Apakah Blog Menjelang Mati Dan Menuju Kepunahan?

Selamat Sore Kawan MM!

Sedikit terngiang atas apa yang saya baca di beberapa blog kawan saat menjelajah internet .

Katanya ngeblog sudah tidak seperti dulu. Ada juga yang menyebut ngeblog seperti “menjelang mati” karena banyak blogger yang berpindah hati ke platform lain, seperti media sosial dan terutama Youtuber.

Sepertinya masa jaya blog sudah lewat dan trennya sedang menurun.

Suram banget membacanya.

Cuma, ada rasa penasaran dalam hati, betulkah demikian adanya? Apakah situasinya sesuram itu? Maklum, sebagai seseorang yang punya target menjadikan blog sebagai sumber penghasilan saat pensiun nanti, perkembangan ini perlu juga diperhatikan.

Kalau memang meredup dan akan segera punah, berarti harus segera banting setir sebelum terlambat, iya kan?

Hanya saja, saja sebelum memutuskan, harus ada data dan fakta juga tentang “kebenaran” dugaan yang ditulis beberapa “rekan” dunia maya itu. Jadi, saya coba melakukan sedikit pengumpulan data dari berbagai sumber yang bisa diakses di lewat internet

Hasilnya?

Data Tidak Banyak!

Ternyata data terkait jumlah blog dan blogger, yang seharusnya bisa menunjukkan perkembangan hidup matinya blogging, tidak mudah dikumpulkan.

Berbagai kata kunci yang dipergunakan baik dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris tidak menghasilkan banyak data yang benar-benar meyakinkan tentang benar tidaknya dunia blogging mau kiamat.

Hal ini membuat saya berpikir, “Lalu, yang mengatakan blogging menjelang mati, datanya darimana ya?”

Paling tidak 3 hari terakhir (tidak full 3 x 24 jam yah), saya masih terus mencari terkait perkembangan dunia blog dan kecenderungannya.

Beberapa data yang bisa dikumpulkan adalah seperti di bawah ini

  • Jumlah blogger di Amerika Serikat tahun 2020 diprediksi mencapai 31,7 juta orang atau bertambah 500 ribu dari tahun 2019 atau bertambah 4,3 juta dibanding tahun 2014 (Sumber : Statistica)
  • Sekitar +- 30% website di dunia adalah blog atau sekitar 500-600 juta (Sumber : Hosting Tribunal)
  • Blogging sudah menjadi industri “kecil” di India (Sumber : India Times)
  • 2,4% blog di WordPress (70 juta?) menggunakan bahasa Indonesia (Sumber : Marcosaric)
  • NOTE, Platform Blogging asli Jepang memiliki 10 juta pengguna, HATENA platform lain memiliki 6,7 juta pengguna (Sumber : Tam Tamlo)

Saya sadar bahwa data-data itu sulit untuk konklusif mengingat blog dan blogger sendiri bukanlah sebuah profesi (setidaknya belum) dan memiliki asosiasi tercatat. Jadi, tidak mungkin mendatanya satu persatu.

Tetapi, bila melihat angkanya, jumlah “blog” yang ada di dunia, kok yah tetap sulit menyebutkan dunia blog mau berhenti berputar. Lebih dari 500 juta blog atau 1/3 dari total website di dunia menunjukkan bahwa dunia blog masih berputar seperti biasa.

Itu data di luar negeri, bagaimana dengan di Indonesia?

Nah, itu masalahnya. Tidak ada data berapa jumlah blogger dan blog di Indonesia. Data terakhir sekitar tahun 2015 yang menyebutkan 3 jutaan blog dan blogger ada di Nusantara.

Ketiadaan data inilah yang menyebabkan banyak orang mengambil “kesimpulan” hanya berdasarkan apa yang mereka lihat saja. Ketika teman atau kenalan sesama blogger beralih menjadi Youtuber, mereka mengeneralisir bahwa semua orang juga seperti itu.

Padahal, sangat mungkin sekali bahwa yang terjadi sebenarnya tidak demikian.

Pengguna medsos, seperti Facebook dan Twitter yang luar biasa besar di Indonesia juga tidak bisa dijadikan ukuran bahwa blog tidak lagi menarik. Banyak blogger justru menggunakannya untuk mempromosikan blog mereka lewat media ini.

Memang pasti blog sudah tidak seheboh dulu lagi,. Namanya bukan barang baru, tentu hingar bingarnya sudah berbeda dari dulu. Tidak bedanya juga dengan televisi /komputer yang pernah bikin heboh, tetapi sekarang sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari, saya rasa blog sudah sampai ke titik ini.

Jadi, setelah dipikir-pikir, saya kok yah tetap optimistis bahwa dunia blog masih baik-baik saja dan tetap potensial untuk digali. Apalagi melihat data-data di atas.

Bagaimana menurut Kawan MM?

Yuk Berbagi....

13 thoughts on “Apakah Blog Menjelang Mati Dan Menuju Kepunahan?”

  1. Saat ini mesin pencari utama Goggle masih mengedepankan pencarian web. Meskipun hasil pencarian bisa berupa video atau lainnya, namun hasil berupa situs masih mendominasi. Selama masih ada yang membaca, tentu blog tidaklah akan segera punah.

    Perkara ada yang pindah ke lain hati, bisa jadi hanya melihat peluang saja. Saya lihat blogger kawakan yang juga menjadi Youtuber, mereka justru bukan berpindah, tapi membuka jalur lain untuk menambah yang sudah ada.

    Saya pribadi jadi sedih jika blogger dibilang akan mati. Karena jika blogger mati, esensinya kita sedang berada dalam darurat literasi. Buka web untuk baca informasi saja malas, apalagi disuruh baca buku. Sungguh terlalu!

    Reply
    • Setuju pisan Nisa karena pada dasarnya manusia masih “membaca”. kecuali kalau kebiasaan itu sudah menghilang, rasanya baru saat itu blog akan punah.

      Pada saat itu memang terjadi artinya tanda bahaya berbunyi bagi budaya literasi.

      Cuma, saya pikir kok yah masih jauh dan kecenderungannya blog masih akan berkembang lebih jauh, tentu bukan dalam blog tradisional karena mereka juga bermetamorfosis dan berubah menyesuaikan dengan perkembangan zaman juga.

      Tenang bu guru, tenang…haha itu kan hanya pendapat beberapa orang saja.

      (Saya tidak termasuk loh yah)

      Reply
  2. Susah buatku meninggalkan blog mas. Pertama aku suka bangettt menulis. Sejak SD aku terbiasa nulis buku harian. Sampe akhirnya internet masuk, dan aku ganti platform menulis di blog. Hany saja kalo dulu kebanyakan curhat, skr ya udh ga :D.

    Jadi kalo ada yg bilang blog ga bakal exist lagi, jujur aku ga peduli. Dari awal aku bikin blog, kan hanya untuk menyalurkan hobi nulis. Biarlah orang2 ga membaca blog lagi, tapi aku msh butuh platform menulis di mana aku bisa menyalurkan cerita2 perjalanan supaya aku ga lupa. At least itu berguna buat diriku sendiri.

    Kalopun suatu saat ada platform lain yg menggantikan blog, tp dlm bentuk tulisan, mungkin aku bakal coba. Yg ptg ttp bisa menulis.

    YouTube itu ga cocok buatku yg ga suka tampil di depan umum. Aku ga banyak bicara aslinya. Dan suka gugup kalo udh hrs ngomong di depan kamera. Makany sampe skr, aku ga prnh cerita perjalananku lwt YouTube. Krn memang ga confident dan nyaman ngelakuin itu. So, mau sehype apapun YouTube, biarin aja :D. Itu bukan bidangku 🙂

    Reply
    • Nah, kan dengan orang seperti kamu Fan, dunia blogging tidak akan punah. Dan saya yakin sekali banyak orang seperti dirimu.

      Orang-orang seperti kamu, yang menulis karena passion dan kecintaan sudah memastikan bahwa blogging sangat jauh dari yang namanya mati atau punah, setidaknya untuk sekarang.

      Saya juga tidak nyaman dengan Youtube dan lebih suka menulis seperti sekarang ini..

      #Toss Fan

      Reply
  3. Menurut saya, berpindahnya blogger menjadi YouTuber itu besar kemungkinan hanya tentang memanfaatkan peluang mana yang diyakini seseorang untuk bisa mendapatkan penghasilan dalam waktu yang cukup singkat. Minimal dalam mendatangkan pengunjung, se-ramai apapun YouTube saat ini, saya melihat bahwa masih lebih mudah mendapatkan penonton daripada pembaca. Apalagi kalau basicnya ngerti SEO (ngerti dikit aja deh). Maaf banget bukannya sok tahu, setidaknya, kita tahu bahwa video YouTube bisa muncul di SERP tapi tulisan di blog tidak mungkin terindeks di YouTube.

    Tapi mengenai mana yang lebih baik antara YouTube atau platform lainnya dibanding Blog seperti yang biasanya ada di grup-grup Facebook yang pernah saya lihat, bagi saya pertanyaan seperti itu saja sudah keliru dan sering menimbulkan debat berkepanjangan yang memuakkan karena perspektifnya tidak dibatasi sehingga liar kemana-mana. Padahal mau platform apapun, selama pengelolanya memiliki pengetahuan, mampu dan juga mau, urusan platform bukanlah persoalan yang begitu penting.

    Dalam kaitannya dengan kepunahan sebuah platform, misalnya blog diganti YouTube, saya kira itu hanya masalah pilihan saja, Selama masih ada manusia yang memiliki niat baca, saya rasa selama itu blog atau website masih berpeluang untuk dibutuhkan. Begitu juga dengan YouTube. Yang menarik bagi saya justru adalah platform berbasis video seperti YouTube itu banyak penggantinya. Misalnya Vimeo atau katakanlah Twitch jika nanti lebih berkembang lagi. Tapi untuk blog atau website, apa penggantinya? Pertanyaan ini yang belum bisa saya jawab karena kekuarangan pengetahuan saya.

    Reply
    • Makasih pisan atas pandangannya mas Hamsul.. Bagus sekali!

      Setuju banget bahwa itu adalah pilihan dan pemanfaatan peluang. Tidak salah menurut saya juga. Setuju juga dengan pandangan mempertentangkan antara blog dan YT itu sebenarnya keliru, ya memang betul karena yang suka baca banyak dan yang suka menonton juga banyak. Pangsa pasarnya berbeda.

      Makasih sekali mas atas pandangannya yang mencerahkan!

      Reply
  4. Pernah baca salah satu artikelnya mas Sugeng, sekarang hasil pencari google didominasi oleh situs-situs besar. Pencarian macam “Cara Membuat Email” pun sudah dipegang oleh mereka. Salah satu solusi yang ditawarkan mas Sugeng adalah membuat konten yang spesifik alias bukan blog gado-gado.

    Untuk saya, yang tidak terlalu mementingkan itu, tidak terlalu masalah untuk saya. Tapi untuk yang ngeblog dengan tujuan utama sebagai penghasilan, solusi dari mas Sugeng itu wajib dipertimbangkan.

    Reply
    • Betul banget mas.. kebanyakan blogger memang disarankan untuk memilih topik spesifik untuk menghadapi bukan hanya perubahan Algoritma Google, tetapi juga gempuran media besar seperti Tribunnews yang mulai mengambil topik-topik “receh” dari blogger.

      Jadi persaingannya memang ketat sekali.

      Yang disarankan untuk bahas topik spesifik memang bisa dipertimbangkan mas, tapi kalau menurut saya sih, masih banyak cara lain hahahaha.. Apalagi kalau mas Sugeng kan memang dari dulu menganggap “Blog Gado-Gado itu jelek” jadi sisi pandangnya dia agak bias dengan pola pandangnya yang meremehkan blog gado-gado.

      Juga cara mendapatkan penghasilannya dari mana juga harus dijadikan pertimbangan karena setiap cara juga berbeda.

      Btw, gimana kabarnya mas…baik2 saja?

      Reply
      • Sebagai blogger yang punya topik beragam, saya juga tidak terlalu peduli dengan dampak yang dijabarkan mas Sugeng. Tapi mengamini itu sebagai sebuah opini yang menarik.

        Baik, Mas. Sehat alhamdulillah 😀

      • Bener banget mas Rahul.. Memang menarik untuk dipertimbangkan.

        Strategi mas Rahul sendiri bagaimana? Apa ngeblognya masih untuk bersenang-senang saja? Kalau tidak, bisa share kira-kira rencana ke depan gimana?

  5. Saya tidak berniat menjadikan blogger sebagai tempat mencari penghasilan untuk saat ini. Tapi, saya kepikiran biaya perpanjangan domain juga tidak murah. Paling arahnya akan ke sana saja sih: cari biaya untuk perpanjangan domain.

    Kalau dibilang bersenang-senang tidak juga, tapi kalau mau dibilang ada rencana kedepan juga tidak. Saya menjadikan blog sebagai catatan, kebetulan ada harga yang harus dibayar. Jadi mesti nutup itu dulu. Selebihnya, saya cuma usaha biar bisa update dengan konsisten dua minggu sekali

    Reply

Leave a Comment