Pilih Jenis Monetisasi Blog Sesuai Karakter – Adsense Tidak Untuk Semua Orang

Selamat Sore Kawan MM!

Apa jenis monetisasi blog yang Anda pakai? Memasang iklan Adsense? Sponsored post? Content placement? Afiliasi?

Kalau memakai Adsense, bagaimana hasilnya?

Bukan pertama kali saya membaca bahwa pemasukan Adsense tidak sesuai yang diharapkan.

Kali ini, saya membacanya dari seorang blogger yang cukup punya nama di blantika blogging Indonesia, Shintaries. Padahal, sebagai blogger dengan pengalaman seperti dia dan tentunya dengan blog yang sudah terkenal di sana sini, trafik seharusnya bukanlah masalah.

Tetapi, salah satu komentarnya menunjukkan bahwa ia tidak merasa Adsense sebagai cara yang cocok baginya.

Begini katanya :

sumber Komunitas Blogger Perempaun

Bagi saya sendiri, pandangannya bukanlah hal yang aneh. Juga, ketidakcocokannya juga tidak mengherankan.

Blog Shintaries sendiri bertipe personal blog. Isinya mulai dari kehidupan di rumah, traveling, dan lain-lain seperti yang biasa ditemukan di blog bertipe seperti ini.

Tidak mengherankan karena sebagian besar trafiknya (dugaan) kemungkinan besar datang bukan dari mesin pencari. Padahal, trafik organik adalah salah satu kunci untuk menghasilkan dari Adsense.

Karakter blognya tidak mendukung untuk itu.

Apalagi, sebagai founder dari Blogger Perempuan Network, sebagian trafiknya berasal dari komunitas tersebut juga, sesama blogger.

Jadi, sama sekali tidak mengherankan hal itu terjadi.

Adsense kurang cocok untuk blog bertipe personal.

Oleh karena itu, bila Kawan MM berniat untuk memonetisasi blognya, hal yang harus dilakukan adalah melakukan pengenalan terhadap karakter blog sendiri, seperti

  • asal trafik (mesin pencari atau sumber lain)
  • cara penulisan (apakah memanfaatkan SEO atau tidak)
  • gaya penulisan, tutorial atau storytelling
  • panjang atau pendek tulisannya
  • tema dan topik yang dibahas

Misalkan saja, sebuah blog cerpen, yang jelas tidak memakai SEO dan pengunjung jarang sekali yang datang dari mesin pencari, apakah Adsense cocok?

Kemungkinan besar tidak.

Blog seperti ini lebih cocok dengan iklan mandiri, sponsored post, atau content placement dibandingkan Adsense.

Sebuah blog travel yang dioptimasi dengan SEO, sangat mungkin dipasangi Adsense karena banyak sekali hotel, agen pariwisata, penyedia akomoditas dan transportasi yang memasang iklan. Blog ini juga sangat mungkin dimonetisasi dengan sponsored post/content placement.

Adsense bukan untuk semua orang. Begitu juga jenis-jenis monetisasi yang lain, bukan semua blog bisa menggunakannya.

Oleh karena itu, seorang blogger harus melihat dulu ke dalam, ke blognya sendiri untuk sebelum kemudian memutuskan jalan monetisasinya.

Jangan hanya karena ikut-ikutan yang lain, hasilnya adalah tidak maksimal dan bahkan tidak menghasilkan sama sekali.

Itu saja.

Yuk Berbagi....

14 thoughts on “Pilih Jenis Monetisasi Blog Sesuai Karakter – Adsense Tidak Untuk Semua Orang”

  1. Wah, selamat sudah bisa posting lagi. Si Kribo sudah selesai meeting ya? eh, belajar online maksudnya, hehe.

    Ngomongin adsense, saya juga ngerasa kalo blog saya yang menghasilkan cuma satu. Yg lain cuma sebagai penggembira, jarang diisi pula.

    Tapi kalo dibandingkan dengan monetise yg lain, yg paling cocok dengan saya adalah adsense. Bukan perkara uangnya, tapi tingkat kemalasannya. Soalnya saya pribadi setelah pasang adsense, nulis suka-suka.

    Kalo monetise yang lain, perlu jaringan dan relasi yang luas. Hiks, perkara jaringan ini, saya mah cuma ada jaringan internet. Tapi kalo ada yang nawarin content placement masih saya terima kalo artikelnya cocok. Rezeki mah ngga nolak.

    Reply
    • Bukan.. si teknisi akhirnya datang dan mengganti modem. Ternyata itu biang keroknya.

      Saya juga lebih cocok dengan adsense, karena sama juga malas ngejar jaringan dan relasi. Jadi, saya cuma mau fokus nulis saja nggak direpotin dengan yang lain lain.

      Betul kalau ada yang nawarin dan cocok, ya terima, tapi ga ngejar saya. Mau fokus sama ngeblog saja dan adsense memberikan kebebasan.

      Reply
      • betul yang disampaikan mbak Nisa dan mas Anton… tidak semua blog cocok untuk adsense. Contohnya blog yang sebagian besar pengunjungnya adalah blogger sulit untuk bermain adsense. Karena mereka sudah mampu membedakan antara iklan dan isi konten. Kuncinya sukses adsense itu memang betul kata mas anton sumber traffic baiknya dari search engine. Dan yg tak kalah penting adalah target pengunjung situs adalah orang awam yang kurang mengerti iklan. Sehingga mereka sukarela mengklik iklan… hehe. Itu sih pengalaman saya. Setuju gak nih mbak Nisa dan Mas Anton?

  2. Artikel yang menarik.

    Entah apakah sudah ada penelitian secara demografi ya tapi saya lihat blogger perempuan terkenal yg main adsense jumlahnya lbh sedikit…

    Mungkin karena perempuan suka yg berhubungan dg jaringan dan relasi terutama sesama jenisnya. Sebagai contoh ada kumpulan emak2blogger, blogger perempuan dsb. Blm dengar ada kumpulan bapak2 blogger :)). Koreksi kalau salah ya mas…

    Berarti blog lifestyle atau gado-gado spt Shintaries bisa jadi lebih cocok monetasi yg bkn ad sense ya..

    Terima kasih sharingnya mas Anton.

    Reply
    • Belum ada kayaknya sih Pheb.. Tapi pandangan saya juga begitu memang blogger perempuan yang main Adsense itu nggak banyak. Kebanyakan bermain di monetisasi cara yang lain.

      Kok mikirnya sama sih. Cuma ada satu Pheb saya pernah nemu yang khusus cowok. Cuma betul banget bahwa cewek punya komunitas khusus mereka, sedangkan yang khusus cowok jarang. Bukan berarti tidak berkomunitas, cuma blogger cowok sepertinya lebih suka bergabung dalam komunitas umum dan bukan yang khusus.

      Saya pikir begitu Pheb.. karena sifat tulisan dan karakter blognya kurang mengundang bagi iklan Adsense.

      Sama-sama Pheb

      Reply
  3. saya juga punya pengalaman, bahwa ternyata blog pendidikan yg sy kelola juga sulit untuk berkembang dengan adsense. Mungkin analisis saya karena sebagian pengunjung blog adalah orang yang berpendidikan sehingga bisa membedakan antara isi konten dan iklan. Jadi klik iklan sulit tercapai.

    Reply
  4. baik-baik ternyata begitu. Kalau saya masih belum ikut kemana-mana nih mas.

    Sempet 3kali coba daftarin google ads iseng aja, eh emang ga keterima mulu. Tapi emang, tampilan ads di layar juga nggak enak sih seringnya. Makanya buka detik atau kompas itu jarang bgt karena iklannya suka segede gaban bahkan nutupin layar.

    Tapi, balik lagi emang ya, semua punya spesifikasinya masing-masing. Yang penting, tetep menulis donk.

    Reply
    • Betul sekali kalau baca kompas dan detik memang kadang bikin bete.. cuma karena butuh berita, ya terpaksa diterima kondisi seperti itu..

      Menurut saya sih gitu Ghin.. dan bener banget yang penting tetap menulis dong..masa karena nggak ada iklan kita berhenti

      Reply
  5. Blog saya nggak pakai adsense mas hahaha karena sadar diri kalau blog saya nggak masuk page one dan pembaca lebih banyak kenalan 😆

    Tapi saya hobi kok klak klik iklan di blog manteman sebab saya tau kalau sampai dipasang iklan berarti memang cari pemasukan blog dari sana. Biasanya yang saya klik kalau ada di tengah post hahahaha. Jadi sambil scroll sambil klik saat sempat 😂

    Reply
    • Makasih hobinya wakakakakak…Kalau semua pembaca kayak Eno para Adsense publisher pasti makin semangat.. hahahahahahahahahahah

      Kalai Creameno kayaknya memang tidak disetting untuk mencari uang.. Jadi malah bagusan seperti itu. Tapi kalaupun berubah ke depannya, saya cukup yakin Eno akan menemukan “sesuatu” yang pas.

      Reply

Leave a Comment