Meningkatkan Produktivitas Menerbitkan Artikel, Tantangan Pasca Hiatus

Bakalan berat nih!

Begitulah pemikiran saya sejak kembali dari masa hiatus blogging selama kurang lebih setahun. Ketika memutuskan sudah saatnya kembali, kalimat itu langsung muncul di kepala.

Sebuah kesadaran bahwa jalan untuk kembali itu tidak akan mudah. Jalannya pasti akan panjang dan berliku.

Salah satu tantangan tersulit yang pasti sudah menanti untuk dipecahkan adalah terkait meningkatkan produktivitas menerbitkan artikel/tulisan.

Bagaimana tidak berat? Selama setahun produktivitasnya mendekati titik nol. Saya hanya menerbitkan artikel kalau sedang kepingin saja karena perhatian dan tenaga harus dicurahkan ke tempat lain. Tidak banyak blog yang diupdate karena distraksi terlalu banyak.

Tidak nol sama sekali, tetapi benar-benar hampir menyentuh batas titik nadir.

Fakta yang harus dihadapi ketika kembali ke dunia blogging dan langsung berubah menjadi tantangan terberat pertama yang harus segera dipecahkan.

Bagaimanapun inti kehidupan dari seorang blogger adalah membuat konten, artikel, atau apapun isi blog. Maka, hal ini harus menjadi perhatian utama sekembali pasca hiatus.

Terlihat sepele, tetapi sebenarnya tidak. Meningkatkan produktivitas menulis artikel membutuhkan banyak hal dan semua satu persatu harus dipecahkan terpisah

  • waktu : meski sudah mendapat bantuan dari rekan-rekan di LB Network dan LB Digital, tetap saja waktu masih terbatas dan saya harus memaksimalkan yang tersedia
  • konsistensi : karena hiatus pada dasarnya merusak rutinitas yang dibutuhkan dalam membangun konsistensi
  • ide : sudah terlalu lama tidak bergelut dalam sebuah dunia, hampir pasti membuat otak “berkarat” dan akan susah menelurkan ide-ide baru bagi tulisan
  • skill : penurunan skill pasti terjadi karena terlalu lama tidak dilatih dan diasah

Banyak masalah yang harus dipecahkan kalau ingin kembali bisa seproduktif sebelum hiatus, yang sehari bisa mencapai 3000-4000 kata.

Oleh karena itu, saya menempatkan yang satu ini dalam prioritas nomor satu untuk dipecahkan. Promosi atau kegiatan lain untuk sementara digeser pada prioritas berikutnya.

Untuk mencoba kembali, beberapa hal sudah saya lakukan, seperti

  • pembuatan editorial plan : berisi jadwal terbit artikel, jenis artikel, dan di blog mana tulisan akan terbit
  • mulai kembali menulis karena tidak ada jalan lain untuk memperbaiki skill selain melakukannya lagi secara rutin
  • memaksa diri untuk terus menulis meski sedang merasa malas karena satu-satunya cara untuk kembali konsisten adalah dengan terus berusaha memotivasi dan memaksa
  • menyiapkan gudang ide : setiap hari akan selalu ada waktu, meski tidak banyak untuk sekedar mencari ide dan kemudian mencatatkannya
  • menyiapkan sistem arsip : saya membeli beberapa folder/binder untuk membuat catatan arsip ide untuk setiap blog. Arsip ini akan berisi juga kerangka atau pikiran utama sebuah tulisan. Targetnya agar ketika menulis, tidak lagi banyak waktu terbuang dan saya bisa lebih efektif

Berhasil?

Ya belum tahu. Saat ini langkahnya sudah dimulai dan memang terasa ada perbedaan. Namun, tetap masih terasa berat karena hawa “malas” peninggalan masa hiatus belum seratus persen sirna. Terkadang, rasa malas masih lumayan sering menang.

Namun, saya sadar ini adalah bagian dari merintis jalan kembali. Suka atau tidak suka, jalan ini harus ditempuh hingga akhirnya setidaknya saya kembali sama seperti sebelum hiatus.

Targetnya? Setidaknya akhir tahun 2022, saya sudah kembali pada kondisi semula. Bahkan , saya mungkin bisa lebih baik karena hiatus juga memberi banyak pelajaran berharga yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi lebih baik di masa datang.

Nah, itulah target pertama saya pasca hiatus lama. Sederhana saja kok, saya ingin meningkatkan produktivitas menulis agar bisa sama seperti sebelum istirahat dari dunia blogging.

Tulisan ini pun lahir sebagai bagian dari usaha mencapai target itu. Setidaknya saya kembali berlatih menulis artikel.

Jadi, harap dimaklum kalau susunan dan alurnya masih terasa kurang pas. Juga kalau masih terlalu banyak kesalahan ejaan. Semua harus diakui karena saya masih agak gagap dalam menulis.

Maafkan yah!

4 thoughts on “Meningkatkan Produktivitas Menerbitkan Artikel, Tantangan Pasca Hiatus”

  1. Terimakasih sudah menceritakan masalah ini. Karena tulisan MM sangat menginspirasi untuk saya yg juga mengalami Hiatus dalam waktu lama dan sekarang coba kembali lagi dengan kekuatan penuh. Sukses ya untuk MM

    Reply
    • Sukses juga buat mbak.. Hiatus mah bagian dari kehidupan blogger. Bagaimanapun kita masih manusia. Yang penting, kita bisa bangun lagi dan kembali lagi dengan semangat yang berlipat.

      Semangat dan sukses selalu ya mbak

      Reply
      • Saya bahkan ngga nyadar Pak Anton Hiatus karena saya juga lama ngga ngeblog. Yah, kita sama-sama manusia, perlu istirahat. Welcome back Pak. Saya yakin tulisan Bapak bahkan bisa lebih baik dari sebelumnya.

        Btw, saya lupa password login ke blog ini. Belum sempat recovery, jadi kesannya malah kaya nyepam komentar 😅

Leave a Comment

Daripada nyepam di kolom komentar blog MMDaftarkan saja blog Kawan !

Selain mendapat link do-follow, mereka yang datang ke blog MM mungkin tertarik berkunjung ke blog Anda.

Gratis kok. Tidak perlu bayar. Cuma butuh beberapa menit saja. Boleh juga daftarkan blog saudara, teman. Kalau punya beberapa blog, silakan daftarkan semua saja.

Nggak mau? Yakin? 

Klik yang di bawah ini kalau mau.