Selamat Hari Blogger, Kawan MM!

Selamat Malam Kawan MM!

Selamat Hari Blogger, yah! Maaf kalau terlambat 1 hari dari seharusnya. Maklum, sebenarnya saya paling malas mengucapkan segala macam selamat hari-hari “spesial” seperti ini.

Saya masih selalu gagal menemukan esensi dari diadakannya hari ini 13 tahun yang lalu. Bingung saja, apa spesialnya peran blogger bagi Indonesia sehingga perlu dibuatkan semacam “tonggak” peringatan setiap tahunnya.

Apakah karena dianggap membantu dalam memajukan budaya literasi dalam masyarakat ? Apakah karena dianggap memberi peran besar dalam penyebaran ilmu pengetahuan? Apakah karena dipandang memberikan banyak inspirasi?

Terus terang, saya masih bingung terkait hal yang satu ini, sampai sekarang.

Apa peran kaum blogger yang begitu besar bagi kehidupan berbangsa sehingga mendapatkan penghormatan sebesar itu?

Berbeda dengan nelayan yang punya Hari Nelayan Nasional. Peran mereka sangat jelas sekali karena mereka berperan sekali dalam penyediaan bahan pangan.

Profesi dokter pun dihargai dengan adanya Hari Dokter 24 Oktober. Saya masih memahami esensi keberadaannya.

Nah, blogger? Dimana keistimewaannya?

Profesi saja masih belum diakui. Peran sertanya dalam kehidupan berbangsa juga tidak jelas.

Ditambah lagi bahwa, ada kesan bahwa blogging atau ngeblog seperti kehilangan daya tariknya karena keberadaan media sosial dan visual.

Dan, saya semakin bingung, alasan mengapa Hari Blogger Nasional ditetapkan selain sebagai sebuah langkah politis di tahun 2007 untuk menarik simpati masyarakat yang sedang hot-hotnya ngeblog.

Mungkin akan ada yang berargumen bahwa kaum blogger memberikan banyak hal, menginspirasi, memotivasi, menyebarkan pengetahuan, tetapi Prince EA mengatakan dengan tepat

“…We’re all influencers, and that question is, when people come to your page: Do they walk away better or worse?.. (Kita semua adalah influencer, dan pertanyaannya adalah ketika orang datang ke laman kita: Apakah ketika mereka pergi, mereka menjadi lebih baik atau buruk)”

~ Prince Ea

Semua orang pada dasarnya memang influencer karena sudah kodratnya manusia saling mempengaruhi dan saling menginspirasi. Hal itu dilakukan setiap hari dan setiap waktu oleh orang dari berbagai kalangan, bukan blogger saja.

Facebooker, instagrammer, youtuber juga melakukan bisa melakukan hal yang sama dan hanya berbeda bentuk saja. Lalu, kenapa mereka juga tidak dibuatkan hari khusus, seperti Hari Facebooker, Hari Instagrammer, Hari Youtuber, Nasional.

Bagaimanapun, mereka juga menginspirasi dan banyak memberikan hal berharga bagi manusia lain. Iya kan?

Lagipula, informasi dan pengetahuan yang sering digadang-gadang disebarkan para blogger pun terkadang tidak semua baik. Banyak yang mengandung “ketidakbenaran” akibat terlalu berfokus pada mengejar trafik dan uang.

Ujungnya, tetap saja pertanyaan itu hadir kembali, “Apa sih istimewanya menjadi seorang blogger sehingga harus diperlakukan “istimewa”?” Mengapa kehormatan itu diberikan kepada para blogger? Kenapa harus tanggal 27 Oktober yang berdekatan dengan hari penuh makna dalam kehidupan bangsa Indonesia, 28 Oktober?

Pertanyaan yang sampai sekarang saya belum menemukan jawabannya.

Tetapi, saya tahun ini saya memilih untuk tetap berpartisipasi, sedikit saja. Saya tetap mengucapkan Selamat Hari Blogger saat berkunjung ke “rumah” kawan yang lain.

Juga, saya putuskan mengeluarkan tulisan pertama bertema Hari Blogger Nasional di blog MM ini, walau saya masih belum bisa memahami esensi dan alasannya.

Hipokrit? Maybe, tapi saya berpandangan bahwa apa yang tidak saya mengerti dan ketahui belum tentu orang lain tidak memahami juga. Mungkin blogger yang lain lebih paham tentang hal ini dari saya.

Toh juga tidak ada ruginya saling memberi semangat.

Tapi, sekaligus juga ingin mengatakan, sekedar saling mengucapkan selamat itu tidak ada artinya, tidak ada maknanya. Hanya sekedar ucapan tanpa ada tindakan sama artinya tidak berarti apa-apa.

Mungkin, sudah saatnya kaum blogger, termasuk saya, berkaca diri, dan mempertanyakan apa yang sudah diberikan para blogger dalam kehidupan berbangsa. Jangan sampai sudah diberi sebuah kehormatan, tetapi para bloggernya sendiri tidak memberikan apapun kepada bangsa ini.

Curang namanya.

Kalau ada Kawan MM yang sudah paham tentang esensi Hari Blogger Nasional, tolong bantu saya untuk memahami.

Maklum sudah tua.

Yuk Berbagi....

40 thoughts on “Selamat Hari Blogger, Kawan MM!”

  1. ga kok belum tua mas anton hehe

    ooo aku malah baru mudeng Oktober ini bulannya hari blogger tersemat.
    #ucapin buat diri sendiri dulu ah, mat hari blogger semoga aku tetap happy ketika menulis huhu, sebab akhir akhir ini agak berkurang kadar happynyah aku hahhaha

    ayooo kita blogger jangan kalah dengan yutuber, instagramer, facebooker, dll hehe, mari berlomba lomba untuk menjadi pribadi yang baik dengan tetap menjadi diri sendiri hehhee #mong opo gw yak
    #mungkin efek blon makan sedari pagi hahhahah

    yuk ah ku mulai merenung apa yang sudah kutorehkan tuk bangsa ini
    #memdadak pembahasan jadi berat

    Reply
  2. Lha, saya malah baru tahu ada hari blogger pak. Kalo hari ibu jelas penting karena tanpa ibu saya tidak akan lahir ke dunia ini, biarpun kalo disuruh ibu beli keperluan kadang masih males malesan. #janganditiruya.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Oh berarti tahun 2007 awal mulanya diadakan hari blogger Nasional ya. Tahun itu aku baru beli hape Sony Ericsson J100 yang cuma nada deringnya poliponik sama layarnya warna, jadi ngga ada browser WAP buat ngeblog.

    Tapi memang tahun 2010 aku mulai ngeblog di mywapblog itu gara gara aku cari informasi di google lalu melihat sebuah blog. Akhirnya aku pengin juga punya blog buat gegayaan.

    Tapi hape Nokia 2690 Java ku susah diajak ngeblog di blogspot, padahal hasil pencarian yang aku cari sebagian besar diarahkan ke blogspot. Bisa sih buat artikel tapi tidak bisa edit pakai hape. Terus giliran di publish kok ngga ada spasi atau paragraf, kacau pokoknya.

    Akhirnya saya daftar di mwb gara gara nyari game Java dan diarahkan ke mywapblog. Soalnya semua fiturnya bisa diakses lewat hape Java.

    Cuma sayangnya artikel aku ngga ada yang bermutu, hampir semuanya hanya tulisan iseng saja. Hingga bertemu dengan satria dan diajarkan cara membuat cerpen. Itu yang mengisi blog aku disamping masih tetap menulis iseng saja bahkan kadang kopas berita dari kompas hanya untuk menambah artikel.🀣

    Ealah, disuruh menulis apa esensi hari blogger kok malah cerita ngelantur. Soalnya saya juga ngga paham apa sumbangan saya untuk bangsa dan negara selain bayar pajak sih.πŸ˜‚

    Reply
    • Hahaha.. sama saja mas, dulu saya juga kadang males-malesan kalau disuruh ibu waktu kecil wakakakakak…

      Makasih cerita perjalanan ngeblognya lo mas, baru tahu ceritanya. Saya pikir mas menginspirasi orang dengan gaya mas yang kocak.

      Nah, mungkin itu sumbangsihnya bayar pajak.. kalau dapet penghasilan kan bayar pajak toh.. Nanti kalau mas sudah nemu esensi Hari Blogger, kasih tahu saya ya mas.. saya mikir beberapa tahun belakangan belum nemu juga jawabannya soalnya

      Reply
    • Sesuatu hal yang kecil-kecil sering mas lakukan sehari-hari itu sudah berkontribusi untuk bangsa dan negara. Contohnya kuli bangunan, tukang pijat, satpam, petani, tukang becak, penulis/blogger, dll. Semua profesi ini telah berkontribusi untuk bangsa dan negara.

      Reply
  3. Selamat hari blogger, mas πŸ₯³

    Saya baru tau ada hari blogger saat baca post mba Rey dan beberapa teman lainnya πŸ˜‚ Jadi saya nggak bisa jawab pertanyaan mas, apa esensi dari blogger hahahaha. Mungkin hari blogger dibuat untuk mengapresiasi dan memberi semangat para blogger agar tetap berkarya πŸ˜†βœŒοΈ

    Reply
    • Selamat Hari Blogger juga Eno.. πŸ˜€ Tetap menginspirasi yah..

      Nanti kalau Eno sudah tahu soal esensi Hari Blogger kasih tahu saya yah. Soalnya saya masih bingung karena belum nemu jawabannya..hahahaha

      Reply
  4. Nek saya ya hari blogger gak ngaruh ngaruh amat lha wong tanggalannya juga gak merah warnanya… πŸ˜…
    Walopun juga asik juga ada satu hari untuk dirayakan bersama oleh para blogger, ya seperti dibilang di atas, untuk saling menyemangati…
    13 tahun lalu dan sekarang juga suasananya berbeda, terutama adanya medsos yang membuat interaksi antar manusia yang berjauhan jadi lebih mudah…
    Dulu kayaknya pas mndekati hari blogger gini akan ada acara pesta blogger, kayak kopdar bersama, tapi ya saya juga belum pernah ikutan…
    Ha trus juga yang pada mencetuskan juga kayaknya sudah pada gak ngeblog lagi..πŸ˜…
    Tapi sekali lagi, gak ada yang salah dengan hari blogger…
    Jadi ya, selamat buat kita semua…

    Reply
    • Nah.. #sungkem sama sesepuh…

      Bener banget mas..sepakat dengan apa yang mas katakan.

      Memang tidak salah kok, walau saya ga ngerti dan masih mencoba memahaminya, ya ga salah memang untuk emngucapkan selamat

      Reply
  5. Munukil dari pernyataan mas anton dalam postingan: “Nah, blogger? Dimana keistimewaannya?Profesi saja masih belum diakui. Peran sertanya dalam kehidupan berbangsa juga tidak jelas.”

    Saya tidak sependapat dengan pernyataan di atas. Semua dari kita punya peran masing2 dan berkontribusi untuk bangsa. Semua profesi yang ada saat ini sudah berkontribusi untuk bangsa. Mau itu tukang becak, blogger, petani, buruh, kuli, PNS, pekerja kantoran, gubernur dll itu semua sudah ikut andil dalam memajukan bangsa dan negara. Bangunan di Jakarta tidak akan berdiri tanpa jasa kuli. Makanan, sayur dan buah tidak mungkin ada di meja makan sehari-hari tanpa jasa petani. Angkutan macam2 barang tidak akan sampai tanpa jasa tukang becak, dll. Bahkan blogger pun layak dikatakan orang2 yang berkontribusi untuk bangsa dan negara. Mengapa kita masih mengotak-ngotakan profesi seseorang? sesuatu hal yang tidak pantas !!!

    Reply
    • Hihi.. mau ngakak baca komentarnya.. tapi ga ah, saya pasang muka perang saja..

      #keluarin samurai dan siap bertarung

      Baca yang tuntas mas, disimak bener, sebelum ngomong. Siapa yang mengkotak-kotakkan? Makanya kalau baca jangan sepotong dan juga ego sebagai blogger jangan dibawa.

      1) Hari Nelayan hari Dokter, dan hari hari lainnya adalah berdasar profesi. Memang blogger itu sebuah profesi? peran sertanya dalam kehidupan kebangsaan berbeda jauh dari profesi lainnya karena pada dasarnya memang belum menjadi profesi. Sampe sini bisa paham mas?

      Blogger belum jadi profesi di Indonesia. Emang profesi mas sekarang apa blogger? Kalau mas ngobrol dengan orang tak dikenal apa mas memperkenalkan diri sebagai blogger, bukan saya yakin guru.. cuma setelah ngobrol biasanya mas baru malu malu bilang kalau mas punya blog dan seorang blogger juga.

      Profesi itu berkaitan dengan cara mencari uang, seperti dokter, nelayan, itu profesi. Memang setiap blogger mencari nafkah dari blognya mas? Nggak. makanya sejauh ini belum dikategorikan sebagai profesi, meski sudah ada yang begitu tetapi belum banyak.

      2) Logika standar dan mengagulkan diri bahwa semua orang berperan serta dalam kehidupan berbangsa, tapi kenapa tidak ada hari Facebooker, Instagramer, Youtuber, karena kalau memakai logika mas, semua juga berperan. Bisa masuk ke logika mas? atau terlalu sempit untuk bisa memahami pertanyaan kenapa Blogger diistimewakan.

      Kenapa tidak ada hari Facebooker, Instagrammer, Youtuber, dan jangan mengatakan peran serta mereka lebih kecil dari blogger yah..

      3) Sepertinya mas terbiasa berpikir terlalu general dan tidak bisa spesifik, saya bahas tentang blogger dan kenapa diberi hari “kehormatan”, kenapa , dibawa ke semua orang “berperan”, tukang becak, tukang sayur, dan profesi lainnya. Tapi baiklah, saya pakai apa yang mas katakan, saya ulangi pertanyaannya kenapa ga ada Hari Tukang Sayur, Hari Tukang Becak. Kok ada Hari Blogger, apa istimewanya?

      Atau mas nggak sanggup berpikir kesini?

      Sekali lagi, makanya baca dengan benar dan pahami konteksnya.

      4) Logika bahwa semua orang berperan serta memang masuk akal dan bisa diterima, tetapi seberapa spesial supaya bisa diberikan sebuah kehormatan? Ngerti maksud saya, atau tetap susah menangkap. Pemberian hari nasional adalah sebuah “penghormatan” secara nasional dan sebuah hal yang istimewa dn diberikan sebagai sebuah tonggak peringatan atas “keistimewaan” itu..

      Sampe sini bisa paham maksudnya mas? atau masih susah nangkep?

      5) Ketika seorang menulis curhatan di blog, bermanfaat atau tidak, tidak ada yang tahu. Beda posisinya dengan seorang nelayan dimana manfaatnya sudah jelas beda dengan jasa seorang dokter, beda dengan seorang tukang becak yang mas katakan tadi.

      Dimana keistimewaannya karena “ketidakjelasan” manfaat dari perannya. Apa manfaat curhat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara? Secara logis memang saya pikir tetap ada manfaat yang diberikan, asumsi ya, tetapi apakah benar bermanfaat atau tidak? Tidak diketahui dengan pasti mas.. Posisinya berbeda sekali dengan profesi yang lain (dan sekali lagi blogger belum menjadi profesi resmi dan diterima oleh masyarakat, blogger adalah julukan bagi orang yang punya blog).

      Pertanyaannya kenapa sesuatu yang “tidak jelas” diberi penghargaan, tetapi yang jelas malah tidak?

      Dimana tidak pantasnya? Saya mempertanyakan posisi blogger dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sumbangsih apa yang diberikan. Tidak pantasnya dimana? Ohh ya saya tahu.. di kepala mas tidak pantas karena mas seorang blogger dan merasa tersinggung karena dianggap tidak berperan serta, gitu ya mas?

      Karena mas membahas tentang pertanian, mpasi, apakah itu sudah pasti bermanfaat? Menurut mas pasti ya, di lapangan apakah benar-benar bermanfaat? Who knows.. Seorang nelayan menjual ikan, ikannya dimakan, orang kenyang. Seorang guru memberikan pelajaran di depan kelas, mentransfer ilmu pengetahuan, muridnya menjadi lebih pintar.

      Blogger biasanya gemar mengklaim kehebatan dirinya dan manfaat dirinya, padahal sebenarnya juga tidak selalu terbukti demikian.

      Nah, sekarang tanyakan pada diri sendiri, mas nulis tentang pertanian, mas dapat duit dari adsense, apakah petani menjadi lebih pintar? Jawabannya, mas akan menjawab “pasti ada”, tetapi fakta sebenanrya “tidak tahu” karena memang disana letak inti dari kata “TIDAK JELAS” perannya.

      Peran serta nya tidak jelas.. emang jelas? Tidak. Hanya ego mas saja yang mengatakan peran serta mas dalam kehidupan berbangsa sebagai blogger itu jelas. Belum lagi istimewanya seberapa sehingga dipandang perlu disitimewakan.

      Nah, sebelum mas berpikir “tidak pantas” dan berkomentar ngawang nggak jelas juga, saya singkat jadi dua pertanyaan saja,

      1) “APA PERAN SERTA ISTIMEWA MAS SEBAGAI BLOGGER BAGI KEHIDUPAN BERBANGSA SAMPAI HARUS DIHARGAI?”
      2) “APA MAS MERASA ISTIMEWA DIBANDINGKAN TUKANG BECAK, TUKANG SAYUR, PEDAGANG KAKI LIMA, SEHINGGA LAYAK DIBERI PENGHORMATAN SECARA NASIONAL DENGAN SEBUAH HARI KHUSUS?, SEMENTARA MEREKA TIDAK?”

      Saran terakhir, sebelum menyebut orang lain tidak pantas, baiknya mas berkaca dulu, dan yang pasti memahami intinya dengan benar. Karena kalau tidak hasilnya adalah mas terlihat konyol, setidaknya di mata saya.

      #roninmode off… samurai dimasukkan ke sarungnya lagi..

      Reply
      • Kenapa blogger yg selalu diremehkan dlm tulisan mas anton?. Mau jadi apa google.com kalo gak ada peran serta blogger disana?

      • Nah kan, mas bingung sendiri. Memang saya meremehkan blogger ada dimana?

        Saya mempertanyakan kenapa harus diberi kehormatan dalam bentuk hari nasional padahal peran serta blogger dalam kehidupan berbangsa masih tidak jelas. Saya tidak bisa berbangga karena diberi kehormatan yang sebenarnya tidak jelas esensinya. Untuk apa?

        Saya tidak terbiasa menerima sesuatu yang tidak layak saya terima. Sebagai blogger, saya merasa lebih baik tidak memiliki Hari Nasional, sama seperti tukang becak, tukang sayur, pemulung.

        Saya hidup sejak sebelum Google ada, dan saya baik-baik saja. Saya hidup ketika internet belum lahir dan situasi seperti sekarang, dan saya hidup baik-baik saja.

        Jangan menyombongkan diri bahwa kalau tidak ada blogger Google nasibnya seperti apa, masih banyak penulis resmi, media online, koran, dan sebagainya yang bisa menyediakan yang lebih baik dari blogger. Blogger hanyalah sebagian kecil dari dunia maya. Hari ini ada, belum tentu di masa depan masih ada.

        Blogger berperan dalam kehidupan, ada, dan tidak ada bedanya dengan pemulung, pedagang kaki lima, dan profesi lainnya. Tetapi, maaf, saya tidak bisa memahami kenapa harus diberi sebuah Hari Nasional.

        Sama seperti hal lain yang pasti ada gantinya. Kalau ga ada mas, ya masih banyak yang lain kok, kalau tidak ada saya, ya yang lebih mampu juga masih banyak.

        Saya tidak bisa memahami kehormatan yang diberikan kepada blogger, bukan merendahkan blogger. Kenyataan dan faktanya, apa peran sertanya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara? Kebanggaan berlebihan yang menyulitkan untuk melihat self critics

  6. Selamat Hari Blogger Kak Anton! Dan selamat pecah telur juga karena akhirnya menelurkan tulisan seputar hari blogger :p

    Aku juga sama seperti Kak Eno, baru tahu mengenai Hari Blogger dari tulisan teman-teman jadi belum tahu sejarah dan alasan dibalik penentuan tanggal ini. Tapi, apapun alasannya, semoga kedepannya para blogger bisa lebih bermanfaat bagi nusa dan bangsa hahaha.

    Reply
  7. Selamat hari Blogger, mas Anton #telat
    Kok saya deja vu pertanyaan mas dengan statemen tokoh politik tentang sumbangsih anak milenial,,,:))
    Ya, diakui atau enggak nyatanya tetap ada. Bahkan sampai disinggung di film Iron Man.

    Reply
    • Selamat Hari Blogger juga Pheb..

      Koreksi Pheb..

      Saya tidak bilang TIDAK ADA. Saya bilang ‘TIDAK JELAS” dan dalam hal ini dikaitkan dengan pantas atau tidaknya mendapat sebuah kehormatan berupa HARI NASIONAL yang seharusnya memiliki kriteria jelas (Berkaitan dengan kenegaraan, ingat kata nasional).

      Peran serta anak millennial yang Phebie sebutkan juga sebenarnya rancu karena batasan yang tidak jelas, tidak ada kriterianya. Apakah ada? entah… karena semuanya tidak memiliki batas yang jelas… Beda dengan nelayan dan dokter yang merupakan sebuah profesi, anak millenial bukan profesi. Anak millenial seperti apa yang berperan dan layak diberi penghargaan? Apakah yang suka malakin orang lain, yang gemar tawuran juga termasuk?

      Anak Millenial tidak diberikan penghormatan Hari Nasional Anak Millenial Pheb, Blogger ada.. Lalu dimana istimewanya blogger…Kenapa blogger ada hari nasional, anak millenial kalau dianggap berperan besar kok tidak diberi.

      Apa yang dikatakan dalam film Iron Man adalah asumsi dan pandangan seseorang/kelompok bukan pandangan kenegaraan dan sebenarnya tidak beda dengan pandangan saya dan Phebie saja.

      Peran setiap orang pasti ada dalam kehidupan berbangsa, tetapi sejauh mana penilaiannya sehingga layak atau tidak diberi penghormatan dalam skala nasional.

      Jangan tersinggung ya, memang Phebie sudah merasa berperan apa bagi kehidupan kebangsaan di Indonesia? Seberapa besar sehingga merasa perlu diberi “kehormatan” oleh negara? Pertanyaan ini saya ajukan juga kok ke diri sendiri dan karena itulah tulisan ini saya buat.

      Karena sebagai blogger, saya memandang, tidak ada esensinya memiliki Hari Blogger Nasional. Kecuali kalau Iron Man mengatakan dan menetapkan Hari Iron Man untuk Blogger, ya saya nggak bakalan buat tulisan ini. EGP

      Reply
  8. Selamat Hari Blogger Nasional untuk Eyang Anton Ardyanto..😊 Hiiihiii

    Lhaa wong tahu hari blogger juga dari istri saya yang dulunya juga blogger…Kedua dari blog Uni Rey, Ketiga dari Blog ini..🀣🀣

    Kalau dibilang blogger Profesi yaa bingung juga saya, Dibilang blogger menghasilkan tidak semua blogger bisa seperti itu dan juga bukan paksaan..🀣🀣🀣

    Kalau seorang blogger sebuah profesi yaa seharusnya ditengah pademi covid 19 ini, kenapa orang yang di PHK tidak memilih jadi blogger kan profesi katanya..🀣🀣🀣

    Nahlo fakta dan kenyataannya orang tidak ada yang minat menjadi blogger, Pada era pademi ini. Meskipun dadakan..πŸ€·β€β™€οΈ

    Intinya blogger itu hobi…Bisa menghasilkan tentu…Tetapi bukan untuk dipaksakan.😊

    Menyebut orang dengan Profesi blogger dimata saya juga kurang pas..😊😊

    Akan lebih pasnya yaa Seoramg blogger….Bukan Profesi.🀣🀣

    Reply
  9. Oh. Nggak mas buat apa tersinggung..cuma bingung juga bisa dapat kehormatan di bahas sampai sepanjang ini #garuk2helm😳😁

    Saya tdk mau melebar soal milennial krn yg saya tekankan di komen awal hanya masalah de ja vu. Kok ya pas banget…ini mau meluruskan saja.πŸ˜†

    Ya nggak apa-apa juga kalau mas Anton berpendapat begitu. Sekedar fakta saja soal pengakuan eksistensi blogger yg sampai dijadikan satir oleh RDJ. 🀣

    Soal hari2 perayaan mgkn itu sisi bagusnya dirayakan… it makes some bloggers happy..dan di sisi lain bikin blogger jadi berpikir dalam tentang masalah eksistensi..dan lahirlah tulisan spt postingan ini…It works nicely.😁 isn’t it?

    Saya ini mah gak asik banget buat diajak debat..🀣

    Reply
    • Hihihi.. bukankah memang begitulah blogger, bagaimanapun kan blogger manusia, punya pandangan dan pendapat. Lagi juga mayan dijadikan bahan tulisan.. wakakakak

      Hem.. saya pikir masih nda nyambung Pheb, saya tidak mengatakan masalah eksistensi, lebih kepada keheranan bagaimana bisa diberi kehormatan seperti itu untuk sesuatu yang nda jelas sama sekali

      Ya kayak pesta ulang tahun, selama bikin hepi yo wis…meski ga jelas juga tujuannya…

      Yo wis.. ikut deh.. wakakakak…nggak papa juga sih kan ga harus berdebat juga…

      Reply
  10. saya auto googling lagi dong Pak, nyari hari Youtuber sedunia atau nasional, kagak ada ya?
    Kenapa coba hari blogger ada hahaha.
    Bangga juga ya, even saya menamai diri sebagai blogger, bukan ditetapkan pihak lain, duh saya memang narsis akut wakakakak.

    esensi blogger apa ya? berbagi kali ya Pak.
    Dan esensi terhadap bangsa ini?
    Kalau bisa sih blogger masih mau berbagi hal-hal yang penting, benar dan memerangi hoax.

    karena bisa kita liat sendiri, bahkan web media aja udah banyak yang pakai cara nggak asyik buat menyampaikan berita, ibaratnya mendorong opini ke satu pihak.

    Kalau web media mungkin terpaksa melakukan hal itu karena mereka tunduk pada satu aturan kepalanya, kita sebagai blogger yang lebih bebas, sebijaknya bisa berbagi kebenaran tanpa melihat siapa di balik yang kita bagikan tersebut.

    halah ngomong apa sih saya ini yak? πŸ˜€

    Btw, selamat hari blogger Bapak!
    Teruslah berbagi ilmunya yang kami semua butuh hal tersebut πŸ˜€

    Reply
    • Nah lo.. dah dapat jawaban belum, saya kan nanya, malah ditanya..

      Justru pertanyaannya disitu, apa sih alasannya. kalau dugaan saya mah karena saat itu blog sedang ngetren doang padahal belum memberi karya yang berarti. Biasa kan memanfaatkan momen.

      Cuma, yah, ga penting lahh.. sebenanrya abaikan saja.. jalani saya.. hahahahaha Mau bangga boleh, nggak ya sudahlah

      Reply
  11. Selamat menikmati libur panjang mas anton. Hari Bloger Nasional mah nggak bikin libur ya, jadi nggak kerasa ada apa-apa. Coba setelah ada hari bloger yg padahal udah 13 tahun ini, terus kepedulian terhadap profesi blogger lebih diperhatikan oleh pemerintah dan khalayak mkgn akan lebih baik. Eh, gtu ga sih?

    Apapunlah ya. Semoga orang yang ngeblog tetap sayang dan hobi merawat blognya ya. Biar nggak jadi sarang semut kan ya.

    Reply
    • Selamat bersiap-siap beraktivitas lagi yah.. soalnya dijawabnya baru minggu malam hahahaha..

      Betul sih, sebenarnya ga penting banget dipikirin, yang penting tetap setia di jalannya dan terus berkarya..

      Iya ga Mba Ghin?

      Reply
  12. Selamat Hari Blogger Nasional, Merdeka! πŸ˜†πŸ˜†

    Ini pertama kalinya saya mengucapkan itu dan ekslusif di blog ini sekaligus kedua kalinya mengetahui itu setelah sebelumnya bebarapa tahun lalu ada yang bikin status di fb tentang hari blogger ini.

    Tentang apa makna dan tujuannya saya kurang tau tapi mungkin yang pertama kali mencetuskan itu lebih tau, siapa yang pertama kali? Mungkin pemerintah, pemerintah yang mana, saya juga gak tau πŸ˜†

    Tapi bagi saya pribadi dgn adanya hari blogger ini saya jadi punya alasan untuk komen, haha πŸ˜†πŸ˜†

    Reply
    • Merdeka juga dah Kang Jaey.. kedatangan suhu mwb neh gue..

      Yah, lupakan saja deh.. soalnya mungkin yang menginisiasi sudah lupa sama blognya sendiri kayaknya.

      Dan bener banget, minimal jadi alasan berkomentar… top markotob alasan yang paling bisa diterima

      Reply
  13. Walaupun saya mungkin termasuk hipokrit. Saya mau ikutan memgucapkan hari blogger juga ke Mas Anton 😊

    Jadi penasaran kenapa tanggal 27 oktober. Ini langsung mau googling, barangkali ada yang pernah nulis tentang sejarahnya.

    Bener ya mas, pesona blogging saat ini mungkin pendarnya kurang secerah youtube atau vlog. Platform media sosial lain juga makin berkembang.
    Tapi saya masih berencana akan setia di blog, soale kalo ngevlog saya itu kurang fotogenic. wagu banget.. Hehe
    Kalau nulis di blog, saya berasa jadi diri sendiri, mungkin karena saya suka menuliskan sesuatu daripada mengatakan sesuatu.

    Reply
    • Baiklah, kita sama kalau begitu.. Selamat Hari Blogger juga MBak Dewi

      Saya juga masih dan sepertinya akan setia dengan Jalan Ninja Blog Mbak.. nggak begitu tertarik bikin Video karena saya tahu tidak akan mudah. Jadi, saya mau fokus saja sama ngeblog

      Betul mbak, yang penting nyaman buat diri sendiri, jadi bisa tahan segala cuaca

      Reply
  14. Selamat Hari Blogger Mas Anton. Agak telat ngucapinnya, semoga belom basi banget πŸ˜‚

    Semoga tetap menginspirasi dengan tulisan-tulisannya ya Mas 😁

    Reply
  15. selamat hari blogger pak
    memang profesi blogger ini memang sering dianggap remeh
    banyak yang mengira sebagai pelampiasan pengangguran semata
    saya sering banget dapat sterotipe semacam ini bahkan dari keluarga dekat
    y sudah engga apa apa

    saya memahami hari blogger sekarang seperti yang dikatakan mas adjie santosoputro
    hidup seapaadanya
    ya sudah mengalir saja yang penting bisa nulis apa yang kita inginkan sudah seneng banget
    masalah berguna atau tidak hanya waktu yang akan menjawabnya
    tetapi kalau konten kita memang baik maka pasti bermanfaat bagi bangsa dan negara

    kok jadi berat ya wkwkwk

    Reply
    • Nah kan…. berarti sebenarnya dengan tidak berpikir terlalu rumit dan jalani saja kehidupan sebagai blogger ya mas..

      Nggak kok, malah saya sangat mengerti kok pandangan si mas.

      Dont worry mas, saya juga masih dipandang begitu kok.. hahahahaha….Yang penting mah jalan terus.. iya kan?

      Reply
  16. aku tahu ada hari blogger ini baru sekitar 2 tahunan mas karena banyak postingan ucapan di media sosial dari teman-teman.

    Kalau esensinya aku juga tidak tahu sih, karena aku saja merasa belum ada jasa apa-apa untuk bangsa dari blog. Mungkin baru bisa membantu beberapa orang yang butuh informasi dan kebetulan pernah aku post di blog saja.

    Mungkin ke depannya bakal ada itu hari Youtuber dll ya mas dan kalau bisa tanggal merah. πŸ˜€

    Reply
    • Waduh kedatangan tamu agung.. Den Ayu Anggun.. πŸ˜€

      Sama dong, saya pikir saya memang memberi sedikit manfaat lah ke orang lain, cuma kalau ke Indonesia mah jauhhhh banget dah…

      Mudah-mudahan begitu sih, ada Hari Youtuber, Facebooker, Instagrammer, jadi saya tidak merasa berdosa kalau mengucapkan Hari Blogger. Semua sama..

      Reply

Leave a Comment