Belajar Dari Kesalahan (1) : Terlalu Banyak Ide!

Kemarin, saya memutuskan untuk menghapus blog Umum Sekali. Ini merupakan salah satu bagian akhir dari usaha untuk melakukan koreksi terhadap berbagai “kesalahan-kesalahan” yang saya lakukan selama perjalanan blogging sejak tahun 2014.

Saya sebut sebagai “kesalahan”, meski dari satu sisi, saya melihatnya tidak seratus persen salah. Ada hasil yang sudah didapat selama itu.

Namun, pada akhirnya, saya harus mengakui bahwa dampak yang diberikan oleh tindakan-tindakan itu justru memberikan pengaruh yang “kurang baik”.

Setidaknya begitu menurut logika saya dan hasil pemikiran selama akhir tahun 2025 yang lalu.

Hiatus selama lebih dari tiga tahun pun, sangat mungkin disebabkan oleh akumulasi dari kesalahan-kesalahan yang terus dilanjutkan. Pada akhirnya, saya merasa terkuras dan tidak memiliki waktu yang cukup.

Satu dari kesalahan itu, kalau ditelaah lagi, adalah karena saya terlalu banyak ide.

Setelah melahirkan Lovely Bogor, saya menyadari kepala tidak mau berhenti untuk menelurkan ide-ide baru, terutama terkait dengan blog.

Sebagian contohnya adalah

  • Blog Fotografi : karena saya suka dunia potret memotret, dua blog diputuskan untuk dibuat, yaitu Maniak Potret dan LB Fotografi
  • Blog Lingkungan : karena saya sadar potensi dari topik lingkungan yang akan terus berkembang, saya melahirkan dua blog juga, Celoteh Hijau dan Blog Lingkungan
  • Blog Talking Indonesia : peluang untuk menceritakan Indonesia ke dunia luar dalam bahasa Inggris sangat memungkinkan untuk mendapatkan perhatian, terutama karena jutaan orang datang ke negeri ini setiap tahunnya
  • dan sebagainya, sehingga total blog mencapai 14-16 blog, bahkan ada satu masa dimana blog mencapai lebih dari 30 buah

Hasilnya, kekuatan dan waktu saya yang tidak seberapa menjadi habis dan tidak mencukupi untuk mengelola semua blog itu. Banyak yang akhirnya tidak tersentuh.

Sebenarnya, sangat mungkin semua bisa dikelola, dengan catatan, saya berhenti menjadi pegawai dan fokus menjadi blogger saja. Hanya saja, hal itu tidak mungkin dilakukan karena saya sadar sekali, full time blogger tidak menjanjikan banyak hal yang dapat mendukung kehidupan keluarga.

Jadi, saya sendiri tidak berani mengambil langkah total untuk fokus menjadi blogger.

Hasilnya, dengan tenaga yang waktu terbatas, semua blog menjadi terkendala dan tidak dapat hidup sesuai dengan kodratnya.

Setelah dipikir ulang, saya memang tidak bisa menyatakan banyaknya ide itu sebagai sebuah “kesalahan” total. Lumayan banyak juga hasil yang didapat.

Juga, kesadaran bahwa banyak ide itu tidak salah. Bahkan, orang bersedia mengeluarkan uang banyak demi punya ide.

Yang salah adalah keputusan saya untuk terlalu serakah dan mencoba mewujudkan semua ide dan pemikiran yang ada di kepala. Dan, kemudian hanya mengandalkan semangat, kemauan, komitmen, dan disiplin diri sendiri.

Teorinya sih cukup, tetapi pada kenyataannya, tidak demikian. Saya terpontang-panting dan dengan keras kepala berusaha mempertahankan semua itu.

Padahal, tetap saja saya manusia yang punya keterbatasan, baik tenaga maupun waktu.

Jadi, pada akhirnya, sangat mungkin keputusan hiatus yang lumayan lama, selain karena LB Digital, juga karena saya mengalami burn-out yang parah.

Saya menepi karena sudah kehabisan tenaga.

Oleh karena itulah, salah satu keputusan yang diambil di tahun 2025 yang lalu, di saat saya ingin kembali menjadi blogger adalah menghapus “ternak blog” yang ada.

Lebih dari 60% dihapus.

Tujuannya hanya satu, yaitu mengurangi beban yang membuat pikiran dan tenaga saya terkuras.

Saya kembalikan ke intinya saja.

Contohnya, Lovely Bogor yang tetap dipertahankan karena memang ini adalah inti dari perjalanan ngeblog saya, Blog Maniak Menulis, dan Si Anton yang sifatnya personal

Kemudian, saya menyisakan 1 blog lingkungan, dan fotografi, serta website LB Digital.

Yang lain saya hapus termasuk semua tulisannya yang jumlahnya sudah ribuan.

Sayang sih sebenarnya, tetapi kalau terus usaha dipertahankan, hasilnya akan sia-sia. Saya akan terbebani untuk kembali menjadi blogger.

Apakah berhasil? Ya..walau masih seperti terbata-bata, saya mulai lebih rutin menulis di blog-blog yang tersisa. Tentu saja, belum 100%. Beban yang tadinya begitu berat, terasa lebih ringan dan membuat saya bisa kembali bergerak maju.

Jadi, saya pikir dan mungkin bisa menyarankan kepada kawan kawan blogger, terutama yang baru saja menekuninya, jangan pernah tiru saya.

Jika Anda punya ide yang banyak, atau tertarik dengan banyak hal, jangan langsung buat blog untuk membahas tentang hal itu. Biarkan saja mengendap di pikiran selama 1-2 tahun, atau lebih, atau bahkan jangan pernah dipikirkan lagi.

Tetap saja prioritaskan pada konsep dan ide awal. Jangan sampai terdistraksi oleh hal-hal “menarik” yang Anda lihat. Fokus saja.

Kalaupun sudah diputuskan untuk membuat blog lain, pastikan bahwa tenaga dan waktu yang ada mencukupi. Bagaimanapun, menambah satu blog sama artinya kita harus berkomitmen untuk meluangkan waktu dan tenaga untuk mengelolanya.

Dan, pastinya, Anda akan menambah kerepotan bagi diri sendiri.

Setidaknya itu dari pengalaman saya sebagai peternak blog. Mungkin Anda bisa menghindari kesalahan yang sama dengan membaca tulisan ini.

Tapi, godaannya adalah, kalau Anda memiliki karakter seperti saya, “kesalahan” itu tidak dianggap kesalahan karena saya menikmati berada dalam tekanan dan tidak terasa, sampai akhirnya kecapean sendiri.

Itulah salah satu kesalahan yang saya buat selama menjadi blogger hampir 12 tahun.

Satu dari beberapa “kesalahan” yang saya buat.

2 thoughts on “Belajar Dari Kesalahan (1) : Terlalu Banyak Ide!”

  1. Benar sekali, bahwa di zaman sekarang menjadi full time blogger tidak dapat menopang kehidupan. Bahkan di masa kejayaan blog sebagai media monetasi konten pun (setahu saya), seorang full time blogger harus bekerja super keras untuk memenuhi kebutuhannya.

    Reply

Leave a Comment