WAWANCARA BLOGGER #2 - Ikrom Zain Unimportant to Important 2

Dunia blogger Indonesia butuh blogger yang berani. Berani berbeda untuk memberikan warna untuk memperkaya blogosfer.

Beruntung ada setidaknya ada satu orang yang sudah memperlihatkan keberanian itu, Mas Ikrom Zain, seorang mantan guru SD kelas lima.

Keberaniannya terlihat pada blognya Unimportant to Important dimana salah satu kategorinya berisikan tulisan tulisan mengenai kontes kecantikan, pageant, dan kontes miss-miss-an dari penjuru dunia.

Padahal, topik-topik tersebut dalam masyarakat Indonesia merupakan wilayah kaum hawa. Namun, ia memutuskan untuk berdasarkan pada fakta bahwa dunia pageant merupakan dunia yang bisa dimasuki oleh gender manapun, bukan hanya yang bergender wanita.

Keberaniannya pula menampilkan topik-topik sederhana, remeh, kecil, dan dipandang tidak penting oleh banyak orang.

Untuk keberaniannya itulah, blog MM memutuskan untuk menggali sedikit lebih dalam pandangannya terhadap beberapa hal.

Silakan ikuti hasil wawancara blog MM via email yang dilakukan pada tanggal 21 Nopember 2022 yang lalu.

(Catatan : hasil wawancara ini ditampilkan apa adanya seperti yang diterima pada 21 Nopember 2022 dan hampir tidak mengalami pengeditan terhadap kesalahan ketik. Tidak ada perubahan kalimat apapun)


Blog MM : Mas, apa makna dari nama blognya “Unimportant to Important”? Mungkinkah yang dimaksud “Sesuatu yang tidak penting sebenarnya penting” ataukah harus diartikan bahwa isi blog beragam, mulai dari yang “TIDAK PENTING” sampai “PENTING”

Bisa bantu menggambarkan sedikit mengapa nama tersebut dipakai alih-alih Ikrom Zain yang lebih mudah digunakan untuk personal branding?

IKROM ZAIN : Makna dari Unimportant to Important adalah saya ingin menganglat tema tulisan yang dianggap tidak penting bagi Sebagian besar orang tetapi sebenarnya sangat penting. Mulai dari masalah transportasi umum, kontes kecantikan, hingga hal-hal remeh temeh lain. Kadang, dari sesuatu yang dianggap orang lain tidak penting sebenarnya ada hal penting yang perlu dimaknai lebih dalam .

Blog MM : Kalau melihat profesi, seorang guru, mas Ikrom sebenarnya sudah memiliki profesi yang dipandang tinggi oleh masyarakat. Namun, mengapa, Mas Ikrom terjun menjadi blogger? Apa tujuan dan targetnya? Setelah sekitar 8 tahun, Apakah tujuan itu masih sama seperti di awal? Apakah sudah mengalami perubahan

IKROM ZAIN : Menjadi blogger sebenarnya hanya sebatas hobi yang mengasilkan. Tujuan saya yang utama menyampaikan ide di dalam otak agar tidak hilang begitu saja. Untuk target sampai saat ini masih tetap tetapi untuk penghasilan dari blogger yang penting ada peningkatan dari waktu ke waktu. Meski begitu, target utamanya adalah tetap menulis blog secara teratur.

Blog MM :  Satu kategori konten membuat blog Mas Ikrom terasa berbeda, yaitu tentang kontes kecantikan, seperti Miss Universe dan sejenisnya. Konten-konten ini cenderung dipandang merupakan wilayah kaum Wanita.

Bisa tahu alasan di balik pemilihan topik yang di luar keumuman ini? Bukankah membahas topik seperti ini rentan membuat mas dipandang sebagai “kemayu” alias “tidak 100% cowok”?

IKROM ZAIN : Perlu digarisbawahi bahwa kontes kecantikan bukan hanya untuk kaum wanita. Bahkan, pemilik lisensi berbagai kontes kecantikan di dunia adalah pria. Hanya saja memang kontes kecantikan di Indonesia masih belum umum karena dahulu terjadi pelarangan kontes kecantikan.

Ada banyak kisah menarik dari kontes kecantikan yang tidak hanya sekadar menjual kecantikan wanita saja. Mulai dari advokasi atau kegiatan sosial hingga industry kontes kecantikan yang membuka lapangan kerja. Adanya kontes kecantikan juga turut membuka banyak kesempatan kerja di dunia kreatif seperti gaun dan kostum nasional yang dipakai.

Membahas kontes kecantikan juga bisa menyuarakan isu-isu seputar wanita yang jarang dipahami oleh banyak khalayak luas, terutama pria, seperti perlindungan diri terhadap kekerasan, upaya pencegahan stunting dari sisi ibu hamil, kesetaraan Pendidikan bagi wanita, dan sebagainya. Jika tidak melalui kontesk kecantikan, biasanya isu-isu tersebut tidak akan banyak dibahas.

Blog MM : Melihat halaman “About” di blog Unimportant to Important, bikin saya minder. Prestasi Mas Ikrom sudah segudang.

Nah, di antara semua prestasi itu, manakah yang menurut mas paling membuat Mas Ikrom bangga dan paling berkesan? Cerita-cerita spesial Apakah yang membuat pencapaian tersebut begitu berkesan?

Boleh berbagi dengan pembaca blog MM?

IKROM ZAIN : Sebenarnya saya tidak begitu memperhatikan pencapaian yang saya raih. Hanya sebagai koleksi semata agar menjadi pengingat bahwa saya pernah berusaha untuk meraih berbagai kegiatan lomba tersebut.

Diantara semuanya, saya paling berkesan saat pertama kali masuk baabk 15 besar salah satu lomba blog travel. Meski tidak menang, itu adalah pencapaian pertama dan berharga dalam menulis.

Blog MM : Dalam salah satu tulisan terakhir, judulnya “Dimiliki oleh Transgender Thailand, Akankah Miss Universe Diikuti Banyak Transgender atau Wanita Menikah”, saya menyoroti pemakaian kata transgender.

Kata ini masih banyak dianggap “tabu” dalam masyarakat Indonesia merupakan bagian dari istilah LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender, yang dipandang bertentangan dengan agama di Indonesia.

Boleh tahu alasan mengapa mas Ikrom membahasnya, padahal kalau menurut saya, hal itu bisa membuat Mas dipandang sebagai “menerima” atau setidaknya tidak mempermasalahkan paham LGBT .

Bisa tahu sudut pandang mas dalam hal yang satu ini?

IKROM ZAIN : Memang susah jika berbicara transgender di Indonesia. Sama susahnya dengan menerima kenyataan untuk tidak menjadi PNS atau abdi negara. Isu ini juga masih sensitif di kalangan pageant lover terutama di Indonesia.

Kalau saya sendiri menghargai keberadaan mereka asal tidak mengkampanyekan dalam masyarakat luas. Makanya, saya tidak pernah membahas ajang kecantikan transgender. Yang saya bahas adalah ajang untuk wanita tulen saja. Namun, harus diakui sekarang ini beberapa kontes kecantikan wanita membolehkan transgender ikut di dalamnya. Makanya, isu ini cukup menarik diulas karena kalua kita menutup kisu tersebut sama saja kita seperti katak dalam tempurung. Membahas isu LGBT bukan berarti pro. Sama dengan membahas suatu agama tertentu bukan berarti kita ikut di dalam agama tersebut. Untuk itulah, membaca poin demi poin sangat penting agar tidak terjadi mispersepsi. Sayangnya, Sebagian masyarakat Indonesia lebih tertarik membaca dari judulnya saja.

Blog MM : Blog Mas Ikrom memiliki satu menu yang membuat saya, sebagai pecinta Fotografi, langsung melirik, yaitu “JEPRETANKU”. Nah, menurut mas, sebagai blogger, peran apa yang harus diberikan kepada foto? Apakah sekedar pemanis dan pelengkap teks saja? Ataukah ada yang lain?

IKROM ZAIN : Rubrik tersebut memang jarang saya isi. Dulu memang ada rekan yang mengisi rubrik tersebut tetapi kini sudah punya blog sendiri dan media sendiri. Semua unggahannya juga telah dihapus. Namun rubrik tersebut tetap saya pertahankan kalalu-kalau saya tertarik untuk mengisinya di suatu hari nanti.

Blog MM : Mas Ikrom kan “mantan” guru, walau sebenarnya masih “guru” karena punya usaha tutoring agency, iya kan? Apakah murid-murid atau orangtua murid mas tahu bahwa mas adalah seorang blogger? Apalagi, blogger yang membahas mengenai tema kontes kecantikan ?

Bisa bantu share bagaimana komentar dari mereka setelah tahu mas seorang blogger? Pasti menarik untuk tahu pandangan tentang seorang pengajar merangkap blogger.

IKROM ZAIN : Sebagian dari mereka tahu sebagian tidak dan rata-rata tidak ambil pusing karena beda dengan guru kelas, guru bimbel hanya bertatap muka sebentar. Kebetulan sekarang saya lebih banyak menjadi kepala cabang yang menangani tutor dan segala administrasi. Jadi, dibandingkan dulu, saya lebih jarang mengajar saat ini dan lebih banyak menghabiskan waktu di jalan mengecek cabang-cabang bimbel.

Blog MM : Wah, Mas Ikrom merambah ke dunia Youtube juga yah. Ada menu mengarah ke channel Ikrom Zain. Boleh tahu mas, alasan terjun ke sana? Apakah dunia blogging sudah begitu membosankan dan tidak ada tantangan?

Lalu, kalau boleh tahu, berdasarkan pengalaman mas, lebih mudah yang mana mengelola blog atau channel YT?

IKROM ZAIN : Mengelola Youtube lebih kepada tantangan saja dan bisa menyampaikan ke khalayak luas. Dengan membuat konten You Tube ada banyak interaksi dengan masyarakat luas yang bisa terjalin dibandingkan blog. Orang akan lebih mudah berkomentar lewat YouTube daripada Blog makanya saya memberanikan diri buat You Tube.

Tentu lebih mudah blog mengelolanya tetapi jika sudah tahu ritme kerjanya akan bisa seiring sejalan. Yang pasti harus ada waktu ekstra untuk mengambil video You Tube.

Blog MM : Mas juga pernah menerbitkan tulisan di blog dalam Bahasa Inggris. Ada 3 tulisan kalau tidak salah. Kenapa tidak dilanjutkan mas? Mengapa hanya 3 tulisan dan kemudian dihentikan? Bisa share ceritanya?

IKROM ZAIN : Tulisan Bahasa inggris saya kini sudah ada di blog sendiri atau blog lain. Kebetulan juga saya mengisi rubrik untuk di bimbel tetapi jarang. Waktu untuk mengisi blog Bahasa Inggris tidak mencukupi karena saya harus mengisi konten You Tube dan membuat modul pembelajaran.

Blog MM : Kalau tidak salah, Mas Ikrom juga aktif di Kompasiana ya? Cukup aktif kalau saya lihat akunnya di Kompasiana.

Kira-kira apa alasan mas terjun ke sana? Apakah memiliki blog sendiri kurang? Apakah ada keuntungan finansial dengan menulis di Kompasiana? Ataukah ada alasan lainnya.

Mana yang lebih menantang menulis di sana atau di blog sendiri?

Bisa berbagi dengan para pembaca blog MM?

JAWAB : sebelum punya blog pribadi saya terlebih dahulu punya akun Kompasiana. Jadi sudah lama sekali dan lebih lama dari blog pribadi. Kalua dibilang menantang sama saja hanya di sana kita harus taat aturan. Untuk keuntungan finansial banyak sekali mulai K reward tiap bulan, ikut lomba jika menang, konten afiliasi, dan konten narativ. Saya sering dapat konten narativ di Kompasiana dengan honor di atas 1 juta. Sebenarnya jauh lebih banyak di sana daripada di blog sendiri.

Blog MM : Mas Ikrom menggolongkan diri sebagai BLOGGER, CONTENT MARKETER, atau INTERNET MARKETER?

IKROM ZAIN : Saya suka sebagai blogger saja. Sebenarnya saya tidak suka melabeli diri. Yang penting tulisan saya bermanfaat dan banyak dibaca orang syukur-syukur menghasilkan.

Blog MM : Bukan pencapaian ya mas, tapi momen apa selama karir mas sebagai blogger yang paling berkesan? Bisa ceritakan mengapa momen tersebut membuat Mas begitu terkesan pada momen tersebut?

IKROM ZAIN : tentu momen berkumpul Bersama blogger lain. Mulai dari acara Kompasianival atau bertemu secara pribadi. Beberapa diantaranya bahkan sempat makan dan masak bersama kemudian membuat proyek tulisan tertentu.

Blog MM : Selama lebih dari 7 tahun, apa yang mas Ikrom rasakan sebagai tantangan paling berat sebagai blogger? Lalu, Apakah tantangan tersebut sudah mas pecahkan? Kalau sudah, dengan cara apa? Kalau belum, mengapa belum terpecahkan? Maaf pertanyaannya jadi beruntun.

IKROM ZAIN : Tantangannya hanya konsistensi karena kini yang dibutuhkan adalah niat untuk konsisten. Sementara ini masih bisa terpecahkan karena saya juga ikut ODOP di sebuah komunitas jadi ada saja ide dan dorongan kuat untuk terus konsisten menulis.

Blog MM: Dalam beberapa tulisannya, mas Ikrom kerap bertemu dengan rekan-rekan sesama blogger, bahkan dari kota lain ya, kalau tidak salah ingat? Mengapa mas melakukan itu? Apa keuntungan bagi mas?

Kalau tidak salah juga, mas Ikrom ikut dalam beberapa Komunitas blogger yah? Kok mau sih mas? Apa tujuan dan harapan mas ikut dalam Komunitas-komunitas itu dan apakah tujuan/harapan tersebut sudah tercapai?

Boleh tahu Komunitas blogger apa saja yang sekarang mas ikuti?

IKROM ZAIN : Kalau bertemu blogger lain karena kita hidup sebagai makhluk sosial tetntu butuh interaksi. Harapannya agar ada kebersamaan dan saling tukar ide selama menjadi blogger. Selama ini meski sederhana cukup lumayan juga meski sempat terkendala pandemi tetapi masih bisa disiasati dengan virtual. Saat ini, saya hanya ikut Komunitas ISB pimpinan Mbak Ani Berta.

Blog MM : O ya, agak balik ke salah satu topik di blog “Unimportant to Important”, soal kontes kecantikan. Jargon di dunia blogging adalah membuat artikel berkualitas dan bermanfaat.

Nah, kira-kira manfaat apa yang bisa diambil pembaca dari tulisan-tulisan tentang kontes-kontes atau pageant itu? Boleh tahu sudut pandang mas Ikrom?

IKROM ZAIN : Seperti yang sudah saya jawab tadi, membahas kontes kecantikan juga bisa menyuarakan isu-isu seputar wanita yang jarang dipahami oleh banyak khalayak luas, terutama pria, seperti perlindungan diri terhadap kekerasan, upaya pencegahan stunting dari sisi ibu hamil, kesetaraan Pendidikan bagi wanita, dan sebagainya. Jika tidak melalui kontesk kecantikan, biasanya isu-isu tersebut tidak akan banyak dibahas.

Blog MM :  Maafkan saya kalau kepo dan ingin tahu, tapi berapa banyak sih pengunjung blog “Unimportant to Important”? Sumber mereka dari mana? Mesin pencari? Referral? Media Sosial?

Bagaimana mas Ikrom mempromosikan blognya? Bisa berbagi pengetahuan kepada kami?

IKROM ZAIN : Sumber trafik saya kebanyakan dari mesin pencari sekitar 90%. Makanya saya kuatkan pada SEO agar saya tak banyak mempromosikan blog meski saya tetap melakukannya. Rata-rata saya menargetkan agar tulisan saya belum ditulis banyak orang tetapi dicari banyak orang.

Blog MM : Kalau melihat blog mas Ikrom, di sana terlihat ada iklan (dari Adsense?) yang artinya mas melakukan monetisasi, benar? Boleh kepo lagi kah, kira-kira besar mana penghasilan mas dari blog dibandingkan yang didapat dari profesi sehari-hari?

Jenis monetisasi apa yang mas lakukan selain menggunakan Adsense? Mana yang memberikan pemasukan paling besar?

JAWAB : Kalau dibilang masalah pendapatan mulai 2021 ini setara. Dari blog dan pendapatan pribadi sama. Sejak pandemi, trafik blog saya naik drastis karena banyak yang mencari materi pembelajaran dan soal. Monetisasi saya hanya dari Adsense saja tetapi kadang menerima penawaran content placement

Blog MM :  Pertanyaan-pertanyaan beratnya sudah, boleh beralih ke yang lebih ringan?

Siapa sih bloger yang menjadi favorit mas? Katakanlah blogger yang blognya paling sering mas baca, atau paling memberi inspirasi dan dorongan sebagai blogger.

Kenapa mas menjadikannya favorit? Boleh juga dibagi kepada kami namanya, supaya saya dan pembaca blog MM bisa juga ikutan Belajar?

IKROM ZAIN : Blogger favorit saya adalah MBak Trinity yang sudah menulis buku Naked Traveler dan berkeliling dunia. Bahasanya ringan dan asyik serta menceritakan hal-hal yang dianggap tabu tetapi penting untuk diketahui.

Blog MM :  Setelah lebih dari 7 tahun ngeblog, apa rencana mas untuk blog Unimportant to Important? Apakah akan diganti konsepnya? Ataukah akan lebih digencarkan monetisasinya?

Bisa sharing sedikit tentang rencana mas terkait blog di masa depan?

IKROM ZAIN : Untuk saat ini saya tetap pada konsep yang sekarang yang terpenting saya tetap konsisten menulios blog. Mungkin akan lebih banyak tulisan mengenai kontes kecantikan karena juga sumber trafik dari luar negeri terutama AS yang mendatangkan adsense banyak.

Blog MM: Prediksi ya mas, kira-kira akankah blog, blogger, blogging bertahan dalam satu dekade ke depan? Mengingat belakangan disinyalir banyak blogger berhenti ngeblog dan beralih menjadi Youtuber, Instagramer, atau bergelut di media lainnya?

Menurut Mas Ikrom, mungkinkah blog dan dunia blog segera kiamat?

IKROM ZAIN : blogger masih tetap ada tapi banyak blogger yang akan berganti profesi jadi Youtuber dan sejenisnya. Terbukti dari trafik blog yang terus naik artinya orang masih butuh informasi dari blog.

Blog MM : Sebenarnya sudah lebih dari 20, Batasan jumlah pertanyaan yang saya buat, tetapi saya terlalu penasaran untuk mengetahui pandangan dari seorang blogger yang “berani” berbeda.

Saran apa yang akan mas berikan kepada para blogger baru terkait ngeblog?

IKROM ZAIN : Pastinya, saran-saran itu akan sangat bermanfaat bagi mereka dan saya juga.

Saran saya hanya tetap konsisten dan fokus pada konten bagus dan bermanfaat. Jika tetap konsisten membuat konten berkualitas maka uang akan dating dengan sendirinya meski tentu ada usaha lebih. Kalau terpancing pada uang dan trafik maka akan capai sendiri.

Blog MM : Itu saja pertanyaannya, eh ada lagi “Kenapa alamat emailnya pakai ‘zzz” kan kayak suara orang tidur?

IKROM ZAIN : Itu dulu peninggalan zaman SMA karena saya dulu masih alay jadi tetap digunakan sampai sekarang.


Jumlah blogger di Indonesia disinyalir menurun karena platform ini dipandang tidak lagi sesuai dengan zaman. Namun, mungkin saja semua itu terjadi karena blogosfer Indonesia terkesan kurang semarak.

Untuk menjadi semarak, maka dibutuhkan “warna-warna” yang berbeda-beda.

Oleh karena itulah, kehadiran blog Mas Ikrom Zain merupakan sesuatu yang spesial. Ketika ia, sesuai dengan nama blognya Unimportant to Important (yang tidak penting menjadi penting), menampilkan bahwa hal-hal remeh pun sebenarnya penting.

Keberaniannya mengangkat topik yang “berbeda” meski sangat mungkin membuatnya dipandang “berbeda” setidaknya sudah memberi warna pada dunia blogging Indonesia yang penuh dengan topik yang “biasa”.

Semoga saja, wawancara kecil a la Blog MM ini bisa memberikan sedikit pandangan, bahwa banyak sekali hal yang belum tergali dan sebenarnya bisa memberi warna dan menyemarakkan dunia blog Indonesia.

Bagi yang ingin melihat warna-warna Mas Ikrom Zain, silakan saja kunjungi Unimportant to Important.

2 thoughts on “Wawancara Blogger #002 : IKROM ZAIN (Unimportant to Important)”

  1. Loh aku baru tau kalo mas Ikrom udah ga jadi guru, tapi malah kepala cabang bimbel ya mas 👍 hebaaat.

    Dulu itu aku taunya mas Ikrom ini selain suka nulis pageant, juga suka bahasa Tagalog, iyaa kan. Sampe heran loh, mas Ikrom sbnrnya orang Filipina atau WNI 😄.

    Trus baru deh liat blognya skr ini detiiiil banget bahas transportasi, sampe rute2nya. Sayang bukan rute bus yg Jakarta 🤣. Buatku yg suka nyasar, makanya takut naik kendaraan umum, yg begitu itu penting. Ga gampang nulis info selengkap itu ttg rute suatu transport. 👍

    Reply
    • Baru tau ya? Saya juga tuh.. hahaha kalau tidak ada wawancara ini, saya juga kurang tahu perkembangan si Bro ini.

      Betul sekali Fan, mas Ikrom saya pernah baca juga memang suka bahasa nasional Filipina itu. Saya juga baca beberapa artikelnya tentang itu.

      Nah kan, saya suka caranya memberikan gambaran yang detail sekali soal naik bis di Jateng… hahahahaha… sangat membantu sekali. Kalau di Jakarta sendiri, untungnya saya jarang naik kendaraan umum, selain kereta komuter. hahahaha Kalau dipaksa juga bakalan bingung karena belakangan jarang naik, selain Trans Jakarta dan Commuter Line. Dikau tidak sendiri kok

      Reply

Leave a Comment