Benarkah Blog Naik Kelas Setelah Belajar SEO?

Selamat Pagi Kawan MM!

Mungkin saya salah, tetapi selama ini saya berpikir bahwa dunia blogging itu adalah sebuah dunia yang “egaliter”. Semua orang sama, semua blog sama (kecuali beda nasib). Tidak ada kasta, tidak ada kelas.

Blog ya blog. Blogger ya blogger.

Tidak ada blogger senior atau yunior. Newbie atau master itu sebenarnya hanya pemanis saja dan bukan benar-benar ada.

Soalnya, seorang yang mengaku newbie sangat mungkin seorang yang ahli, tetapi tidak mau menonjolkan diri. Sementara, seorang yang menganggap dirinya mastah, sangat bisa jadi sebenarnya cuma “mengaku” dirinya master.

Bagi saya, semua blog dan blogger itu sama. Tidak ada kelas.

Cuma, rupanya pandangan saya salah.

Buktinya? Coba lihat di bawah ini.

Halah…

Saya jadi bertanya-tanya. Blog-blog yang saya miliki sekarang sudah di kelas berapa yah? Terus masih berapa lama lagi sampai kelulusan?

Belajar SEO menambah pengetahuan? Pasti. Jelas. Setidaknya pengetahuan cara membuat tulisan yang mungkin dilirik oleh mesin pencari Google yang sebenarnya tidak berbeda dengan cara memakai make up bagi wanita.

Tapi..

Apakah dengan belajar SEO sebuah blog berarti memiliki tingkat yang “lebih tinggi” dan “lebih baik” dari yang tidak belajar?

Bagaimana kriteria blog yang tingkatannya lebih tinggi? Keberhasilan, kekayaan, ketenaran?

Kalau itu yang menjadi tolok ukurnya, dunia sudah menunjukkan fakta-fakta berbeda. Justru banyak sekali blog-blog terkenal yang membuatnya bloggernya kaya raya tidak menggunakan SEO.

Apakah blog-blog itu menjadi lebih rendah hanya karena bloggernya tidak pernah belajar SEO?

Ya, tidak juga kan?

SEO berguna? Bisa ya bisa tidak. SEO itu hanya alat saja, tidak bedanya martil alias palu. Bisakah digantikan oleh alat lain jika hendak dipakai untuk memukul paku? Ya bisa saja. Bahkan batu sekalipun bisa dipakai.

Bukan tidak tergantikan.

SEO adalah pengetahuan. Betul sekali. Tidak beda dengan fisika, kimia, biologi.

Tetapi, apakah fisika, kimia, dan biologi, memastikan seseorang pasti berhasil dalam kehidupannya?

Ya tidak juga. Banyak yang akhirnya membuang pengetahuan tentang fisika, kimia, dan biologi, karena ia ingin menjadi seorang pengacara. Apakah berarti orang seperti ini bodoh?

SEO adalah opsi. Satu dari berbagai opsi lainnya yang bisa dipergunakan untuk mempopulerkan sebuah blog. Banyak cara lain untuk melakukannya.

Apakah dengan belajar SEO sebuah blog sudah pasti sukses? Ya tidak juga. Lihat saja tulisan yang mengaku ahli SEO dan mengajarkan SEO, ternyata posisi tulisannya di halaman 10 SERP.

Berapa banyak orang yang belajar SEO dan blognya tetap “tidak terdengar suaranya”. Bandingkan dengan Diana Rikasari, Agus Mulyadi, Andra Alodita yang kesemuanya tidak memakai SEO.

Perlu dijelaskan perbedaan dalam soal ketenaran nama-nama itu dan bandingkan dengan para master SEO?

Rasanya tidak.

SEO hanyalah satu pengetahuan, opsi, alat yang bisa dipakai seorang blogger untuk mencapai tujuannya. Bukan kepastian.

Yang jelas bukan juga menentukan sebuah blog menjadi berbeda atau lebih baik daripada blog lainnya.

Dan, mungkin saya salah dalam hal ini.

Saya terlalu mempedulikan pikiran orang lain. Padahal sudah tahu blogger cenderung banyak kemiripan dengan salesman. Sama-sama suka mendramatisir dan menyampaikan sesuatu secara bombastis.

Tapi, toh tidak ada ruginya. Pagi ini bisa update satu tulisan di blog ini dan saya menjadi produktif di pagi hari.

Sambil tetap ingin bertanya, kepada siapa saja yang tahu, blog MM itu sekarang sudah kelas berapa? Terus wali kelasnya siapa? Nama sekolahnya apa?

Bisa bantu jawab?

Yuk Berbagi....

12 thoughts on “Benarkah Blog Naik Kelas Setelah Belajar SEO?”

  1. Jujur ya mas, saya dari dulu gak pernah ikut kelas SEO tuh. Apa tuh SEO? haha. nulis ya nulis aja sih. Dari dulu gitu. Kalau emang nasib artikelnya bagus di serp ya gak bakalan juga toh digeser sama yg lain. SEO itu hanya opsi untuk belajar dan ikhtiar, namun kita harus tetap menghormati takdir Tuhan. Bahkan, posisi serp itu sudah ada takdirnya masing2 bahkan yang tidak pake teknik SEO pun jika takdirnya bagus ya akan bagus di serp, pun sebaliknya. Saya sih, percaya aja sama takdir Tuhan, dan kalo sudah nulis artikel dan submite di GSC yaudah biarin aja artikel kita menemukan takdir terbaiknya. Setuju gak sih? eaaa…hehe

    Reply
    • Hahahaha… percaya mas.. dan saya setuju sekali dengan kata-kata mas kalau SEO itu adalah salah satu upaya kita. Juga keputusan akhir, di dunia ini memang bukan wilayah kita.

      Betul juga, banyak yang tulisannya mengalir dan tanpa kata kunci bisa nongol juga sedangkan yang pakai SEO malah tenggelam.

      Yang penting sudha berusaha yang terbaik ya mas..

      Makasih insightnya bagus banget

      Reply
  2. Saya ngga bisa bantu jawab pertanyaannya. Tapi saya mau ngasih tahu bahwa tahun ini akhirnya saya naik kelas. Selama tujuh tahun, saya jadi wali kelas di kelas satu. Akhirnya tahun ini saya jadi wali kelas di kelas tiga. Bukan hanya naik kelas, tapi saya juga loncat kelas 😄

    Reply
  3. Jujur saya intip blog ini hampir tiap hari Pak, soalnya topiknya menarik banget, namun ninggalin komen pas bisa buka laptop aja, biar enak nulisnya.

    Dan ga tahan mau komentarin ini.

    Seo itu penting loh, biar kita sebagai blogger naik kelas.
    Ada lagi…
    Menulis konten bermanfaat itu penting loh, biar tulisan kita nggak jadi sampah di google.

    Apalagi ya..
    kadang memang teman-teman terlalu serius dan idealis dalam ngeblog, jadinya hal-hal penting malah luput.

    Seperti, konsisten..
    Udahlah master SEO, tulisan di blog luar biasa manfaat, tapi cuman 1 bijik.
    Astagaaaa… saya tadi makan apa ya? kenapa coba jadi nyinyi beginih, kayaknya gara-gara baca kepiting nyinyir di postingan Mba Fanny kemaren hahaha.

    Sebenarnya, maksud tulisan teman-teman itu baik, cuman kadang kalau dibaca ama blogger yang baru memulai, jadinya bikin down ya.

    Mungkin bahasanya yang bisa diubah dikit, misal.
    Belajar SEO itu penting loh agar kita lebih memahami tentang dunia blog lebih mendalam bla..bla..bla..

    Dan juga tentang menulis.
    Menulis yang baik dan benar itu penting, agar kita terbiasa untuk menulis dengan baik, mengajarkan kepada anak-anak kita cara menulis yang baik, blablabla..

    Begituh sepertinya jauh lebih tepat menyemangati orang, tanpa bikin down (menurut saya sih :D)

    Reply
    • Hahahaha… kita makan kepiting nyinyir barengan ajah Rey, keliatannya jenis kepiting enak.

      Paham sekali bahwa disana ada niat mengajak, tetapi pemakaian diksinya yang jelas kurang pas. Dengan begitu mereka bilang kalau tidak ikut cara gue elu bakalan ga naik kelas.

      Pola untuk mempersempit pemikiran dan membuat seperti hanya satu cara ini saja yang terasa menyebalkan. Konsep internet marketing yang menakut nakuti ini seharusnya tidak ditiru karena memperbodoh orang lain.

      Cuma, yah masing-masing punya gaya.

      Dan, Maniak Menulis itu salah satu idealisme nya adalah menentang pemikiran sempit seperti itu, makanya saya akan terus nyinyir dalam hal ini.. wakakaka.. dasar memang dari sononya nyinyir kali yah.

      Tapi bener loh,kalau terus ditelan, maka para blogger akan terbiasa memakai cara yang sebenarnya tidak mendidik

      Jadi selamat bernyinyir ria Rey.. saya mau makan kepiting nyinyir saja deh

      Reply
      • Belajar SEO itu penting bagi yang merasa berkepentingan, tetapi bagi saya yang sudah rempong banget dengan sekian urusan serta lebih fokus ke komunitas follow loop Instagram Indonesia Saling Follow, Itu berat.
        Saya tidak mungkin bisa mengerjakan banyak hal sekaligus di saat sedang membangun sesuatu dengan konsep idealis tentang follow loop yang semoga bisa menjadi tempat nyaman dan aman bagi pesertanya.
        Lagian, jika keadaan sudah memungkinkan barulah saya bisa fokus pada blog lagi asal jangan dikejar-kejar, bisa senewen. He he.

        Selalu akan ada pemilik blog baru sebagaimana pemilik akun Instagram baru yang ikutan acara saling follow Instagram (ini hanya perumpamaan). Pemilik blog baru yang baru terjun memasuki dunia blog pastinya butuh ilmu, cuma harus membangun rasa ingin belajar dulu. Bagi yang ingin santai rasanya tidak akan tertarik untuk belajar hal serius karena hidupnya di dunia nyata sudah terlalu serius untuk dijalani.

        Yang penting adalah jangan ada rasa superior dan inferior di antara para narablog. Semua setara hanya menyangkut cara untuk lebih baik menjalani hal yang diinginkannya.

      • Tepaatttt banget Mbak Rohyati… Tidak bisa mengatakan selain itu. Bener banget.
        Penting bagi yang merasa penting, tidak bagi yang tidak memerlukannya. Masing-masing punya target dan tujuan yang berbeda.

        Jadi, tidak bisa disamaratakan.

        Betul juga bahwa tidak perlu merasa superior dan inferior dan sebenarnya hanya opsi saja.

        Btw, saya ngintip kegiatan Mbak di Indonesia Saling Follow hahahahaha.. soalnya heran beberapa kali ke blog belum ada tulisan baru, jadinya saya lihat kegiatan di Instagram.. hahaha keren punya loh..semangat terus mbak.

    • Yah.. kayak sekolah juga kan nggak sekaligus. Semua pelan-pelan dilakukannya… Tapi lama kelamaan juga bisa.

      Nggak perlu jago, yang penting mengerti dan bisa dimanfaatkan bagi diri sendiri.. Itu saja sudah lebih dari cukup

      Reply

Leave a Comment