Sub Judul H1 Dan H2 : Homepage dan Konten (Artikel) Berbeda

Selamat Siang Kawan MM!

Sudah pernah memakai sub judul dalam tulisan sobat? Atau masih bingung? Padahal, kata para pakar SEO (Search Engine Optimization) itu, memakai sub judul (sub heading) penting untuk meningkatkan ke-SEO-an sebuah konten.

Walau kalau menurut pengalaman saya sendiri, kalau memang tidak perlu pakai, ya jangan dipaksakan untuk pakai. Untuk apa memakai sesuatu yang tidak diperlukan? Seperti sebuah tulisan singkat 300 kata, memakai sub judul itu malah terkadang membuat aneh.

Cuma, tidak ada salahnya juga untuk mengetahuinya.

Tergantung dari template, tingkatan/level subjudul itu bisa beragam. Ada yang hanya sampai 4 tapi ada yang sampai 6 yang ditandai dengan penggunaan huruf H (heading), seperti H1,H2,H3,H4,H5, dan H6.

Nah, supaya tingkatannya tidak acak-acakan, harus dipahami juga mulai darimana kita memakainya.

Artikel/Posting

Kalau melihat angkanya, berarti harus dimulai dari H1 kan? Sebenarnya tidak. Justru jangan dipakai H1 itu dalam artikel. Mulailah dari H2 kalau dalam tulisan.

Kenapa?

H1 itu sudah dipakai untuk JUDUL TULISAN (dan akan selalu begitu). Jadi kalau mau memakai sub heading lagi, mulai dari H2. Dengan begitu dalam tulisan itu tidak ada 2 H1 yang jelas tidak bagus.

Kalau H2 sendiri terserah mau pakai berapa dan bisa disesuaikan dengan panjang artikel.

Jadi, strukturnya

  • H1 – Judul Artikel/Konten
  • H2 – Sub Judul level 1
  • H3 – Sub judul level 2
  • H4 – Sub Judul Level 3
  • H5 – Sub Judul Level 4
  • H6 – Sub Judul Level 5
Sub Judul H1 Dan H2 : Homepage dan Konten (Artikel) Berbeda

Homepage/Beranda

Biasanya memang seorang blogger jarang mengutak-atik sub heading di halaman muka blognya.

Tetapi, kalau di WP (WordPress) Self Hosted dan memakai page builder seperti Eleventor atau Beaver Page Builder, halaman homepage/beranda bisa dibuat dari halaman kosong. Bahkan, judul blog saja bisa didesain dan dibuat ulang tidak mengikuti template.

Untuk itu pengetahuan tentang tingkatan sub judul menjadi penting agar halamannya tetap SEO.

Strukturnya berbeda dengan artikel atau konten. Pada saat mendesain halaman homepage, strukturnya seperti di bawah

  • H1 sudah ditempati oleh JUDUL BLOG
  • H2 sudah ditempati oleh JUDUL ARTIKEL yang ditampilkan di homepage (misalkan 5, berarti ada lima H2)

Jadi, kalau mau menambahkan sub heading lain bisa, tetapi dimulai dari H2. Jangan H1.

Sub Judul H1 Dan H2 : Homepage dan Konten (Artikel) Berbeda

Kira-kira begitulah, kalau menurut pakar SEO.

Siapa tahu bisa dipakai dalam tulisan kawan.

Baca Juga : Tingkatan Sub-Heading di Blogspot

Yuk Berbagi....

4 thoughts on “Sub Judul H1 Dan H2 : Homepage dan Konten (Artikel) Berbeda”

  1. Kalo sudah ngomongin H dan turunannya sebenarnya saya rada puyeng. Ngga pernah makai sama sekali. Bahkan saat membaca artikel ini, seperti penjelasan membuat sub bab pada makalah atau karya ilmiah. Kebanyakan aturan.

    Saya pribadi, ketika membuat artikel yang terlalu panjang, kadang saya bagi menjadi beberapa bagian dengan judul kecil. Pun judul kecil tersebut tidak punya derajat H. Hanya sebuah kalimat yang ditulis tebal supaya mudah terlihat.

    Mungkin cara saya tersebut tak ada SEO nya sama sekali. Demikianlah.

    Reply
  2. Mas saya tuh masih bingung sub heading beginian. Kalau mba Rey bahas saya pun nggak paham. Dalam blogspot yang dimaksud sub heading adalah font size bukan, mas? Kan ada tuuuh tanda T pilihannya small, medium dan large. Apakah itu sub heading? Sometimes saya gunakan kalau lagi mau bahas poin poin tulisan. Cuma saya nggak tau itu sub heading atau cuma font size biasa 😂

    Reply

Leave a Comment