Ikut Lomba Blog? Maaf, Tidak Minat!

Selamat Malam Kawan MM!

Seorang kawan lama, sesama peternak blog dan juga pemburu recehan Adsense, sore ini menghubungi saya via Whatsapp.

Namanya mas Wahid Priyono, dari blog Guru Ilmuan (salah satu dari beberapa blog yang dikelolanya)

Setelah berbincang sesaat, ia mengajukan sebuah pertanyaan seperti di bawah ini.

Iyah, memang betul saya tidak pernah sekalipun ikut lomba blog. Jenis apapun. Terpikir untuk mencoba saja juga tidak.

Kenapa?

Ya, karena tidak MINAT. Terserah deh, orang mau ngomong bahwa kelebihan ikut lomba blog itu

  • bisa menilai kemampuan menulis kita
  • bisa membantu memperkenalkan nama blog kita ke dunia luar
  • bisa memacu diri kita untuk menjadi blogger yang lebih baik
  • bisa bergabung dan berkenalan dengan banyak blogger serta menjalin network
  • bisa mendapat hadiah
  • bisa dipamerkan sebagai “achievement” di blog

Bla bla bla….

Kalo yang nyinyir biasanya akan menambahkan, “Ah, pasti takut kalah!”

Tapi..

Maaf, benar-benar tidak terlintas sama sekali kehidupan blogging saya akan bersenggolan dengan lomba blog manapun. Justru, saya akan menghindar sejauh mungkin dari lomba-lomba seperti ini.

Bagi orang lain ikut lomba seperti ini menyenangkan, bagi saya sama sekali tidak.

Salah satu alasan saya ngeblog adalah untuk mencari “kebebasan”. Benar-benar bebas dimana saya bisa menentukan sendiri apa yang saya mau, kemudian melakukan dengan cara saya.

Seumur hidup menjadi orang gajian yang harus ikut instruksi orang lain, berada di bawah aturan yang ditetapkan orang lain, membuat saya ingin situasi dimana saya adalah “bos” bagi diri sendiri.

Saya ingin kebebasan untuk menjadi mandiri.

Hal itu tidak akan saya dapat kalau ikut lomba. Panitia akan menetapkan satu tema, yang pasti berkaitan dengan sponsornya. Kemudian menentukan aturan yang harus dipatuhi. Belum lagi saya harus memasang ini dan itu di blog.

Apakah ada kebebasan disana?

Saya akan berada dalam kekangan oleh pihak lain, menuruti kemauannya. Lalu, apa bedanya dengan berada di kantor?

Toh, keuntungan mengikuti lomba seperti disebutkan di atas bisa didapat dengan cara lain, tanpa harus mengorbankan “kebebasan” yang memang saya inginkan.

Tanpa ikut lomba, blog Lovely bogor pun dikenal banyak orang. Bahkan, saya sering dibuat kaget ketika ada orang menyalami saya dan bilang mereka suka baca blog itu. Lalu, untuk apa lomba blog bagi saya?

Hadiah? Alhamdulillah, gaji masih cukup untuk kehidupan sederhana kami. Piagam? Sertifikat? Penghargaan? Untuk apa? Menaikkan harga bagi pemasang content placement? Bukan tujuan saya juga.

Jadi, saya tidak memiliki alasan sedikitpun untuk tertarik mengikuti lomba blog jenis apapun.

Saya menikmati kebebasan dalam menulis. Memaksakan diri ikut lomba hanya mengorbankan sesuatu yang sangat penting dan menyebabkan saya menyukai menulis, KEBEBASAN.

Tentang omongan orang, jawaban standar saya hanya, “EGP” atau “WHO CARES!”.

Mind your own business!

Yuk Berbagi....

18 thoughts on “Ikut Lomba Blog? Maaf, Tidak Minat!”

  1. Kok sama ya? Wkkwk

    Saya juga sering diajak sama kawan untuk ikut lomba, tapi saya nyerah duluan, karena saya sadar menulis itu butuh kebebasan dan ketenangan, kalau banyak aturan pasti pusing dan jadi gak fokus lagi.

    Reply
  2. saya masih minat si pak cuma pilih pilih
    kayak ikut gerak jalan aja
    menang ya alhamdulillah kalah ya wis
    ya buat seruan aja kayak lomba gerak jalan

    tapi kalau lombanya banyak banget syaratnya dan jadi menulis enggak bisa lepas ya saya males
    mending komenin yang ikut lomba aja wkwk

    Reply
  3. Rata-rata lomba blog yang pernah saya baca kadang meskipun terkait dengan yang pernah saya publikasikan, belum pernah sekalipun minat untuk ikut. Alasan utamanya karena biasanya tak ubahnya lomba SEO yang sarat manipulasi. Kalau bukan saya yang akan melakukannya, akan ada orang lain yang memiliki inisiatif untuk mengakali. Hal ini sebenarnya gak masalah sih, tapi ya, kadang panitia juga terindikasi mengikuti lomba yang dibuatnya. Kalaupun ada ketertarikan untuk ikut, asal topiknya menarik, saya mau-mau saja. Tapi bukan ikut lomba untuk dapetin hadiahnya, melainkan meramaikan kompetisi keyword saja tanpa harus ngasih link dan juga tanpa harus nyebutin brand. Eh….

    Reply
  4. Lomba blog itu jadinya cukup merepotkan bagi teman-teman yang mengikutinya ya, mas? 🙈 aduh saya pernah buat lomba blog pula kemarin yang menulis tema THOUGHTS itu mas hahaha. Nggak kepikiran kalau itu ternyata bisa mengekang kebebasan teman-teman penulisnya ~ well note mas, akan saya pelajari info dari mas agar ke depannya kalau mau buat lomba bisa lebih membebaskan 😍

    Reply
    • Hahahaha.. cara pandangnya jangan digeneralisir Eno.. wakakaka.. Mayoritas orang menyukai lomba, tetapi saya tidak. Bukan berarti karena saya tidak, orang lain juga tidak… wakakakaka..

      Buktinya 27 orang mengikuti lomba yang Eno adakan, berarti rasionya 27 : 1, 27 senang satu 1.. so bukan sebuah masalah

      Reply
  5. Saya pernah mas ikut lomba blog. Cuma banyak kalahnya. Dari sini sy dpt pengalaman.
    1. Malah tdk fokus menulis artikel di blog
    2. Bener kata mas anton justru seperti ada kehendak org lain yg membelenggu diri
    3. Ada lomba yg sy analisa jurinya subyektif. Biasanya jurinya ada yg berada pada orang terdekat yg ikut lomba.
    4. Seperti ada deadline
    5. Nulis jadi tidak lepas
    6. Bagi peternak blog mungkin jadi terbengkalai.
    7. Beberapa lomba tdk transparan karena penilaiannya tertutup. Juri dan nilai tdk dibagikan ke peserta. Agak lucu sih ini

    Itu analisa saya dan bukan bermaksud menjelekkan y.

    Reply
  6. Saya pernah ikut lomba. Mungkin dua kali. Salah satunya lomba nulis resensi novel Tere Liye. Sebagai penggemarnya yang kadang suka mereview bukunya, rasanya rugi kalo ngga ikut. Sayang, sesuai dugaan, saya kalah. Kemampuan menulis resensi saya memang abal-abal. Masih suka nulis artikel blog yang ngga karuan. Tapi setidaknya bagi saya menjadi pengalaman.

    Tapi kalo lomba blog terkait SEO, biasanya saya say good bye aja deh.

    Reply
  7. mas aku cuma mau bilang, loh kok sama…😱😳😆😆😆

    bukan karena apa apa
    cuma ora kober saja
    alias ora sempat lagi hihi

    tapi tetep kuacungkan jempolku deh bagi para pegiat lomba dan yang jiwa kompetisinya masih membuncah

    aku mah paling biasanya cuma sebagai tim hore hore aja pabila dibutuhkan mereka buat nambahi komen di post lombanya 😊😊

    Reply
  8. Saya kok malah nggak bisa membayangkan mas Anton ikut lomba blog (yg umum beredar dg sponsor produk itu ya) 😀

    Bukan apa-apa. Habis karakter menulisnya saja sudah beda. …

    Saya ikut lomba biasanya yg diadain kawan blogger seperti review buku, niatnya untuk memeriahkan saja, sih. Setelah menang anehnya malah bingung sendiri XD hihihihi..

    Kalau lomba foto nggak mau ikut juga nggak mas? 😀

    Reply
    • Wakakakaka…. gitu ya Pheb.. ntar bukannya mendukung dan mempromosikan produk sponsor malah dikupas kelemahannya yah.. hahahaha

      Bagus sih Pheb buat meramaikan dan senang-senang, cuma ya tetap saja saya nggak minat.. hahaha.. emang dasarnya sudah begitu.

      Nggak Pheb.. pilih enjoy di jalan sendiri saja… menikmati semuanya.. dan berbagi lewat blog saja…

      Reply
  9. “Seumur hidup menjadi orang gajian yang harus ikut instruksi orang lain, berada di bawah aturan yang ditetapkan orang lain, membuat saya ingin situasi dimana saya adalah “bos” bagi diri sendiri”

    Awww…. menyentuhhhh…
    Saya tuh sebenarnya kurang lebih mirip karakternya bapak Anton, kagak suka dikekang, makanya jadi IRT meski sebenarnya rindu juga kerja di luar.

    Tapi betul Bapaaakkk, kalau saya melakukan sesuatu tuh selalu ditemani hati nurani, jadi kadang sesuatu yang ga sesuai dengan hati nurani, jadinya ambyar aja gitu.

    Contohnya waktu saya bisnis Oriflame dulunya, meski setiap hari saya bersemangat, setiap kali saya merekrut orang, orang masuk dengan sejuta impian, lalu ternyata impiannya susah diraih, lah kok saya yang pusing mikirinnya hahaha.

    Btw, tadi udah berkunjung di sini dong, liat judulnya langsung saya balik ke blog nulis buat besok dengan tema yang ini hahaha.

    Saya juga sekarang udah malas ikut lomba, kecuali dibayar hahaha.
    Jadi kalau ada tema lomba blog di postingan saya, offkors karena dibayar, biar kate bayarannya seiprit, yang penting dibayar deh hahaha.

    Sumpah lomba blog itu jauh lebih bikin pusing ketimbang nulis sponsored post, karena itu tadi, ikut lomba kan buat menang.
    Tapi setelah berkali-kali nggak menang, males juga akhirnya.

    Ngabisin waktu, dan memang sebalnya suka banyak syaratnya.
    Dan saya kadang mau ngakak kalau ada email masuk, judulnya penawaran, tapi nyuruh ikutan lomba blog, ga dibayar.

    Misal,
    “Saya melihat blog Anda, terawat dengan baik, karenanya saya ingin mengajak anda untuk ikutan lomba blog”

    Lah padahal kadang juga yang menang blognya biasah aja 😀

    *Orang kalah lomba yang nyinyiruen wakakakakak

    Reply
    • Bener Rey Nyinyireun.. waakakakaka

      Aku nunggu tulisanmu ah..

      Kupikir mungkin karena karakter kita begitu makanya ga minat ikut lomba yah. Mendingan blog sebagai kerja ya Rey, dibayar.. hahahahaha bener banget itu

      Reply

Leave a Comment