Kasihani Pembacamu : Ukuran Huruf Kecil Nan Imut Itu Menyiksa

Selamat Siang Kawan MM!

Saya paham sekali kalau wanita itu ingin tampil imut karena “keimutan” itu di zaman sekarang dipandang menunjang “kecantikan”. Buktinya saja, bisnis tentang diet itu hadir dimana-mana dan pelanggannya kebanyakan adalah kaum hawa.

Langsing, imut, adalah kata-kata yang berkaitan sekali dengan “konsep” cantik secara umum.

No problem, saya juga suka kok melihat yang imut-imut.

Kecuali, huruf kecil nan imut.

Yang satu itu saya “sangat tidak menyukainya”. Sebagai manusia berkacamata minus 7,5, plus 3, dan silinder 2,5, huruf berukuran kecil itu “musuh terbesar”. Apalagi kalau kemudian digabungkan dengan line height (jarak baris) yang rapat, lengkap sudah.

Sakit mata kalau dipaksakan untuk membaca. Kepala bisa tiba-tiba pusing dan urat sekitar telinga dan mata menjadi tegang.

Baru membaca satu halaman saja rasanya sudah lelah sekali.

Itulah mengapa, pada setiap blog yang saya kelola, huruf yang dipakai dibuat agak besar. Biasanya saya menghindari pemakaian ukuran 11-14 piksel, kecuali bagian-bagian yang jarang dibaca seperti di footer. Selebihnya, saya akan memakai besar huruf antara 15-18 piksel.

Semua itu karena saya menyadari bahwa ada lumayan banyak pembaca yang seperti saya, memiliki mata yang kurang sehat. Jadi, dengan memakai huruf yang non imut, mereka bisa turut membaca dengan nyaman.

Lagipula, huruf yang agak besaran juga tidak akan mengganggu dibaca pembaca bermata normal. Bahkan, lebih nyaman juga dibandingkan yang terlalu kecil.

Memang huruf imut kalau dibaca di ponsel, masih lumayan karena bidang baca yang sempit, tetapi kalau di desktop, huruf seperti ini jadi seperti kurcaci yang susah ditangkap.

Oleh karena itu, saat menyetting blog, biasanya saya akan mencoba melihat tampilan di desktop, tablet, atau ponsel untuk melihat apakah ukuran hurufnya sudah enak dibaca atau belum.

Dengan begitu saya berharap pembaca bisa merasa nyaman saat membaca di semua perangkat manapun. Juga, saya menghindari adanya tindakan tambahan yang harus dilakukan pembaca, seperti zooming untuk memperbesar huruf.

Karena, terus terang kalau tidak kenal bloggernya, saya memilih pergi begitu saja daripada harus meneruskan membaca di blog pemakai huruf imut. Daripada memaksakan untuk membaca dan kepala menjadi pusing, lebih baik ya tidak lah.

Jadi, saya memang suka memandang wanita cantik nan imut, cuma kalau disuruh melototin huruf kecil dan imut kayak kurcaci, saya pilih menyerah saja.

Bagaimana dengan Kawan? Berapa besar huruf yang dipakai di blog Anda?

Yuk Berbagi....

8 thoughts on “Kasihani Pembacamu : Ukuran Huruf Kecil Nan Imut Itu Menyiksa”

  1. 😂😅 saya jadi ter ge er baca postingan ini Mas Anton 😂

    Kalo saya sih sebenernya nyadar juga tulisan di blog kekecilan, tapi apadaya sekarang blom punya waktu buat ngedit-ngedit (blum mood sebenernya). Soalnya menemukan jenis huruf yg cocok sama themesnya agak susah, butuh berhari hari.

    Pas kemaren dulu saya mo ganti size hurufnya, kode css nya gak nongol lagi dan saya lupa nama hurufnya. 😔

    Reply
    • Hahahaha.. bukan loh bukan.. nggak niat..

      Cuma karena aku merasa kalo ke blog kaum cewek itu, semuanya serba imutttzz… di ponsel masih kebaca, tapi pas di laptop.. ampyuun dah. hahahahah

      Santuy-santuy mbak.. saya sih tetap baca yang mba Rini tulis kok..

      Reply
  2. Saya nggak tau blog saya pakai huruf size berapa mas ~ tapi menurut saya kalau dibuka melalui laptop saya sudah besar. Apakah menurut mas Anton huruf saya masih kekecilan, kah? *butuh feedback ceritanyah* 😂

    Saya pribadi juga lebih suka huruf besar untuk baca, karena huruf yang kecil bisa membuat saya memicingkan mata dan ended up pusing berats 😆

    Reply
  3. Waduh, aku merasa terpanggil nih 😂
    Aku merasa font tulisanku bisa dibilang “kecil” tapi cantik #plakk
    Tadi nyari-nyari ukuran font di code html-nya tapi nggak nemu.
    Codingan template aku ini, agak unik. Beda dari coding yang sering aku temui, jadi aku bingung lihatnya 😂

    Reply

Leave a Comment