Apakah Blog Sudah Tidak Lagi Seksi?

Sebuah kalimat dari blog kawan lama, Kimi Jagawana, meski terlihat sederhana membuat saya ikut berpikir ulang.

Kalimatnya dalam bentuk pertanyaan, yang saya rasa juga muncul di dalam kepala banyak blogger dalam situasi sekarang. Ia bertanya, seperti screenshot di bawah ini.

Link tulisannya di sini.

Jawaban saya adalah “tergantung”. Dari sudut mana jawaban itu harus dibuat,

Kenapa saya mengatakan demikian? Sebagai seorang yang sudah hidup berumahtangga selama 25 tahun, saya tetap melihat si Yayang, istri saya, yang juga sudah menua tetap saja seksi.

Tentunya bukan dalam artian fisik dimana jelas penuaan sudah membuang sebagian besar keunggulan fisik. Namun, meskipun sudah menua, ketika ia tersenyum, ketika ia tertawa, ketika ia bermanja, saya tetap melihatnya sebagai seksi.

Rasa sayang saya kepadanya lah yang membuat ia tetap terlihat seksi, meski sudah berumur.

Begitu juga dengan blog.

Memang, blog akan makin sulit bersaing dengan medsos dalam hal mencari keuntungan. Blog juga akan semakin sulit bersaing dengan AI sebagai sumber informasi.

Blog seperti terhimpit dari berbagai sudut oleh “yang muda muda”.

Namun, saya tidak berpikir blog tidak seksi lagi.

Rasa itu hadir karena saya menyayanginya. Blog itu adalah ruang yang nyaman sekali untuk saya berekspresi dan berkarya dengan gaya dan passion yang saya punya.

Ia akan semakin sulit menjadi mesin produksi uang, tetapi masih bisa dipergunakan untuk berbagi pengetahuan, cerita, dan banyak hal lainnya. Blog pun masih tetap bisa membantu bisnis LB Digital yang sedang dikembangkan.

Jadi, bagi saya ia tetap seksi dan menarik.

Namun, saya pun sadar bahwa kita harus bisa mengubah ekspektasi diri sendiri. Kalau tetap memakai standar saat duni blog sedang hype, ya hasilnya kekecewaan yang akan lahir.

Harus ada ekspektasi baru yang ditetapkan dan menjadi arah baru.

Itulah alasan blog MM dan banyak blog lainnya sudah diubah konsep dan arah tujuannya. Dengan begitu, blog akan menyesuaikan diri dan melakukan fungsinya dalam dunia masa kini, dan bukan berlandaskan harapan seperti di masa lalu.

Saat ini, saya masih tetap berpandangan bahwa blog tetaplah seksi. Semua itu karena rasa sayang, dan saya memfungsikan blog, terutama blog MM menjadi semacam ruang yapping (paham bahasa kekinian kan) atau berceloteh ria.

Saya tidak akan membebaninya lagi dengan target-target dan harapan, yang saya tahu akan membuatnya terlihat menanggung beban berlebihan.

Blog akan saya kembalikan ke fungsi awalnya, saat ketika ia dilahirkan, sebagai jurnal kehidupan bloggernya saja.

Bagaimana dengan Anda? Masihkah blog seksi menurut Anda?

Leave a Comment