Terkadang, solusinya sudah ada di depan mata, tetapi biasanya terlewat karena kita terlalu berpikir rumit bin ruwet.
Setidaknya, itulah yang saya rasakan di saat melakukan langkah awal untuk menghidupkan atau membangkitkan kembali blog utama saya, Lovely Bogor.
Blog yang merupakan awal perjalanan di dunia blogging, dan juga melahirkan LB Digital, usaha yang saya tekuni bersama si Kribo, sudah lama berada pada fase hibernasi.
Ia seperti zombie juga. Ada tetapi tiada. Ada karena tetap tayang di dunia maya, tetapi tidak pernah lagi diisi dengan tulisan-tulisan baru, selama kurang lebih 3 tahun.
Jadi, membuatnya kembali ‘hidup” sudah merupakan prioritas utama ketika saya memutuskan berhenti dari hiatus.
Tertunda lumayan lama karena berbagai kesibukan, akhirnya sejak beberapa hari terakhir, saya kembali mengerjakan proyek ini.
Hasilnya? Saya pusing tujuh keliling.
Semua karena blog tersebut sudah berantakan sekali isinya. Salah satunya disebabkan ide terakhir menjadikannya sebagai direktori bisnis di Kota Hujan. Belum lagi kontennya juga semakin memusingkan karena tim yang dibentuk sebelumnya lebih banyak menyuplai dengan konten buatan AI.
Tidak jelek sih, tetapi hasilnya saya ruwet melihatnya. Terlalu beragam dan arahnya menjadi semakin tidak jelas.
Lumayan lama bongkar pasang tema blog dari berbagai sumber. Utak atik sana sini melihat bagian yang harus diperbaiki. Ternyata banyak sekali yang harus dibenahi, setidaknya menurut saya begitu.
Apalagi, saya sendiri kebingungan tentang arah yang akan ditempuh si blog berinisial LB di masa depan.
Sempat bikin bete dan kesal.
Namun, setelah beberapa lama dan hampir berujung tekanan darah naik, saya akhirnya menemukan solusinya.
Saya pikir yang terbaik adalah dengan “Back to the Beginning”.
Saya merenungkan kembali niat awal ketika memulai usaha membangun blog itu. Ternyata, cara tersebut berhasil. Saya menemukan solusi berbagai masalah tadi.
Yang saya temukan adalah
- Blog itu dibuat untuk berbagi cerita tentang kehidupan di Bogor
- Blog itu awalnya tidak diniatkan untuk mencari uang
- Blog itu juga menekankan pada ‘foto” yang saya jepret
- Blog itu adalah media dan sarana saya berbagi tentang Bogor dari sudut pandang orang Bogor
Semua ‘sederhana’ pada awalnya. Tidak ada yang rumit. Tidak ada tujuan berat. Tidak ada keinginan aneh-aneh selain untuk berbagi saja.
Dalam perjalanannya, saya membuatnya menjadi rumit dan berbelit dengan berbagai keinginan. Itulah yang membuatnya menjadi acak-acakan dan ruwet.
Akhirnya, saya memutuskan membuang semua keinginan tidak jelas itu. Yang saya temukan adalah kata “sederhana, tidak rumit“. Sama persis dengan yang saya lakukan terhadap blog MM/Maniak Menulis dan si Anton.
Dan..
Itulah yang kembali menjadi tujuan bagi Lovely Bogor di masa depan, yaitu sekedar tempat berbagi saja. Itupun kalau ada yang mau dibagi, kalau tidak ya tidak masalah juga.
Maka, langkah-langkah yang kemudian saya ambil dalam rangka menghidupkan kembali Lovely Bogor berinti pada “menyederhanakan” kembali segala sesuatu. Kembali ke ‘titik awal’.
Hari ini, saya memulainya dengan
- mengubah tema blog menjadi sesederhana mungkin, kebetulan tema Generatepress memang punya karakter itu
- membuang berbagai plugin yang tidak perlu bagi tujuan baru, termasuk Elementor
- mengurangi jumlah kategori yang sudah terlalu banyak dan menyisakan beberapa saja
- menghilangkan plugin adsense karena toh saya memang tidak lagi mengincar Adsense sebagai pemasukan
- menghilangkan plugin yang menghubungkan dengan Google Analytics/Webmaster karena sudah tidak peduli juga berapa banyak pengunjung yang datang
Itu baru hari ini saja. Tentunya jauh daripada selesai karena tidak semudah itu membuat blog zombie bisa aktif kembali.
Hanya saja, karena tujuan utamanya sudah ditemukan, semua langkah yang harus dilakukan sudah terlihat, seperti
- membuang berbagai tags yang sudah bejibun tidak jelas
- menyederhanakan cara menulis dengan hanya berbasis foto dan teks tidak terlalu panjang saja
- menghilangkan berbagai elemen yang membuat semrawut blog itu
- menghapus tulisan-tulisan yang sudah kedaluwarsa atau mengupdatenya
dan masih banyak lagi yang lainnya.
Pasti akan butuh waktu lumayan lama, tetapi memang harus dilakukan. Setidaknya mindset yang diperlukan untuk melakukan langkah itu sudah ada.
Saya hanya perlu melakukannya secara konsisten di masa depan karena semua sia-sia kalau konsistensi tidak terbangun.
Semoga saja, suatu waktu, blog itu bisa kembali aktif dan menjalankan fungsinya lagi, berbagi tentang kota kesayangan, Bogor.
Nah tuh ketemu solusinya kalau ada yang Sederhana mengapa harus cari yang Ruwet dan bikin Repot.ππ
Ok Deh Pak Sekertaris selamat menata ulang kembali Lovely Bogor semoga bisa exis kembali dengan segala kesederhanaannya.πππ
Permisi cuma mau numpang lewat doang.ππΆπΆπΆπΆπΆ
Ehhh ehh jangan cuma numpang lewat dong.. hahahaha
Iya, yah saya kan tetap manusia dan kadang suka bikin ruwet sendiri. Makasih dukungannya dan semoga saja saya masih bisa terus berkarya, walau kecil kecilan dengan cara saya.
Mudah mudahan juga Tong Satria tetap berkarya dan bisa menjadi peternak blog yang baik, jangan seperti saya ya