Tidak Ada Pesta Yang Tidak Berakhir

Selamat Malam Kawan MM!

Sudah melihat pesan seperti ini?

Berharap

Yap, Kawan MM akan melihatnya kalau mencoba mengakses blog Creameno. Blog yang dikelola oleh seorang wanita misterius yang memiliki banyak sekali penggemar, salah satunya saya.

Bloggernya baru-baru ini memutuskan untuk rehat dari dunia blogging. Begitulah setidaknya pesan yang disampaikannya, dalam posting terakhirnya yang berjudul “Take Care” atau melalui surat elektroniknya.

Saya tidak begitu paham mengapa hal itu dilakukan mengingat blog tersebut berkembang dengan pesat dan popularitasnya terus menanjak. Pastinya, bBanyak fansnya yang merasa kehilangan.

Bukan hanya karena cerita-cerita ringan kehidupan bloggernya, challenge atau kuis-kuisnya, tetapi juga karena bloggernya sendiri. Sikap ramah, lembut, ceria, dan penyayang sudah mengikat hati banyak pembacanya.

Padahal, sosok asli bloggernya sendiri tidak ada yang pernah tahu, termasuk saya.

Dan, saya pun termasuk salah satu yang merasa kehilangan dengan keputusannya untuk rehat. Blog tersebut merupakan salah satu dari beberapa blog yang rutin mendapat kunjungan saya setiap hari, walaupun belakangan saya tidak meninggalkan jejak komentar.

Rasa hangat dan ceria yang disampaikan dalam tulisan-tulisannya memang terasa mengikat. Saya seperti melihat satu sosok orang baik di belahan bumi lain.

Keputusannya, bukan sebuah hal yang menyenangkan untuk diterima.

Namun, ada dua hal yang saya sadari sejak terjun ke dunia blogging, sekitar 7 tahun yang lalu.

Hal pertama adalah blogging bisa menjadi sangat menekan dan memberatkan. Keterikatan antara blogger dan blognya sendiri memiliki sebuah sisi yang sering tidak terlihat bahwa si blog tanpa terasa menghadirkan beban di hati. Seringnya, beban ini terus menumpuk tanpa disadari.

Mengelola blog itu menguras tenaga dan pikiran. Mengurus blog itu bisa menjadi sesuatu yang monoton. Mengasuh blog itu bisa menjadi sangat menyebalkan.

Bukan sebuah hal yang ringan dan mudah.

Oleh karena itu, saya menyadari kalau ada saat dimana seorang blogger harus mengambil waktu untuk menjauh dari blognya. Menjauh untuk melepaskan beban yang secara tidak disadari hadir di dalam hatinya. Melepaskan untuk merefresh ulang pikiran yang sudah tercampur aduk dengan keinginan, tekanan, masalah, tuntutan, dan banyak lagi hal lainnya.

Saya menyadari, walau tidak tahu persis, ketika Eno, The Creameno memutuskan untuk mengambil waktu untuk rehat, mungkin ia memerlukan waktu untuk menata ulang pemikirannya tentang banyak hal.

Jadi, saya bisa memahami langkahnya karena toh juga saya pernah melakukan itu beberapa kali.

Hal lain yang saya pelajari juga adalah “Tidak ada pesta yang tidak berakhir”. Segala sesuatu di dunia akan ada ujungnya, sebuah perpisahan. Suka atau tidak suka, hal itu akan datang dengan sendirinya.

Saya menyukai kehadiran Creameno dalam kehidupan blogging saya. Saya menyukai kehadiran si Eno, sebagai seorang kawan. Sangat menyenangkan berada di lingkaran pertemanan yang sama dengannya.

Meskipun demikian, saya juga sadar bahwa hal itu tidak akan begitu selamanya. Pada akhirnya, cepat atau lambat, dinamikanya akan berubah dan berhenti.

Ada saatnya, seseorang dalam sebuah lingkaran harus mengambil langkah dan keputusan yang sebenarnya tidak ia suka. Dan, itulah yang disampaikan Eno dalam pesannya bahwa ia sebenarnya merasa berat untuk non-aktif dari ngeblog.

Tetapi, pastinya, sebagai seseorang yang saya pikir pandai, tentunya ia sudah mempertimbangkan banyak hal sebelum mengambil keputusan. Ia sudah memutuskan dan mengambil langkah yang menurutnya terbaik.

Sesuatu yang tidak menyenangkan untuk saya. Apalagi, kalau ia sendiri mengatakan kalau tidak tahu kapan akan kembali.

Namun, sebagai sebagai seorang yang sudah tua dan sudah melakukan banyak “perpisahan”, saya menyadari mungkin “pestanya” sudah usai. Semua harus kembali ke “rumah” dan hidupnya masing-masing.

Mungkin untuk sementara, mungkin untuk seterusnya.

Saya tidak bisa menduga pikiran orang, seperti halnya tidak bisa menduga apa yang akan terjadi di masa depan.

Yang saya tahu, meski pasti tidak merasa senang, sudah seharusnya saya melakukan tugas saya, sebagai seorang kawan.

Tugas saya adalah mendukung keputusannya, karena ia menganggap itu jalan yang terbaik bagi dirinya. Percaya bahwa keputusannya adalah yang terbaik bagi dirinya.

Oleh karena itu, saya hanya bisa mengatakan kepadanya (dan sudah mengatakan lewat email),

Enjoy your break. When, and if you decide to return, you know where I am” (Nikmati waktu istirahatmu. Ketika, dan jika kamu memutuskan kembali, kamu tahu dimana saya berada)

Saya tidak mau mengatakan kepadanya “cepat kembali“. Meski keinginan itu ada, tetapi saya tidak akan menyampaikannya karena saya berusaha untuk tidak memberikan beban sekecil apapun kepadanya.

Jika memang ia suatu saat memutuskan untuk kembali ke dunia blogging, hal itu harus hadir dari hatinya sendiri.

Kalaupun ia memutuskan untuk tidak kembali, maka sesuai janji saya, yang saya katakan adalah “Good Luck. Semoga selalu sukses dimanapun berada. Semoga keberkahan selalu dilimpahkan kepadamu dan keluarga

Karena itulah tugas seorang kawan ketika berpisah. Melepasnya dan mendoakan yang terbaik bagi kawan yang pergi. Bukan memberatkannya dengan harapan-harapan sendiri.

Karena bagaimanapun, sebuah “pesta/pertemuan” pasti akan datang dengan anggota timnya yang lain, yaitu “perpisahan”.

Mereka bagian tak terpisahkan dari hidup manusia.

(Bogor, 19 April 2021)

30 thoughts on “Tidak Ada Pesta Yang Tidak Berakhir”

  1. Baca tulisan ini jadi ngerasa sedih banget, takut benar Kak Eno nggak kembali ke dunia blog lagi, rasanya akan kehilangan sekaliii.
    Tapi untuk sementara waktu, semoga Kak Eno bisa menikmati masa-masa breaknya ini.
    Kak Anton jangan pensiun juga ya 😂 nanti makin sepi wkkw

    Reply
    • Sedih boleh, kehilangan juga wajar.. hahaha, tapi ya lakukan saja tugas kita sebagai kawan. Iya nggak sih..

      Suatu saat ya bakalan pensiun Peri, cuma mungkin belum saatnya.. hahahaha masih suka nih..

      Reply
      • tiap hari aku bukain blognya , sapa tau tiba tiba udah nongol, ternyata masih belum juga
        kalau break, aku juga pernah, hiatus gitu, ada mungkin 1-2 tahun, gilakk ini emang antara males dan sok sibuk kayaknya waktu itu.
        etapi masih komen komen tapi ga update tulisan, sampe akhirnya domainnya mati 😀

    • Aku jadi teringat di suatu malam tiba2 di telpon sama teman yg kebingungan karena blognya Mba Eno nggak bisa dibuka. Padahal dia kenal Mba Eno yah baru beberapa minggu. Tapi sudah sebegitu merasa kehilangannya.

      Makanya kemarin saya langsung Tanya Lia, dan tanya ke Mba Enonya langsung..

      Tapi begitu mendengar kalau beliau sehat. Aku sudah cukup lega 😁. Bukankah itu yg terpenting…?

      Masalah comeback atau tidaknya. Semua saya percayakan dengan Mba Eno.. hehe *meskipun saya mengharapkan beliau kembali..* Kangen yang setiap malam sebelum tidur selalu ceki2 atau nimbrung di percakapan antara Lia dan Mba Eno yg demen banget aktif di malam hari. 🤣🤣

      Reply
      • Hahahaha.. betul kan yang terpenting orangnya sehat-sehat dan bahagia.. dimanapun dia berada.. Iya ga..

        Itu tandanya dia nyuruh Bayu lebih banyak istirahat, bukan buka-buka internet terus.. wkwkwk

  2. Kok kolom komentar blog ini tutup ya pak? Haha becanda pak 😅😅🙏

    Iya sejak selesai kontes itu saya sudah melihat gejala vakum itu dan semakin jelas ketika muncul postingan baru “take care” yg disusul “see you again”

    Klo boleh sok tau, hihi saya kira org baik mmg punya beban batin tersendiri dan penyelesaian terbaik mmg diam alias vakum. Senada dgn Mr. Arvind gupta kakak dari Jaey Gupta tersebut juga orang baik sbgai owner MWB dlu, dia juga menghilang, org baik suka menghilang, hihi.

    Reply
    • Iya tuh si Tong Dahlan pake pengumuman di FB segala.. wkwkwkwkwkw hahaha

      Hem, begitu yah. Iya juga sih karena saat baca yang Take Care kok kayak orang yang mau pamit.. wkwkwkwk

      Boleh kok mau sok tahu di sini mah. Mungkin karena orang baik biasanya terlalu memikirkan perasaan orang lain, jadi akan selalu ada beban di hati mereka yah? Ini juga sok tahu yah.. wkwkwk.. Makanya saya pilih jadi orang jahat saja, nggak banyak mikirin perasaan orang…. wkwkwkwkwk

      Reply
      • Hihi, bukan juga jadi jahat tapi jadi merdeka mungkin, merdeka melakukan apapun, seperti kata pepatah, “kita tak bisa menyenangkan semua orang”, widihh.. kaya Tong Dahlan, dia bebas, orang mah mencuri diumpetin, beliau justru membuatnya jadi postingan, keren saya jadi terinspirasi ingin bikin postingan serupa 🤣🤣🙏🙏🙏

      • Yapp.. bener banget itu kebebasan itu sesuatu yang luar biasa.

        Itu salah satu mengapa saya suka dengan gaya si Tong Dahlan. Cara menyikapi sesuatu, dengan gayanya yang khas, menunjukkan kedewasaan dan kematangan dalam berpikir. Gayanya pun memang nyeleneh, tetapi justru itu yang menarik…

        Hay bikin postingan gaya gitu.. jadi pengen tahu suhu Ajay pernah nyolong apah.. 😛

  3. Iya, banyak teman2 blogger yg merasa kehilangan… termasuk aku juga
    Tapi bener kata mas, tidak ada pesta yg tidak berakhir..
    Dan, bener banget, ngeblog itu terkadang sangat menyita wkt, dan barangkali juga bikin jenuh…
    Bener bagi sebagian blogger. Tapi, ada juga yg merasa enjoy saat ngeblog…

    Dan mungkin yg dirasakan mba Eno itu jenuh,
    Selain memerlukan wkt utk fokus pada urusan2 pekerjaan… mengingat beliau terlihat full perhatian di blog. Menerbitkan artikel terkadang 2-3 artikel dlm sehari. Menjawab banyak komentar yg masuk dari teman2, kemudian BW. Ini butuh wkt….

    Dengan demikian, wktnya terbagi dgn urusan2 pekerjaan…

    Aku gak begitu kaget dgn keputusan mba Eno rehat, krn bbrp hari sblmnya udah saling ngobrol ‘dikit’ di email. Aku ngerti bangett., krn kondisinya gak jauh beda dgn aku yg harus ngurusin usaha. Cuman aku santai dlm ngeblog.. gak ada beban. Mau terbit artikrl suka2, dll😇

    Lagian juga gak banyak yg komen2 di blog ku hehe..
    Beda dgn blog mba Eno dan blog pak bos iniiiih… punya banyak penggemar…

    Berharap, pak bos jgn sampai see you again 🙂

    Reply
    • Pasti Ike.. walau banyak yang tidak mengungkapkan, saya rasa deretan kawan yang merasak kehilangan segambreng, dan kayaknya di jalur belakang, banyak email yang terkirim.. 😀

      Iyah, rupanya gelagat itu sudah tertangkap banyak kawan lewat postingan Take Carenya, yang saya pikir merupakan cara Eno tuk “pamit” kepada kawan-kawan.

      Pasti Ike..saya pikir wajar saja kalau seorang blogger rehat atau berhenti karena kehidupan di dunia nyata membutuhkan perhatian dan waktunya. Kecuali mungkin yang sudah full time blogging, ngeblog masih merupakan sebuah hal yang bisa dikesampingkan.

      Yang penting kan Ike enjoy, itu saja, mau sekali setahun updatenya ya ga masalah.. Iya kan?

      One day sih kayaknya sama, cuma nggak see you again.. mungkin bye bye. Cuma bukan sekarang, saya masih menikmati tantangan ngeblog.. hahahaha.. jadi masih betah di dunia ini.. Entah besok atau lusa.. Who knows..

      Reply
  4. Waktu itu aku sedang kangen ingin membaca-baca tulisan lama Kak Eno yang belum sempat aku baca karena ngikutin blog Creameno baru tahun ini, terus DHEG waktu lihat tulisan See you again :). Rasanya langsung…kosong. Kemudian mikir berencana untuk email Kak Eno tentang keinginanku itu, terus nggak jadi karena kok rasanya egois ya wkwk. Semoga Kak Eno menikmati masa-masa break-nya, dan memang kembali jika memang ingin kembali. Terima kasih Pak Anton tulisannya bikin baper dan tegar di saat yang sama. xD

    Reply
    • Baper dan tegar.. wkwkwkw..

      Well, bisa diduga bahwa akan banyak yang merasa kehilangan, sama kok sperti saya. Hahaha..So, sambil menunggu keputusan Eno untuk kembali atau tidak, mari kita lanjutkan kehidupan kita sebagai blogger… iya nggak.

      Reply
  5. sedih banget kehilangan mbak eno
    apalagi pas hypenya ngeblog banget mbak eno
    tapi benar pak kita tak tahu apa yg dirasakan seseorang dan mungkin ini jadi jalan yang terbaik
    mungkin saya juga bakal rehat dari ngeblog tapi entah kapan
    kadang bosan juga huhu

    Reply
    • She is that good.. Yah, dia termasuk blogger yang mampu mengikat pembaca dan kawan-kawannya untuk terhubung dengannya. Jadi, pasti mas Ikrom pun merasa kehilangan…

      Hahaha iya mas.. Kalau saya mah percaya bahwa Eno pasti sudah memilih jalan yang terbaik untuknya. Dan, sebagai kawan, ya saya akan mendukung apapun keputusannya itu. Semoga saja membawa kebaikan bagi dirinya.

      Iyah, saya pikir juga suatu saat saya pun akan pensiun dari dunia ini, tapi setidaknya saya yakin bukan hari ini.. hahahahah

      Reply
  6. Berbicara akan dunia blog, kalau tari sendiri sebisa mungkin akan usahain untuk tidak berhenti ngeblog soalnya blog ini nantinya akan dibikin dokumentasi buat calon keluarga baru . Waaah , om Anton mahu rehat ngeblog juga ?

    Reply
    • Hahahaha… pada dasarnya semua manusia butuh rehat Tari. Suatu waktu, kalau saya tidak berniat istirahat pun, saya akan dipaksa untuk rehat. Manusia punya keterbatasan.

      Cuma, untuk sekarang mah, saya masih menikmati enjoynya dunia blogging dan masih akan terus lanjut. Tapi siapa yang bisa tahu di masa depan? Iya kan?

      Reply
  7. Selama 10 tahun terakhir ngeblog, ngerasain yang namanya pasang surut nulis. Tapi nggak serta merta, ngilang untuk selama-lamanya, pasti ada deh masanya balik lagi. Kek siklusnya emang gitu.

    Untuk Kak Eno, semoga waktu rehatnya ini bisa memberikan angin segar buat beliau. Setuju sama Mas Anton, take your time kak.. nggak usah buru-buru buat nulis lagi, santuy bae.. kek di pantuy, uhuuy!

    Dan buat Mas Anton, kalau mau rehat juga, inget.. ternak blog anda butuh pakan. Ntar ditinggal meleng dikit, ormas menyerang, anda kelimpungan.. wkakaka XD

    Reply
    • Hihi.. pasti ada naik turun ya Pit… 😀

      Wakakakaka… iyah kalau saya rehat sekarang itu ternak bisa kelaparan.. hahahaha ogah ah.. kayaknya sih masih enjoy saya mah dengan dunia blog, jadi ya jalani saaajaaahhh

      Reply
  8. Udah lama pengumumannya sih.🙄
    Ya nggak apa-apalah orang mau istirahat juga. Kalau ntar ingin ngeblog juga balik lagi… 😅 #ringan
    Mau berhenti atau tidak yang tahu apa terbaik tentu diri bloggernya sendiri.😄 Lagipula kan mbak Eno nya sendiri yg bilang di dunia nyata baik2 saja. Santuy sajalah mas. Kalau di tangisi seperti obituari nanti orangnya bersin-bersin terus didunia nyata dan kepikiran loh….😅

    #kaburdariamukanronin

    Reply
    • Gue sukaaa ama komentar ini… wkwkwkw…

      Can’t agree more Pheb…

      Kenapa harus ngamuk Pheb.. si ronin lagi bobo. Cuma gue mah ngakak abis baca komentar dikau..Karena selalu bisa menimpali dengan kena pada intinya.

      #kejarsiphebiesambilbawagolok

      Reply
  9. Bener banget yang ditulis Mas Anton… Merasa kehilangan karena biasanya sehari bisa baca satu-dua cerita dari Mba Eno. Cerita-cerita ringan tapi heartwarming gitu kan khasnya Mba Eno tuh 🥺 Tapi paham sih, apapun pertimbangan Mba Eno, aku rasa itu buat sesuatu yang lebih baik lagi. Toh Mba Eno sendiri sehat dan baik-baik aja, itu udah cukup melegakan sih…

    Reply
  10. Hiiiihiiii…😆😆😆 Setuju apa kata Phibie. Jangan ditangisi.🤣 🤣

    ada pertemuan pasti ada perpisahaan.😊😊 Sama seperti tulisan diatas tak ada pesta yang tak berakhir.

    Malah soal mbak Eno saya sudah menduga-duga dari berapa bulan sebelumnya.😊

    Dan baca tulisan ini juga saya jadi ingat sewaktu masih Smp. Punya teman banyak, Tapi punya sahabat cuma 5 orang. Pas ada perpisahaan atau ditinggal pergi, Saya merasa tak rela dan tak mau semua itu terjadi. Tapi persahabatan tak selamanya bisa bersama-sama selamanya.😊 Akhirnya cuma bisa merana dan meratapi ditinggal sahabat. Bahkan ada sahabat yang malah jadi musuh.

    Intinya karena perpisahan kita juga bisa berubah dan mencari sesuatu yang baru kembali. Mungkin dengan begitu kehidupan jadi tidak monoton dan selalu ada warna yang berbeda. Makanya untuk sekarang ini kalau saya pribadi hal biasa ditinggal sahabat, Teman atau mungkin orang yang berpengaruh bagi hidup saya.

    Biarlah waktu yang menjawab itu semua ciiiee..🤣 🤣 🤣

    Reply
  11. Aku juga sempat beberapa kali baca postingan lama Kak Eno waktu blog Kak Eno masih bisa dibuka, dan itu sedikit mengobati kerinduan akan sosok Kak Eno. Lalu aku shock lihat tulisan “See you again” setelah esok harinya selepas postingan terakhir Kak Eno di blog. Mau dikata apa, semua keputusan ada di Kak Eno. Syifana tentu berdoa yang terbaik untuk Kak Eno.

    Pak Anton sendiri, kuncinya apa tetap bisa enjoy menulis di blog dan bahkan dengan mengelola blog yang sangat banyak itu?

    Reply
    • Yup, mari berharap yang terbaik untuk Eno yah. Semoga dia enjoy and bahagia.

      Kuncinya.. Nah ini pertanyaan sederhana jawabannya panjangggg.. wkwkwkw.. nanti lihat postingan yah, sedang saya ketik untuk menjawab pertanyaan makhluk Mars. Hahaha

      Reply

Leave a Comment