Cara Menempatkan Kata Kunci (Keyword) Dalam Artikel/Konten

Kelihatannya rumit, tetapi sebenarnya SEO (Search Engine Optimization – Optimasi Mesin Pencari) itu sederhana. Inti utamanya berkaitan dengan keyword (kata kunci) dan cara menempatkan kata kunci (keyword) tersebut di dalam artikel/konten.

Dengan begitu, tulisan tersebut akan memberikan sinyal yang tepat kepada mesin pencari terkait sebuah topik. Tentunya, kemudian mereka memperhitungkan layak atau tidaknya ditampilkan di halaman SERP (Search Engine Result Page – Halaman Hasil Pencarian), terutama Google.

Ini salah satu bagian penting dalam SEO – On Page, selain panjang artikel dan beberapa hal lain. (Ingat SEO itu satu paket berisi banyak faktor)

Nah, dalam sebuah artikel, ada setidaknya 6 posisi dimana keyword harus dicantumkan.

Untuk contoh, tulisan ini akan memakai kata kunci ngasal, yaitu “cara memasak tempe bacem

1) Judul

Yap. Ini bagian pertama yang tidak boleh dilewatkan untuk menempatkan kata kunci dalam sebuah artikel.

Kalau mau tulisannya SEO, kalau tidak, abaikan saja.

Yang terbaik adalah menempatkannya di bagian awal judul. Sayangnya, hal tersebut akan memberi kesan kaku dan tidak mengundang.

Jadi, berkreasilah.

Contoh :

  • 10 Cara Memasak Tempe Bacem Yang Baik Dan Benar
  • Cara Memasak Tempe Bacem Supaya Legit Tapi Gurih
  • Jangan Ikuti! Ini Cara Memasak Tempe Bacem Pasti Gagal

Bisa divariasikan lagi sebenarnya, tetapi untuk langkah awal, pastikan judul mengandung kata kunci.

2) Permalink / URL

O ya. Permalink (Permanent Link) atau URL adalah bagian dari konten karena pada dasarnya ini adalah alamat si konten.

Jadi, pastikan Kawan menaruh kata kunci di bagian ini.

Contohnya :

  • https://maniakmenulis.com/archives/123 ==> BURUK
  • https://maniakmenulis.com/2020/09/cara-memasak-tempe-bacem-yang-baik-dan-benar ==> BAIK
  • https://maniakmenulis.com/cara-memasak-tempe-bacem-yang-baik-dan-benar ==> LEBIH BAIK LAGI

Catatan : pemakaian tahun dan bulan masih dianggap kurang baik bagi SEO oleh banyak penggiat SEO, oleh karena itu mereka lebih suka memakai url tanpanya.

3) Image/Foto

Sebuah image/foto akan membantu meningkatkan SEO, asalkan jangan lupa mengisi Alt Text . Karena mesin pencari tidak bisa membaca “image/foto”, yang dibacanya adalah teks yang dimasukan ke dalam kolom Alt Text tadi. (Sumber1 & Sumber2)

Nah, teks yang harus dimasukkan pun harus mengandung kata kunci.

Kalau mau mudah, copy saja judul dan jadikan alt text atau silakan buat teks lain.

Misalkan :

  • alt text : ini hasil dari cara memasak tempe bacem yang kurang benar
  • alt text : contoh cara memasak tempe bacem yang pas banget

Jika ada beberapa image, tidak perlu semua. Salah satu saja sudah cukup.

4) Sub-Heading / Sub-Judul

Pemakaian sub-heading/sub-judul juga dipandang sebagai salah satu bagian untuk menambah kuat ke-SEO-an sebuah konten.

Oleh karena itu, sebisa mungkin kalau memang niatnya bertarung di mesin pencari, pastikan ada sub-heading di dalam tulisannya.

Tentunya, jangan lupa menempatkan kata kunci di bagian ini.

Betul sekali. Keyword harus dimasukkan.

Baca juga : Sub Judul H1 dan H2 – Homepage dan Konten Berbeda

Misalkan

  1. Tata cara memasak tempe bacem supaya tidak gosong
  2. Kiat cara memasak tempe bacem yang empuk dan legit

Tidak semua sub-heading perlu memakai kata kunci, tetapi setidaknya 1 (satu) sudah cukup. Paling tidak begitu kata Yoast SEO, plug in andalan untuk urusan SEO di WordPress.

5) Badan Artikel/Konten

Nah, ini bagian yang paling penting dalam hal menempatkan kata kunci (keyword) dalam artikel/konten.

Bagian badan artikelnya juga harus punya kata kunci.

  • di awal artikel : setidaknya ada 3 teori untuk penempatan keyword di bagian ini
  • kata kunci ada 2-3% dari panjang tulisan (menurut Yoast SEO, tapi susah menghitungnya kalau di Blogspot, kalau di WP, plugin itu yang menghitung sendiri)
  • kata kunci pada heading juga akan dihitung

Jangan lupa juga mengenai jumlah kata minimum dalam artikel.

6) Deskripsi Meta/Excerpt (Opsional)

Di Blogspot namanya Deskripsi Meta atau Deskripsi Penelusuran. Letaknya ada di bilah kanan

Di WordPress namanya berganti jade Excerpt. Letaknya di bilah kanan juga.

Bentuknya berupa kolom kosong seperti di bawah ini.

Deskripsi penelusuran di Blogspot
Excerpt di WordPress

Silakan diisi sebanyak 150 karakter. Tentu saja, jangan lupakan untuk menempatkan kata kunci dalam teks yang dimasukkan ke bagian ini.

Fungsinya apa?

Pernah melihat hasil pencarian Google. Bagian deskripsi penelusuran atau excerpt ini akan muncul, seperti di bawah ini.

Catatan : Bila deskripsi meta tidak diisi, maka paragraf pertama yang akan ditampilkan

—–

Nah, kalau semua teori ini sudah dilakukan, apakah artikel Kawan akan langsung tampil di Page One Google?

Jawaban saya, jadi orang sabar yah. Tidak semudah itu. Tidak perlu bolak-balik mencari apakah artikel Anda sudah muncul di SERP atau belum. Buang waktu saja.

Lebih baik, coba menulis artikel yang baru.

Kenapa?

Karena masih banyak faktor lain yang menentukan sebuah artikel bisa masuk ke halaman satu SERP atau tidak, seperti

  • tingkat persaingan di kata kunci tersebut, jika tinggi peluang semakin kecil (misal ada 10 ribu orang yang memakai kata kunci yang sama)
  • kekuatan para kompetitor, seperti kalau Tribun dan Detik masuk biasanya tulisan lain bakalan tertendang karena sudah sangat kuat

Kalau mau berusaha, carilah backlink untuk tulisan tersebut, atau minta dishare sebanyak mungkin supaya mendapat like. Hal itu akan membantu sekali, tetapi juga bukan jaminan.

Google lah yang menentukan dengan algoritmanya. Wong halaman SERP itu kan punya dia. Jadi, dia yang berkuasa.

Jadi, yang terpenting tetaplah rutin menulis, dan kalau mau memakai teknik SEO seperti ini, ya monggo. Semakin sering menulis dengan cara ini, semakin terlatih lah kita.

Silakan dicoba saja, siapa tahu Kawan beruntung.

Yuk Berbagi....

10 thoughts on “Cara Menempatkan Kata Kunci (Keyword) Dalam Artikel/Konten”

  1. Yang aku lakukan biasanya poin 1 dan 2 aja mas, untuk beberapa topik tapi, soalnya kan topikku ga semuanya buat tulisan seo, lebih banyak cerita personal ngalor ngidulnya deng ketimbang yang untuk kutujukan seo, cuma memang kalau lagi niat buat tulisan organik memang aku terapkannya yang 1 dan 2 itu.. simple banget kan hihi….lumayan ampuh juga nongkrong di pageone ^_^
    Padahal aku ga promo sana sini hahhaha, mungkin pas lagi hoki, tapi tetep sih persaingan selalu ada kalau ada yang bikin topik yang sama 😀

    Reply
  2. Mesin pencari hanya bisa membaca alt text pada foto bukan fotonya lalu bagaimana kalau satu foto yang di-upload digunakan di beberapa post dan memakai alt text yang berbeda-beda apakah foto itu masih tetap bisa dibaca oleh mesin pencari?

    Reply
    • Betul mas Kal El, sejauh ini memang belum ada penjelasan bahwa bot mesin pencari bisa “membaca” image. Entah di masa depan.

      Bisa mas.. Karena saya sendiri pernah memakai satu image di beberapa post bahkan blog dan dengan alt text yang berbeda. Beberapa di antaranya dimunculkan ketika kata kunci yang berbeda digunakan. Jadi, ya alt text yang berbeda dibaca bot mesin pencari..

      Reply
      • Oke, terima kasih akhirnya terjawab juga setelah beberapa kali ditanyakan belum pernah mendapatkan jawabannya.

        Oh iya url blogspot otomatis kan ada bulan dan tahun berarti url blogspot kurang baik buat SEO dong padahal blogspot itu produk Google. Masa iya perancangan blogspot kurang mengerti tehnik SEO? Lalu adakah caranya menghilangkan bulan dan tahun pada url di blogspot agar url-nya menjadiadi SEO?

      • Okeh mas Kal El..

        Itu hanyalah pendapat penggiat SEO mas.. Saya berikan catatan begitu berdasarkan praktik yang berkembang.

        Kalau tidak salah untuk memendekkan url di blogspot ada tutorialnya mas. Bisa cari di Google karena harus menambahkan script dan masuk coding..

Leave a Comment