Bikin Gregetan, Si Bengal Heypipit Yang Membuat “Tersipu”

Selamat Malam Kawan MM!

Kalau saja waktu bisa diputar dan saya bisa berada di sebuah tempat, mungkin tempat yang saya pilih bukan Paris, bukan London, dan banyak tempat terkenal lainnya.

Saya ingin berada dimana Moekito dan Warjito berada dan saat mereka mendengar pernyataan cinta dari seorang ABG wanita, yang sekarang sudah menjadi blogger.

Saya ingin melihat reaksi “tersipu” di wajah mereka saat itu. Pasti akan seru sekali.

Siapa si Moekito dan Warjito itu? Yah, saya tidak tahu dan sebenarnya tidak merasa perlu mencari tahu. Tidak penting. Hanya saja, dua nama itu dan kata “kentut” memang menjadi awal ketertarikan saya terhadap seorang blogger dan isi blognya.

Ketertarikan yang membuat saya mau menjelajahi blognya dari tulisan paling awal sampai tulisan yang terakhir. Lumayan panjang juga perjalanan si blogger di dunia blog. Saya seharusnya #sungkem mengingat betapa lama dia sudah berkecimpung di dunia ini.

Bahkan, perjalanannya seharusnya lebih panjang lagi karena dia sudah menghapus blognya terdahulu.

Perjalanan yang saya pikir menarik karena, meminjam istilah Biologi, menggambarkan proses “metamorfosis” dari seekor “ulat” ABG menjadi ulat dewasa (bukan kupu-kupu).

Logo tersipu

Logo adalah bagian dari sebuah usaha branding dan biasanya mencerminkan “image” dari individu atau institusi yang memakainya.

Nah, blog yang satu ini, saya pikir memakai logo yang kurang tepat. Logonya seorang wanita feminim sedang tersipu malu dengan pipi merona merah, seharusnya bisa diganti karena ada yang lebih cocok lagi.

Si Bengal Heypipit Yang Membuat "Tersipu"

Mungkin rasanya lebih pas kalau diganti vektor Moekito dan Warjito yang sedang tersipu mengetahui dirinya ditembak seorang cewek.

Bisa juga diganti dengan vektor wajah si “Sugar Baby” yang tersipu membaca caption foto di Instagram bloggernya.

Lebih pas kayaknya.

Dari blognya saja, setidaknya sudah dua nama cowok yang dibuatnya kalang kabut. Tiga dengan yang di akun Insta-nya. Apakah ada yang lain lagi? Who knows. Hanya Tuhan dan bloggernya yang tahu.

Membuat cowok tersipu sepertinya merupakan kebiasaan bloggernya. Mungkin, vektor cowok berpipi merah lebih pas menggambarkan blognya.

Metamorfosis

Ulat bermetamorfosis menjadi kupu-kupu (biasanya), tetapi saya lebih suka meng-analogi-kan metamorfosis yang terjadi adalah dari ulat ke ulat dewasa.

Karena, kalau mengikuti linimasa (cek arsip) blognya, bloggernya tetap seperti pada awalnya. ‘Bengal”, blak-blakan, percaya diri, cuek, dan tetap logis dalam pemikiran. Ia hanya berubah menjadi dewasa setelah melewati banyak perenungan dan pertimbangan.

Keberaniannya membahas hal-hal yang dianggap “tabu” dan kurang sopan dalam tradisi dan budaya masyarakat Indonesia, saya pikir pas dengan label “bengal”, sebagai pengganti kata “anti mainstream“.

Hal yang membuat banyak pria atau wanita tersipu dibahasnya dengan gamblang dan dilandasi pemikiran yang logis dan sangat masuk akal. Meskipun, saya cukup yakin akan ada di kalangan pembacanya yang merasa jengah.

Termasuk dalam keberaniannya membahas soal si Moekito dan Warjito.

Komentarnya tentang “kentut” beberapa waktu lalu, memperlihatkan juga sisinya yang akan berani mengatakan apa adanya, blak-blakan. Mau tahu seperti apa komentarnya, baca di SINI. Saya serasa membayangkan ia mengatakannya dengan muka lempeng, sementara banyak orang akan melirik dan tersipu mendengar apa yang dikatakannya.

Ciri yang terlihat konsisten sejak awal hingga sekarang, yang tercermin dari tulisan-tulisannya. Berdasarkan itulah, saya pikir metamorfosis yang tepat untuk merujuk kepada perjalanan bloggernya sebagai “dari ulat ke ulat dewasa”.

Konsisten dalam karakter, terutama membuat orang tersipu.

Serba Kebalikan

Namanya ayu, Ira Puspitasari. Kesannya feminin dan pemalu, tapi membaca tulisannya akan membuat kesan itu lama kelamaan akan menghilang dengan sendirinya, dan dalam sekejap. Apalagi kalau melihat Insta-story, clip dancenya.

Kata feminin itu akan berganti dengan kata-kata enerjik, bersemangat, kuat. Pemalu akan ditimpa oleh kata-kata percaya diri dan tidak ragu untuk berada di depan.

Mungkin hasil didikan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) membentuk dirinya seperti itu.

Meskipun, karakternya (asumsi berdasarkan apa yang ditulis) juga “berkebalikan” dibandingkan “image” formal, kaku, dan keras dalam masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi tersebut.

Gregetan

Yah, isi blognya sendiri memang kadang bikin gregetan.

Semua cerita dan kisah ditulis dengan gayanya yang ceria, blak-blakan, dan terkesan badung dan slengean (semau dewek/seenak udel). Topik yang dipilihnya pun terkadang senggol sana senggol sini bercampur dengan kisah kesehariannya.

Kesannya santai dan tidak banyak mikir, meskipun sekali lagi prinsip “kebalikan” perlu diterapkan saat membacanya. Apa yang disampaikannya, jauh dari celetukan tanpa mikir. Tulisan-tulisannya justru mencerminkan pemikiran yang logis dan mendalam.

Selipan berbagai istilah bahasa Jawa dan Inggris dalam tulisannya mencerminkan kekhasan anak millenial, yang terbiasa hidup di beberapa “alam” sekaligus. Tulisannya mengalir dan enak dibaca.

Tangannya juga jelas terampil dalam mengoperasikan kamera dan matanya lumayan jeli menangkap obyek menarik, terutama kalau di sana ada si Sugar Babynya.

Berkelana di blog ini kadang membuat saya seperti melihat seorang gadis dewasa yang agak bengal, percaya diri, lincah, pemikir, pecicilan, tetapi cerdas.

le♦♦

Tahu kan blog mana yang dimaksud dan siapa bloggernya? Kalau tidak, keterlaluan banget karena logo di headernya sudah ada di atas. Tetapi, kalau Kawan melakukan scanning dan skimming sehingga informasi itu terlewatkan, saya berikan namanya. Silakan kunjungi blog HeyPipit.

Kalau mau melihat dance-nya, bisa lihat sendiri di akun Instagramnya, Pipit 1992. Disana bisa terlihat mengapa kesan ayu dan lembut a la putri Solo sepertinya kurang pas disematkan padanya. (Jadi kebayang kalau ia memakai kebaya pas nikahan nanti)

Jelajahi saja semua tulisannya dari awal dan akhir dan mungkin Kawan akan mendapatkan kesan yang sama dengan saya.

Percayalah, seorang yang terbiasa bengal dan ngeyelan seperti saya, biasanya tidak akan salah dalam mengendus blogger sejenis, alias yang bengal atau agak bengal, atau sedikit bengal. Kalau saya salah, itu karena saya masih manusia yang merupakan tempatnya berbuat salah.

Blog ini bagus dan menarik. Kengeyelan dan kebengalannya merupakan daya tarik tersendiri yang justru membuatnya berbeda. Kalau yang lain bicara “A”, dia akan nyeletuk, “Ah, kata siapa A, saya yakin B”.

Hampir pasti akan bikin gregetan yang baca.

Itu sedikit ulasan tentang blog HeyPipit dengan bloggernya Ira Puspitasari a.k.a Pipit.

Dan, ulasan ini sebenarnya masih kurang lengkap karena ada satu hal yang belum terjawab, meski saya sudah membaca tulisannya dengan teliti satu persatu.

Saya tidak bisa menemukan jawaban tentang “Siapa yang tersipu?”. Apakah si Pipit atau si Sugar Baby-nya yang pipinya merona kemerahan saat “jadian”? Apakah kejadian Moekito dan Warjito di masa lalu sang blogger terulang kembali dalam hal si Sugar Baby?

Bener-bener bikin gregetan banget dah!

16 thoughts on “Bikin Gregetan, Si Bengal Heypipit Yang Membuat “Tersipu””

  1. astaga nagaaa!!!
    uapa apaan ini?? kirain mau disomasi aku tuh!!!
    🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣

    sepanjang baca ngakak!!
    hilih, kagak pake koreksian dah, udah cengok aja gara-gara Mas Anton masih keinget sama Moekito dan Warjito, yang nulis aja lupa-lupa inget.
    yah gimana ya.. sugar baby ku terlalu menawan sih πŸ€ͺ

    demi apapun, aku berasanya kek menang gipeway loh! seriusan deh! makasih loh makasih, mau nangis, tapi nangisnya gegara nonton drakor tadi πŸ˜‚

    pertanyaanku cuman satu sih, Mas Anton jenengan kerasukan nggeh? Kok saget nulis ngeten. Sebentar, aku semburin dulu biar sadar, buuuuurrr!!! πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦

    Reply
    • Duit recehnya belon cukup pit.. makanya somasi ditunda sampe awal abad berikutnya..🀣🀣🀣

      Inget lah, soalnya pas bagian itu gue kebayang banget muka cengok si Moekito dan Warjito wakakakakak… Gue ngakak banget pas baca tulisan yang ntu..

      Iyah iyah.. 😁😁 si sugar baby itu menawan deh.. *kebalik” kan biasanya dia yang ngomong gini..

      Hahaha.. gue dah niat dari Desember, cuma agak tertunda nulis yang satu ini. Soale lucu..I enjoy your blog Pit.

      Nggak kerasukan, cuma ngumpulin duit receh buat somasi lumayan bikin bingung, berebut sama polisi cepek di tiap tikungan jadi ga pernah cukup

      Reply
  2. Mas Anton, fyi ini komenku yang kedua kalinya soalnya yang pertama udah di submit eh kagak muncul. Padahal komentarku yang pertama tuh super duper mendebarkan kalau dibaca, yang ini keknya bakal lempeng bae..

    Kadang mempertanyakan, Mas Anton ini kok mau sih bikin ulasan soal blogger lain, karena diriku sendiri males. Kecuali ngefans nih ya, idola deh pokoknya, nah di kasus Mas Anton g gitu, hampir semua blogger yang mas kenali dan menarik dari sudut pandang Mr. Yuhuu bin Gregetan, bakalan nongol di sini nih!

    Mana pula ulasannya mendalam, sampai nyungsep ngeliatin postingan lama yang bersangkutan. Wow, antara aku tercengang atas kerajinanmu mas tapi di satu sisi, Mas Anton g ada kerjaan apa giname?
    🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣

    Tapi dari sekian banyak hal yang sudah aku lalui dalam dunia blog, baru kali ini ketemu senior (umurnya lebih tua maksudku) yang cara pandangnya dedel duel! Uasik ngono! Soalnya pas dulu ikutan komunitas blog, yang isinya senior secara umur, penyampaian juga udah beda, enggresnya sih.. ra masook nak awakku. Wes bedo jaman lah!

    Terakhir, semoga komentar ini masuk dan nemplok di postingan ini. Jaga-jaga aku copas juga taroh di note biar kalau kejadian tinggal tul tul g ngetik suwi-suwi.

    Matur sembah nuwun Mas Anton, nice to meet you! *lah..*

    Reply
    • Masuk Pit.. cuma belum diapprove karena gue masih sibuk sama ngepel dan nyapu.. dan kerjaan kantor WFH gitu loh wakakakak.. Tapi bener mendebarkan dan bikin gue ngakak juga komentar pertama…

      Komentar yang ini emang “lempeng” gaya dikau.. hahaha boro boro lempeng..

      Every blogger has their own unique side, jadi sebenarnya semua blogger yang saya kenal itu menarik. Cuma terkadang sayanya sajah yang belon nemuin sisi menariknya.. haha.. Ya itu caraku bikin ulasan Pit, dari awal dibacain satu satu untuk menangkap pola, apakah uletnya jadi kupu2 atau tetep ulet.. hahaha… Makanya ga bisa cepet karena kudu satu persatu kulihatin dulu..

      Hahaha.. disebut banyak waktu, ya banyak, disebut sedikit ya sedikit. Tergantung gue ngaturnya mau gimana.. wakakakaka

      Yah karena aku kan punya anak ABG juga yang usinya beti lah dengan dikau dan beberapa kawan lain. Kalau pakai pola primordial dan sistem hirarki, bakalan repot dah..

      Masuk masuk Pit komentarnya.. cuma bloggernya ajh yang masih menjalankan tugas perintah kumendan di rumah. Pilih itu dong daripada ga dimasakin satu bulan..

      Nice to meet you too Pit..πŸ₯°πŸ₯°

      Reply
  3. Hahahaha, kocak baca tulisan mas Anton soal mba Pipit, asli deh diulas sampai detail, bahkan saya menemukan nama-nama yang nggak pernah saya dengar sebelumnya πŸ™ˆ Mungkin karena saya termasuk pembaca baru blog mba Pipit, baru setahun ke belakang kamsudnya πŸ˜‚

    By the way, always suka baca komentar mas Anton dan mba Pipit yang saling saut-sautan, macam anak badung yang hobi meledek babenya hahahahahaha. Jadi mengingatkan saya akan sinetron Si Doel Anak Sekolah, mas Anton mirip babenya Mandra dalam bayangan saya. Eh Mandra bukan anaknya yaaa (?) melainkan adik iparnya? *dibahas* πŸ˜‚

    Back to topic mengenai mba Pipit, dari awal kenal blog mba Pipit, langsung suka karena topiknya ringan, cocok dengan niche kesukaan saya plus tulisannya ringkas. Terlalu ringkasnya kadang scroll sedikit sudah kelar. Jadi asik saja klik next next untuk baca post berikutnya 😁 Apalagi jaman mba Pipit tulis daily challenge, seriously sukaaak, bahkan sampai menunggu-nunggu kira-kira besok topiknya apa πŸ˜†

    Ps: baru kemarin saya bergumam, perasaan sudah lama mas Anton nggak review blog, eh ternyata hari ini muncul review-an baru haha. Thank you mas Anton, selalu suka baca reviews dari mas dan melihat sudut pandang mas akan seseorang, lalu merangkumnya dalam kata-kata yang asik untuk dibaca 😁 Jadi penasaran, selanjutnya siapa πŸ˜†

    Reply
    • Sudah ada beberapa nama Eno.. hahaha cuma datanya masih sepotong-sepotong, belum lengkap. Karena agak riweuh di dunia nyata jadi ketunda… hehehehe..

      Kalo soal si bengal ini memang saya sendiri ngakak, apalagi baca cerita-ceritanya yang dulu. Kalau yang sekarang agak jaim. Si sugar baby kayaknya berhasil meredam dikit kebengalannya.. wakakakakaak

      Bener bingitz tuh mirip anak badung yang suka ngeledekin bapaknya.. hahahaha

      Tunggu tanggal mainnya saja Eno, nanti ada beberapa ulasan yang akan diterbitkan… mudah mudahan bisa cepet neh..

      Reply
  4. Pak Anton, aku kalau baca tulisannya Pipit itu jadi bisa berkomentar yang blak-blakan juga lho, merasa nemu teman yang sepemikiran tapi dia lebih berani mengutarakan isi pikirannya ke publik. Sementara aku nggak seberani dia. xD

    Reply
    • Kenapa nggak Endah? Mungkin karena Endah merasa se-frekuensi dengan si bengal ini yah .. hahaha jadi merasa bebas.

      Tapi ga apa kok Endah, yang penting kamu menjadi diri sendiri dan menikmati cara kamu, daripada Endah coba blak blakan tapi malah kepikiran terus. Mungkin butuh orang yang “sejenis” untuk bisa mengeluarkan sisimu yang lain, tapi nggak usah dipikirin lah. Yang penting dikau enjoy menjadi dirimu sendiri.

      Lagi juga, kalau niru si Pipit, dunia bisa gonjang ganjing terus.. banyak pria nanti akan tersipu sipu ..wkwkwkw

      Reply
  5. Beberapa kali mampir ke tempat mbak Pipit tapi baru tahu topik Moekito. Cekidot ah kesana. Penulisnya memang terdengar asik lucu dan cuek. Miriplah semacam presenter, YT, atau orang-orang depan panggung.
    Bisa masuk ke blogwalking list deh. Makasih reviewnya…

    Btw mas Anton review blog yang kaum adam juga dong sekali-kali.
    Masa nggak ada blogger cowok yang tulisannya bereputasi 3B (Badung, Bandel, Bengal) juga wkwk…

    Reply
    • Hahaha.. itu brandnya Pipit Pheb.. wakakakaka

      Ada beberapa yang sedang diamati Pheb. Cuma, ternyata di dunia blog, kaum cowoknya adem ayem beut dah…Malah kaum hawa yang berani tampil dan keluar dari sarang. Nyari yang kelas 3B ternyata agak rumit di blogosfer.. ahahah Pada jaim

      Reply
  6. Wkwk aku jadi ngebayanginnya Kak Pipit ini adalah Kak Anton versi cewek saat muda 🀣 karena gayanya mirip-mirip hanya usianya aja yang beda πŸ€ͺ

    Yang aku suka dari tulisan Kak Pipit itu, Kak Pipit berani. Bahas hal-hal yang tabu berbau wanita itu butuh “keberanian” besar, dan Kak Pipit nggak sungkan bahasnya. Terus inspiratif banget orangnya 😍. Dan meskipun tulisannya ringkes, maknanya tetap tersampaikan dengan baik. Pokoknya mirip Kak Anton versi cewek muda! 🀣. While Kak Anton versi cewek agak lebih dewasa disandang oleh Kak Phebie 🀣.

    Reply
    • Hussh.. hushh.. hushh.. hahahahaha

      Jadi, kalau versi Pipit tua itu, kayak aku, cuma cewek gitu yah.. Terus Phebie juga begitu yah.. heeemm boleh boleh.. berarti di tiap generasi ada biang rusuh.. wkwkwkwkwk

      She is good Li.. sama seperti kamu, pecicilannya but she is really good..

      Reply
  7. Ahahahaha… walaupun aku termasuk pembaca barunya pipit, tapi dari beberapa tulisannya dan gaya bahasanya, memang sesuai seperti apa yang pak Anton bahas di tulisan ini.

    Pak Anton memang mantap melihat dan menilai seorang blogger dari perjalanan tulisannya, dan aku sekali lagi setuju soal pipit yg kayaknya lempeng,, soalnya setiap aku baca tulisannya, aku ngebayangin dia yg lempeng ga pedulian, hahaha..

    berkebalikan banget sama aku, jd kalo aku ada seruangan sama pipit, aku pasti keok, hahaha…

    Gaya penulisan pak Anton emang enak beud… sebanyak apapun tulisannya, ga cape untuk menyelesaikannya, aku kyknya ga pernah deh ga tamat baca tulisan pak Anton.
    pasti tuntas terus, itu yg ingin kupelajari dari pak Anton, storytellingnyaaa….

    Reply
    • Wakakakakaka..Kalau Ady ada dalam ruangan yang sama dengan Pipit, kayak kelinci satu ruangan dengan serigala yah. Cuma saya bakalan bingung serigalanya yang mana.. hahahahaha

      Tulisan Ady juga bagus sekali kok. Mengalir. Tapi kalau ada yang bisa diambil dari sini, mangga, silakan.. hahaha #senang dipuji.. wakakakak

      Reply
  8. Yaampuuun… saya jadi lebih kenal pipit dari postingan ini daripada dari blognya sendiri, dong… 🀣

    Sepertinya saya kurang eksplorasi… hahaha

    Kalau baca tulisan ini saya baru ngeh, bener juga kata Lia, kesan 3Bnya mengingatkan pada Pak Anton versi cewek dan muda (harus diulang kata β€œmuda”nya 😝).

    Reply
    • Hahahahaha.. masa sih.. tapi emang bener dia bengal loh.. wakakaka… coba saja eksplorasi tulisannya. Banyak yang tulisan lama sangat menarik sebenarnya.

      Halah… Liaa.. tanggung jawab, saya tidak termasuk 3B kok, saya orang baik baik dan tidak bengal, badung.. hahaha.. Kadang saja begitu #bela diri

      Reply

Leave a Comment