Pasti pertanyaan ini akan hadir dalam hati setiap content creator ketika hendak menggunakan AI untuk konten mereka.
Saya pun mempertanyakan hal yang sama. Meskipun, saya sebenarnya tidak lagi peduli tentang hal tersebut, naluri saya mengajukan pertanyaan serupa.
Wajar saja sih, untuk apa mengerjakan sesuatu yang dirasa tidak akan memberikan hasil? Iya kan?
Saya sendiri sudah tidak peduli, tetapi tetap saja rasa itu ada. Apalagi mereka yang bergelut di bidang ini dan ingin orang membaca atau menonton konten buatannya.
Jawabannya, ternyata jelas ada. Iya, betul. Konten yang dibuat dengan AI, baik itu berupa teks/artikel atau foto atau video ada pemirsanya.
Saya mendapatkan data itu bukan dari konten orang lain, tetapi dari konten di blog atau medsos sendiri.
Di Lovely Bogor, beberapa konten yang dibuat menggunakan AI, ternyata dikomentari oleh pembacanya.
Di Instagram, foto dan reel yang diupload menunjukkan data antara 100-500 views. Di Tiktok video pendek 10 detik ada yang berhasil mendapat di atas 600 views. Di Threads, juga sama hasilnya. Facebook pun setali tiga uang, sama saja.
Inti dasarnya, data menunjukkan bahwa konten AI, alias konten yang dibuat menggunakan AI, tetap ada peminatnya. Lumayan banyak malah!
Terlebih lagi kalau membaca konten video kucing joget atau seri Bubu and Dudu, yang pasti dibuat dengan AI, jumlah penontonya luar biasa.
Bagaimana dengan engagement? Lumayan banyak Like yang didapat.
Jadi, mungkin, tidak seharusnya khawatir akan pemirsa kalau memang hendak membuat konten dengan AI.
Ada pangsa pasar di sana dan rasanya akan semakin besar begitu masyarakat terbiasa. Toh faktanya, belakangan masyarakat sudah menjadikan penggunaan AI sebagai bagian dari kehidupan.
Oleh karena itu, saya belakangan semakin tidak ragu untuk meneruskan penggunaan si kecerdasan buatan untuk membuat konten.
Tentu saja, tidak semua. Untuk medsos dan blog yang memungkinkan saja, tidak untuk blog MM dan Si Anton karena ini adalah blog personal yang kebanyakan berisi catatan atau pandangan pribadi saja.
Bagaimana dengan Anda? Sudah pernah menggunakan AI untuk membuat konten? Ataukah, masih takut tidak ada yang membaca atau menontonya?
Memang kalau dari sudut pandang saya sebagai pembuat konten saja, perbedaan utama adalah konten buatan AI terasa sangat artifisial. Namun, hal itu ternyata tidak menghambat orang untuk menyukainya.