Waktu Istirahat 5 Menit Sistem Podomoro Harus Dipakai Apa?

Selamat Malam Kawan MM!

Ada yang bisa bantu saya?

Seperti sudah disebutkan dalam tulisan sebelumnya, :Teknik Podomoro Untuk Meningkatkan Fokus dan Produktivitas, saya menyebutkan sudah mencoba menerapkannya setidaknya dua minggu terakhir.

Hasilnya lumayan, saya bisa meningkatkan produksi jumlah kata per-hari. Bila biasanya hanya berkisar antara 2200-2500 kata, berangsur-angsur naik, dan bahkan angka 4000 kata/hari bisa diraih.

Bagus sekali (menurut saya).

Berarti ada perbaikan dalam fokus dan produktivitas. Bila biasanya perhatian masih mudah teralih, sekarang tidak lagi. Bahkan si Yayang mengajak ngobrol, ketika saya berada dalam periode Podomor, saya sering cuma menjawab, “Oh, gitu yah”, ‘Hemm”, atau “Bentar”.

Perhatian saya tetap fokus ke layar komputer dan mengetik.

Jadi, rasanya efek rutin menerapkan teknik manajemen waktu ini mulai membuahkan hasil dalam bentuk kemampuan konsentrasi yang membaik.

Cuma, ada satu masalah yang belum bisa sepenuhnya saya atasi.

Dalam satu sesi podomoro setiap 25 menit akan ada jatah waktu istirahat 5 menit. Ketika waktu “bekerja” yang 25 menit habis, maka timer akan membunyikan alarm untuk istirahat.

Nah, disanalah masalahnya.

Seringkali saat alarm berdering, justru konsentrasi saya sedang benar-benar ke pekerjaan (menulis). Bahkan tidak jarang waktu habis di saat justru sedang seru-serunya menulis.

Biasanya saya justru mengabaikan waktu istirahat dan terus menulis. Padahal, sebenarnya tidak bagus juga yang seperti itu. Sistem ini juga membiasakan diri untuk disiplin juga dalam beristirahat, jadi saya merasa belum bisa mendisiplinkan diri.

Ditambah, setelah masuk waktu istirahat, saya juga bingung harus ngapain. Mesin di kepala sepertinya masih berputar cepat dan tiba-tiba dihentikan begitu saja dengan bel istirahat.

Saat memaksakan diri istirahat juga susah karena pikiran masih tersangkut di tulisan yang belum selesai. Sejauh ini yang saya lakukan hanya bangun dari kursi, minum seteguk, dan kemudian mondar mandir saja sekedar membuat rileks.

Masalahnya, tidak relaks juga.

Nah, menurut Kawan MM, sebaiknya apa yang saya lakukan ketika bel istirahat berbunyi, pilihannya

  • terus melanjutkan bekerja dan menunda istirahat
  • beristirahat (tapi tolong sarankan apa yang harus dilakukan selama 5 menit)
  • atau mengubah setting podomoro menjadi 30-45 menit saja dengan waktu istirahat lebih panjang

Ada yang bisa bantu?

Yuk Berbagi....

10 thoughts on “Waktu Istirahat 5 Menit Sistem Podomoro Harus Dipakai Apa?”

  1. Kalau saya saat bekerja biasanya pakai interval persatu jam mas. Ada break lima menitan yang saya isi untuk minum, dan stretching badan 😂 karena kebanyakan duduk bisa buat punggung dan pinggang sengsara 🙈

    Sebetulnya saya sering mengalami sama seperti mas, saat tengah asik kerja tau-tau jam istirahat. Kalau sudah begitu saya tetap istirahat karena saya harus sayang tubuh saya meski ide dan pekerjaan nggak kalah pentingnya. However for me, kesehatan yang utama. Dan setelah fresh, biasanya yang ada di kepala nggak hilang, jadi tetap bisa melanjutkan kerja 😆

    Semangat mas, mungkin bisa trial error semua pilihan yang ada. Sampai ketemu mana yang paling pas 😍

    Reply
    • Ohh satu jam yah.. sama kayak saran Lia tuh (soalnya jawab komentar ini dari atas ke bawah.. hahahaha), jadi saya akan pertimbangkan dan praktekkan ahhh..

      Iyah kalau soal pinggang mah.. ampyuun dah apalagi sudah tua kayak begini.. repotzky..

      Bentul bentul banget kalau ga sehat, mana bisa bekerja..

      Okeh.. Eno juga semangat terus yahhh

      Reply
  2. Beristirahat 5 menit. Cium istri mas.. hehe. Jangan karena podomoro entar lupa istri, anak, dan yg parah jadi autis wkwkwk…

    Klo sy sendiri blogging dijadiin waktu yg fleksibel tapi target harian dapet. Jujur sy blm bisa pake teknik podomoro karena ngeblog masih ugal ugalan wkwk…

    Sy tipe org yg paling gk suka kerja dibikin2 aturan kayak podomoro gitu. Bikin tertekan dan gk rileks. Kembali ke esensi ngeblog…yaitu santai… dan msg2 org pasti beda.

    Jangan terlalu ngoyo. Kalo udah sakit entar repot…hehe. ngeblog santai aja…

    Reply
    • 5 menit cium istri.. banyak juga tuh hasilnya kalau gitu.. hahahaha

      Saya kudu ngoyo mas.. soalnya justru serunya disitu.. wakakakak.. kalau nggak apalagi di masa WFH gini, malah saya akan banyakan bengong.. dan kalau bengong gitu malah nggak nyaman..

      Hahah.. iya enakan ugal ugalan sih sebenarnya, cuma sekarang lagi coba menantang diri sendiri..alias nambah puyeng.. tapi seru..#maksa

      Reply
  3. Kalau menurutku, setting podomoronya aja yang diubah menjadi lebih panjang, misalnya diubah ke 45-60 menit atau disesuaikan dengan durasi rata-rata Kak Anton dalam membuat sebuah tulisan selama berapa menit, nanti waktunya diambil dari situ. Lalu, kalau durasi bekerjanya bertambah, durasi istirahatnya juga ditambah jadi 10-15 menit. Kalau 5 menit mungkin terlalu sebentar jadi otak belum sempat rileks, udah keburu harus bekerja kembali. Nah, nanti saat istirahat, bisa guling-gulingan sebentar di kasur atau godain Kak Hes yang ada di dapur, baru deh lanjut kerja hihihi.

    Reply
    • Ide yang bagus tuh Lia.. nanti saya coba praktekin. Kayaknya memang harus diutak atik dikit sistemnya.

      Gue bisa digetok ama Hes kalau ganggu dia di dapur.. wakakaka.. bisa nggak makan sebulan neh kalau gitu…

      Tapi bener ide yang bagus tuh… makasih ya Li

      Reply
  4. istirahat 5 menitnya kurang pak kalau menurut aku.
    nahhh aku setuju sama lia. mungkin kerjanya bisa sejam, istirahatnya 20 menit, bikin kopi, bikin roti bakar mungkin hehehe, atau liat yang ijo ijo dirumah, biar mata adem juga karena kebanyakan liat layar.

    Reply

Leave a Comment