[RECOMMENDED] Blog DI’S Way

Selamat Pagi Kawan MM!

Tulisan ini bukan review. Sekedar ingin memberitahukan saja ada sebuah blog yang menarik untuk dibaca.

Blog ini setidaknya sudah memberikan sebuah informasi kepada saya, bahwa tidak ada kata “terlambat” untuk blogging. Selama ini, saya pikir saya sudah terlalu terlambat untuk terjun ke dunia blogging. Meskipun saya tahu ada banyak blogger lain di luaran sana yang jauh lebih tua saat memulai perjalanan blogging, tetapi tetap saja perasaan “terlambat” itu kadang hadir.

Namun, setelah bertemu blog yang satu ini, rasa itu hilang. Ternyata ada loh yang jauh lebih tua baru memulai blognya.

Blog yang satu ini juga sedikit membuat saya menerobos kebiasaan saya sebelumnya. Sebelum ini, saya paling malas untuk follow akun apapun milik selebriti atau orang terkenal. Cuma, untuk yang satu ini, mau tidak mau saya berikan pengecualian.

Belum lama sih saya mengenalnya, baru sekitar 1 1/2 bulanan. Sejak pertama kali membaca tulisannya, ada cukup banyak pelajaran yang didapat. Salah satunya adalah keinginan untuk memperbaiki cara penulisan di semua blog saya semakin membesar.

Blog ini ditulis dengan tata bahasa yang bagus sekali, walau gaya penulisannya sangat santai dan mengalir. Tidak mengherankan sebenarnya karena penulisnya mantan wartawan, jadi tata bahasa penulisannya begitu baik.

Blognya sendiri masuk dalam kategori blog gado-gado alias multi topik. Isinya membahas banyak sekali hal-hal “sepele” dan remeh-remeh saja. Sama lah dengan yang biasa dilakukan oleh blogger-blogger seperti saya. Jadi, bukan tidak mungkin banyak kawan MM akan merasa “relate” dan nyambung dengan apa yang ditulisnya.

Tidak perlu merasa khawatir akan digurui oleh blog ini. Blog MM bahkan lebih terasa “menggurui” dibanding blog yang satu ini.

Oleh karena itu lah, saya ingin merekomendasikan blog yang satu ini untuk dibaca.

Nama blognya, DI’s Way – Catatan Harian Dahlan Iskan

blog Dahlan Iskan

Kalau menelusuri arsip blognya, blog yang satu ini baru dimulai tahun 2018 yang lalu. Pada saat itu bloggernya berusia 58 tahun, alias 14 tahun lebih tua dari saat saya memulai perjalanan sebagai blogger.

Blog yang menarik bagi saya, entah bagi Kawan MM. Siapa tahu saja ada yang tertarik dan bahkan bisa menemukan sesuatu yang berharga di sana. Saya menemukan beberapa, dan mungkin akan terus bertambah karena saya masih menjelajahi satu persatu tulisannya.

Kalau sudah berkunjung ke sana, bisa share apa pandangannya di bawah?

20 thoughts on “[RECOMMENDED] Blog DI’S Way”

  1. Oohhh!! Kirain Dahlan SSS…🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤪🤪

    Aku baca2 blog si D akhir 2018…..Sama seperti blogger2 pada umumnya..😊😊

    Meski sang empunya sudah sepuh atau mungkin melepuh..🤣🤣🤣 Tetapi umur bukan suatu kendala untuk menjadi seorang penulis…Atau mengkaryakan sebuah tulisan pada blog atau web..😊😊 Karena menulis tidak ada batasan umur, Intinya kemauan dan keseriusan.😊😊

    Reply
    • Yaah.. yang Dahlan SSS itu mah katanya ga suka dipanggil Dahlan.. m

      Yuppee banget dah Kang, pada dasarnya memang tidak ada batasan umur. Hanya terkadang masyarakat kita belum terbiasa dengan pola pandang seperti ini. Umur kerap dijadikan batasan tersendiri.

      Reply
  2. aku malah terpikir di usia tertentu uda ga bakal ngeblig lagi xixixiix

    uda mulai ancang ancang dari sekarang kira kira mau mandeg kapan ya ?

    ternyata rekomendasinya punya pak dahlan…pantas menarik..jadi pengen ngepoin apa aja yang dimaksud tulisan ringan ala beliau si bossnya jawa pos ini hehe

    Reply
    • Kepoin aja Mbul..bagus kok menurut saya mah. Tidka terasa kalau itu blog orang “penting”

      Kalau saya, sepertinya sudah menemukan jalan yang memang mau saya tempuh. Jadi, kayaknya, Insya Allah, sampai selesai tugas saya sebagai manusia dan masih ada kemampuan, saya pingin bisa tetap menulis.

      Mbul ga niat brenti blogging kan? Jangan loh, kasian si Oink Oink

      Reply
      • ada kok…ada niatan berhenti ngeblog…bahkan uda tercetus ide sejak tahun 2019 lalu

        tapi resminya blom tahu mau kapan berhentinya hahhahahha…tapi keinginan tuh ga ngeblig lagi jelas ada di usia tertentu hehe

        oink oink dimuseumkan…lagian ga ada yang nyariin aku eee oink oink kamsud ai hahahhahah

        iya jadi kepo blog pak dahlan, tapi sayang tadi linknya aku klik kok error ya

      • Ohh ada.. kenapa tuh? Bosen kah?

        Janganlah.. tetaplah bersama kami di dunia ini.

        Lha si oink-oink dimuseumkan? Kupikir sudah berubah wujud menjadi Rembulan yang lagi jatuh cinta. Ataukah pas Mbul memuseumkan si Oink Oink dia bosen dan berubah wujud yah.

        Lah saya sampe nyoba 4 kali lagi, bisa kok Mbul. Muncul itu blognya..pesen errornya kayak apa yah?

      • ga sekarang ini juga sik…masih lama…mungkin pas uda seumuran ama pak anton baru berhenti ngeblog….#kabooorr

        e tapi ga tau juga deng

        oink oink masi tetep show kok hahhaha

        waduh matikkkkk cerbung suenya si mbul dibaca pak anton…ngumpet ahhh takut dicerca hahahahhaha

        anu aku kemaren lagi sebel ama sesuatu hahhahaha

        iya uda bisa diklik lagieee huehehhehe

      • Ooohh.. masih lama.. yo wis deh… hahaha dipikir udah deket…

        Bener nih. si Oink Oink show dimana aja.. makin laku rupanya dia..

        Kan sudah kubilang Mbul, saya masih gemar membaca, tetapi paling males komen

  3. Awalnya sudah berbinar-binar kirain blog Digital Imaging secara masnya juga senang moto, eh oh ternyata blognya pak Dahlan Iskan.

    Saya suka baca tulisannya, tapi lebih banyak baca yang di fwd sama grup-grup. Banyak cerita menarik, sesuai pengalaman beliau yang mendunia.

    OK ada yang berbau politik tapi alus dan masih wajarlah untuk ukuran sesetokoh.

    Bagus untuk di follow

    Reply
    • Kumaha sih Pheb.. ini bukan blog fotografi atuh.. wakakakakakak ga cocok pisan atuh.

      Yup, memang banyak cerita menarik di sana. Cuma penyampaiannya memang cool banget dan itu yang mungkin membuatnya menarik.

      Yah, normal lah, di warung kopi aja politik dibahas, apalagi orang yang mantan menteri gitu.

      Kalau follow ogah, saya mah kalau mau dateng aja ke webnya.

      Reply
  4. Salah satu penulis yg aku suka tulisannya. Mulai menyukai pak DI sejak baca buku ttg beliau, tp yg menulis org lain, Sepatu Dahlan. Saluuut Ama kehidupan yg pernah beliau jalanin pas muda sampe skr . Dengan penyakitnya , tapi pak DI tetep terlihat energik dan masih tajam pikirannya. Aku paling inget Ama kata2 dia pas ada case yg dulu sempet heboh. Intinya, dia sadar kalo penyakitnya sudah menahun, ginjal tinggal 1, untuk apa dia berbuat hal2 yg malah menyulitkan dia nantinya di alam kubur. Dan , aku percaya dengan pak DI, masih percaya kalo dia orang baik dan jujur.

    Reply
    • Nah kan ada yang sependapat sama aku soal ini.

      Agree banget kalau soal tajamnya pikiran dan pandangannya. Juga saat dia harus transplantasi hati yah..

      Yup, saya juga percaya dia termasuk yang baik dan jujur.

      Reply
  5. Waaahh blognya Pak Dahlan eh bukan si Dahlan itu ya 😀
    Saya baru tahu dong.

    eh bapak, oot deh.
    Saya lupa nih, kayaknya waktu itu sebelum saya aktif ngeblog kayak sekarang.

    Saya pernah baca, tulisan seseorang, yang mana mereview sebuah blog, milik seorang guru tua deh kalau ga salah, tapi PVnya itu buanyaaakkk banget, berjuta-juta, bahkan puluhan juta deh saat itu.

    Soalnya dia suka share materi-materi yang dibutuhkan siswa dan guru.

    Apakah itu Bapak yang nulis?
    Atau pernah tahu blog itu nggak?
    Kok ya seingat saya, gaya tulisan blog yang saya baca mereview blog guru tersebut, mirip tulisan di maniak menulis ini deh 😀

    Reply
    • Hahahaha.. yang share materi sekolah banyak Rey, sampai sekarang saya juga masih, wakakakakak…#kidding

      Soal review, saya memang pernah mereview beberapa orang, cuma kalau cluenya cuma guru tua mah, ga bisa nebak. kebetulan juga saya dah lupa siapa saja yang sudah direview.. hahaha lumayan banyak. Jadi, nggak tau Rey.. wakakak datanya ga cukup..

      Reply
  6. Aku udah langganan tulisannya pak dahlan sejak 2018 kayaknya. Belum aktif ngeblog waktu itu, tp malah rajin blogwalking gt. Lebih ke kepo sama cerita harian dan opininya sih. Beliau jg bikin podcast, Mas. Gaya kritisnya khas banget emang ya.

    Aku disuruh untuk niru tulisannya beliau yg pendek, padat, singkat gitu tp ternyata mayan susah yaa. Udah kebiasaan ngomongnya suka ngalor ngidul.

    Salut sama mas anton, pak dahlan dan beberapa bloger yg sudah berumur tp rajinnya konsisten deh. Semoga aku juga bisa mengikuti jejaknya yaa.

    Reply
    • Sudah diduga, saya yang terlambat mengetahui blognya.

      Memang, tulisannya sendiri bernas dan kritikannya juga disampaikan dengan santun. Jadi, orang pun seperti diajak berpikir bukannya diceramahi.

      Menulis pendek memang lebih susah Ghina, bagi saya loh.. apalagi kalau harus dibuat mengalir.. hadeuhh.. ampyuunn…

      Simpan saja salutnya, karena saya yakin, 10-15 tahun dari sekarang, Ghina dan banyak kawan-kawan yang lebih muda akan bisa lebik konsisten dalam berkarya. Saya yakin itu. You can do it Ghin!!!

      Reply
  7. Yaa, pak Dahlan nampaknya emang legend. Saya pernah nemu tulisan beliau, alamat domainnya dot wordpress dot com. Mengulas tentang pendiritan parpol baru. Postingan di Blog itu tahun 1998. Saya yang cukup kudet, ternyata yaa. Baru tahu kalo 1998 sudah ada orang yang main wordpress. Di tahun itu, saya masih usia 1 tahun hahaa

    Reply
    • Ooo.. berarti tahun 1998 masih pake popok dong yah, sekarang masih pake nggak?🤣🤣🤣

      Iya pak Dahlan ini memang termasuk sosok yang menurut saya bijak dan tenang. Tulisannya juga bagus dan enak dibaca. Nggak terasa kalau dia itu orang “tenar”

      Reply

Leave a Comment