Reply To: Berapa Rate Card-mu?

Kafe MM Forums Ruang Serius 🤓 Berapa Rate Card-mu? Reply To: Berapa Rate Card-mu?

#8150
osamudazaiosamudazai
Participant

Jika mau terang-terangan menyebut harga di sini, takutnya menyedihkan, lho. Tapi karena saya udah muak sama dunia tulis-menulis, lebih tepatnya malas menggantungkan hidup atau cari uang di jalur ini, saya akan berbicara hal-hal yang saya ketahui.

Pertama kali dapat job review, bayaran saya cuma 100k. Kalau enggak salah itu zaman kuliah, sekitar 2014. Saat itu bagi saya yang pemula dalam ngeblog, jelas lumayan buat jajan, kan. Baru tahu ngeblog bisa dapat uang selain lewat daftar adsense. Setahun kemudian bayaran per tulisan semakin nambah, jadi sekitar 200-300k.

Lalu, semakin saya tekuni, pada suatu hari saya kaget banget dapat klien yang mau bayar sampai jutaan. Jatuhnya ini liputan, sih. Saya datang ke suatu tempat, menyaksikan seluruh rangkaian acara itu, dan setelahnya baru menuliskannya. Persislah kayak kerjaan wartawan atau jurnalis. Namun, dapat bayaran yang segitu cukup langka, sih. Mesti brand besar, dan enggak setiap bulan bakalan ada. Tapi setidaknya dari situ saya ngobrol sama beberapa bloger lain tentang rate card ini.

Kala itulah saya mulai mematok harga. Ini era 2017-2018, saat blog saya kualitas trafiknya cukup bagus dan komentar juga ramai, maka saat bikin tulisan sendiri nilainya tuh 450-750k. Lalu kalau tulisan dari klien (sebutannya placement) yang tinggal posting, atau koreksi dan edit-edit sedikit, saya pasang sekitar 200-400k. Jika kurang dari angka minimal seringnya saya tolak. Penyesuaian harga jelas berdasarkan susah atau enggak sama temanya, lalu brand itu terkenal atau enggak. Pada penawaran awal, kita bisa juga bertanya duluan berapa budget yang klien itu tawarkan. Siapa tahu lebih dari rate card yang kita pasang, kan. Itu namanya bonus dan seakan-akan dapat rezeki melimpah.

Oh iya, dulu skor DA/PA saya kisaran 25-35, sebelum Google+ dihapus, dan akhirnya jadi anjlok. Sekarang paling cuma belasan. Tapi saya enggak terlalu peduli, toh efeknya rata, khususnya para pemakai blogspot.

Sialnya, pada 2019 dan semakin ke sini saya justru menemukan kok banyak banget bloger murahan. Maaf, lho, kalau saya ngomong gini, tapi ini kenyataan pahit yang saya temui. Masa iya dengan syarat DA/PA 10-15 mereka dikasih harga hanya 70-100k dan tetap banyak yang mau. Yang mana ini menjatuhkan tarif bloger lainnya.

Secara enggak langsung, tawaran-tawaran kerja sama yang masuk pun enggak jauh dari angka itu. Saya yang mulanya minimal 200k pada tulisan placement otomatis kudu menyesuaikan jadi 150k setelah bernegosiasi lantaran kepepet. Bisa mendapatkan angka 200k lagi tuh susahnya bukan main. Yang menulis sendiri pun sama parahnya. Mentok-mentok jadi 250-350. Langka banget klien yang mau bayar 500k. Setiap kali saya tawar supaya harga naik 100k, mereka bisa enggak balas email. Bahkan, berusaha minta tambahin 50k aja pasti klien-klien langsung kabur. Itu bikin saya berasumsi bahwa mereka mending cari yang lebih murah aja. Masih banyak kok bloger yang mau dibayar murah. Hasilnya, ya kayak sekarang. Harga turun drastis. Ditambah lagi masa pandemi. Dikasih harga 50k mereka pada mau. Hahaha.

Tapi, sebagaimana yang saya bilang di awal, sekarang saya semakin tak peduli dengan harga pasaran karena sudah menyerah di dunia kepenulisan jahanam ini.

Informasi terakhit yang bisa saya berikan, terakhir kali dapat job review pada Desember 2020 dengan skor DA/PA 10-15 tuh harganya 150-250k. Kalau skormu 16-20 mungkin bisa nambah sekitar 50-100k. Jika merasa itu kemurahan, monggo tentukan sendiri hargamu.

Sekian. Semoga sudut pandang sok tahu ini bisa memberikan sedikit pencerahan.