5 Tahap Memecah Ide : Dari Satu Jadi Banyak

Tahap Memecah ide - dari satu jadi banyak
Masalah “kehabisan ide” merupakan masalah klasik yang sering menghantui para blogger. Entah sampai kapan akan berakhir.

Kalau saya sendiri sih, “Aman”. Sudah hampir tidak pernah kehabisan ide. Semua ini karena saya sudah memiliki catatan/daftar ide yang jelas sangat membantu mengatasi problem ini.

Bagaimana saya bisa memiliki ide tulisan sebanyak itu? Dimana menemukannya?

Nah, kuncinya di situ. Saya sudah berhenti mencari ide yang kerap tidak bisa diandalkan untuk memberi hasil. Sekarang saya memilih untuk mendapatkan bahan tulisan dengan cara memecah ide.

Dengan cara ini, dari satu ide, saya bisa melahirkan ide-ide tulisan yang baru. Jadi, saya tidak sering berkeliling dunia maya sekedar untuk menemukan ide yang menarik. Saya sekarang membuatnya sendiri.

Mau tahu caranya? Ada 4 tahap

Tahap 1 : Peralatan mencatat

Percuma saja memakai cara yang manapun untuk mendapatkan ide tanpa ada peralatan mencatat.

Setelah ditemukan, ide akan menguap lagi dan menghilang begitu saja.

Jadi, yang pertama harus dilakukan adalah menyiapkan alat-alat untuk mencatat.

Saya sendiri memakai buku tulis, loose leaf folder sebagai penyimpan ide.

Tahap 2 : Pilih ide dasar (satu dua kata juga boleh)

Setelah peralatan siap, duduk di meja kerja Anda, atau dimanapun, kemudian pilih satu kata saja yang terlintas di kepala Anda.

Contohnya, saya ambil dua kata, “tanaman hias”.

Cantumkan di notes atau buku, seperti di bawah

  • IDE DASAR – Tanaman Hias

Tahap 3 : Kata/frase Terkait

Kemudian, lanjutkan dengan berpikir lagi. Kali ini, coba temukan berbagai kata yang terkait dengan ide dasar di atas, yaitu tanaman hias.

Terserah mau satu atau dua kata, tetapi, kalau saya untuk sementara singkat-singkat saja.

Lalu, buat daftarnya.

Kalau, saya maka kata-kata berikut akan muncul

  • merawat/perawatan (aktivitas)
  • pot (alat/benda terkait)
  • aglaonema/anthurium/mawar/anggrek, dan sebagainya (jenis)
  • bisnis tanaman hias
  • penjual/toko tanaman hias
  • blog/website tanaman hias (karena saya seorang blogger)
  • pupuk
  • tren tanaman hias
  • lomba tanaman hias
  • tanaman hias populer
  • (saya setop di sini saja karena daftar sebenarnya panjang)

Tahap 4 : Buat kata kunci

Sebenarnya, hasil pada tahap tiga masih bisa dipecah lagi. Namun, bisa juga langsung dijadikan kata kunci atau keyword yang nantinya dimasukkan ke dalam judul

Misalkan saja, dari hasil tahap 3 bisa dibuat

  • merawat tanaman hias aglaonema
  • merawat tanaman hias anthurium
  • pot untuk tanaman hias
  • jenis tanaman hias populer
  • cara memberi pupuk untuk tanaman hias aglaonema
  • cara memberi pupuk untuk mawar
  • (silakan lanjutkan sendiri dengan berbagai pengembangan ide)

Anda bisa lihat sudah berapa banyak ide tulisan yang lahir dari cara memecah ide ini.

Daftar ini dipersingkat karena banyak sekali variasinya dan jumlahnya bisa mencapai puluhan tergantung dari pengetahuan dan kreativitas saja.

Tahap 5 : Buat Judul

Bagian yang satu ini bisa dibuat bersamaan dengan tahap lainnya atau terpisah, yaitu pada saat sudah siap membuat artikel/tulisannya.

Contoh dari memakai kata kunci di atas dengan kata kunci “merawat tanaman hias aglaonema”

  • Cara merawat tanaman hias aglaonema supaya indah dan berseri
  • 7 Tips merawat tanaman hias aglaonema
  • 5 kesalahan dalam merawat tanaman hias aglaonema penyebab layu

Bisa terlihat kan? Dari satu ide/kata saja, banyak ide-ide baru yang lahir.

Ini baru yang berasal dari pembelahan satu kata saja. Sekarang bayangkan, jika Anda punya 100 kata. Kemudian Anda rajin memecah ide-ide tadi menjadi bagian yang lebih kecil lagi. Kira-kira berapa ratus atau ribu ide tulisan yang bisa dipakai.

Ini belum termasuk dengan pengembangan dari hasil tahap 3. Setiap tahap masih sangat mungkin dipecah belah lagi, tergantung pada kreativitas Anda.

Itulah yang saya lakukan selama ini. Daripada puyeng keliling sana sini untuk memungut ide, saya memilih cara berpikir seperti di atas. Hasilnya, tidak mengecewakan karena stok ketersediaan ide menjadi banyak.

Itulah mengapa saya bisa menulis 10 artikel setiap hari.

Bagaimana menurut Anda? Mau mencoba memecah ide seperti di atas?

Leave a Comment