Bounce Rate Belum Tentu Karena Pengunjung Tidak Suka

Selamat Malam Kawan MM!

Bagaimana hari kawan semua? Menyenangkan? Semoga selalu demikian yah.

Tahukah Kawan kalau bounce rate itu berpengaruh terhadap kesehatan jantung banyak blogger? Tidak banyak sih sedikit saja.

Bounce rate kalau diartikan rasio pantulan ini mencerminkan jumlah pengguna sebuah website/blog yang hanya membaca satu laman saja dan kemudian pergi begitu saja. Semakin tinggi angkanya, berarti semakin banyak pengguna yang sekedar menclok dan langsung menekan tombol back atau menutup laman itu.

Nah, semakin tinggi angka bounce rate, biasanya adrenalin banyak blogger akan terpacu, detak jantung naik, dan menyebabkan pusing kepala tiba-tiba. Berbagai pertanyaan akan tiba-tiba muncul di kepala.

Waduh, kenapa begini? Apa pembaca tidak suka dengan tulisan saya? Apa pengunjung tidak puas dengan yang saya sajikan? Apa yang kurang?

Apa begini, apa begitu?

Setidaknya, begitulah yang saya rasakan sekitar tahun pertama ngeblog. Bounce rate itu merupakan salah satu indikator yang tidak pernah lepas dari perhatian saya.

Kok bisa? Yah, mungkin karena saya terlalu banyak membaca tulisan para blogger tutorial dan juga internet marketer yang selalu bilang kalau bounce rate tinggi itu “tanda pengunjung tidak suka” kepada blog saya.

Cuma, sejak beberapa tahun yang lalu, sudah tidak lagi. Saya sudah berhenti khawatir. Bukan berarti tidak peduli, tetapi karena saya sudah lebih paham menggunakan Google Analytics dan menganalisa data yang disajikan.

Hasil pengamatan dan analisa saya adalah bahwa bounce rate itu tidak bisa disimpulkan secara global, seperti 90%, 70% dan seterusnya. Seharusnya data tersebut harus ditelusuri lebih dalam lagi, bahkan kalau mau lebih detail harus dilakukan laman per laman untuk menentukan penyebabnya.

Kenapa bisa begitu?

Bayangkan beberapa hal di bawah ini

  • Seorang yang butuh jadwal bis, kemudian ia menemukan pada blog Anda, membaca untuk mendapatkan informasi, lalu? Sangat besar kemungkinan ia pergi, toh yang dia butuhkan sudah didapat dan biasanya yang seperti ini hanya butuh data
  • Seorang yang ingin tahu cara buat pindang telur, yang dilakukannya sangat mungkin, mencari informasi, dapat, dan ke dapur atau warung untuk berbelanja bahan
  • Seorang penggemar blog Anda, dia sering datang, tetapi menemukan bahwa tidak ada update-an baru, padahal dia sudah membaca semua tulisan Anda? Mau tetap disana? Ya tidak juga. Ngapain kalau membaca yang sudah dia baca, kecuali ada perlu

Bounce rate tidak selalu berarti bahwa hal itu menunjukkan ketidaksukaan pengunjung terhadap apa yang Anda tulis atau sajikan. Banyak hal lain yang sangat mungkin menjadi alasan mereka merasa cukup untuk membaca satu laman saja.

Bukan hanya soal suka dan tidak suka saja yang bisa menjadi penyebab tingginya bounce rate, seperti

  • Kecepatan loading lemot : mau baca tulisan baru, pas url diklik, lamannya butuh waktu lama untuk tampil. Kesal, calon pembaca menjadi mantan calon pembaca karena sebal langsung klik tombol back atau quit
  • Internet putus : mau buka laman, tiba-tiba internet ngadat, hasilnya “muteer” terus
  • Layout web tidak nyaman : saya pernah batal membaca sebuah blog karena kombinasi antara warna background dan warna huruf yang bikin sakit mata. Sesenang-senangnya saya membaca, saya juga sayang pada mata sendiri. Kalau bikin sakit kenapa harus dilanjutkan
  • Server down : pencari informasi menemukan website/blog Anda lewat mesin pencari, kemudian mengklik url. Tahunya, server down. Di Google sendiri tercatat satu laman terbaca, setelah itu bagaimana mau baca laman yang lain?
  • Iklan : banyak sekali sekarang website yang tiba-tiba memunculkan pop iklan setelah beberapa saat kita membaca? Nyebelin? Sangat. Biasanya saya langsung tutup semuanya sekaligus saja
  • Bot/crawler : banyak sekali bot atau crawler dari pihak non Google di dunia dan seringkali mereka datang berkunjung ke blog Anda, dan kalau tidak difilter terkadang, kunjungan mereka tercatat (meski hanya satu detik biasanya)
  • Blogger yang lagi promosi : oneliner, pengunjung blog yang gemar meninggalkan pesan “nice info gan”, “pertamax” dan sejenisnya biasanya hanya membaca satu laman saja, karena dia mencari kolom komentar, bukan bacaan

Dan, rasanya masih banyak kemungkinan lain yang menyebabkan angka bounce rate menjadi tinggi.

Bukan sekedar rasa suka atau tidak suka pengunjung kepada apa yang Anda tulis dan sajikan.

Kalau memang ingin mengetahui benar-benar apa penyebab bounce rate tinggi dengan lebih teliti, saya sarankan pergunakan Google Analytics dan lihat bagian Perilaku / Behaviour.

Disana akan terlihat banyak hal, seperti darimana masuknya, berapa lama seorang pengunjung mangkal di blog kita, di laman apa, kemudian dia pergi kemana. Silakan pelajari semua ini.

Dulu saya meneliti, lumayan lama, sebelum sampai pada kesimpulan di atas. Setelah itu, ya jarang lagi melakukannya. Karena menghabiskan waktu banyak juga mempelajari statistik secara detail seperti itu.

Mungkin juga karena saya sudah sadar sekali kalau bounce rate tidak selalu harus diterjemahkan sebagai ketidaksukaan pengunjung terhadap blog kita. Banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan.

Meski tentunya, mengusahakan agar angka itu turun tetap harus dilakukan, tetapi tidak berarti kita harus panik dan jantungan setiap ngeliat bouce rate tinggi.

Yuk Berbagi....

8 thoughts on “Bounce Rate Belum Tentu Karena Pengunjung Tidak Suka”

  1. Cara check bounce rate itu via GA yang di Audience Overview bukan, mas? Bounce rate saya 0.12% ini termasuk tinggi atau rendah, kah? Apa yang harus saya lakukan agar bounce rate saya bagus, mas? 😆 hehehe. Senang dapat ilmu-ilmu baru soalnya saya meski tau GA tapi saya nggak paham cara bacanya. Taunya hanya yang Page Views itu saja 🙈

    Kalau Users maksudnya teman-teman yang datang ke blog kita ya, mas? Kalau sessions maksudnya apa? 😂 *banyak tanya nih anak, bisa-bisa diblock sama mas Anton* hahahaha. Well sebelumnya terima kasih banyak untuk tulisan berbobot yang selalu dibagikan mas, seriously saya terbantu dengan info-info yang ada di Maniak Menulis, semoga mas Anton nggak bosan berbagi ilmu yang dipunya 😍

    Reply
    • Bounce rate segitu mah impian mbak.. wakakakakak mending mbak Eno ga usah mikirin BR dah kalau cuma segitu mah..Kalau mau lihat bounce rate secara keseluruhan, di Beranda saja sudah ada kok Mbak… Tapi kalau mau halaman perhalaman, saya biasa mengamati di Perilaku/Behaviour

      User itu semua pengunjung yang datang, baik secara langsung, lewat mesin pencari, bahkan bot/crawler pun dianggap pengunjung (walau bisa dipisahkan datanya)

      Sesi itu aktivitas yang dilakukan pengunjung selama berada di sebuah website, misalkan Eno baca satu laman, meninggalkan komentar, kemudian buka lagi laman, dan semua dilakukan tanpa meninggalkan web itu. Nah itu disebut satu sesi.

      Bila kemudian, sempat meninggalkan, lalu kembali lagi, dihitungnya, kalau masih dalam 30 menit (standar Google bisa diubah), masih tetap dihitung satu sesi. Tetapi, kalau lebih dari itu, dianggap sesi terpisah.

      Hahahaha.. nggak akan. Selama jadi blogger belum pernah ngeblock siapapun, apalagi sama Creameno mah tidak akan terjadi…

      Makasih sama-sama Eno, siapa tahu bisa dimanfaatkan

      Reply
      • Kak Anton, terima kasih banyak untuk ilmu yang diberikan baik di artikel maupun di kolom komentar 😭🙏🏻

        Aku pun belajar banyak dari kakak. Gimana nasibku kalau nggak bertemu kak Anton ya 😭

        Jangan pernah lelah untuk berbagi ya kak!

      • Nasibmu akan lebih baik kalau tidak bertemu saya.. Begitu hasil penerawagan bola kristal yang terbuat dari batu.. 😛

        Semangat Lia, terima kasih sama-sama sudah membuat saya merasa berguna

      • Bola kristal terbuat dari batu…
        Otakku seketika ingin meledak membacanya 🤣

        Sama-sama kak Anton. Jadi kapan kita mabar Point Blank? 😝 Eh tapi aku pasti tim hore doang soalnya pasti mati duluan karena barbar tapi nggak bisa nembak 🤣
        Kaborrrr..

      • Boleh kapan mau mabar..? saya install dulu PB nya.. dah lama diuninstall.. sekarang mah pilih ngeblog

        Kan bisa saja kristal dibuat dari batu kan? Maklum saya bukan tukang batu kristal

  2. akhir akhir ini aku nggak terlalu memperhatikan angka BR, nanti aja dibuka buka lagi hehehe
    bisa jadi BR tinggi karena ikutan program blogwalking dan mentargetkan hari itu harus selesai, jadi peserta klik link yang dibagiin sama peserta lain, selesai komen, langsung quit
    kalau aku pribadi, seringnya buka blog temen temen lamaaaaa, karena nggak cuman klik 1 artikel aja, malah kalau BW nya malam kayak gini, dan mata udah nggak bisa diajak melek, si blog itu akan terus kebuka sampe besok paginya hahaha, trus lanjut lagi pagi kalaupun masih sempet. kalau ga sempet, di quit dulu dan lanjut nanti kalau udah longgar dan ingat. gitu aja siklusnya aku. itung itung nambah PV temen juga hehe

    Reply
    • Makasih banget ya Nun sudah nambahin PV blog ini.. makasih…

      Hahahaha… ga usah mikirin BR nun, kadang jadi terbebani, sebenarnya idealnya ga usah terlalu peduli sama statistik dan terus saja berkarya.

      #Ngebayangin Ainun baca sambil merem dan kepala terangguk angguk karena ngantu

      Reply

Leave a Comment