk mencari “rejeki tidak langsung” dengan memanfaatkan blognya.

Yah, kalau memang mau yah.

(O ya nama cafenya Tanabumbu Coffee & Kitchen dan lokasinya di Dramaga, dekat dengan Kampus IPB Dramaga Bogor dan akan bukan 20 Desember 2025)

Leave a Comment