Terus Menantang Diri Sendiri Demi Perkembangan

Selamat Malam Kawan MM!

Ngoyo, kalau diartikan sama dengan melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan kemampuan, kondisi, dan waktu. Memaksa diri adalah inti dari kata itu.

Seorang Kawan MM, Mas Wahid Priyono mengatakan itu pada komentarnya di salah satu komentar.

Begini katanya.

Terus Menantang Diri Sendiri Demi Perkembangan

Tapi, terus terang saya tidak merasa ngoyo dalam kegiatan ngeblog yang saya jalani. Memang, bagi banyak orang, menjadi peternak blog dengan waktu yang terbatas adalah sebuah pekerjaan gila dan masuk kategori ngoyo.

Waktu cuma sedikit kok nekat-nekatan bikin banyak blog. Tenaga cuma segitu kok dipaksa menulis 4000 kata dalam sehari.

Tidak akan saya menyalahkan kalau ada yang berpandangan begitu.

Tetapi, saya tidak merasa seperti itu.

Bagi saya, yang seperti ini adalah tantangan.

Saya ingin berkembang dan maju dan tidak melihat ada cara lain untuk bisa melangkah maju tanpa menghadirkan tantangan.

Masalahnya, ngeblog itu adalah tentang diri sendiri. Segala sesuatu harus diurus sendiri, termasuk dalam hal motivasi dan dorongan.

Tidak akan ada orang lain yang bisa memberikan motivasi, kecuali motivasi itu dilahirkan dari dalam diri sendiri. Tidak akan ada yang peduli apakah blog kita mati atau tidak, kecuali kita sendiri.

Jadi, mau tidak mau, saya harus bisa menghadirkan dorongan itu dari diri sendiri.

Berbagai target yang saya buat, jumlah kata perhari, target menghasilkan uang 5-6 tahun lagi, jumlah artikel yang terbit sehari adalah cara saya menghadirkan tantangan agar diri sendiri terdorong untuk bergerak terus dan terus.

Tanpa itu, sebagai manusia, saya yakin rasa malas akan memastikan saya terus berada di zona nyaman. Tidak bergerak dan terus meringkuk dalam kenyamanan dan kemalasan. Tidak akan pernah maju.

Bukan berarti saya tidak menyadari keterbatasan waktu. Bukan tidak tahu bahwa tenaga manusia ada batasnya.

Paham sekali dengan segala keterbatasan.

Tetapi, justru keterbatasan itulah yang sedang coba untuk ditembus. Segala macam teknik podomoro saya gunakan agar tantangan itu bisa dikalahkan.

Mampukah? Saya tidak tahu, tetapi kalau tidak dicoba saya tidak akan pernah tahu apakah saya bisa atau tidak. Tetapi, saya akan berusaha membuktikan, terutama untuk diri sendiri, bahwa saya bisa.

Saat ini mungkin belum bisa, tetapi tidak berarti tidak bisa karena saya akan memastikan untuk bisa.

Bukankah sekarang sudah ada sedikit pembuktian? Sebelumnya tidak terbayang bahwa saya bisa menghasilkan 4000 kata perhari karena biasanya berkisar antara 2000-3000 kata saja. Dua hari yang lalu saya menembus 4000 kata/hari dan bahkan, kemaren sampai pada 4600 kata.

Ternyata bisa. Dan, saya tidak akan tahu kalau tidak mencoba.

Kondisi dan situasinya tidak beda dengan para atlet yang terus memacu diri untuk memecahkan rekor. Mereka melakukan hal yang sama. Terus berusaha menembus batasan yang ada.

Jadi, apakah saya ngoyo?

Saya tidak merasa demikian. Saya tahu tujuan yang hendak dicapai dan untuk itu saya akan terus berusaha menantang dan memacu diri sendiri untuk berbuat lebih dan lebih lagi.

Meski banyak yang akan menyebut saya memaksakan diri, tetapi hal tersebut bukan sebuah masalah karena saya memandangnya sebagai tantangan lain. Saya akan lebih terdorong untuk memacu diri sendiri dan membuktikan pandangan itu tidak tepat.

Yuk Berbagi....

14 thoughts on “Terus Menantang Diri Sendiri Demi Perkembangan”

  1. G ada yang salah kok, as long as you are happy.
    Orang-orang yang bekerja sesuai panggilan hati akan berusaha keras, melebihi apapun, apapun bidang pekerjaannya. Usaha ini dibarengi harapan dan ketekunan. Yang aku tahu, tidak ada yang sia-sia. Sama seperti usahanya Mas Anton. Keep doing it!

    Reply
  2. Tidak apa-apa pak kalo merasa mampu dan tidak ngoyo. Yang penting waktu untuk keluarga tetap dijaga. Kalo memang banyak waktu luang dan bisa untuk menulis maka lakukan saja.

    Lagipula nanti bisa jadi penghasilan tambahan dalam waktu 5-6 tahun kedepan.

    Dari pada gabut ngga jelas ya pak.😆

    Reply
  3. Ngoyo yg saya maksud adalah jangan sampai sakit itu aja. Artinya, lihat kapasitas diri dan fisik juga. Kalau masih mampu dan ingin terus berkembang itu bagus. Tidak masalah kok.

    Reply
  4. Aku kok ga melihatnya sebagai ngoyo yaa :). Apalagi kalo itu related Ama hobby kita. Buatku menulis itu hobi. Krn blm tertarik bikin buku, ya aku curahin ke blog. Jadi menulis sebanyak2nya dan sesering mungkin, lebih ke penyaluran hobi aku anggab, bukan ngoyo. Kecuali aku ga terlalu suka menulis, tapi tetep menulis Krn ingin dpt penghasilan LBH banyak dari itu, baru LBH tepat dikatakan ngoyo.kalo aku loh :D.

    Soal target, aku juga terbiasa membuat target mas. Jgn dianggab itu membebani, target justru membantu apa yg sbnrnya mau kita capai. Ga kepengin juga repot sana sini, tp tujuan akhir ga jelas kan.

    Perusahaan pasti punya target. Wiraswasta juga ada target usaha. Sebagai individu pun kita hrs ada target supaya jelas mau kemana.

    Kayak aku, walopun udh resign aku ttp ada target pribadi. Soal traveling, itu bukan sekedar hobi, itu passion buatku. Targetku menyangkut traveling, hrs ada minimal 1 negara baru setiap THN yg hrs aku dtangin. Krn ada target itu, aku jd semangat mikirin caranya gimana niiih. Investasi apa supaya budget terkumpul dll.

    Soal anak aku jg ada target. Si adek hrs bisa berhitung dan kenal hurup sebelum umur sekian. Jd aku jelas apa yg hrs dicapai :). Justru kalo g ada target, kan jd bingung yaa sbnrnya kita mau ngapain :D.

    Setelah target tercapai, pasti ada keinginan untuk menaikkan jumlahnya. Biar ada tantangan dan diri ttp terpacu :). Hidup tanpa tantangan buatku ga nikmat :D. Bosenin :p

    Reply
    • Naaahhh… jelas banget tuh penjabaran Fan.

      Begitulah saya. Bukan ngoyo buat saya karena memang saya merasa harus ada target biar jelas tujuannya.

      OOhh.. si Ade sudah bisa berhitung belum sekarang Fan.. haha kayaknya sih pasti bisa karena ibunya seperti dikau.. wakakakak

      Betul banget kalau satu target sudah tercapai, biasanya saya akan membuat target baru, peningkatan. Saya terus begitu karena merasa hanya itu cara yang saya lakukan biar maju..

      Makasih Fan.. bener banget kalau ga ada tantangan, saya juga merasa bingung malah

      Reply
  5. selama ngoyo nya disesuaikan dengan kemampuan diri nggak masalah, karena cuma diri sendiri yang paham dengan apa yang ingin dicapai. karena kita yang punya target, kita sendiri yang buat, pengen goal nya begini begitu. maju jaya pokoknya cuss hehehe
    aku punya temen kantor yang tau kalau aku ngeblog, dia bisa nanya dan nggak habis pikir, katanya “kok yo sempet kamu nulis bla bla bla”, emang dunia kita berbeda jadi susah jelasinnya wkwkwk

    Reply
    • Hahahahaha.. iya Nun, memang dunia kita “berbeda”.. wakakakak kita di alam gaib yah..

      Saya melihatnya sebagai usaha untuk keluar dari zona nyaman Nun, makanya saya berusaha untuk terus bergerak. Kalau tidak ke depan, ya ke samping, yang penting jangan statis dan saya bisa berkembang

      Reply
  6. Baru aja kemarin ini baca sebuah buku, dan salah satu babnya menulis seperti ini:

    “terpenjara atau terjebak dalam comfort zone sulit membuat kita berkembang. Memulai apa yang kita bisa, jangan batasi diri sendiri untuk kemungkinan melakukan perubahan.”

    Kata kuncinya, jangan batasi diri dan melakukan apa yang kita bisa. Sepertinya ini dua hal ini yang aku lihat dari Mas Anton. Terlalu memaksakan diri tentu nggak baik, tapi terlalu membatasi diri pun juga nggak bisa bergerak maju. Jadi memang harus cari tengahnya, yang penting diri sendiri bisa berkembang ya (:

    Aku setuju dengan poin Mbak Fanny di atas. Sadar diri belum bisa nulis buku, jadi ya nulis sebanyak-banyaknya di blog. Hitung-hitung melatih kemampuan menulis sambil berinteraksi dengan teman-teman. Kalo nggak ‘memaksakan’ diri untuk nulis lebih sering sejak tahun lalu, kayaknya aktifitas blogging ku juga bakal gini-gini aja deh. Kalau mulai ngerasa “kok gini-gini aja ya” nah berarti itu tandanya harus go out dan memulai apa yang kita bisa 😀

    Reply
    • Bentulll sekali Jane.. Kawan-kawan MM memang tajam pengamatannya. Memang tujuannya adalah untuk tidak membatasi diri. Cara saya dengan terus menantang diri sendiri untuk bergerak dan tidak statis.

      Memang sulit menemukan ritme yang pas dan saya sendiri masih terus mencari dimana titik keseimbangannya.

      Sepakat banget Jane bahwa kalau kita mau terlepas dari “gini-gini aja” mau tidak mau kita harus coba bergerak. Berat dan sakit, tapi kita akan meninggalkan zona nyaman dan berubah.

      Saya pikir Jane mah sudah mulai ngebut nih kayaknya.. bikin saya tambah motivasi untuk ikut bergerak cepat neh..

      Reply

Leave a Comment